You are on page 1of 3

Kenti Pratiwi

K110 17R 150

1. Apoteker Sani melakukan pelayanan di Apotek Sani Farma, pada jam sibuk di pagi hari pukul
08.00 – 12.00. Menyerahkan obat untuk nyonya Sari (nomor antrian 15) tanpa disertai alamat
pasien dan informasi obat. Sampai rumah obat diperiksa, yang didapat bukan metformin 500 mg
tetapi herbesser CD 200 mg. pasien terakhir bernama nyonya Sari juga yang beralamat di JL.
Duku, penumping Solo. Obat diserahkan metformin 500 sebanyak 30 tablet dengan aturan pakai
1 tablet siang hari bersama makan. Nyonya sari menolak, karena selama 3 bulan mendapat obat
herbesser CD 200.

Berikut adalah penyelesaian masalah yang dilakukan apoteker Sani untuk dapat tetap melakukan
TQM :

Mutu Indikator Masalah Penyelesaian Strategi


Pasien sembuh : 1. Ny. Sari (Jl. 1. Meminta maaf Meminta
1. Ny. Sari (Jl. Duku, Duku, kepada Ny. Sari maaf,mengganti
penumping, Solo) penumping, Solo) (Jl. Duku, obat, memberikan
mendapatkan obat mendapatkan penumping, Solo) edukasi/iformasi
Herbesser CD 200 obat Metformin atas kesalahan terkait penggunaan
mg sebanyak 30 500 sebanyak 30 pemberian obat. obat.
tablet dengan aturan tablet dengan Mengganti
pakai 1xsehari. aturan pakai 1 metformin dengan
tablet siang hari herbesser 200 mg
bersama makan. dan memberikan
edukasi terkait
obat termasuk
aturan pakai 1 x
sehari.
2. Ny. Sari (nomor 2. Ny. Sari Ny. Sari 2. Mencari nomor - Mencari alamat
antrian 15) (nomor antrian telepon pasien dan pasien dan nomor
mendapatkan 15) mendapatkan alamat pasien Ny. telfon dengan
metformin 500 mg Herbesser CD Sari Ny. Sari menanyakan ke
Customer 30 tablet dengan 200 mg sebanyak (nomor antrian 15), dokter atau instansi
aturan pakai 1 30 tablet tanpa segera yang mengeluarkan
tablet siang hari informasi tentang menghubungi dan resep.
bersama makan. obat memberitahukan - menelepon pasien
adanya kesalahan -menukar obat
pelayanan
obat,meminta maaf
atas kesalahan yang
terjadi, meminta
untuk tidak
diminum dulu obat
herbesser 200 mg
yang didapatkan,
kemudian menukar
herbesser dengan
metformin 500 mg
sebanyak 30 tablet
dengan aturan pakai
pakai 1 tablet siang
hari bersama
makan. (diantar ke
rumahnya)
Produk 1. Produk dibeli dari Tidak ada masalah - -
distributor obat
resmi yang
memiliki Certificate
of Analyse
2. Kemasan obat tidak
diganti
(disimpan di wadah
asli)
Prosedur Prosedur Pasien ny. Sari obat Prosedur harus Menambah,
penyerahan obat yang didapatkan diperbaiki sehingga merinci.memperjelas
harus memuat tertukar dengan di dalamnya SPO, sehingga
pemastian identitas psien lain mengatur cara atau terdapat aturan
pasien yangmemiliki nama aturan ketika untuk mencegas
(nama,umur/tanggal sama, hal ini terjadi menyerahkan obat kesalahan
lahir) dan diberikan karena ketika kepada pasien, penyerahan obat
informasi/edukasi memberikan obat seperti pemastian kembali terulang.
terkait obat yang ny.sari ( nomor identitas pasien
didapatkan pasien. antrian 15 ) tidak yang menerima
dipastikan alamat obat benar (nama,
dan tanggal lahirnya alamat, tanggal
serta tidak diberikan lahir, no.telp) dan
edukasi/ informasi memberikan
terkait obat yang edukasi terkait obat
didapatkan. yang didapatkan
pasien.
Proses Proses terlaksana Apoteker Sani Melaksakan SPO Memberikan
sesuai SPO memberikan obat dengan benar, sosialisasi tentang
- Identitas pasien kepada Ny. Sari (no. memastikan SPO, memastikan
dipastikan sebelum 15) tanpa identitas pasien semua memahami,
menyerahkan obat. memastikan sebelum sehingga SPO dapat
- memberikan identitas pasien dan menyerahkan obat, terlaksana
informasi kepada tanpa memberikan dan memberikan sebagaimana
pasien terkait obat edukasi penggunaan informasi obat yang mestinya.
yang didapatkan obat yang didapatkan pasien.
didapatkan.
Kultur - Harus saling Tidak ada yang 1. Ketika ada yang Memberikan
dari mengingatkan mengingatkan melaksanakan sosialisasi tentang
company - Cek dan ricek Apoteker Sani untuk proses tidak sesuai SPO, memastikan
melaksanakan SPO SPO, yang semua memahami,
dan tidak ada yang lainharus Sehingga jika yang
mengecek kembali mengingatkan lain melakukan
obat yang disiapkan 2. Harus ada sistem kesalahan, ada yang
apoteker Sani untuk pengecekkan mengingatkan.
Ny. Sari kembali sebelum
diserahkan ke
pasien.