You are on page 1of 5

KIMIA ORGANIK BAHAN ALAM

“Daun Sirih Hijau (Piper betle L) Kaya akan Manfaat”

Disusun Oleh :

PUTRI KARTINI
(A1F015014)

DosenPengampu :

Dr. Agus Sundaryono, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2018
DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) KAYA MANFAAT

Indonesia merupakan negara yang kaya akan tanaman herbal. Salah satu sumber daya alam berupa
tanaman yang sering digunakan untuk obat tradisional yaitu sirih hijau (Piper betle L.). Sirih
merupakan tanaman merambat yang mencapai ketinggian hingga 15 m dan mempunyai batang
berwarna coklat kehijauan yang beruas-ruas sebagai tempat keluarnya akar.

Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daun seperti jantung, tangkai
daun panjang, tepi daun rata, ujung daun meruncing, pangkal daun berlekuk, tulang daun menyirip, dan
daging. daun tipis. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau
kecoklatan dan permukaan kulit batang kasar serta berkerut-kerut. Daun - daun sirih yang subur
berukuran antara 8 cm -12 cm lebarnya dan 10 cm-15 cm panjangnya. Tulang daun bagian bawah licin,
tebal, berwarna putih. Panjang tulang daun sekitar 5 cm – 18 cm, lebar 2,5 cm – 10,5 cm (Ningtias, 2014:
2).
Sebagian besar masyarakat secara turun-temurun telah menggunakan obat tradisional yang berasal
dari tumbuhan. Salah satu dari tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional yakni tanaman sirih
hijau. Tanaman sirih hijau ini kaya sekali akan manfaat. Bagian dari tanaman sirih hijau yang digunakan
untuk pengobatan oleh masyarakat adalah daun. Sebagian besar masyarakat mengunakan daun segarnya
dengan cara perebusan dan diminum airnya. Manfaat sirih sangatlah besar apalagi untuk kesehatan, daun
tersebut mengandung zat antiseptik pada seluruh bagiannya. Daun sirih juga sudah dimanfaatkan dari
dahulu kala untuk nginang (Jawa) dan biasanya sebagai bahan campurannya adalah kapur sirih, rempah-
rempah berupa kapu laga dan jambe yang kemudian ditumbuk dengan alat khusus atau hanya di kunyah
seperti permen.
Berdasarkan taksonomi tumbuhan, daun sirih hijau (Piper Betle L) digolongkan sebagi berikut;
Kerajaaan : Plantae
Divisi : Embryophita
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Piperales
Suku : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper betle (Siregar, 2016: 104)
Komposisi utama dari daun sirih adalah minyak atsiri yang mengandung beberapa senyawa
seperti senyawa alil benzena, chavibetol (sirih- fenol, 3-hidroksi-4- methoxyallylbenzene), chavicol (P-
allyl- fenol, 4-alil-fenol), Estragole (p-alil- anisol;4-metoksi-alilbenzena), Eugenol (Allylguaiacol, 4-
hydroxy-3- methoxyallylbenzene; 2- metoksi4-alil- fenol), metil eugenol (Eugenol metil eter; 3,-
dimetoksi-alilbenzena) dan hydroxycatechol (2,4-dihidroksi-alilbenzena) (Patel, 2013:4).
Menurut (Badan POM RI, 2004) kandungan kimia dari daun sirih hijau adalah minyak atsiri
dengan komponen utama kavikol dan kavibetol, metal eter eugenol, eugenol, kavebetol asetat,4-(-2-
propenil)-1, 2-benzenadiol dan flavonoid. Adapun daun sirih hijau ini merupakan salah satu jenis
obat-obatan dari alam yang dapat dijadikan alternatif sebagai antiseptik di samping aman (tidak ada
efek samping). Jenis antiseptik ini juga mudah terdegradasi (terurai) murah dan mudah diperoleh
serta mengandung senyawa eugenol, kavikol, allipyrokatekol dan kavibetol yang dapat berfungsi
sebagai zat antiseptik.
Daun sirih juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan maupun mengobati penyakit.
Manfaat daun sirih itu sendiri diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Daun sirih dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit yang disebabkan karena luka,
memar, ruam kulit, inflamasi ( internal maupun eksternal ), gangguan pencernaan, sembelit,
dll.
2. Antioksidan yang terkandung dalam daun sirih dapat mengembalikan tingkat PH yang
disebabkan karena sakit perut, sehingga dapat meredakan sembelit.
3. Daun sirih dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Hal ini memicu sirkulasi dan merangsang
usus untuk menyerap mineral penting dan juga nutrisi. Kotoran dalam usus akan dibuang
dengan mudah melalui kinerja sfingter yang lebih baik . Kinerja sfingter yang lebih baik juga
merupakan hasil dari stimulasi yang disebabkan oleh daun sirih.
4. Daun sirih dapat membantu menyegarkan nafas, melindungi dari kuman, bakteri, dan
gangguan mulut lainnya. Dengan mengunyah daun sirih, maka dapat membersihkan mulut.
Hal ini dapat mencegah kerusakan gigi, memperkuat gusi dan gigi, serta mencegah
pendarahan mulut.
5. Daun sirih sangat baik dalam mengobati masalah pernafasan. Seperti mengobati batuk dan
deman, memberikan manfaat bagi yang menderita sakit dada, kongesti paru-paru dan asma.
6. Daun sirih dapat mengatasi batuk yang terjadi terus-menerus. Dimana daun sirih sarat dengan
kebaikan antibiotik. Antibiotik ini memudahkan dahak keluar dan juga mengurangi
peradangan yang disebabkan karena batuk terus menerus.
7. Daun sirih kaya akan polifenol. Jadi daun sirih memberikan perlindungan ganda terhadap
kuman. Daun sirih dapat digunakan untuk mengobati peradangan seperti arthritis dan
orchitis. Daun sirih dapat bertindak sebagai pereda rasa nyeri dan anti inflamasi.
8. Daun sirih juga merupakan obat antijamur yang baik. Infeksi jamur umumnya terjadi pada
bagian tubuh yang lembab. Dengan demikian, daun sirih berperan sebagai obat alami yan g
menakjubkan yang dapat mencegah infeksi jamur secara alami.
9. Daun sirih merupakan obat alami yang baik untuk meredakan sakit punggung atau pinggang.
Memijat punggung bagian bawah dengan minyak daun sirih dikombinasikan dengan minyak
dapat membantu untuk meringankan rasa sakit. Begitu juga dengan nyeri otot tegang,
kemerahan, dan bengkak .
10. Daun sirih dapat melakukan penyembuhan pada luka dan infeksi. Dengan menghaluskan
beberapa daun sirsak lalu terapkan pada luka atau infeksi. Kemudian letakkan daun sirih
diatasnya dan bungkus dengan perban. luka akan sembuh dalam dua hari karena mencegah
pertumbuhan mikroba yang merusak.
Menurut Siregar (2014), sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri
dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan pendarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan
ganguan saluran pencernaan. Selain itu, juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak,
meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah,
dipakai di pakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan kedalam
hidung. Selainitu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih juga dimanfaatkan sebagi
pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.
Cara membuat simplisa Daun Sirih Hijau (Piper betle)
Dalam pembuatan simplisa daun sirih hijau dipilih daun yang sudah tua, dimana sudah
bewarna hijau tua. Daun yang telah dipetik dipisahkan dari zat pengotor yang menempel pada daun
dan membuang bagian-bagian yang tidak perlu sebelum pengeringan, sehingga didapat daun yang
memiliki kualitas yang bagus untuk digunakan. Dimana hal ini dilakukan secara manual.
Selanjutnya dilakukan pencucian daun sirih hijau.
Menurut Rivai (2014), pencucian simplisia dilakukan untuk menghilangkan pengotor yang
masih melekat pada simplisia setelah pelaksanaan sortilisasi basah. Pencucian dilakukan dengan aiar
mengalir dan waktu yang sesingkat mungkin bertujuan untuk menghilangkan mikroba dan
pengotor,namun tidak menghilangkan zat khasiat dari simplisia tersebut. Kemu dian, dilakukan
pengeringan daun sirih hijau tersebut dengan cara diangin-anginkan atau tidak terkena cahaya
matahari langsung pada suhu kamar.
DAFTAR PUSTAKA

Ningtias, Apri Fitri,dkk.2014. Manfaat Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Obat Tradisional
Penyakit Dalam di Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura (Benefits of
Betel Leaf (Piper betle L.) As Traditional Medicine for Internal Disease in Kalianget
District Sumenep Regency Madura). htpp://www.ejournal.unej.ac.id
Patel, M.R., Jasrai, Y.T. (2013). Evaluation of Fungitoxic Potency of Piper betle L. (Mysore
variety) Leafe Extracts Against Eleven Phyto Pathogenic Fungal Strains. Cibtech
Journal of Bio-Protocols. 2(2): 21-28
Rivai, Harrizul,dkk. 2014. Pembuatan Dan Karakterisasi Ekstrak Kering Daun Sirih
Hijau(Piper betle). http://www.ejournal.unand.ac.id
Siregar, Hotnyda Adella.2016. Pembuatan Zat Warna Alam dari Tumbuhan Berasal Dari
Daun. http://www.unp.ac.id