You are on page 1of 4

ARTIKEL APLIKASI LARUTAN BUFFER

DALAM BIDANG PERTANIAN

DISUSUN OLEH :

1. EKA ALIFIA R. ( 14)


2. ELOK ARDANA (17)
3. LINGGA KUR A. (23)

SMA NEGRI 3 MAGETAN


LINGGA :

Larutan penyangga dalam pupuk

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi
kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Biasanya
kebutuhan tanaman akan senyawa-senyawa di atas jumlahnya tidak sama. Oleh sebab itu, berdasarkan
kebutuhannya pupuk yang diberikan pada tanaman dibedakan atas dua golongan, yaitu pupuk makro
dan pupuk mikro. Pupuk makro dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak, sedangkan pupuk mikro
dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sedikit. Unsur-unsur yang dikandung oleh pupuk makro
seperti: Nitrogen (N), Phospor (P), Kalium (K), Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur (S), dan Besi
(Fe). Sementara itu pupuk mikro mengandung unsure-unsur larutan penyangga buffer sebagai
berikut: Mangan (Mn), Cuprum (Cu), Molibdenum (Mo), Seng (Zn), Boron (B), dan Cobalt (Co)

Agar tanaman tumbuh dengan baik, maka pH tanaman harus dijagam pH tanah di daerah
pertanian harus disesuaikan dengan pH tanamannya. Oleh karena itu diperlukan pupuk yang dapat
menjaga pH tanah agar tidak terlalu asam atau basa. Biasanya para petani menggunakan pelet padat
(NH 4 ) 2 SO 4 untuk menurunkan pH pupuk yang digunakan .

Setiap jenis pupuk memiliki pH yang berbeda misalnya pH pada pupuk NPK = 6, pH pupuk
Urea = 6 ,dan pH pupuk ZA = 7. Pada pupuk urea H+ akan melepaskan OH- yang kemudian nanti
akan terhidrolisis

Garam (NH 4 ) 2 SO 4 bersifat asam, ion NH 4 + akan terhidrolisis dalam tanah membentuk
NH 3 dan H + yang bersifat asam. Salah satu pupuk yang sering digunakan adalah Urea yaitu
senyawa organik yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus
CON2H4 atau (NH2)2CO
EKA ALIFIA :

LARUTAN PENYANGGA UNTUK TANAMAN


HIDROPOLIK

Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya ikerjakan dalam
kamar kaca dengan menggunakan mendium air yang berisi zat hara, disebut dengan
hidroponik . Setiap tanaman memiliki pH tertentu agar dapat tumbuh dengan baik.
Oleh karena itu dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga. pH atau
derajat keasaman merupakan salah satu faktor dapat mempengaruhi penyerapan unsur hara
pada tanaman. Pada umumnya hidroponik menggunakan kisaran pH 5,5-6,5 dengan angka
optimal 6,0. Pada pH optimal, semua unsur berada dalam kondisi kelarutan yang baik sekali
sehingga tidak mengendap dan mudah diserap akar. Bila angka pH larutan berada di bawah
pH 5,5 atau di atas pH 6,5 maka daya larut unsur hara tidak sempurna lagi. Bahkan, unsur
hara mulai mengendap sehingga tidak dapat diserap oleh akar tanaman. Namun, aplikasi di
lapang tidak selamanya menggunakan pH 6,0. Karena, berbagai jenis tanaman membutuhkan
kisaran pH berbeda.
Berikut kisaran pH beberapa tanaman. Ketika fase vegetatif, tanaman banyak
menyerap anion. Sehingga banyak tersisa kation dalam larutan, menyebabkan pH kian naik.
Sedangkan pada fase generatif, berlaku sebaliknya. Untuk itu ramuan pupuk hidroponik harus
menggunakan buffer.
Buffer atau larutan penyangga berfungsi menstabilkan pH. Bahan yang digunakan
sebagai buffer antara lain : KH2PO4, K2HPO4, (NH4)H2PO4. Dalam ramuan sebaiknya
menggunakan buffer KH2PO4 sebanyak 250 g / 1.000 L larutan siap pakai.

KH2PO4 KPO4- + H+

Untuk menurunkan pH larutan biasanya digunakan HNO3, H2SO4, H3PO4, CH3COOH, dan
HCOOH. Sedangkan untuk menaikkan pH digunakan KOH, NaOH, CaOH, CaCO3. Unsur
Fe sering antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk itu unsur Fe dibungkus dengan chelating
agent semisal EDTA, EDDHA.
ELOK ARDANA :

LARUTAN PENYANGGA PADA TANAH PASIR

Tekstur tanah tersusun dari tiga komponen, yaitu: pasir, debu dan liat. Ketiga komponen tersebut
dibedakan berdasarkan ukurannya yang berbeda. Partikel pasir berukuran antara 200 mikrometer
sampai dengan 2000 mikrometer. Partikel tanah yang memiliki permukaan yang lebih luas memberi
kesempatan yang lebih banyak terhadap terjadinya reaksi kimia. Partikel liat persatuan bobot memiliki
luas permukaan yang lebih luas dibandingkan dengan kedua partikel penyusun tekstur tanah lain
(seperti: debu dan pasir). Reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada permukaan patikel liat lebih banyak
daripada yang terjadi pada permukaan partikel debu dan pasir persatuan bobot yang sama.
Faktor yang mempengaruhi pH tanah pasir adalah tipe vegetasi, drainase tanah internal, dan
aktivitas manusia. Nilai pH suatu tanah juga dipengaruhi oleh jenis bahan induk tanah yang dibentuk.
Tanah berkembang dari batuan dasar umumnya memiliki nilai pH lebih tinggi daripada yang
terbentuk dari batuan asam. Curah hujan juga mempengaruhi pH tanah yang kemudian bercampur
dengan pasir . Air melewati tanah dasar mencuci kalsium dan magnesium dari tanah dan digantikan
oleh unsur-unsur asam seperti aluminium dan besi. Tanah yang terbentuk di bawah kondisi curah
hujan tinggi lebih asam daripada yang dibentuk di bawah gersang (kering) kondisi Salah satu rumus
kimia pasir yaitu C12H22O11
2CO12- + H+ C12H22O11
C12H22O11 2CO12- + H+
Di Indonesia pH pasir sangat jarang ditemui dan umumnya berkisar 3-9 tetapi untuk daerah
jawa seeperti pasir untuk tanaman ditemukan pH dibawah 3 karena banyak mengandung asam sulfat
sedangakan di daerah kering atau daerah dekat pantai pH Pasir dapat mencapai di atas 9 karena
banyak mengandung garam natrium.