You are on page 1of 9

TUGAS EKSPLORASI AGENSIA PUPUK HAYATI

MACAM PRODUK PUPUK HAYATI SERTA MORFOLOGI MIKROBA


DALAM PRODUK

Disusun Oleh :

Ilham Nur Muhammad

20160210068

Agroteknologi B

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Maret, 2018
5 PRODUK PUPUK HAYATI DAN MANFAAT SERTA MORFOLOGI MIRKOBA
DALAM PRODUK

A. Nama Produk : Agronik Farming

Manfaat : (Hadi Susilo, 2013).


1. Dua jenis bakteri pengikat N2 dari udara yang tumbuh di daerah rhizosfer dapat
menambahkan N yang diserap akar tanaman.
2. Satu jenis bakteri pelarut P dapat meningkatkan jumlah hara yang dapat diserap
akar tanaman baik yang berasal dari partikel pupuk maupun dari partikel tanah.
3. Satu jenis mikroba lagi yakni jamur dapat meningkatkan daya pegang tanah
terhadap air dan hara tanah.
4. Keempat jenis mikroba dapat meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah dan
dapat menghasilkan zat tumbuh yang berguna bagi akar tanaman

Bahan aktif dalam produk


1. Jamur
a. Aspergillus niger
Kingdom : Fungi
Phylum : Ascomycota
Class : Eurotiomycetes
Order : Eurotiales
Family : Trichocomaceae
Genus : Aspergillus
Species : Aspergillus niger
Morfologi Aspergillus niger memiliki bulu dasar berwarna putih atau
kuning dengan lapisan konidiospora tebal berwarna coklat gelap sampai
hitam. Kepala konidia berwarna hitam, bulat, cenderung memisah menjadi
bagian-bagian yang lebih longgar dengan bertambahnya umur.
Konidiospora memiliki dinding yang halus, hialin tetapi juga berwarna
coklat (Fadli Tekling, 2009).
Fungsi Aspergillus niger yaitu sebagai bahan fermentasi. Selain itu
menurut Bagod dan Laila (2006), Aspergillus niger dapat digunakan untuk
menghilangkan oksigen (O2) dari sari buah dan menjernihkan sari buah.
Jamur tersebut dapat menghasilkan enzim glukosa oksidase dan pektinase.
Mekanisme sebagai pupuk hayati Aspergillus niger adalah sebagai
pelarut fosfat.

B. Nama Produk : Natura

Manfaat :
1. Mengandung mikroba yang mampu meningkatkan fiksasi Nitrogen (N) bebas.
2. Mengandung mikroba yang mampu meningkatkan kelarutan Fosfat (P).
3. Mengandung mikroba yang mampu meningkatkan pengikatan Kalium (K).
4. Mengandung mikroba yang mampu mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
5. Mengefektifkan penyerapan nutrisi tanah.

Bahan aktif dalam produk


1. Jamur
a. Trichoderma sp.
Kingdom : Fungsi
Devisi : Amastigomycota
Class : Deutromycetes
Ordo : Moniliales
Famili : Moniliaceae
Genus : Trichoderma
Spesies : Trichoderma sp.
Morfologi Trichoderma sp. adalah pada media agar pada awalnya
terlihat berwarna putih selanjutnya miselium akan berubah menjadi
kehijau-hijauan lalu terlihat sebagian besar berwarna hijau ada ditengah
koloni dikelilingi miselium yang masih berwarna putih dan pada akhirnya
seluruh medium akan bewarna hijau (Umrah, 1995 dalam Nurhayati, 2001).
Fungsi Trichoderma sp. adalah sebagai agen hayati dan stimulator
pertumbuhan tanaman sera Trichoderma sp dapat menghambat
pertumbuhan serta penyebaran racun jamur penyebab penyakit bagi
tanaman seperti cendawan Rigdiforus lignosus, Fusarium oxysporum,
Rizoctonia solani, Fusarium monilifome, sclerotium rolfsii dan cendawan
Sclerotium rilfisil (Azzamy, 2016).
Mekanisme Trichoderma sp. sebagai pupuk hayati adalah sebagai
organisme pengurai, membantu proses dekomposer dalam pembuatan
pupuk bokashi dan kompos dan sebagai aktifator bagi mikroorganisme lain
di dalam tanah, stimulator pertumbuhan tanaman (Lisa Marianah, 2013).

C. Nama Produk : M-BIO

Manfaat : (Hadi Susilo, 2013).


1. Mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi.
2. Melarutkan P yang tidak tersedia menjadi bentuk P yang tersedia bagi tanaman.
3. Mengikat Nitrogren udara.
4. Menghasilkan berbagai enzim dan hormon sebagai senyawa bioaktif untuk
pertumbuhan tanaman.
5. Menurunkan kadar BOD dan COD perairan dan Menekan bau busuk.
Bahan aktif dalam produk
1. Bakteri
a. Lactobacillus sp
Kerajaan : Bacteria
Divisi : Firmicutes
Kelas : Bacilli
Ordo : Lactobacillales
Famili : Lactobacillaceae
Genus : Lactobacillus
Spesies : Lactobacillus sp.
Morfologi Lactobacillus sp berbentuk batang pendek dengan lebar 0,9-
1,2 µm dan panjang 3-8 µm dengan warna putih susu sampai abu-abu agak
kuning, dapat tumbuh pada suhu 15-37 ºC, tidak tumbuh pada suhu 45 ºC
dan dapat tumbuh pada pH 3,0-4,6 (Salminen dan Ouwehand 2004).
Fungsi Lactobacillus sp adalah memfermentasi glukosa menjadi laktat
atau menjadi produk peragian dan karbondioksida (Schlegel dan Schmidt
1994).
Mekanisme Lactobacillus sp sebagai pupuk hayati adalah
meningkatkan percepatan perombakan bahan organik dan menghancurkan
bahan organik seperti lignin dan selulosa serta memfermentasikannya tanpa
menimbulkan senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan
organik (Anonim, 2012).

D. Nama Produk : Mosa Gold

Manfaat :
1. Meningkatkan hasil produksi tanaman
2. Memperbaiki sifat fisik kimia dan biologi tanah
3. Melarutkan sisa pupuk kimia di dalam tanah
4. Membantu perkembangan mikroorganisme di dalam tanah
5. Dalam pemakaian jangka panjang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia
(Urea, SP 36, KCl) 30%-50%
6. Merangsang pembungaan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah
7. Mengandung Unsur Makro dan Mikro yang lengkap, juga diperkaya dengan asam-
asam yang berguna dalam pertanian seperti asam humat, asam fulfat dll…
8. Mengandung Mikrobia Azotobacter sp. Azospirillium sp. Pseudomonas sp.
Lactobacillius sp. Bacillus sp. Streptomyces sp, dll.

Bahan akftif dalam produk


1. Bakteri
a. Azotobacter sp.
Kingdom : Bacteria
Filum : Proteobacteria
Kelas : Gammaproteobacteria
Ordo : Pseudomonadales
Family : Pseudomonadaceae
Genus : Azotobacter
Spesies : Azotobacter chroococcum, Azotobacter vinelandii
Morfologi Azotobacter sp. yaitu Azotobacter memiliki ciri-ciri selnya
berbentuk oval dengan diameter 1,5-2,0 µm. Azotobacter bersifat
pleomorfi, yaitu selnya dapat berbentuk batang sampai kokus. Selnya
terdapat individu, berpasangan, atau mengelompok dengan bentuk tidak
beraturan, dan kadang-kadang membentuk rantai dengan panjang bervariasi
(Holt et al., 1994).
Fungsi Azotobacter sp. adalah Azotobacter secara alamiah memfiksasi
nitrogen bebas di dalam rizospher. Terdapat perbedaan pada masing-
masing strain Azotobacter yang bervariasi dalam kimia, biologi dan
karakter lainnya. Beberapa strains memiliki kemampuan memfiksasi
nitrogen lebih tinggi dibandingkan dengan strainslainnya. Azotobacter
menggunakan karbon untuk proses metabolismenya dari substansi
sederhana atau substansi senyawa dari karbon yang ada di alam (Prajan,
2012).
Mekanisme Azotobacter sp. yaitu mikrob yang digunakan sebagai pupuk
hayati mampu memacu pertumbuhan tanaman, menambat nitrogen, melarutkan
posfat dan menghambat pertumbuhan penyakit tanaman.

E. Nama Produk : Natural VITURA

Manfaat:
1. Berguna untuk membasmi ulat. Dalam hal ini ulat yang menjadi sasaran adalah
ulat grayak, karena merupakan salah satu ulat yang paling banyak mengganggu
tanaman.
2. Membuat ulat tidak menyebar ke bagian tanaman lainnya.
3. Membuat lahan pertanian sekitar menjadi semakin subur.

Bahan aktif dalam produk


1. Virus
a. Spodoptera litura – Nuclear Polyhedrosis Virus (Mheizydta Radtna, 2012)
Nama umum : Spodoptera litura (fabricius)
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Family : Noctuidae
Subfamily : Amphipyrinae
Genus : Spodoptera
Species : Spodoptera litura
Morfologi Virus ini berbentuk batang dan terdapat dalam inclusion
bodies yang disebut polihedra. Polihedra berbentuk kristal bersegi banyak
dan terdapat didalam inti sel yang rentan dari serangga inang, seperti
hemolimfa, badan lemak, hypodermis dan Matriks trakea. Polihedra
berukuran 0,5–15 µm dan mengandung partikel virus (virion). Virion
berbentuk batang, berukuran 40–70 nm x 250–400 nm dan mengandung
molekul deoxy-ribonucleid acid (DNA) (iggnoffo and Couch, 1981, Tanada
dan Kaya, 1993). Morfologi polihedra dan virion dapat dilihat dengan
menggunakan mikroskop elektron.
Fungsi NPV yaitu sebagai agensia pengendali hayati pada beberapa
jenis serangga berstatus OPT, khususnya ulat grayak (Arifin, M., 1997).
Mekanisme NPV dalam agensi hayati adalah Pemanfaatan NPV
sebagai agens hayati sangat efektif untuk mengendalikan S. litura. NPV ini
didapat dengan cara mengambil dan memperbanyak virus yang berasal dari
hama tersebut (Young, 2003).
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Kandungan dan Fungsi Super Master Pupuk Organik Cair – Curah (SMPOC-
Curah). https://agenpupukmikoriza.wordpress.com/tag/lactobacillus-spp/. Diakses
pada 17 Maret 2018.
Arifin, M. 1997. Penggunaan Virus (NPV) dalam penanganan OPT dan Implementasinya di
Lapangan. Makalah Balitbio, Pertemuan Koordinasi Penanganan OPT dan
Perumusan Komponen PHT Spesifik.
Azzamy. 2016. Cara Membuat Starter TRICHODERMA, SP dan Cara Pembiakkannya Pada
Media Kompos. https://mitalom.com/cara-membuat-starter-trichoderma-sp-dan-
cara-pembiakkannya-pada-media-kompos/. Diakses pada 17 Maret 2018.
Bagod Sudjadi dan Siti Laila. 2006. Biologi 2. Yudhistira. Jakarta.

Fadli Tekling. 2009. Aspergillus niger.


http://linkfadliblog.blogspot.co.id/2009/04/aspergillus-niger.html. Diakses pada 17
maret 2018.
Hadi Susilo. 2013. Macam-Macam Pupuk Hayati.
https://blog.ub.ac.id/abufatih/2013/02/20/macam-macam-pupuk-hayati/. Diakses
pada 17 Maret 2018.
Lisa Marianah. 2013. ANALISA PEMBERIAN Trichoderma sp. TERHADAP
PERTUMBUHAN KEDELAI. Balai Pelatihan Pertanian Jambi. Jambi.
Madigan M and Martinko J (editors). 2005. Brock Biology of Microorganisms (11th ed.).
Prentice Hall.
Mheizydta Radtna. 2012. Bioinsektidisa Virus.
http://mradtna.blogspot.co.id/2012/01/bioinsektisida-virus.html. Diakses pada 18
Maret 2018.

Prajan, O.P. 2012. Karakteristik dan Fisiologis Mikroorganisme Azotobacter.


https://www.scribd.com/document/136218103/AZOTOBACTER. Diakses pada 17 Maret
2018.

Satria. 2013. Bacillus sp. B315, Pengendali Layu Bakteri Tanaman Kentang.
https://www.ugm.ac.id/id/berita/8193-
bacillus.sp.b315.pengendali.layu.bakteri.tanaman.kentang. Diakses pada 17 Maret
2018.
Young, S. 2003. Persistence of viruses in the environment.
www.agctr.Isu.edu/s265/young.htm. Diakses pada 18 Maret 2018.