You are on page 1of 13

PEMERIKSAAN JANTUNG

 Tipe pernapasan

Tipe Pernapasan Diagnosis Banding

Thorakoabdominal Tak ada kelainan (t.a.k)

Paradoksal Pneumothoraks

 Inspeksi
Hemithoraks yang patologis disebutkan terlebih dahulu.

Pengembangan Dinding Dada (PD) Kesan

Statis

PD kanan = kiri  T.a.k.

PD kanan < kiri  Trauma di kanan


 Massa di kanan

PD kiri < kanan  Trauma di kiri


 Massa di kiri
Dinamis

PD kanan = kiri  T.a.k.

PD kanan < kiri, atau  Trauma di kanan


Dada kanan tertinggal  Massa di kanan

PD kiri < kanan, atau  Trauma di kiri


Dada kiri tertinggal  Massa di kiri
 Palpasi

Fremitus Raba (FR) Kesan Isi Dominan

 Cairan
FR meningkat
 Massa

FR normal  Jaringan paru

FR menurun  Udara

 Perkusi

Perkusi Kesan Isi Dominan Diagnosis Banding

 Pneumothoraks
Hipersonor  Udara
 PPOK

Sonor  Jaringan paru  Paru fisiologis

 Hidrothoraks
Redup  Cairan  Pyothoraks atau Empyema
 Kilothoraks
 Hematothoraks
 Bronkopneumonia
Pekak  Darah
 Pneumonia
 Padat
 Massa mediastinum
 Massa paru
 Auskultasi

Suara Diagnosis Banding

Suara dasar

Vesikuler

 Cairan
 Hidrothoraks
 Pyothoraks atau Empyema
Vesikuler menguat/meningkat
 Kilothoraks
 Massa
 Tumor

Vesikuler normal  Jaringan paru


 T.a.k.

 Udara
Vesikuler melemah/menurun  Pneumothoraks
 PPOK

 Udara
Vesikuler hilang  Pneumothoraks
 Darah
 Hematothoraks

Bronkhial

Bronkhovesikuler

Suara tambahan

 Asma
Mengi (wheezing)  Udem pulmo
 Dekompensasi kordis sinistra
 Gagal jantung kongestif (CHF)[1]
 Udem pulmo
Ronkhi basah kasar (RBK)  Dekompensasi kordis sinistra
 Gagal jantung kongestif (CHF)[1]
 Infeksi saluran napas akut (ISPA)
 PPOK
Ronkhi basah halus (RBH)  Udem pulmo
 Dekompensasi kordis sinistra
 Gagal jantung kongestif (CHF)[1]
Gallop  Gagal jantung kongestif (CHF)

Pemeriksaan Fisik Jantung

 Inspeksi

Ictus Cordis (IC) Kesan

Tidak tampak  Jantung terkompensasi (Cor compensated)

Tampak  Gizi kurang


 Kardiomegali (pembesaran jantung)
 Palpasi
Letak IC
Pada orang dewasa normal, IC ada pada Spatium intercostal (SIC) V di sebelah
medial linea midklavikularis sinistra.

Letak IC Kesan

Tidak bergeser  Jantung terkompensasi

Bergeser
 Kardiomegali
 Right ventricle enlargement (RVE)
 Ke lateral
 Left ventricle enlargment (LVE)
 Ke kaudolateral

 Kekuatan IC

Kekuatan IC Kesan

Tidak kuat angkat  Jantung terkompensasi

Kuat angkat  Gizi kurang


 Kardiomegali

 Perkusi

Batas jantung normal pada orang dewasa

 Kanan atas: SIC II Linea Para Sternalis Dextra


 Kanan bawah: SIC IV Linea Para Sternalis Dextra
 Kiri atas: SIC II Linea Para Sternalis Sinistra
 Kiri bawah: SIC IV Linea Medio Clavicularis Sinistra
Kesan perkusi batas jantung

Batas Jantung Kesan

Kesan tidak melebar  Jantung terkompensasi

Kesan melebar
 Kardiomegali
 RVE
 Ke lateral
 LVE
 Ke kaudolateral

 Auskultasi

 Bunyi jantung (BJ) I-II


 Interval
 Normal
 Jantung terkompensasi
 Tidak normal
 Atrial fibrillation (AF)
 Keteraturan
 Reguler
 Jantung terkompensasi
 Ireguler
 AF
 Bising
 Pansistolik
 Kelainan katup
 Mitral stenosis (MS)
 Mitral regurgitasi (MR)
 Diagnosis banding
 Hipertension heart disease (HHD)
 Penyakit jantung rematik (PJR)
Bunyi Perkusi dan Karakteristiknya

Nada Durasi Contoh


Intensitas
relative Relative Relative Lokasi

Pekak(flatness) Pelan Tinggi Singkat Paha

Sedang Sedang Sedang Hepar


+
Redup (dullness)
Paru yang
Sonor(resonance) Keras Rendah Lama normal

Tidak
Hipersonor Sangat Lebih ditemukan pada
(hyperresornance) keras rendah Lebih lama keadaan normal
Gangguan Pola Nafas

Radipnea : Frekwensi Pernapasan Lambat Yg Abnormal, Irama Teratur

Takipnea : Frekwensi Pernapasan Cepat Yg Abnormal

Hiperpnea : Pernafasan Cepat & Dalam

Apnea : Berhenti Bernapas

Hiperventilasi : Sesak Nafas Yg Diakibatkan Dari Kegagalan Vertikel Kiri

Hipoventilasi : Pernafasan Tampak Sulit & Tertahan Terutama Disaat Akspirasi

Pernapasan Kussmaul : Nafas Dalam Yg Abnormal Dapat Cepat, Normal Atau Lambat

Pada Umumnya Pada Asidosis Metabolik

Pernapasan Biok : Tidak Tampak Pada Kerusakan Otak Bagian Bawah & Depresi

Pernapasan

Pernapasan Cheyne – Stokes : Periode Pernapasan Cepat Dalam Yg Bergantian Dengan

Periode Apnea, Rata Rata Pada Bayi & Anak Selama Tidur Terasa Nyenyak, Depresi &

Kerusakan Otak.
KARAKTERISTIK BUNYI NAPAS

Intensitas Nada Lokasi bunyi


bunyi bunyi terdengaar secara
Lamanya bunyi ekspirasi ekspirasi normal

Bunyi inspirasi
berlangsung
lebih lama dari
pada bunyi Relative Hamper diseluruh
*
Vesicular ekspirasi pelan rendah kedua lapang paru

Lama Sering pada ruang


berlangsungny sela iga pertama
a bunyi dan kedua
inspirasi dan disebelah anterior
Bronkovesi ekspirasi lebih dan pada daerah
kular kurang sama sedang sedang interskapular

Bunyi ekspirasi
berlangsung Pada daerah
lebih lama dari manubrium jika
pada bunyi Relative benar-benar
Bronkial inspirasi keras tinggi terdengar

Lama
berlangsungny
a bunyi
inspirasi dan
ekspirasi lebih Sangat Relative Di daerah trakea
Trakeal kurang sama. keras tinggi pada leher
BUNYI NAFAS

1. Stridor : adalah suara yg terdengar kontinu (tidak terputus-putus), bernada

tinggi yg terjadi baik pada waktu inspirasi ataupun pada waktu ekspirasi, akan

terdengar tanpa menggunakan alat stetoskop, biasanya bunyi ditemukan pada

lokasi saluran nafas atas (laring) atau trakea, disebabkan lantaran adanya

penyempitan pada saluran nafas tersebut.

Pada orang dewasa, kondisi ini mengarahkan pada dugaan adanya edema

laring, tumor laring, kelumpuhan pita suara, stenosis laring

umumnya disebabkan oleh tindakan trakeostomi atau dapat pula akibat

pipa endotrakeal.

2. Crackles : Ialah bunyi yg berlainan, non kontinu akibat penundaan

pembukaan kembali jalan napas yg menutup.

Terdengar sewaktu : inspirasi.Fine crackles / krekels halus : Terdengar sewaktu :

akhir inspirasi. Karakter suara : meletup, terpatah-patah.

Penyebab : udara melewati daerah yg sangat lembab di alveoli atau

bronchioles/penutupan jalan nafas kecil. Suara seperti rambut yg digesekkan.

Krekels kasar : Terdengar sewaktu : melakukan ekspirasi. Karakter suara : basah,

lemah, kasar, suara gesekan terpotong. Penyebab : terdapatnya cairan atau

sekresi pada jalan nafas yg besar. Bisa Jadi akan berubah disaat klien batuk.
3. Wheezing (mengi) : Merupakan bunyi seperti bersiul, kontinu, yg durasinya

lebih lama dari krekels. Terdengar selama : inspirasi & ekspirasi, secara klinis lebih

jelas pada saat melakukan ekspirasi.

Penyebab : akibat udara melewati jalan napas yg menyempit/tersumbat sebagian.

Bisa dihilangkan dengan cara batuk. Dengan karakter suara nyaring, suara terus

menerus yg berhubungan dengan aliran udara melalui jalan nafas yg menyempit

(seperti pada asma & bronchitis kronik).

Wheezing dapat terjadi oleh lantaran perubahan temperature, allergen, latihan

jasmani, & bahan iritan pada bronkus.

4. Ronchi : Merupakan bunyi gaduh yg dalam.

Terdengar sewaktu : ekspirasi.

Penyebab : gerakan udara melewati jalan napas yg menyempit akibat

terjadi obstruksi nafas.

Obstruksi : sumbatan akibat sekresi, tumor , atau odema.

Contoh : suara ngorok.

Ronchi kering : sebuah bunyi tambahan yg terdengar kontinyu

terutama disaat ekspirasi disertai adanya mucus/secret pada bronkus. Ada yg high

pitch (menciut)
misalnya pada asma & low pitch oleh lantaran secret yg telah meningkat pada

bronkus yg besar yg dapat pula terdengar disaat inspirasi.

Ronchi basah (krepitasi) : bunyi tambahan yg terdengar tidak kontinyu

pada saat inspirasi seperti bunyi ranting kering yg terbakar,

disebabkan oleh :secret di dalam alveoli atau bronkiolus.

Ronki basah dapat halus, sedang, & kasar. Ronki halus & sedang dapat

disebabkan cairan di alveoli

Contohnya ronki basah pada :pneumonia & edema paru,

sedangkan ronki kasar : contohnya pada bronkiekstatis.

Perbedaan ronchi & mengi. Mengi berasal dari bronki & bronkiolus yg lebih kecil

salurannya, terdengar bersuara tinggi & bersiul. Biasanya terdengar jelas pada

pasien asma. Ronchi berasal dari bronki & bronkiolus yg lebih besar salurannya,

memiliki suara yg rendah, sonor. Umumnya terdengar jelas pada orang ngorok.

5. Pleural friction rub

Merupakan suara tambahan yg timbul akibat terjadinya peradangan pada pleura

sehingga permukaan pleura menjadi kasar.


Karakter suara : kasar, berciut, disertai keluhan nyeri pleura.

Terdengar sewaktu : akhir inspirasi & permulaan ekspirasi. Tidak dapat

dihilangkan dengan dibatukkan.

Terdengar amat sangat baik pada permukaan anterior lateral bawah toraks.

Terdengar seperti bunyi gesekan jari tangan dengan kuat di dekat telinga, jelas

terdengar pada akhir inspirasi & permulaan ekspirasi, & umumnya disertai juga

dengan keluhan nyeri pleura.

Bunyi ini dapat menghilang diwaktu nafas ditahan. Sering didapatkan pada

pneumonia, infark paru, & tuberculosis

6. Gargling : suara seperti berkumur, keadaan ini terjadi lantaran ada

kebuntuan

yg disebabkan oleh : cairan (eg : darah), maka lakukanlah cross-

finger(seperti diatas), lalu lakukanlah finger-sweep (sesuai namanya,

menggunakan 2 jari yg telah dibalut dengan kain untuk “menyapu” rongga mulut

dari cairan-cairan).