You are on page 1of 6

MAKALAH PAI (PENDIDIKAN AGAMA ISLAM)

MEMAHAMI AYAT-AYAT AL-QUR’AN

TENTANG PENGEMBANGAN IPTEK

Disusun Oleh :

Nama : Rizki Rizaldi


Kelas : XII TKJ 1

SMKN 1 PURWAKARTA
2018
MEMAHAMI AYAT-AYAT AL-QUR’AN
TENTANG PENGEMBANGAN IPTEK

A. Pengertian IPTEK (Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi)

Ilmu dalam bahasa Arab adalah `ilm yang berarti memahami, mengerti atau
mengetahui. `Ilm menurut bahasa berarti kejelasan, karena itu segala kata yang
terbentuk dari akar katanya mempunyai ciri kejelasan. Misalnya: `alam (bendera),
`ulmat (bibir sumbing), a`lam (gunung-gunung), `alamat (alamat), dan sebagainya.
Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang segala sesuatu.

Ilmu atau sains memiliki arti lebih spesifik yaitu usaha mencari pendekatan rasional
dan pengumpulan fakta-fakta empiris, dengan melalui pendekatan keilmuan akan
didapatkan sejumlah pengetahuan atau juga dapat dikatakan ilmu adalah sebagai
pengetahuan yang ilmiah.

lmu pengetahuan menempati posisi yang sangat terhormat dalam Islam. Sejak awal
kelahirannya, Islam menekankan umatnya untuk belajar dan menguasai ilmu
pengetahuan. Hal ini terlihat jelas dengan turunnya Surah al-’Alaq [96] ayat 1–5
sebagai wahyu pertama. ”Iqra.” Bacalah, pelajarilah dengan nama Tuhanmu yang telah
mengajarkan dengan pena. Wahyu ini menjadi tanda dilantiknya Muhammad menjadi
utusan Allah.

Sedangkan, Teknologi adalah penerapan ilmu-ilmu dasar untuk memecahkan masalah


guna mencapai suatu tujuan tertentu, atau dapat dikatakan juga teknologi adalah ilmu
tentang penerapan pengetahuan untuk memenuhi suatu tujuan.

Dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi adalah suatu cara
menerapkan kemampuan teknik yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan berdasarkan
proses teknis tertentu untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan dan terpenuhinya
suatu tujuan.
B. Pandangan Islam tentang IPTEK

Dalam pandangan Islam, menurut hukum asalnya segala sesuatu yang disajikan
berbagai peradaban itu hukumnya mubah, semua tidak ada yang haram kecuali jika
terdapat nash atau dalil yang tegas dan pasti, karena Islam bukan agama yang sempit.
Adapun peradaban modern yang begitu luas memasyarakatkan produk-produk
teknologi canggih seperti televise, alat-alat komunikasi dan barang-barang mewah
lainnya serta menawarkan aneka jenis hiburan bagi tiap orang tua, muda atau anak-anak
yang tentunya alat-alat itu tidak bertanggung jawab atas apa yang diakibatkannya, tetapi
menjadi tanggung jawab manusia yang menggunakan dan mengopersionalkannya.
Produk iptek ada yang bermanfaat manakala manusia menggunakan dengan baik dan
tepat dan dapat pula mendatangkan dosa dan malapetaka manakala digunakannya untuk
mengumbar hawa nafsu dan kesenangan semata. Islam tidak menghambat kemajuan
Iptek, asalkan dengan analisa-analisa yang teliti, obyekitf dan tidak bertentangan
dengan dasar al-Qur`an.

C. Dampak IPTEK

Dampak positif kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dirasakan,


misalnya, dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi. Ditemukannya teknologi
pesawat terbang telah membuat manusia dapat pergi ke seluruh dunia dalam waktu
singkat. Perjalanan haji yang dulu dilakukan selama beberapa minggu melalui laut
kini, dengan makin lancarnya transportasi udara, dapat dilakukan hanya dalam waktu
delapan jam saja. Kemajuan di bidang televisi satelit telah memungkinkan kita melihat
Olimpiade Atlanta langsung tanpa harus keluar rumah. Penemuan telepon genggam
telah memungkinkan kita untuk menghubungi seseorang di mana saja ia berada atau
dari mana saja kita berada. Kemajuan di bidang penyimpanan data telah
memungkinkan kita memiliki seluruh jilid Ensiklopedia Britanica dalam satu keping
Compact Disk yang beratnya kurang dari satu ons. Kemajuan di bidang komputer telah
menciptakan jaringan internet yang memungkinkan kita mendapatkan informasi dari
perpustakaan di seluruh dunia tanpa harus keluar dari kamar. Kemajuan di bidang
komunikasi juga telah membuat perdagangan internasional menjadi semakin mudah
dan cepat. Sekarang ini, lewat bursa saham, orang dapat dengan mudah memiliki
perusahaan di negara lain.

Sedangkan dampak negatifnya muncul dari sudut pandang kita menyikapi IPTEK
tersebut. Jika perspektifnya negatif, maka bisa saja kita menggunakan kemajuan IPTEK
untuk suatu kejahatan. Jadi, positif dan negatifnya bisa dengan mudah kita lihat dari
cara kita menyikapi IPTEK.

D. IPTEK dalam Ayat-ayat Al-Qur’an

Al-Qur`an memuat segala informasi yang dibutuhkan manusia, baik yang sudah
diketahui maupun belum diketahui. Informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi
pun disebutkan berulang-ulang dengan tujuan agar manusia bertindak untuk melakukan
nazhar. Nazhar adalah mempraktekkan metode, mengadakan observasi dan penelitian
ilmiah terhadap segala macam peristiwa alam di seluruh jagad ini, juga terhadap
lingkungan keadaan masyarakat dan historisitas bangsa-bangsa zaman dahulu.

Sebagaimana, firman Allah, dibawah ini:

َ ‫اْل َ ْر ض ال س َّ َم‬
‫او ات ف ي َم ا ذ َ ا ا ن ْ ظ ُ ُر وا ق ُ ل‬ ْ ‫ت ت ُغ ْ ن ي َو َم ا ۚ َو‬ ْ ‫ي ُ ْؤ م ن ُ و َن َل ق َ ْو م عَ ْن َو ال ن ُّ ذ ُ ُر‬
ُ ‫اْل ي َ ا‬

Artinya: “Katakanlah: "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah
bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi
orang-orang yang tidak beriman". (Q.S. Yunus ayat 101)

‫او ات َخ ل ْ ق ف ي إ َّن‬ ْ ‫ب َم ا ال ْ ب َ ْح ر ف ي ت َ ْج ر ي ا ل َّ ت ي َو ال ْ ف ُ ل ْ ك َو ال ن َّ هَ ار ال ل َّ ي ْل َو ا ْخ ت ََل ف َو‬


َ ‫اْل َ ْر ض ال س َّ َم‬
َ َّ ‫ض ب ه ف َ أ َ ْح ي َ ا َم اء م ْن ال س َّ َم اء م َن ّللاَّ ُ أ َ ن ْ َز َل َو َم ا ال ن‬
‫اس ي َ ن ْ ف َ ُع‬ َ ‫اْل َ ْر‬
ْ َ ‫ث َم ْو ت هَ ا ب َ ع ْ د‬
َّ َ ‫م ْن ف ي هَ ا َو ب‬
‫ص ر يف د َ ا ب َّة ك ُ ل‬ ْ َ ‫خ ر َو ال س َّ َح اب الر ي َ اح َو ت‬ َّ َ‫اْل َ ْر ض ال س َّ َم اء ب َ ي ْ َن ال ْ ُم س‬ ْ ‫ي َ ع ْ ق ل ُ و َن ل ق َ ْو م َْل ي َ ات َو‬

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam
dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia,
dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan
bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan
pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh
(terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”
(Q.S. Al-Baqarah ayat 164)

1. Al-Qur’an sebagai Produk Wujud IPTEK Allah

َ ‫ت َ ذ َ كَّ ُر و َن ل َ ع َ ل َّ ك ُ ْم َز ْو‬
ْ َ‫ج ي ْن َخ ل َ ق ْ ن َا ش‬
‫ي ء ك ُ ل َو م ْن‬

Artinya: “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya


kamu mengingat kebesaran Allah.” (Q.S. Az-Zariyat ayat 49)

2. Al-Qur’an sebagai Prediktor

‫ت ب َم ا َو ال ْ ب َ ْح ر ال ْ ب َ ر ف ي ال ْ ف َ سَ ا د ُ ظ َ هَ َر‬
ْ َ ‫ض ل ي ُذ ي ق َ هُ مْ ال ن َّ اس أ َي ْد ي ك َ س َ ب‬
َ ْ ‫ع َ م ل ُ وا ا ل َّ ذ ي ب َ ع‬
ْ‫ي َ ْر ج ع ُ و َن ل َ ع َ ل َّ هُ م‬

Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena


perbuatan tangan manusia, supaya mereka merasakan sebahagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q.S. Ar-
Ruum ayat 41)

3. Al-Qur’an sebagai Sumber Motivasi

‫اْل ن ْ س ال ْ ج ن َم ع ْ شَ َر ي َ ا‬
ْ ‫او ات أ َ ق ْ طَ ار م ْن ت َن ْ ف ُ ذ ُوا أ َ ْن ا سْ ت َط َ ع ْ ت ُمْ إ ن َو‬ َ ‫اْل َ ْر ض ال س َّ َم‬ ْ ‫َو‬
‫ب س ُ ل ْ ط َ ان إ َّل ت َ ن ْ ف ُ ذ ُو َن َل ۚ ف َ ا ن ْ ف ُ ذ ُوا‬

Artinya: “Hai sekumpulan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus
(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat
menembusnya kecuali dengan kekuatan.” (Q.S. Ar-Rahman ayat 33)
4. Al-Qur’an sebagai Sumber Pengembangan IPTEK

‫ك ف ي َم ا َو ا ب ْ ت َغ‬ ْ ۖ ‫س َو َل‬
َ ‫اْل خ َر ة َ ال د َّا َر ّللاَّ ُ آ ت َا‬ َ َ ‫ك َ َم ا َو أ َ ْح س ْن ۖ ال د ُّ ن ْ ي َ ا م َن ن َص ي ب‬
َ ْ ‫ك ت َن‬
َ ْ ‫اْل َ ْر ض ف ي ال ْ ف َ س َ ا د َ ت َب ْغ َو َل ۖ إ ل َ ي‬
‫ك ّللاَّ ُ أ َ ْح سَ َن‬ ْ ۖ ‫ب َل ّللاَّ َ إ َّن‬ ُّ ‫ال ْ ُم ف ْ س د ي َن ي ُح‬

Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu
dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat
kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan.” (Q.S. Al-Qashash ayat 77)