Вы находитесь на странице: 1из 5

Kajian Daerah Rawan Kecelakaan (DRK) Di Kabupaten

Musi Banyuasin, Kota Sekayu

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Musi Banyuasin adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan


dengan ibu kota Sekayu dan jumlah penduduk sebesar 561.458 jiwa.. Sungai
Musi memang mengalir di sebagian besar wilayah Musi Banyuasin,
terutama sebelum pemekaran wilayah ini menjadi Kabupaten Musi
Banyuasin dan Kabupaten Banyuasin beberapa tahun yang lalu. Kabupaten
Musi banyuasin memiliki luas wilayah 14.265,96 km² atau 15 persen dari
keseluruhan luas Provinsi Sumatra Selatan dan membentang pada lokasi
1,3° – 4° LS, 103° – 105° BT (Muba Dalam Angka, 2010/2011: 2). Pada
awalnya, Kabupaten Musi Banyuasin berbatasan langsung dengan Kota
Palembang di sebelah timur, namun melalui Undang-Undang No. 6 Tahun
2002 di wilayah ini terjadi pemekaran sehingga terbentuk Kabupaten
Banyuasin dengan ibukota Pangkalanbalai.

Secara geografis, Kabupaten Musi Banyuasin berbatasan dengan Provinsi


Jambi (Kabupaten Muara Jambi) di sebelah utara, Kabupaten Muara Enim
di selatan, Kabupaten Musi Rawas di sebelah barat dan Kabupaten
Banyuasin di sebelah timur. Sampai saat ini, Kabupaten Musi Banyuasin
terdiri dari 14 kecamatan dengan Banyung Lencir sebagai kecamatan yang
memiliki wilayah terluas (33,98%) dan Lawang Wetan sebagai kecamatan
dengan wilayah terkecil sebesar 1,63 persen (Buku Saku Profil Daerah Kab.
Muba, 2011: 10). Di samping itu, Kabupaten Musi Banyuasin juga memiliki
236 desa/kelurahan, di mana Lalan merupakan kecamatan yang memiliki
jumlah desa/kelurahan terbanyak (26 kecamatan) sedangkan Babat Supat
merupakan kecamatan yang memiliki jumlah desa/kelurahan paling sedikit
dibandingkan kecamatan-kecamatan lainnya (11 kecamatan).

FINAL REPORT I- 1
Kajian Daerah Rawan Kecelakaan (DRK) Di Kabupaten
Musi Banyuasin, Kota Sekayu

Tabel: 1.1 Kabupaten Musi Banyuasin Menurut Kecamatan

Luas Persentase
Jumlah Jumlah
No Kecamatan Wilayah
Penduduk Desa/Kelurahan
(Km2) (%)
1 Babat Toman 1.291,00 9,05 28.715 12
2 Plakat Tinggi 247,00 1,73 22.043 15
3 Batanghari Leko 2.107,79 14,77 21.156 16
4 Sanga Desa 317,00 2,22 30.032 19
5 Sungai Keruh 629,00 4,41 40.595 22
6 Sekayu 701,60 4,92 78.637 14
7 Lais 755,53 5,30 52.353 14
8 Sungai Lilin 374,26 2,62 52.792 19
9 Keluang 400,57 2,81 28.342 14
10 Bayung Lencir 4.847,00 33,98 71.893 25
11 Lalan 1.031,00 7,23 37.638 26
12 Lawang Wetan 232,00 1,63 23.925 15
13 Babat Supat 511,02 3,58 32.953 11
14 Tungkal Jaya 812,19 5,75 43.359 14
Jumlah 14.265,96 100 561.458 236

Sumber :Buku Saku Profil Daerah Kab. Muba, 2011

Jumlah penduduk Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2014 mencapai


602.027 jiwa. Angka ini terus meningkat dari tahun 2013 yang mencapai
592,422 jiwa.jumlah Kendaraan pada tahun 2014 mencapai 4.658 kendaran,
mengalami kenaikan sebanyak 1519 kendaran dibanding tahun 2013,
jumlah kendaran angkutan darat tersebut belum termasuk kendaran beroda
dua (motor). Semakin berkembangnya jumlah penduduk maka akan dapat
menunjang pergerakan tingkat mobilitas pemenuhan kebutuhan masyarakat
baik dari suatu daerah maupun kota besar ( Misuari, 2012 ). Faktor inilah
yang mendorong tumbuhnya fasilitas sarana dan prasarana transportasi guna
menunjang dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Semakin meningkatnya
sarana dan prasarana transportasi, jika tidak didukung dengan standar jalan
yang memadai dan pengaturan lalu lintas yang baik maka dapat menjadi
faktor timbulnya berbagai masalah dibidang lalu lintas. Salah satunya
adalah meningkatnya angka jumlah kecelakaan yang cukup tinggi.

FINAL REPORT I- 2
Kajian Daerah Rawan Kecelakaan (DRK) Di Kabupaten
Musi Banyuasin, Kota Sekayu

Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Musi Banyuasin cukup


memprihatinkan, sehingga angka kecelakaan lalu lintas terus meningkat.
Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten
Musi Banyuasin yang terdata di Polisi Resort Muba pada akhir tahun 2012
sebanyak 236 kejadian. Sebanyak 137 orang meninggal dunia, 222 orang
luka berat dan 153 luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas (Iswahyudi,
Yohanes, 2012). Kajian ini dibuat berdasarkan surat permohonan bantuan
kajian transportasi darat No. 551/1504/Dishubkominfo/2015 dari Kepala
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi
Banyuasin tanggal 02 November 2015. Hal ini perlu adanya penangan
untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Musi
Banyuasin.

Berdasarkan kondisi di atas perlu kiranya dilakukan “Kajian Mengenai


Daerah Rawan Kecelakaan di Kabupaten Musi Banyuasin”, agar dapat
teridentifikasi Daerah Rawan Kecelakaan di Kabupaten Musi Banyuasin
sehingga dapat memberikan gambaran mengenai lokasi daerah rawan
kecelakaan di Kabupaten Musi Banyuasin.

B. Maksud dan Tujuan.

Maksud dari kajian ini adalah sebagai berikut:

a. Mengetahui, mengidentifikasi, dan menganalisa data serta menentukan


daerah rawan kecelakaan lalu lintas (blacksite) ruas jalan di Kabupaten
Musi Banyuasin.

b. Mengetahui, menganalisa, dan menentukan lokasi titik rawan


kecelakaan lalu lintas (blackspot) pada ruas jalan yang diklasifikasikan
black site di Kabupaten Musi Banyuasin.

c. Memberikan masukan / rekomendasi penanganan yang dapat diberikan


pada lokasi titik rawan kecelakaan (blackspot) untuk mengurangi
tingkat rawan.

Tujuan dari kajian ini adalah memberikan gambaran mengenai lokasi


daerah rawan kecelakaan di Kabupaten Musi Banyuasin.

FINAL REPORT I- 3
Kajian Daerah Rawan Kecelakaan (DRK) Di Kabupaten
Musi Banyuasin, Kota Sekayu

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka ditemu kenali permasalahan yang akan


diteliti berkaitan dengan kajian daerah rawan kecelakaan :

1. Dimanakah lokasi ruas (jalan) daerah rawan kecelakaan (black site) ruas
jalan dan persimpangan di Kabupaten Musi Banyuasin.?
2. Dimanakah titik daerah rawan kecelakaan (black spot) pada ruas jalan
yang di klasifikasikan (black site) di Kabupaten Musi Banyuasin ?
3. Bagaimanakah usulan penanganan yang dapat diberikan pada lokasi
titik rawan kecelakaan (black spot) untuk mengurangi tingkat rawan
kecelakaan di Kabupaten Musi Banyuasin?

D. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian dimaksudkan untuk memberikan batasan yang


jelas bagi lingkup yang dikaji berkaitan dengan identifikasi daerah rawan
kecelakaan di Kabupaten Musi Banyuasin.

1. Lokasi studi adalah jaringan jalan yang tercatat di Polres Kabupaten


Musi Banyuasin terdapat peristiwa kecelakaan lalu lintas;

2. Data kecelakaan menggunakan data sekunder tahun 2010-2015 yang


diperoleh dari Polres Kabupaten Banyuasin;

3. Menggunakan statistik Z-Score untuk menentukan ruas jalan rawan


kecelakaan lalu lintas (blacksite);

4. Menggunakan metode Cusum (cumulative summary) untuk menentukan


titik rawan kecelakaan (blackspot);

5. Pembagian segmen stasioning pada perhitungan cusum ditentukan


setiap 1 (satu) kilometer;

6. Lokasi data adalah pada segmen ruas jalan yang teridentifikasi sebagai
lokasi (black spot). Dalam hal ini dipilih tiga lokasi segmen ruas jalan
yang paling rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, kemudian dianalisis
titik rawan kecelakaan (blackspot);

FINAL REPORT I- 4
Kajian Daerah Rawan Kecelakaan (DRK) Di Kabupaten
Musi Banyuasin, Kota Sekayu

E. Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari kajian ini adalah memberikan gambaran


mengenai lokasi daerah rawan kecelakaan di Kabupaten Musi Banyuasin.

F. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan draft final report ini adalah sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, ruang
lingkup penelitian, maksud dan tujuan serta hasil yang diharapkan dari
rancangan laporan akhir.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini akan diuraikan hasil peninjauan terhadap peraturan


perundangan yang digunakan dan studi-studi yang lalu termasuk pedoman
sebelumnya serta literatur lainnya.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini alur pikir dan metodologi berisi uraian mengenai alur pikir dan
metode yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan secara runtut dan
komprehensif termasuk kerangka acuan studi dan analisis data.

BAB IV :GAMBARAN UMUM

Pada bab ini menguraikan tentang gambaran umum kondisi wilayah lokasi
penelitian.

BAB V : ANALISA DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini menguraikan tentang hasil suvai yang diperoleh, analisa data
dan pembahasan.

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil penelitian dan saran dari
penelitian.

FINAL REPORT I- 5