You are on page 1of 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. Studi Kasus Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Koperasi Warung Jk

1. Latar Belakang

Industri ritel merupakan industri yang strategis dalam kontribusinya terhadap

perekonomian Indonesia. Dalam konteks global, potensi pasar ritel Indonesia tergolong

cukup besar. Industri ritel dapat dikategorikan menjadi industri yang merupakan hajat hidup

orang banyak karena sekitar 10% dari total penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya

dengan berdagang. Dengan karakteristik industri ritel yang tidak membutuhkan keahlian

khusus serta pendidikan tinggi untuk menekuninya, maka banyak rakyat Indonesia terutama

yang tergolong dalam kategori UKM masuk dalam industri ritel ini.

System informasi pada suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting,

terutama sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan. Menigkatnya penggunaan

teknologi informasi telah membawa setiap orang dapat melaksanakan berbagai aktivitas

dengan akurat, berkualitas, dan tepat waktu. Perkembangan teknologi system informasi yang

berkembang semakin cepat mempengaruhi kegiatan usaha manusia dalam bidang bisnis.

Akan tetapi jika penggunaan teknologi system informasi tidak komperhensif dengan

organisasi bisnis, maka akan berakhir dengan kegagalan.

Oleh karena itu diperlukan strategi yang baik untuk menghindari kegagalan dari

implementasi system informasi. Perencanaan strategis system informasi adalah proses


penyelarasan antara strategi system informasi dengan strategi organisasi bisnis. (Biyati

Ahwarumi, 3)

Perencanaan strategis system informasi adalah sebuah proses yang dilakukan secara

terus menerus (Rumapea 2007). Perencanaan strategi diperlukan oleh seluruh organisasi,

termasuk organisasi bisnis yaitu koperasi, dalam hal ini khusus pada Koperasi Warung JK

yang bergerak dalam bidang usaha ritel. Karena persaingan dalam industri ritel saat ini sangat

ketat, maka Koperasi Warung JK perlu memiliki perencanaan strategis yang baik, dimana

dalam perencanaan strategis tersebut terdapat perencanaan strategis system informasi agar

dalam perjalanannya nanti, Kopersi Warung JK dapat berkompetisi dengan perusahaan

sejenis, baik itu perusahaan ritel nasional maupun asing.

Oleh karena itu, makalah ini ingin menghasilkan sebuah dokumen tentang informasi

apa yang harus dilakukan terhadap system informasi Koperasi Warung JK dalam rangka

menghadapi persaingan dengan perusahaan lain yang sejenis.

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam

makalah ini ialah sebagai berikut:

1. Apa yang membuat Koperasi Warung Jembatan Kesejahteraan sulit berkompetisi dengan

perusahaan ritel berpengalaman di Indonesia

2. Bagaimana konsep perencanaan strategis system informasi Koperasi Warung JK dalam

rangka menghadapi persaingan dengan perusahaan lain yang sejenis


3. Analisis Masalah

Berdasarkan hasil analisis pada kasus Koperasi Warung Jembatan Kesejahteraan,

yakni apa yang membuat koperasi tersebut sulit berkompetisi dengan perusahaan ritel

berpengalaman di Indonesia, baik itu perusahaan nasional maupun perusahaan asing ialah

karena Koperasi Warung Jembatan Keselamatan belum terlalu berpengalaman, dalam artian

bahwa koperasi ini belum lama dibentuk, sehingga koperasi ini belum memiliki perencanaan

strategis yang baik dalam hal menjalankan koperasi. Hal itu membuat koperasi ini

memerlukan perencanaan strategis yang baik agar dapat bersaing dengan perusahaan sejenis

yang telah berpengalaman. Di samping itu, koperasi ini juga masih baru dalam bidang ritel

sehingga perlu strategi manajemen yang baik, baik itu dalam bidang sumber daya manusia,

keuangan, operasional, dan pemasaran, agar ke depannya koperasi ini dapat bersaing dengan

perusahaan ritel lain.

Selain hal yang telah dicantumkan di atas, hal lain yang membuat Koperasi Warung

Jembatan Kesejahteraan kurang berkompetitif ialah karena penerapan system informasi yang

tidak efektif terhadap peningkatan kinerja dan kesuksesan koperasimaupun peningkatan daya

saing koperasi dalam industry ritel. Hal tersebut terjadi akibat penerapan system informasi

dan teknologi informasi yang hanya berfokus pada teknologinya saja.

4. Alternatif Pemecahan Masalah

Berdasarkan masalah yang terjadi di dalam Koperasi Warung Jembatan

Kesejahteraan, maka dapat ditarik beberapa alternatif dalam rangka memecahkan masalah

yang timbul. Alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan antara lain ialah membuat

suatu perencanaan strategis yang baik dalam pengelolaan manajemen koperasi tersebut, baik

itu dalam bidang sumber daya manusia, keuangan, operasional, dan pemasaran, agar ke

depannya koperasi ini dapat bersaing dengan perusahaan ritel lain.


Selain itu, rancangan penerapan system informasi dan teknologi informasi pada

Koperasi Warung Jembatan Kesejahteraan ialah dengan memperbaiki penerapannya dalam

koperasi tersebut agar dapat efektif untuk peningkatan kinerja dan

kesuksesankoperasi maupun peningkatan daya saing koperasi dalam industry ritel, dimana

awalnya hanya berfokus pada teknologinya saja. Oleh karena itu, cara efektif untuk

mendapatkan manfaat strategis dari penerapan system informasi dan teknologi informasi

adalah dengan berkonsentrasi pada kaji ulang bisnis melalui analisis masalah bisnis saat ini

dan perubahan lingkungannya serta mempertimbangkan teknologi informasi sebagai bagian

solusi (Earl, 1992). Kurang bermanfaatnya system informasi dan teknologi informasibagi

koperasi disebabkan karena perencanaan strategis system informasi dan teknologi

informasi yang lebih fokus ke teknologi, bukan berdasarkan kebutuhan bisnis.

Namun terkadang didalam penerapan system informasi dan teknologi informasi sudah

diimplementasikan secara baik, namun dari sisi lain seperti halnya keamanan, sumber daya

manusia, transparansi, dan lain-lain bersifat sebaliknya yang menyebabkan tidak

produktifnya system informasi dan teknologi informasi yang telah diterapkan. Oleh karena

itu, penerapan system informasi dan teknologi informasi harus dibarengi dengan hal-hal lain

yang dapat mempengaruhi produktivitas system informasi dan teknologi informasi yang telah

diterapkan.

Beberapa teknik/metode analisis yang dapat digunakan dalam perencanaan strategis

system informasi dan teknologi informasi, mencakup analisis SWOT, analisisFive Forces

Competitive, analisis Value Chain, metode Critical Succes Factors, metodeBalanced

Scorecard, dan McFarlan’s Strategic Grid

1. Rumusan masalah
1. Apa yang membuat Koperasi Warung Jembatan Kesejahteraan sulit berkompetisidengan

perusahaan ritel berpengalaman di Indonesia

2. Bagaimana konsep perencanaan strategis system informasi Koperasi Warung JK dalam

rangka menghadapi persaingan dengan perusahaan lain yang sejenis

2. Tujuan

Penyusun menyusun laporan ini dengan tujuan mendapatka pengetahuan tentang perencanaan

strategis dan studi kasus perencanaan strategis guna menambahh wawasan penyusun dan

pembaca.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

1. Perencanaan

Di dalam organisasi modern, perencanaan (Planning) merupakan salah satu fungsi

manajemen (Koontz dan Weihrich, 1988) di samping fungsi manajemen lainnya, yaitu

pengorganisasian (organizing), penyusunan staf (staffing), memimpin (leading) dan

pengendalian (controlling). Sedangkan fungsi sendiri di definisikan oleh Koontz sebagai

sekumpulan pekerjaan yang dapat dibedakan secara nyata dengan kumpulan pekerjaan

lainnya. Sebagai contoh bila kita mengaikan pengertian fungsi dengan pembagian kerja yang

dilakukan dalam sebuah organisasi, maka kita akan memperoleh fungsi-fungsi organisasi

seperti manajemen pemasaran, keuangan, sumber daya manusia dan operasi di mana masing-

masing fungsi organisasi tersebut menunjukan sekumpulan pekerjanaan yang dapat

dibedakan dengan kumpulan pekerjaan lainnya.

Perencanaan merupakan salah satu empat fungsi manajemen yang penting dan saling

terkait satu sama lain. Berbicara tentang perencanaan, kita dihadapkan pada pertanyaan

apakah suatu rencana berjalan dengan baik atau tidak. Pertanyaan mendasar ini kiranya aktual

diajukan manakala kita melihat realitas keseharian yang menunjukkan banyaknya kegagalan

akibat perencanaan yang salah dan tidak tepat. Kesalahan perencanaan dapat berada pada

awal perencanaan itu sendiri ataupun pada saat proses perencanaan itu berlangsung. Banyak
perencanaan yang gagal gara-gara apa yang direncanakan tersebut tidak mempunyai pijakan

yang relevan dengan kondisi sosial budaya masyarakat.

Perkembangan baru saat ini diwarnai oleh globalisasi dan terutama berupa perubahan

yang cepat dan sering tak terduga dan makin kuatnya peranan sektor pendidikan dalam

pembangunan. Hal ini mendorong kita untuk sekali lagi memikirkan ulang keefektifan

pendekatan perencanaan pendidikan yang kita anut sekarang. Salah satu yang mungkin dapat

kita lirik adalah pendekatan perencanaan stratejik, yang telah banyak dipakai di negara-

negara lain beberapa tahun terakhir ini. Seperti diketahui bahwa pengetahuan perencanaan

stratejik berasal dari bidang militer yang kemudian dikembangkan di bidang manajemen

perusahaan dan kemudian coba diterapkan dalam dunia pendidikan. Berkaitan dengan hal itu,

maka tulisan ini diawali dengan kajian pengetahuan "teoritis" perencanaan stratejik.

Menurut G.R Terry:

“ Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta

menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa datang dengan jalan menggambarkan dan

merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. “

2. Strategi

Kata strategis berasal dari bahasa Yunani yang berarti “strategos”, yang berasal dari kata

“stratos” yang artinya militer dan “ag” yang artinya pemimpin. Kita sering mendengar

strategi dalam perang atau pun pertandingan olahraga. Berdasarkan konteks awalnya, kata

strategis diartikan sebagai generalship atau sesuatu yang di kerjakan oleh para jendral dalam
membuat rencana untuk menaklukkan musuh dan memenangkan perang. (Purnomo dan

Zulkieflimansyah, 2007).

Secara sederhana pengertian strategi adalah apa yang seharusnya kita kerjakan. Segangkan

bagaimana cara mengerjakannya disebut taktik. (Agustinus, 1996). Menurut Stephanie K.

Marrus sebagaimana dikutip oleh Umar (2001) strategi adalah suatu proses penentuan

rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai

penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dicapai.

Pengertian strategi ada beberapa macam sebagaimana dikemukakan oleh para ahli dalam

buku karya mereka masing-masing. Bryson (1988;163) dalam bukunya Perencanaan Strategis

untuk Organisasi Publik dan Nirlaba, menjelaskan tentang strategi sebagai berikut:

"Strategi dapat dipikirkan sebagai suatu pola tujuan, kebijakan,

program, tindakan, keputusan, atau alokasi sumber daya yang menunjukkan jati

diri suatu organisasi, hal-hal yang dilakukannya, dan alasan melakukan hal-

hal tersebut. Dengan demikian, strategi merupakan

perluasan dari misi untuk menjembatani antaraorganisasi tersebut dengan lingkungannya.

Strategi umumnya dibuat untuk menanggapi isu strategis, yaitu merupakan garis besar

tanggapan organisasi tersebut terhadap pilihan kebijakan yang

fundamental. (Bila pendekatan tujuan umum yang dipakai, maka

strategi dirumuskan untuk mencapai tujuan tersebut; dan bila

pendekatan visi yang dipakai, maka strategi dikembangkan untuk mencapai visi

tersebut).”

Berikut ini dikemukakan beberapa pendapat yang terdefenisi strategi

yang diantaranya disampaikan oleh Andrew dan Chandler (Salusu :95) mengatakan :
“Srategi suatu organisasi adalah konseptualisasi yang diekspresikan

oleh pemimpin organisasi tentang (1) sasaran jangka panjang dari

organisasi ; (2) kebijaksanaan dan kendala, baik yang dicetuskan oleh pemimpin itu

maupun yang diperintahkan oleh atasannya yang justru merintangi kegiatan organisasi ; dan

(3) seperangkat rencana yang sedang berjalan mengenai tujuan jangka pendek yang

dipandang layak memberikan konstribusi bagi pencapaian sasaran organisasi.”

Di sini peranan pemimpin sebagai pembuat keputusan adalah penting karena hanya

merekalah sesungguhnya yang akhirnya menetapkan sasaran organisasi, baik jangka pendek,

jangka menengah maupun jangka panjang. Berkaitan dengan pembuatan strategi itu, pada

umumnya para ahli manajemen stratejik sependapat bahwa strategi dibuat oleh pejabat

tingkat tertinggi dalam organisasi. Mereka melihat strategi itu sebagai seperangkat

keputusan penting yang diangkat sebagai suatu proses pengambilan

keputusan yang sistematis, yang dibuat pada tingkat tertinggi dari suatu organisasi.

Strategi yang dimaksud ialah tujuan jangka panjang mana yang ingin dicapai oleh

perusahaan. Strategi dapat berupa tindakan yang diputuskan oleh pimpinan dengan

menggunakna banyak sumber daya perusahaan. Strategi ini yang nantinya akan memberikan

pengaruh terhadap kemakmuran sebuah perusahaan.

b. Perumusan Strategi

Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang

dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan

keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka

menyediakan customer value terbaik.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
a. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan

menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan

tersebut.

b. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan

kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam

menjalankan misinya.

c. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi

yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.

d. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan

mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.

e. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka

panjang.

c. Pembuatan strategi

Pembuat strategi adalah orang yang sangat penting dalam perusahaan. Dia menjadi orang

yang bertanggung jawab dalam keberhasilan atau pun kegagalan sebuah perusahaan. Pembuat

strategi memang dapat memiliki berbagai jenis jabatan seperti CEO, pemilik perusahaan,

presiden atau pun seorang wirausahawan.

Seorang pemimpin saat ini harus bisa dijadikan panutan. Ada baiknya pemimpin juga

adalah seorang yang dapat membuat strategi untuk perusahaannya. Dia bertugas untuk

memformulasikan strategi yang cocok bagi perusahaan. Dia bertugas untuk

memformulasikan strategi yang cocok bagi perusahaan, mengimplementasikannya dan juga

nantinya akan mengevaluasi strateg tersebut

d. Kebijakan
Kebijakan atau policies berkaitan dengan tujuan tahunan yang ingin dicapai oleh

perusahaan. Kebijakan mencakup panduan, aturan dan juga prosedur yang digunakan dalam

membantu pencapaian tujuan perusahaan. Setiap kebijakan yang diterapkan dalam

perusahaan harusnya bertujuan baik untuk perkembangan perusahaan.

3. Pengertian Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat

menyeluruh, memberikan rumusan ke mana perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana

sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam

berbagai kemungkinan keadaan lingkungan. Perencanaan Strategic (Strategic Plans) juga

merupakan suatu proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi,

kebijaksanaan, program-program strategi yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut.

Ada 3 ( tiga ) alasan yang menunjukkan pentingnya Perencanaan Strategis :

a. Perencanaan strategic memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentukbentuk

perencanaan lainnya yang harus di ambil.

b. Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman bentuk-

bentuk perencaaan lainnya.

c. Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman bentuk-

bentuk perencaaan lainnya.

a. Konsep Strategi

Strategi dirumuskan dalam dua perspektif berbeda : Perspektif pertama strategi adalah

program yang luas untuk mendefinisikan dan mencapai tujuan organisasi dan melaksanakan

misinya. Pengertian ini lebih mengarahkan pada peranan aktif organisasi untuk melaksanakan
program sebagai strategi organisasi menghadapi perubahan lingkungan. Strategi ini dikenal

sebagai perencanaan strategi. Perspektif kedua strategi adalah pola tanggapan organisasi yang

dilakukan terhadap lingkungan sepanjang waktu. Pengertian ini lebih mengarahkan organisasi

untuk bersikap pasif, yang artinya para manajer akan menganggapi dan menyesuaikan diri

dengan lingkungan hanya jika mereka merasa perlu untuk melakukannya. Strategi ini dikenal

sebagai strategi adaptif. Pembahasan padamateri ini akan lebih di tekankan pada peranan

aktif manajer yang dikenal sebagai perencanaan strategis yang fokusnya luas dan berjangka

panjang. Disamping ke dua perspektif tersebut dikenal strategi entrepreneur yaitu strategi

yang dirancang pemimpin usaha berdasarkan inisiatif untuk pertumbuhan yang konstan

dengan mencari peluang baru secara aktif. Pengertian ini juga mengarahkan peranan aktif

seseorang dalam hal ini adalah seorang entrepreneur atau wirausahawan.

b. Proses Perencanaan Strategis

Proses perencanaan strategis atau manajemen strategis merupakan proses pengarahan

usaha perencanaan strategis dan menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik

sehingga menjamin kesuksesan organisasi dalam

jangka panjang. Manajemen strategi meliputi formulasi dan implementasi strategi sebagai

berikut :

a. Formulasi Misi dan Tujuan

Pertanyaan mendasar dalam formulasi misi dan tujuan adalah “Apa usaha kita?” dan

“Apa usaha kita yang seharusnya?”.

b. Analisis Tujuan dan Strategi Saat ini


Dalam perjalanan waktu, manajer suatu organisasi barangkali akan kehilangan “minat”

terhadap misi yang pertama kali mereka perjuangkan. Manajer harus diingatkan kembali pada

misi awalnya.

c. Analisis Lingkungan

Bertujuan melihat perubahan-perubahan dalam lingkungan, demografis, politik, sosial,

ekonomi, yang akan mempengaruhi organisasi. Perubahan dalam lingkungan eksternal

organisasi dapat menghasilkan kesempatan

maupun ancaman, tergantung bagaimana reaksi organisasi. Untuk memperoleh informasi

perubahan lingkungan, perlu dikembangkan system informasi strategis, pengembangan bisnis

data, keluhan atau komentar dari pihak luar

(pelanggan dan supplier).

d. Analisis Sumberdaya, Dilakukan bersamaan dengan analisis lingkungan, melalui analisis

kekuatan dan kelemahan organisasi.

e. Identifikasi Kesempatan Strategis, Kesempatan strategis merupakan gap antara situasi

apabila organisasi menggunakan tujuan dan strategi yang dirumuskan dalam proses

penentuan tujuan dengan situasi apabila organisasi menggunakan strategi sekarang ini (tanpa

perubahan). Kesempatan strategis muncul apabila organisasi menetapkan tujuan baru yang

lebih sulit, atau apabila ada persaingan yang ketat dan mengakibatkan organisasi tidak

berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

f. Pengambilan Keputusan Strategis, Organisasi dapat mengembangkan sejumlah altrnatif

strategis untuk memanfaatkan kesempatan strategis.

g. Pelaksanaan Strategi, Perencanaan strategi harus dijalankan untuk mencapai tujuan yang

diinginkan.
h. Evaluasi dan Pengendalian Strategis, Manajer harus selalu mengevaluasi pelaksanaan

rencana strategis. Pengendalian strategis merupakan pengendalian terhadap pelaksanaan

rencana strategis.

1. Misi. Sebuah misi perusahaan adalah alasan keberadaan. Misi sering diungkapkan dalam

pernyataan misi, yang menyampaikan rasa tujuan proyek kepada karyawan dan citra

perusahaan kepada pelanggan. Dalam perumusan proses strategi, pernyataan misi merupakan

suasana hati perusahaan kemana harus pergi.

2. Tujuan/Tujuan adalah tujuan konkret organisasi berusaha untuk mencapainya, misalnya,

sebuah target pertumbuhan pendapatan. Tujuan harus menantang tapi dapat dicap.

3. Analisis Situasi, Perubahan dalam lingkungan eksternal sering muncul peluang-peluang

baru dan cara-cara baru untuk mencapai tujuan. Scan lingkungan dilakukan untuk

mengidentifikasi peluang-peluang yang tersedia. Perusahan juga harus mengetahui

kemampuan dan keterbatasn untuk memilih peluang yang mengejar dengan probabilitas

keberhasilan yang lebih tinggi. Lingkungan eksternal memiliki dua aspek: lingkungan makro

yang mempengaruhi semua perusahaan dan lingkungan mikro yang mempengaruhi

perusahaan dalam industri tertentu. Makro meliputi analisis lingkungan politik, ekonomi,

sosial, dan faktor-faktor teknologi yang kadang-kadang disebut sebagai ANALISIS PEST.

Sebuah aspek penting dari analisis lingkungan mikro adalah industri dimana perusahaan

beroperasi atau sedang mempertimbankan operasi. Analisis internal mempertimbangkan

situasi di dalam perusahaan itu sendiri, seperti : budaya perusahaan, citra perusahaan, struktur

organisasi, staf kunci, akses ke sumber daya alam, posisi pada kurva pengalaman, efisiensi,

kapasitas operasional, merek, pasar , sumber keuangan, eksklusif kontrak, paten dan rahasia

dagang.
4. Penyusunan Strategi. Begitu gambaran yang jelas tentang perusahaan dan lingkungannya

yang ada ditangan, alternatif strategis tertentu dapat dikembangkan. Sementara perusahaan

yang berbeda memiliki alternatif yang berbeda tergantung pada situasi mereka, ada juga

strategi generik yang dapat diterapkan diberbagai perusahaan. Michael Porter

mengidentifikasi kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan fokus sebagai tiga strategi generik

yang dapat dipertimbangkan sebagai alternatif strategis.

5. Pelaksanaan, Kemungkinan strategi akan dinyatakan dalam tingkat tinggi istilah konseptual

dan prioritas. Implementasi yang efektif, perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang lebih

rinci dapat dipahami di tingkat fungsional organisasi. Ekspresi strategi dalam hal kebijakan

fungsional juga berfungsi untuk menyoroti isu-isu praktis yang mungkin tidak terlihat pada

tingkat yang lebih tinggi. Strategi ini harus diterjemahkan ke dalam kebijakankabijakan

khusus untuk bidang fungsional seperti : pemasaran, penelitian dan pengembangan,

pengadaan, produksi, SDM, sistem informasi Selain mengembangkan kebijakan fungsional,

tahap pelaksanaan melibatkan identifikasi sumber daya yang diperlukan dan meletakkan ke

tempatnya yang diperlukan perubahan organisasi.

6. Control, Setelah diimplementasikan, hasil dari strategi perlu diukur dan dievaluasi, dengan

perubahan yang dibuat seperti yang diperlukan untuk tetap pada jalur rencana. Sistem kontrol

harus dikembangkan dan dilaksanakan untuk memfasilitasi pemantauan ini. Standar kinerja

yang ditetapkan, performa yang sebenarnya diukur, dan tindakan yang tepat diambil untuk

memastikan keberhasilan.

7. Dinamis dan proses berkelanjutan, Suatu perubahan dalam satu komponen dapat

memerlukan perubahan dalam seluruh strategi. Dengan demikian, proses proses harus diulang

dalam rangka strategi untuk mengadaptasi perubahan lingkungan. Sepanjang proses

perusahaan mungkin memerlukan siklus kembali ke tahap sebelumnya dan membuat

penyesuaian.
8. Kerugian proses ini, Dalam masa-masa perubahan, beberapa strategi yang lebih sukses

muncul secara informal dari tingkat yang lebih rendah dari organisasi, dimana manajer yang

lebih dekat dengan pelanggan dari hari ke hari. Menurut Boseman dan Phatak (1989), proses

manajemen atau perencanaan stratejik mencakup tujuh bagian yang saling berkaitan, sebagai

berikut:

6 Penilaian terhadap organisasi, dalam hal kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan

(strengths, weakness, opportunities, and threats atau disingkat sebagai SWOT).

a. Perumusan misi organisasi.

b. Perumusan falsafah dan kebijakan organisasi.

c. Penetapan sasaran-sasaran stratejik.

d. Penetapan strategi organisasi.

e. Implementasi strateji organisasi.

f. Pengendalian (control) strateji organisasi

c. Sifat-sifat perencanaan strategis

sifat-sifat perencanaan strategis. Berikut ini saya berikan sifat-sifat perencanaan strategis

menurut James A.F. Stoner:

1. Menyangkut persoalan dasar. Memberikan jawaban atas pertanyaan: “Di bidang apa kita

bergerak, dan di bidang apa seharusnya kita bergerak?” “Siapa pembeli kita dan siapa

seharusnya mereka?”

2. Memberikan kerangka untuk perencanaan yang lebih terperinci dan untuk pengambilan

keputusan manajerial sehari-hari. Dalam menghadapi persoalan sehari-hari seorang manajer

dapat bertanya, “Mana dari kemungkinan-kemungkinan ini yang paling sesuai dengan

strategi kita?”

3. Menyangkut kurun waktu yang lebih panjang dibandingkan perencanaan lainnya.


4. Memberikan rasa bersatu dan momentum bagi tindakan dan keputusan organisasi dalam

suatu kurun waktu tertentu.

Merupakan kegiatan tingkat puncak dalam arti manajemen puncak harus secara aktif

dilibatkan. Ini disebabkan karena, pertama, hanya manajemen puncaklah yang

e. Fungsi perencanaan startegis

Perencanaan strategis bermanfaat baik secara keuntungan financial maupun manfaat

diluar keuntungan finansial. Riset menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan

perencanaan strategis akan mendapatkan keuntungan finansial lebih besar dibandingkan

dengan yang tidak menggunakan perencanaan strategis. Selain fungsi keuntungan finansial,

perencanaan strategis juga memiliki funsi lainnya. Greenley menyatakan bahwa perencanaan

strategis memberikan keuntungan sebagai berikut:

1. Meminimalisasi efek dari perubahan dan pergeseran kondisi.

2. Mengintegrasikan perilaku individu menjadi usaha yang total.

3. Menyediakan etika yang lebih baik melalui perubahan.

4. Menyediakan kerja sama, integrasi, dan keinginan untuk menyelesaikan masalah dan juga

menangkap peluang.

5. Mendorong pemikiran yang lebih maju.

6. Mengalokasikan waktu dan sumber daya lebih efektif untuk mengidentifikasi peluang

f. Manfaat perencanaan strategis

Ada 4 manfaat perencanaan strategis yaitu sebagai berikut:


1. Perencanaan strategis memungkinkan perusahaan dapat mencegah maupun mengatasi

sebuah permasalahan. Perencanaan strategi dibuat berdasarkan banyak hal, salah satunya

permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan.

2. Anggota organisasi yang terlibat dalam perencanaan strategi dapat meningkatkan wawasan

dan pengetahuannya dari data yang didapatkan olehnya.

3. Kesenjangan dalam tugas-tugas anggota dapat dikurangi. Strategi perusahaan juga akan

mengatur pengalokasian sumber daya perusahaan sehingga optimal dalam melaksanakan

tugasnya.

4. Keterlibatan anggota terhadap perencanaan strategi dapat mengurangi penolakan terhadap

perubahan yang dilakukan serta dapat membuat anggota tersebut menjadi mengerti tentang

strategi yang akan diterapkan dalam perusahaan sehingga akan menguntungkan pula para

anggota karena kesuksesan perusahaan dapat dirasakan oleh mereka.

g. Jenis atau tingkatan strategis

3. Tingkat-tingkat Strategi

Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985)

menjelaskan adanya empat tingkatan strategi.Keseluruhannya disebut Master Strategy, yaitu:

enterprise strategy, corporate strategy, business strategy dan functional strategy.

Enterprise Strategy Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Setiap organisasi

mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar

organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada

pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan
kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan

masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan

organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan

berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

4. Corporate Strategy Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi, sehingga sering disebut

Grand Strategy yang meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa

yang menjadi bisnis atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak

semata- mata untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi

pemerintahan dan organisasi nonprofit. Apakah misi universitas yang utama? Apakah misi

yayasan ini, yayasan itu, apakah misi lembaga ini, lembaga itu? Apakah misi utama direktorat

jenderal ini, direktorat jenderal itu? Apakah misi badan ini, badan itu? Begitu

seterusnya. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting dan kalau keliru

dijawab bisa fatal. Misalnya, kalau jawaban terhadap misi universitas ialah terjun kedalam

dunia bisnis agar menjadi kaya maka akibatnya bisa menjadi buruk, baik terhadap anak

didiknya, terhadap pemerintah, maupun terhadap bangsa dan negaranya. Bagaimana misi itu

dijalankan juga penting. Ini memerlukan keputusan-keputusan stratejik dan

perencanaanstratejik yang selayaknya juga disiapkan oleh setiap organisasi.

c) Business Strategy Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di

tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para

pengusaha, para donor dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh

keuntungan-keuntungan stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya

organisasi ke tingkat yang lebih baik.


Functional Strategy Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang

suksesnya strategi lain. Ada tiga jenis strategi functional yaitu:

· Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi

hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan

keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.

· Strategi functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning,

organizing, implementating, controlling, staffing, leading, motivating,

communicating, decision making, representing, dan integrating.

· Strategi isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan

yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah (J.

Salusu, p 101, 1996).Tingkat-tingkat strategi itu merupakan kesatuan yang bulat dan menjadi

isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh

dilihat dari sudut kerapian administratif semata, tetapi juga hendaknya memperhitungkan

soal “kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).

Jenis-jenis StrategiBanyak organisasi menjalankan dua strategi atau lebih secara

bersamaan, namun strategi kombinasi dapat sangat beresiko jika dijalankan terlalu jauh. Di

perusahaan yang besar dan terdiversifikasi, strategi kombinasi biasanya digunakan ketika

divisi-divisi yang berlainan menjalankan strategi yang berbeda. Juga, organisasi yang

berjuang untuk tetap hidup mungkin menggunakan gabungan dari sejumlah strategi defensif,

seperti divestasi, likuidasi, dan rasionalisasi biaya secara bersamaan.

Jenis-jenis strategi adalah sebagai berikut:


b. Strategi Integrasi Integrasi ke depan, integrasi ke belakang, integrasi horizontal kadang

semuanya disebut sebagai integrasi vertikal. Strategi integrasi vertikal memungkinkan

perusahaan dapat mengendalikan para distributor, pemasok, dan / atau pesaing.

c. Strategi Intensif Penetrasi pasar, dan pengembangan produk kadang disebut sebagai

strategi intensif karena semuanya memerlukan usaha-usaha intensif jika posisi persaingan

perusahaan dengan produk yang ada hendak ditingkatkan.

d. Strategi Diversifikasi Terdapat tiga jenis strategi diversifikasi, yaitu diversifikasi

konsentrik, horizontal, dan konglomerat. Menambah produk atau jasa baru, namun masih

terkait biasanya disebut diversifikasi konsentrik. Menambah produk atau jasa baru yang tidak

terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal. Menambahproduk

atau jasa baru yang tidak disebut diversifikasi konglomerat.

e. Strategi Defensif Disamping strategi integrative, intensif, dan diversifikasi, organisasi juga

dapat menjalankan strategi rasionalisasi biaya, divestasi, atau likuidasi. Rasionalisasi Biaya,

terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset

untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun. Kadang disebut

sebagai strategi berbalik (turnaround) atau reorganisasi, rasionalisasi biaya dirancang untuk

memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi. Selama proses rasionalisasi biaya,

perencana strategi bekerja dengan sumber daya terbatas dan menghadapi tekanan dari para

pemegang saham, karyawan dan media. Divestasi adalah menjual suatu divisi atau bagian

dari organisasi. Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan

digunakan untuk akusisi atau investasi strategis lebih lanjut. Divestasi dapat menjadi bagian

dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang

tidak menguntungkan, yang memerlukan modal terlalu besar, atau tidak cocok dengan

aktivitas lainnya dalam perusahaan. Likuidasi adalah menjual semua aset sebuah perusahaan
secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan

dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan. Namun,

barangkali lebih baik berhenti beroperasi daripada terus menderita kerugian dalam jumlah

besar.

f. Strategi Umum Michael Porter Menurut Porter, ada tiga landasan strategi yang dapat

membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan biaya,

diferensiasi, dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi umum. Keunggulan biaya

menekankan pada pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk

konsumen yang peka terhadap perubahan harga. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan

membuat produk dan menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditujukan

kepada konsumen yang relatif tidak terlalu peduli terhadap perubahan harga. Fokus berarti

membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi keperluan sejumlah kelompok kecil

konsumen.

5. Tiga Alasan Pentingnya Perencanaan Strategis

a. Perencanaan strategis memberikan kerangka dasar bagi perencanaan - perencanaan lainnya.

b. Pemahaman terhadap perencanaan strategis akan mempermudah pemahaman bentuk

perencanaan lainnya.

c. Perencanaan strategis merupakan titik permulaan bagi penilaian kegiatan manajer dan

organisasi.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan yang dapat ditarik dari berbagai penjelasan di atas mengenai Koperasi

Warung Jembatan Kesejahteraan ialah bahwa dibutuhkan perencanaan strategis yang baik
dalam pengelolaan manajemen koperasi tersebut, baik itu dalam bidang sumber daya

manusia, keuangan, operasional, dan pemasaran, agar ke depannya koperasi ini dapat

bersaing dengan perusahaan ritel lain. Selain itu, bila kita mengharapkan agar penerapan

teknologi informasi optimal, dibutuhkan suatu strategi system informasi dan teknologi

informasi yang selaras dengan strategi bisnis koperasi. Hal ini diperlukan agar investasi yang

dikeluarkan untuk teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan dan memberi manfaat yang

diukur dari pencapaian tujuan dan sasaran koperasi, serta peningkatan kinerja dan

kesuksesan koperasi maupun peningkatan daya saing koperasi dalam industry ritel.

Dimana proses identifikasi kebutuhan informasi perencanaan strategis sistem informasi

dimulai terlebih dahulu dari lingkungan koperasi yang memuat visi, misi, dan tujuan

koperasi, dilanjutkan kepada identifikasi terhadap lingkungan internal dan eksternal koperasi.

Saran yang dapat diberikan kepada Koperasi Warung Jembatan Kesejahteraan dan

koperasi-koperasi lain yang belum lama didirikan ialah agar membuat suatu

perencanaan strategis yang baik, yang di dalamnya terdapat perencanaan strategis system

informasi dan teknologi informasi yang dibutuhkan koperasi agar ke depannya koperasi dapat

melakukan kegiatan perkoperasiannya dengan baik pula, serta dapat bersaing dengan

perusahaan-perusahaan sejenis.
DAFTAR PUSTAKA

Terry, George R. 2009. Prinsip-Prinsip Manajemen. Terjemahan. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Nilasari Senja. 2014. Manajemen Strategi itu Gampang. Jakarta: Dunia Cerdas

Solihin Ismail. 2012. Manajemen Strategik. Jakarta: Penerbit Erlangga

http://Gunadarma.ac.id

Diposkan oleh nurul khaiva di 02.20

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke

Pinterest
http://nurulkhaifa.blogspot.co.id/2015/12/makalah-perencanaan-strategis.html