You are on page 1of 33

PEDOMAN MANUAL MUTU

UPTD PUSKESMAS PULOKULON I

No Dokumen : ……………
Tanggal Terbit : ……………
No Revisi : ..................

DINAS KESEHATAN
PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN
TAHUN 2018
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................ i
KATA PENGANTAR.......................................................................... ii
DAFTAR ISI....................................................................................... iii
Bab I. Pendahuluan........................................................................... 1
A. Latar
Belakang................................................................... 1
B. Profil
Puskesmas................................................................ 2
C. Tujuan......
.......................................................................... 6
D. Ruang
Lingkup................................................................... 6
E. Kebijakan
Mutu................................................................... 6
F. Proses
Pelayanan.............................................................. 6
G. Indikator
Mutu..................................................................... 7

Bab II. Landasan Hukum dan Acuan.................................................. 11

A. Landasan
Hukum................................................................ 11
B. Acuan.......
........................................................................... 11

Bab III. Istilah dan Definisi.................................................................. 12

Bab IV. Sistem Manajemen Mutu....................................................... 14

A. Persyarata
n Umum............................................................. 14
B. Pengendal
ian Dokumen...................................................... 14
C. Pengendal
ian Rekaman...................................................... 17

Bab V. Tanggung Jawab Manajemen................................................. 18

A. Komitmen
Manajemen........................................................ 18
B. Fokus
Pada Sasaran/Pasien.............................................. 18
C. Kebijakan
Mutu................................................................... 19
D. Perencaan
Sistem Manajemen Mutu dan
Pencapaian Sasaran Kenerja / Mutu.................................. 19
E. Tanggung
Jawab dan Wewenang...................................... 19
F. Wakil
Manajemen Mutu / Penanggung Jawab Mutu.......... 21
G. Komunika
si Internal............................................................ 21

Bab VI. Tinjauan Manajemen............................................................. 22

A. Umum.......
.......................................................................... 22
B. Masukan
Tinjauan Manajemen......................................... 22
C. Luaran
Tinjauan Manajemen............................................. 23

Bab VII. Penyelenggaraan Pelayanan............................................... 24

A. Upaya
Kesehatan Masyarakat.......................................... 24
B. Upaya
Kesehatan Perorangan / Pelayanan Klinis............. 25

Bab VIII. Pengukuran,Analisis dan Penyempurnaan........................ 28

A. Umum.......
........................................................................ 28
B. Pengendal
ian.................................................................... 28
C. Analisis
Data.................................................................... 28
D. Peningkat
an Berkelanjutan............................................... 28
E. Tindakan
Korektif.............................................................. 28
F. Tindakan
Preventif............................................................ 28
G. Pemantau
an dan Pengukuran.......................................... 28

Bab IX. Penutup............................................................................... 29


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Puskesmas merupakan pusat pelayaan kesehatan pratama yang
melaksanakan satuan tugas operasional pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya. Sesuai dengan Peratuan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat pada Pasal 4
disebutkan bahwa puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan
kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.
Adapun fungsi puskesmas sebagaimana tertuang pada Pasal 5
Permenkes RI No 75/2014 meliputi:
1. Penyelenggaraan UKM ( Upaya Kesehatan Masyarakat ) tingkat
pertama di wilayah kerjanya
2. Penyelenggaraan UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) tingkat pertama
di wilayah kerjanya
Kegiatan utama UPTD Puskesmas Pulokulon I adalah dalam usaha
pelayanan kesehatan perorangan dengan pendekatan pelayanan
medis,tindakan medis, keperawatan,pelayanan penunjang medis dan upaya
rujukan serta pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam upaya menghadapi persaingan global,UPTD Puskesmas


Pulokulon I berusaha memenangkan persaingan dengan cara menjaga mutu
layanan,sumber daya manusia,sarana prasarana dan pembiayaan yang
terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Bisnis yang dijalankan oleh UPTD
Puskesmas Pulokulon I merupakan bisnis kepercayaan ( Trusty Business /
Value Busines ) yang berarti bahwa berkembangnya organisasi ini tergantung
pada besarnya kepercayaan pelanggan / pengguna jasa pelayanan di
puskesmas.

UPTD Puskesmas Pulokulon I sebagai organisasi pemerintah dibawah


kewenangan pemerintah daerah bertanggung jawab memberikan pelayanan
dasar kepada masyarakat dengan berbasis pada Total Quality Manajemen
yang menggabungkan antara konsep pelayanan pemerintah dengan melihat
kebutuhan pasar dalam hal ini masyarakat di wilayah kerja Puskesmas
Pulokulon I.Penerapan TQM yang dilakukan,diwujudkan dalam berbagai bentuk
program dan kegiatan yang mengacu pada visi dan misi puskesmas.

B. Profil Puskesmas
1. Visi

“Menjadi puskesmas andalan yang profesional dalam pelayanan kesehatan


.kepada masyarakat”
2. Misi
“Memberikan pelayanan yang bermutu, mudah, cepat, dan tepat“

3. Filosofi Slogan , “TERSENYUM”

1. Tertib Tepat waktu, alur, dan administrasi pelayanan


2. Ekonomis Biaya terjangkau oleh masyarakat luas
3. Ramah Menghormati pelanggan / klien dengan baik
4. Sopan Tidak melanggar norma agama dan sosial
5. Empati Peduli terhadap kondisi penderitaan pasien
6. Normatif sesuai dengan pedoman & peraturan yang berlaku
7. Yakin Mantap dalam tindakan medis dan teknis
8. Umum Mengutamakan kepentingan masyarakat luas
9. Menyeluruh Meliputi upaya promotive, preventif, kuratif dan
rehabilitatif
4. Tujuan
Umum :
Meningkatnya derajat kesehatan seluruh lapisan masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Pulokulon I.
Khusus:
a. Meningkatkan prakarsa dan peran serta masyarakat dalam
mengatasi masalah kesehatan.
b. Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam
menciptakan lingkungan yang sehat.
c. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,merata, dan
terjangkau.
d. Meningkatkan upaya pembinaan kesehatan keluarga melalui
pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
e. Meningkatnya ketersediaan data kesehatan yang akurat dan
dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan di bidang
kesehatan.
f. Meningkatnya peran serta lintas sektor dalam pembangunan
kesehatan

5. Tata Nilai Dasar


a. Kejujuran
Bekerja dengan penuh kejujuran untuk mendapatkan kepercayaan
pelanggan
b. Keterbukaan
Memberikan akses pelayanan konsultasi, informasi, edukasi sesuai
kewenangan dan kode etik.
c. Kesediaan Melayani
Melayani dengan sepenuh hati demi kepuasan pelanggan
d. Kerja Keras
Memberikan pelayanan prima dan berdedikasi tinggi dalam melayani
pelanggan
e. Kerja Cerdas
Memberikan pelayanan berkualitas sesuai dengan disiplin ilmu dan
standar prosedur
f. Kasih Sayang
Melayani dengan sepenuh hati dengan tulus, ikhlas penuh rasa empati
dan simpati
g. Kesetiaan
Mengabdikan diri sepenuhnya dalam pelayanan sesuai
h. Kerjasama
Pelayanan terpadu melibatkan lintas program dan lintas sektoral
6. Struktur Organisasi
a. Struktur organisasi UPTD Puskesmas Pulokulon I mengacu
pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014,yang
ditetapkan sebagai berikut :

b. Struktur Tim Manajemen Mutu UPTD Puskesmas Pulokulon I


sebagai berikut :
C. Tujuan

Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam


membangun sistem manajemen mutu baik untuk penyelenggaraan upaya
puskesmas maupun untuk penyelenggaraan pelayanan klinis.

D. Ruang Lingkup
Lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan persyaratan Sistem
Manajemen Mutu dan Standar Akreditasi Pukesmas, yang meliputi:
1. Persyaratan umum sistem manajemen mutu,

2. Tanggung jawab manajemen,


3. Manajemen pengelolaan sumber daya.
4. Proses pelayanan yang terdiri dari penyelenggaraan Upaya
Puskesmas, yang meliputi:
a. UKM : Upaya pelayanan promosi kesehatan, pelayanan
kesehatan lingkungan, pelayanan KIA dan KB, pelayanan gizi,
pelayanan Lansia, Usaha Kesehatan Sekolah dan Upaya Kesehatan
Gigi Sekolah.
b. UKP : Rawat jalan, ruang bersalin dan Unit Gawat Darurat.
Dalam penyelenggaraan upaya puskesmas dan pelayanan klinis
memperhatikan keselamatan pasien/pelanggan dengan menerapkan
manajemen risiko.

E. Kebijakan Mutu

Dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan,seluruh karyawan UPTD


Puskesmas Pulokulon I berkomitmen :

1. Memberikan pelayanan yang berkualitas.


2. Meningkatkan kompetensi petugas untuk menunjang profesionalisme
tenaga kesehatan.
3. Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperan aktif dalam
memberdayakan perilaku hidup bersih dan sehat.
4. Pengelolaan manajemen puskesmas yang efektif dan efisien.
5. Menyelenggarakan sistem informasi puskesmas yang cepat dan
akurat.

F. Proses Pelayanan
Penyelenggaraan Upaya Puskesmas terdiri atas kegiatan UKM ( Upaya
Kesehatan masyarakat ) esensial dan UKM pengembangan. UKM esensial
meliputi :
a. Pelayanan Promosi Kesehatan
b. Pelayanan Kesehatan Lingkungan
c. Pelayanan KIA dan KB
d. Pelayanan Gizi
e. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Sedangkan UKM pengembangan yaitu Upaya Kesehatan Sekolah

Penyelenggaraan pelayanan klinis UKP terdiri atas kegiatan pelayanan rawat


jalan, rawat inap, dan PONED )

G. Indikator Mutu
1. Indikator Mutu Pelayanan Klinis / UKP

INDIKATOR MUTU BAGIAN TARGET


NO
2018

1 Indeks Kepuasan Pelanggan Semua 75%


Pelayanan

2 Lama waktu pelayanan Pendaftaran 100%


pasien maks 10 menit
(dimulai dari dipanggil

3 Penatalaksanaan Pasien Ruang 100%


hipertensi sesuai SOP Pemeriksaan
Umum

4 Pemberian Informed consent Ruang 100%


pada pasien dengan Pemeriksaan
Tindakan Cabut Gigi Gigi

5 Pasien ibu Hamil dilakukan KIA-ANC 100%


pemeriksaan dengan 7T
(Timbang BB dan TB, TD,
TFU, Tablet Fe, Temu Wicara,
tatalaksana kasus (presentasi
janin dan DJJ ))

6 Pemberian Konseling dengan KIA-KB 100%


ABPK (Alat Bantu
Pengambilan Keputusan)
Pada kunjungan KB baru dan
ganti cara
7 Termonitoring penyimpanan KIA-Imunisasi 100%
vaksin dalam suhu 2-8°
Celcius 2 kali setiap hari

8 Pemeriksaan diare sesuai MTBS 100%


dengan SOP

9 Waktu pemeriksaan Laboratorium 100%


Hemoglobin maks 10 menit

10 Setiap pasien yang Konsultasi Gizi 100%


berkonsultasi gizi
,mendapatkan informasi gizi
sesuai permasalahannya

11 Setiap pasien diare yang Konsultasi 100%


berkonsultasi sanitasi Sanitasi
mendapatkan informasi
tentang jamban sehat, air
bersih, PHBS

12 Pelaksanaan IMD selama 1 Ruang bersalin 100%


jam

2. Indikator Mutu Pelayanan Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas


Sesuai kinerja Puskesmas dalam SPM DKK Kab Grobogan :
Target
Indikator SPM Kinerja UKM
Unit Capaian
2018
Pelayanan Kesehatan 1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil 95 %
Dasar K4
2. Cakupan Komplikasi 80 %
Kebidanan Yang Ditangani
3. Cakupan Pertolongan 90 %
Persalinan Oleh Tenakes yang
Kompeten
4. Cakupan Pelayanan Ibu Nifas 90 %
5 Cakupan Neonatal dengan 80 %
Komplikasi yang ditangani
6 Cakupan Kunjungan Bayi 90 %
7 Cakupan Desa / Kelurahan 100 %
Universal Child Imunization
( UCI )
8 Cakupan Pelayanan Anak 90 %
Balita
9 Cakupan Pemberian Makanan 100 %
Pendamping ASI pada anak
usia 6-12 bl keluarga miskin
10 Cakupan Balita Gizi Buruk 100 %
mendapat perawatan
11 Cakupan Penjaringan 100 %
Kesehatan Siswa SD dan
setingkat
12 Cakupan Peserta KB Aktif 70 %
13 Cakupan Penemuan dan
Penangan penderita penyakit
a. Non AFP Rate
b. Penemuan 100 %
penderita Pneumonia
Balita
c. Penemuan pasien 100 %
baru TB BTA positif
d. Penemuan 100 %
penderita DBD
e. Penemuan penderita 100 %
Diare
14 Cakupan pelayanan kesehatan 100 %
dasar masyarakat miskin
Pelayana Kesehatan 15 Cakupan pelayanan kesehatan 100 %
Rujukan rujukan pasien masyarakat
miskin
16 Cakupan pelayanan gawat 100 %
darurat level 1 yang harus
diberikan sarana kesehatan
( RS ) di Kab / kota
Penyelidikan 17 Cakupan Desa / Kelurahan 100 %
Epidemiologi dan mengalami KLB yang dilakukan
Penanggulangan KLB penyelidikan Epidemiologi < 24
jam
Promosi Kesehatan 18 Cakupan Desa Siaga Aktif 80 %
dan Pemberdayaan
Masyarakt

3. Indikator Mutu sasaran Keselamatan Pasien


NO Indikator Keselamatan Indikator Target 2018
Pasien
1 Tidak Terjadi salah Tidak terjadi 100 %
identifikasi kesalahan
identifikasi di
pendaftaran
2 Tidak terjadi kesalahan Tidak terjadi 100 %
pemberian obat kesalahan dalam
pemberian obat
pasien
4 Tidak terjadi kesalahan Petugas layanan 80 %
prosedur Tindakan klinis mematuhi
SOP
5 Pengurangan terjadinya Petugas layanan 80 %
resiko infeksi klinis melakukan
cuci tangan dan
penggunaan
APD
6 Tidak terjadinya pasien Tidak terjadinya 100 %
Jatuh pasien jatuh di
semua area
puskesmas

BAB II
LANDASAN HUKUM DAN ACUAN

A. Landasan Hukum
Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah:
1. Undang Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75 tahun 2014


tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 9 tahun 2014
tentang Klinik
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1691 tahun
2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah sakit
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 65 tahun 2013
tentang Pedoman Pelaksanaan dan Pembinaan Pemberdayaan
Masyarakat Bidang Kesehatan
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 30 tahun 2014
tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 269 tahun 208
tentang Rekam Medis
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 42 tahun 2013
tentang Penyelenggaraan Imunisasi
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 37 tahun 2012
tentang Penyelenggaraan Laboratorium Puskesmas
10. Keputusan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 296
tahun 2008 tentang Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas
B. Acuan
Acuan yang digunakan dalam menyusun Manual mutu ini adalah Pedoman
Penyusunan Dokumen Akreditasi UPTD Puskesmas Pulokulon I.

BAB III
ISTILAH DAN DEFINISI
A. Dokumen
adalah benda berupa barang atau tulisan yang memuat informasi yang
digunakan untuk melakukan pekerjaan meliputi pedoman, surat keputusan,
Kerangka Acuan Kerja dan Standar Operasional Prosedur. Biasanya,
dokumen ditulis di kertas dan informasinya ditulis memakai tinta baik memakai
tangan atau memakai media elektronik.

B. Efektivitas
adalah pencapaian tujuan secara tepat, berdaya guna dan berhasil guna.

C. Efisiensi
adalah pencapaian tujuan dengan menggunakan cara, waktu dan sumber
daya minimum dengan hasil yang optimum.
D. Kepuasan pelanggan
adalah perasaan positif pelanggan bahwa pelayanan yang didapatkannya
telah memenuhi harapan.

E. Kebijakan mutu
adalah azas kebijakan resmi dan tertulis dari manajemen yang menjadi garis
besar dan pondasi rencana dalam hal mutu dalam aktifitas keseharian
organisasi.

F. Koreksi
adalah pembetulan atau perbaikan.

G. Pelanggan
adalah individu atau keluarga atau lembaga yang mengakses pelayanan
kesehatan di puskesmas.

H. Pasien
adalah orang yang menerima pelayanan kesehatan di puskesmas dengan
tujuan meningkatkan kesehatan (promotif), atau mencegah penyakit
(preventif), atau pengobatan penyakit (kuratif) maupun dalam rangka
pemulihan kesehatan (rehabilitatif).

I. Pedoman mutu
adalah dokumen yang merincikan sistem manajemen mutu puskesmas dalam
rangka meningkatkan kepuasan pada pelanggan.

J. Perencanaan mutu
adalah proses yang dilakukan terhadap perencanaan pelayanan kesehatan
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

K. Prasarana
adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya
proses kegiatan.

L. Proses
adalah serangkaian langkah secara sistematis atau tahapan yang jelas.

M. Rekaman
adalah jenis dokumen khusus yang berisi hasil dari suatu kegiatan.

N. Sarana
adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai
maksud dan tujuan.

O. Sasaran mutu
adalah target dari masing-masing bagian yang ingin dicapai dalam jangka
waktu tertentu. Sasaran mutu harus mempunyai syarat:
1. Scope/Specifik Jelas untuk bagian atau departemen misalnya bagian
personalia, keuangan dsb.
2. Measurable yang artinya sasaran mutu tersebut harus bisa diukur ( baik
dlm bentuk jumlah ataupun persentase)
3. Achievable : semestinya sasaran mutu itu harus dapat dicapai
4. Realible/ Rasional : Sasaran mutu haruslah sesuatu yang nyata
5. Time harus jelas, kapan seharusnya sasaran itu dicapai.

P. Tindakan korektif
adalah proses yang dilakukan agar tidak terjadi pengulangan kesalahan

Q. Tindakan preventif
adalah tindakan yang dilakukan petugas kesehatan dalam rangka pencegahan
suatu kesalahan
BAB IV
SISTEM MANAJEMEN MUTU

A. Persyaratan umum:

UPTD Puskesmas Pulokulon I menetapkan, mendokumentasikan, memelihara


sistem manajemen mutu sesuai dengan standar akreditasi puskesmas.
Sistem ini disusun untuk memastikan telah diterapkannya persyaratan
pengendalian terhadap proses-proses penyelenggaraan pelayanan kepada
masyarakat, baik penyelenggaraan upaya puskesmas maupun pelayananan
klinis, yang meliputi kejelasan proses pelayanan dan interaksi proses dalam
penyelenggaraan pelayananan, kejelasan penanggungjawab, penyediaan
sumber daya, penyelenggaraan pelayanan itu sendiri mulai dari perencanaan
yang berdasar kebutuhan masyarakat/pelanggan, verifikasi terhadap rencana
yang disusun, pelaksanaan pelayanan, verifikasi terhadap proses pelayanan,
monitoring dan evaluasi serta upaya penyempurnaan yang
berkesinambungan.

B. Pengendalian dokumen:

Secara umum dokumen-dokumen dalam sistem manajemen mutu yang


disusun meliputi:
Dokumen level 1 : Kebijakan
Dokumen level 2 : Pedoman/manual
Dokumen level 3 : Standar prosedur operasional
Dokumen level 4 :.Rekaman-rekaman sebagai catatan sebagai akibat
pelaksanaan kebijakan, pedoman, dan prosedur.
Pengendalian dokumen di UPTD UPTD Puskesmas Pulokulon I meliputi
proses penyusunan dokumen, pengesahan, penomoran, pemberlakuan,
distribusi, penyimpanan, pencarian kembali, proses penarikan dokumen yang
kadaluwarsa, perubahan/revisi dan pemusnahan dokumen.
Adapun penjelasannya sebagai berikut :
1. Proses Penyusunan Dokumen
Pemegang program bersama koordinator administrasi manajemen/upaya
kesehatan/klinis.
a. Membuat draft dokumen
b. Melakukan pembahasan terhadap draft dokumen tersebut
dengan unit terkait
c. Mencetak agar pemeriksa melakukan pemeriksaan terhadap
dokumen yang telah disusun dan mendistribusikan hardcopy dokumen
untuk diperiksa kepada penanggung jawab Manajemen Mutu/ Wakil
Manajemen Mutu.

2. Penanggung Jawab Mutu/ Wakil Manajemen Mutu


a. Melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang telah disusun
oleh pemegang program dan koordinator.
b. Jika setuju, maka melakukan persetujuan pada hardcopy untuk
meminta persetujuan Kepala Puskesmas.
c. Jika tidak setuju, maka melakukan penolakan dokumen dan
dikembalikan kepada koordinator untuk direvisi.

3. Pengesahan Dokumen
a. Kepala puskesmas menerima dokumen yang telah diperiksa oleh
Penanggung Jawab Mutu/ Wakil Manajemen Mutu melalui hardcopy untuk
disetujui.
b. Jika setuju, maka melakukan persetujuan dengan menandatangani
hardcopy documen.
c. Jika tidak setuju, maka melakukan penolakan dan dikembalikan kepada
Penanggung Jawab Mutu/ Wakil Manajemen Mutu untuk direvisi.

Tabel Pengesahan dokumen


No Level Penanggung Diperiksa Disahkan
Dokumen Jawab
1 Surat Penanggungjawa Ketua Akreditasi Kepala
Keputusan b (Paraf sebelah Puskesmas
Ukm/UKP/Admen kanan)
(Paraf sebelah
kiri)
2 Pedoman/ Penanggungjawa Ketua Tim Mutu Kepala
Panduan b (Paraf sebelah Puskesmas
Ukm/UKP/Admen kanan)
(Paraf sebelah
kiri)
3 SOP Penanggungjawa Ketua Tim Mutu Kepala
b (Paraf sebelah Puskesmas
Ukm/UKP/Admen kanan)
(Paraf sebelah
kiri)
4 KAP/ KAK Penanggungjawa Penanggungjawa Kepala
b program b Puskesmas
(Paraf sebelah Ukm/UKP/Admen
kiri) (Paraf sebelah
kanan)

4.Penomoran Dokumen
Metode penomoran dokumen menggunakan buku pedoman penyusunan
akreditasi Puskesmas PULOKULON I

5. Pemberlakuan Dokumen
Dokumen Surat keputusan diberlakukan mulai 4 Januari 2018, Pedoman,
Panduan , SPO diberlakukan mulai tanggal 4 April 2018,

6. Distribusi

Dalam pendistribusian dokumen yang sudah disusun dan telah disahkan oleh
………Kepala UPTD Puskesmas Pulokulon I dikendalikan dengan:

a. Distribusi dokumen terkendali diperuntukkan kepada sekretariat/


tiap unit/ pelaksana sebagai acuan dalam pekerjaan
b. Distribusi dokumen tidak terkendali untuk kebutuhan eksternal
atau atas permintaan pihak luar Puskesmas Pulokulon I, yang
dikeluarkan oleh Wakil Manajemen Mutu dan telah tercatat.

7. Penyimpanan
Dokumen asli (Master dokumen) disimpan di sekretariat Tim Mutu UPTD
Puskesmas Pulokulon I dan dokumen fotocopy disimpan di masing-masing
unit /upaya di Puskesmas Pulokulon I.

8. Pencarian Kembali
Untuk memudahkan di dalam pencarian kembali dokumen-dokumen
akreditasi UPTD Puskesmas Pulokulon I agar dikelompokkan per masing-
masing bab/ kelompok pelayanan / upaya.

9. Penarikan Dokumen dan Pencetakan


a. Mendaftar dokumen internal yang disahkan dalam Daftar Induk
Dokumen Internal / Masterlist Dokumen.
b. Memperbanyak dokumen yang sudah mendapatkan persetujuan
dengan jumlah copy sesuai Daftar Pemegang Dokumen.
c. Membubuhkan stempel “DOKUMEN TERKENDALI” terhadap
copy dokumen.
d. Mendistribusikan dokumen kepada semua pemegang dokumen
sesuai Daftar Pemegang Dokumen.
e. Menarik dokumen lama, bila ada.
f. Memusnahkan dokumen lama yang sudah tidak berlaku.
g. Memberitahukan kepada seluruh unit kerja terkait tentang
dokumen baru dan atau penarikan dokumen lama.

10. Perubahan/ revisi dan Pemusnahan dokumen


a. Mengelompokkan dokumen yang sudah tidak aktif dan yang
perlu revisi
b. Memisahkan status-status mana yang masih harus disimpan di
ruang rekam medis, yang perlu revisi serta status-status mana yang
sudah dapat dikeluarkan dari tempat penyimpanan di ruang rekam
medis.
c. Mencatat data-data yang masih diperlukan kedalam register
pemusnahan.
d. Memusnahkan status RM yang tidak sesuai dengan daftar induk
rekaman.
e. Membuat berita acara pemusnahan dengan sepengetahuan
Kepala Puskesmas
f. Pemusnahan RM dilakukan sekurang-kurangnya setiap 2 (dua)
tahun.

C. Pengendalian rekaman
1. Pengendalian rekaman di puskesmas meliputi:
2. Pengidentifikasian rekaman (jenis-jenis rekaman diidentifikasikan pada
masing-masing SOP).
3. Penggunaan Daftar Induk Rekaman yang menguraikan dimana saja
rekaman disimpan, bagian yang bertanggung jawab, dan masa simpan
rekaman.
4. Pengambilan, pendisposisian, dan penggandaan rekaman secara
internal dan terbatas. Hal ini perlu diatur dalam prosedur karena pada
umumnya seluruh rekaman bersifat rahasia.
5. Pemusnahan rekaman yang berisi uraian mengenai tatacara penarikan
rekaman yang telah habis masa simpannya dan bagaimana cara
memusnahkannya.
BAB V
TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

A. Komitmen Manajemen

Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Mutu/ Wakil Manajemen Mutu,


Penanggung Jawab Admen / Kepala Tata Usaha, Penanggung Jawab UKM,
Penanggung Jawab UKP, dan seluruh karyawan UPTD Puskesmas Pulokulon
I bertanggung jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada
manual mutu ini. Manajemen UPTD Puskesmas Pulokulon I membuktikan
komitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan serta memperbaiki
kinerja sistem manajemen mutu dengan:
1. Mengkomunikasikan kepada seluruh pegawai mengenai pentingnya
memberikan pelayanan kesehatan masyarakat dengan melakukan kegiatan
5S ( Senyum, Sapa, Sopan, Santun, Sehat ).
2. Mensosialisasikan kepada seluruh pegawai agar lebih memahami
pedoman program sebagai landasan dalam melakukan pekerjaan.
3. Mengkomunikasikan kepada seluruh pegawai tentang fungsi dan tugas
masing-masing karyawan sesuai SK dan SOP yang telah ditetapkan.
4. Melakukan monitoring dan evaluasi serta perbaikan mutu dan kinerja
secara berkesinambungan sebulan sekali.

B. Fokus pada Sasaran/ Pasien:

Pelayanan yang disediakan oleh puskesmas dilakukan dengan berfokus pada


sasaran / pasien. Sasaran / pasien dilibatkan mulai dari identifikasi kebutuhan
dan harapan pelanggan, perencanaan penyelenggaraan upaya puskesmas
dan pelayanan klinis, pelaksanaan pelayanan, monitoring dan evaluasi serta
tindak lanjut pelayanan. Oleh sebab itu Kepala Puskesmas:
1. Memastikan dimensi mutu pelanggan diidentifikasi dan dituangkan ke
dalam pernyataan kebijakan mutu.
2. Memastikan sasaran mutu yang ditetapkan, telah sesuai dengan
kebijakan mutu serta dimensi mutu pelanggan.
3. Memastikan bahwa seluruh pegawai memenuhi sasaran mutu yang
telah ditetapkan untuk memenuhi kepuasan pelanggan..

UPTD Puskesmas Pulokulon I melakukan identifikasi dan menetapkan dimensi


mutu dan kebutuhan pelanggan yang diakomodir pada pernyataan kebijakan
mutu dan sasaran mutu.

UPTD Puskesmas Pulokulon I memastikan seluruh pegawai bekerja untuk


memenuhi kebutuhan pelanggan, dengan berusaha mencapai sasaran mutu
yang disepakati dan menerapkan prosedur secara konsisten, dengan tujuan
untuk mencapai kepuasan pelanggan.

C. Kebijakan Mutu
Puskesmas menetapkan Kebijakan Mutu yang ditinjau secara
berkala.Kebijakan Mutu yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
Kami seluruh karyawan UPTD Puskesmas Pulokulon I berkomitmen :
1. Memberikan Pelayanan yang berkualitas
2. Meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan yang ada.
3. Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperan aktif dalam
memberdayakan perilaku hidup bersih dan sehat
4. Pengelolaan manajemen puskesmas yang efektif dan efisien
5. Menyelenggarakan sistem informasi puskesmas yang cepat dan
akurat.

D. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran


Kinerja/Mutu

Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/standar pelayanan


minimal yang meliputi indikator-indikator pelayanan klinis, indikator
penyelenggaraan upaya puskesmas. Perencanaan disusun dengan
memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan, hak dan kewajiban
pelanggan, serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan.
Perencanaan mutu dan keselamatan pasien UPTD Puskesmas Pulokulon I
berisi program-program kegiatan peningkatan mutu yang meliputi:
1. Penilaian dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP
2. Upaya pencapaian enam sasaran keselamatan pasien
3. Penerapan manajemen risiko pada area prioritas
4. Penilaian kontrak/kerjasama pihak ketiga
5. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien
6. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium
7. Peningkatan mutu pelayanan obat
8. Pendidikan dan pelatihan karyawan tentang mutu dan keselamatan
pasien.

E. Tanggung Jawab dan wewenang:


1. Kepala puskesmas
Bertanggung jawab menetapkan kebijakan puskesmas berdasarkan sistem
manajemen mutu dan terhadap semua pelaksanaan kegiatan yang ada di
puskesmas serta berwenang untuk menunjuk Wakil Manajemen Mutu.
2. Wakil manajemen mutu/penanggung jawab mutu,
Bertanggung jawab merumuskan, melaksanakan, mengkoordinasikan
kegiatan penjamin mutu berdasarkan standar sistem manajemen mutu dan
mempunyai kewenangan menyusun dan mengembangkan dokumen,
mengelola dan memelihara dokumen/rekaman, melakukan penjaminan
mutu proses dan hasil, membantu Kepala UPTD Puskesmas Pulokulon I
dalam mengendalikan proses-proses pelayanan.
3. Kepala Tata Usaha /Penanggung jawab administrasi manajemen
Bertanggung jawab menerapkan sistem manajemen mutu pada kegiatan
administrasi dan mempunyai kewenangan menyusun jadwal kegiatan
administrasi, melaksanakan kegiatan administrasi kesehatan,
mengevaluasi kegiatan administrasi kesehatan.
4. Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Bertanggung jawab menerapkan sistem manajemen mutu pada program-
program upaya kesehatan dan pelayanan kesehatan masyarakat dan
mempunyai kewenangan menyusun jadwal kegiatan upaya kesehatan,
melaksanakan kegiatan upaya kesehatan, mengevaluasi kegiatan upaya
kesehatan.
5. Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
Bertanggung jawab menerapkan sistem manajemen mutu pada pelayanan
klinis di UPTD Puskesmas Pulokulon I yang berorientasi pada
keselamatan pasien dan mempunyai kewenangan menyusun jadwal
kegiatan pelayanan klinis, melaksanakan kegiatan pelayanan klinis yang
berorientasi pada kepuasan pelanggan, mengevaluasi kegiatan klinis.
6. Penanggung Jawab Jaringan dan Jejaring Pelayanan Kesehatan
Bertanggung jawab menerapkan sistem manajemen mutu pada fasilitas
Jaringan dan Jejaring pelayanan kesehatan UPTD Puskesmas Pulokulon I
yang terdiri dari pelayanan Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling,
maupun Poliklinik Kesehatan Desa, Bidan Desa yang berorientasi pada
kepuasan pelanggan, dan mempunyai kewenangan menyusun jadwal
kegiatan pelayanan di jaringan atau jejaring pelayanan kesehatan, dan
mengevaluasi kegiatan pelayanan jaringan atau jejaring pelayanan.
7. Pelaksana Administrasi Manajemen
Membantu Penanggung Jawab Administrasi Manajemen melaksanakan
sistem manajemen mutu pada kegiatan administrasi, menyusun jadwal
kegiatan administrasi, melaksanakan kegiatan administrasi kesehatan, dan
mengevaluasi kegiatan administrasi kesehatan.
8. Pelaksana Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Membantu
Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dalam
menerapkan sistem manajemen mutu pada program-program upaya
kesehatan dan pelayanan kesehatan masyarakat , menyusun jadwal
kegiatan upaya kesehatan, melaksanakan kegiatan upaya kesehatan, dan
mengevaluasi kegiatan upaya kesehatan.
9. Pelaksana Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Membantu
Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dalam
menerapkan sistem manajemen mutu pada pelayanan klinis di UPTD
Puskesmas Pulokulon I yang berorientasi pada keselamatan pasien,
menyusun jadwal kegiatan pelayanan klinis, melaksanakan kegiatan
pelayanan klinis yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, dan
mengevaluasi kegiatan klinis.
10. Pelaksana Jaringan dan Jejaring Pelayanan Kesehatan
Membantu Penanggung Jawab Jaringan dan Jejaring Pelayanan
Kesehatan dalam menerapkan sistem manajemen mutu pada fasilitas
Jaringan dan Jejaring pelayanan kesehatan UPTD Puskesmas Pulokulon I
yang terdiri dari pelayanan Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling,
maupun Poliklinik Kesehatan Desa, Bidan Desa yang berorientasi pada
kepuasan pelanggan, menyusun jadwal kegiatan pelayanan di
jaringan/jejaring kesehatan, dan mengevaluasi kegiatan pelayanan
jaringan atau jejaring pelayanan kesehatan.

F. Wakil Manajemen Mutu/ Penanggung Jawab Mutu


Kepala UPTD Puskesmas Pulokulon I menunjuk seorang Wakil Manajemen
Mutu yang bertanggung Jawab untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di
Puskesmas Pulokulon I.
Selain itu Wakil Manajemen Mutu/ Penanggung Jawab Mutu juga :
1. Memastikan sistem manajemen mutu ditetapkan, diimplementasikan,
dan dipelihara.
2. Melaporkan kepada Kepala UPTD Puskesmas Pulokulon I tentang
kinerja dari sistem manajemen mutu dan kinerja pelayanan.
3. Memastikan kesadaran seluruh karyawan terhadap kebutuhan dan
harapan sasaran/ pasien.

G. Komunikasi Internal

Komunikasi internal dilakukan dengan cara workshop (mini loka karya),


pertemuan, breafing pagi, diskusi, email, sms, dan media lain yang tepat untuk
melakukan komunikasi.
BAB VI
TINJAUAN MANAJEMEN
A. Umum
Tinjauan manajemen adalah kajian secara menyeluruh terhadap penerapan
sistem manajemen mutu, serta rekomendasi perbaikan dan peningkatan yang
diperlukan untuk efektivitas dan efisiensi penerapan sistem tersebut. Rapat
tinjauan manajemen dilakukan minimal dua kali dalam setahun. Prosedur ini
mencakup mulai proses penentuan jadwal dan peserta, pembuatan undangan,
pelaksanaan, pembuatan risalah rapat, distribusi hasil rapat, tindak lanjut hasil
rapat dan verifikasi hasil pelaksanaan keputusan rapat.
Penyelenggaraan Tinjauan Manajemen meliputi:
1. Tinjauan manajemen dihadiri oleh Kepala Puskesmas,penanggung
jawab manajemen mutu, Koordinator administrasi dan manajemen,
Koordinator Upaya puskesmas, koordinator klinis dan seluruh karyawan.
2. Tinjauan manajemen dilakukan untuk memastikan penerapan Sistem
Manajemen Mutu berjalan secara efektif dan efisien dan dilakukan sesuai
dokumentasi Sistem Manajemen Mutu sehingga dapat diketahui perlu
tidaknya mengadakan perubahan dalam Kebijakan Mutu dan dokumentasi
Sistem Manajemen Mutu.
3. Tinjauan Manajemen dilaksanakan secara periodik sekurang-kurangnya
setiap 6 (enam) bulan sekali.
Dalam tinjauan manajemen, agenda yang dibahas mencakup :
a. Kebijakan Mutu dan Pencapaian Sasaran Mutu setiap bagian.
b. Hasil pencapaian Rencana Manajemen Mutu, termasuk kinerja
proses dan Pelayanan
c. Hasil audit internal maupun eksternal.
d. Umpan balik pelanggan, termasuk hasil pengukuran kepuasan
pelanggan serta keluhan pelanggan.
e. Status Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
f. Hasil tindak lanjut dari Tinjauan Manajemen sebelumnya.
g. Perubahan Sistem Manajemen Mutu
h. Rekomendasi untuk peningkatan
i. Tinjauan manajemen tidak terjadwal, dapat dilakukan bila
dibutuhkan.

B. Masukan Tinjauan Manajemen, meliputi:


1. Hasil audit
2. Umpan balik pelanggan
3. Kinerja proses
a. Pencapaian sasaran mutu
b. Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakukan
c. Tindak lanjut tehadap hasil tinjauan manajemen yang lalu
d. Perubahan terhadap kebijakan mutu
e. Perubahan yang perlu dilakukan terhadap sistem manajemen
mutu/sistem pelayanan
C. Luaran Tinjauan Manajemen

Hasil yang diharap dari tinjauan manajemen adalah peningkatan efektivitas


system manajemen mutu, peningkatan pelayanan terkait dengan persyaratan
pelanggan, dan identifikasi perubahan-perubahan, termasuk penyediaan
sumberdaya yang perlu dilakukan.
BAB VII
PENYELENGGARAAN PELAYANAN
A. Upaya Kesehatan Masyarakat di Puskesmas
1. Perencanaan Upaya Kesehatan Masyarakat
Perencanaan Upaya Kesehatan di Puskesmas dilakukan setiap tahun
untuk perencanaan anggaran tahun yang akan datang dengan rumus T-1
(tahun min satu). Dengan demikian kegiatan tahun depan direncanakan
pada tahun ini. Perencanaan Upaya Kesehatan disesuaikan dengan
kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan masalah kesehatan
yang berkembang di masyarakat. Kegiatan upaya kesehatan
bersumberdana dari APBD dan APBN. Sumber dana APBD yang berasal
dari pendapatan puskesmas, sedangkan APBN menyangkut kegiatan
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
2. Proses yang berhubungan dengan sasaran:
a. Penetapan persyaratan (kebutuhan dan harapan) sasaran
b. Tinjauan terhadap persyaratan sasaran
c. Komunikasi dengan sasaran

3. Pembelian
Proses pengadaan barang dan jasa mengacu pada Perpres 54 tahun 2010
tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
a. Proses pembelian mengacu pada Perpres 54 tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang dan Jasa.
b. Verifikasi barang yang dibeli dilakukan oleh tim belanja
c. Kontrak dengan pihak ketiga dilakukan pada rekanan yang
menang dalam proses pengadaan barang dan jasa.
4. Penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat:
a. Pengendalian proses penyelenggaraan upaya dilakukan oleh tim
mutu upaya kesehatan masyarakat di UPTD puskesmas
b. Validasi proses penyelenggaraan upaya dilakukan secara
berkesinambungan melalui survei secara berkala kepada sasaran
c. Proses mengidentifikasi sasaran harus jelas sehingga mampu
telusur
d. Hak dan kewajiban sasaran
Hak sasaran:
i. Mendapatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang
berorientasi promotif dan preventif

ii. Mendapatkan informasi yang jelas terkait masalah kesehatan


masyarakat yang berkembang di wilayahnya
iii. Memperoleh pelayanan kesehatan masyarakat yang manusiawi,
adil, jujur, dan tanpa diskriminasi.
iv. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu , efektif dan
efisien.
v. Mengajukan usul, saran perbaikan atas perlakuan yang diterima

Kewajiban sasaran:
i. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah
kesehatan di wilayah
ii. Melaporkan kepada puskesmas bila ada kejadian luar biasa
(KLB)
iii. Mematuhi nasehat dan petunjuk tenaga kesehatan

e. Manajemen risiko dan keselamatan masyarakat diperhatikan


guna terjadi penularan penyakit di masyarakat
 5. Pengukuran, analisis, dan penyempurnaan sasaran kinerja UKM:
a. Umum
Untuk mengukur kepuasan pelanggan, dilakukan survei kepuasan
pelanggan internal dan eksternal. Kepuasan pelanggan eksternal
melibatkan masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan dan lintas
sektor. Sedangkan kepuasan pelanggan internal dengan sasaran
petugas yang berkecimpung pada bidang pelayanan masyarakat.
b. Pemantauan dan pengukuran:
i. Kepuasan pelanggan: dilaksanakan 2 kali setahun (pada Bulan
Juni dan Desember)
ii. Audit internal: dilaksanakan 2 kali setahun
iii. Pemantauan dan pengukuran proses: dilakukan 2 kali setahun
iv. Pemantauan dan pengukuran hasil layanan: dilakukan 2 kali
setahun

c. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai dilakukan oleh tim
manajemen mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
d. Analisis data: dikelompokan menurut capaian hasil kinerja
kepuasan pelanggan, dicari unsur yang penyebab terhadap masalah
kepuasan pelanggan
e. Peningkatan berkelanjutan: seluruh petugas upaya kesehatan
berkomitmen dalam upaya perbaikan yang berkesinambungan
f. Tindakan korektif: diperlukan agar tidak terjadi pengulangan
kesalahan yang sama
g. Tindakan preventif: diperlukan untuk mencegah kesalahan yang
dilakukan oleh petugas upaya puskesmas.
B. Upaya Kesehatan Perorangan / Pelayanan Klinis di Puskesmas
1. Perencanaan Pelayanan Klinis

Perencanaan kegiatan pelayanan klinis diatur pada mekanisme RKA


(rencana kegiatan dan anggaran) yang bersumber dana APBD.
2. Proses yang berhubungan dengan pelanggan

Adanya komunikasi dan interaksi yang baik antara petugas dan pelanggan
dalam pemecahan masalah kesehatan yang diderita pelanggan.
3. Pembelian/pengadaan barang terkait dengan
pelayanan klinis:

a. Proses pembelian mengacu pada Perpres


54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.
b. Verifikasi barang yang dibeli dilakukan oleh
tim belanja.
c. Kontrak dengan pihak ketiga dilakukan pada
rekanan yang menang dalam proses pengadaan barang dan jasa.
4. Penyelenggaraan pelayanan klinis:

a. Pengendalian proses pelayanan klinis


dilakukan oleh tim mutu
b. Validasi proses pelayanan dilakukan secara
berkesinambungan melalui survei secara berkala kepada pelanggan.
c. Identifikasi dan ketelusuran
d. Hak dan kewajiban pasien
Hak pasien :
i. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang
ii. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien.
iii. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa
diskriminasi.
iv. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu , efektif dan
efisien.
v. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita
termasuk data-data medisnya.
vi. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis
vii.Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan
dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang
dideritanya.
viii. Mengajukan usul, saran perbaikan atas perlakuan yang
diterima

Kewajiban pasien :
i. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah
ii. Mematuhi nasehat dan petunjuk tenaga kesehatan
iii. Mematuhi ketentuan yang berlaku di puskesmas
iv. Membayar retribusi bagi pasien yang tidak memiliki sistem
jaminan kesehatan
v. Pemeliharaan barang milik pelanggan (misalnya rekam medis)
disimpan pada tempat yang tidak lembab dan terang.
vi. Manajemen risiko dan keselamatan pasien menjadi titik poin
dalam manajemen mutu
5. Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan
Keselamatan Pasien

a. Penilaian indikator kinerja klinis dengan


melihat indikator mutu pelayanan klinis apakah sesuai indikator tidak.
b. Pengukuran pencapaian sasaran
keselamatan pasien dengan memantau apakah di unit-unit pelayanan
klinis sudah tersedia sarana prasarana untuk keselamatan pasien.
c. Pelaporan insiden keselamatan pasien,
dengan membuat format pelaporan mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan masalah yang mengakibatkan pasien cedera
seperti pasien jatuh karena lantai licin, dan lain-lain.
d. Analisis dan tindak lanjut, membuat analisa
terhadap temuan masalah yang mengakibatkan pasien cedera dan
kemudian melakukan rencana tindak lanjut untuk penanganan
selanjutnya.
e. Penerapan Manajemen Resiko, melakukan
kegiatan audit internal terhadap unit-unit layanan secara
berkesinambungan untuk melihat seberapa jauh tingkat safety atau
keamanan yang di punyai oleh unit pelayanan klinis tersebut.
BAB VIII
PENGUKURAN,ANALISIS DAN PENYEMPURNAAN
A. Umum
Untuk mengukur kepuasan pelanggan,dilakukan survey kepuasan pelanggan
internal dan eksternal.Kepuasan eksternal sasaran pasien yang berkunjung ke
puskesmas.Sedangkan kepuasan pelanggan internal dengan sasaran semua
karyawan puskesmas.
1. Kepuasan pelanggan dilaksanakan 2 kali setahun
2. Audit internal dilaksanakan 2 kali setahun
3. Tinjauan Manajemen diaksanakan 2 kali setahun
4. Pemantauan dan pengukuran proses dilaksanakan
2 kali setahun
5. Pemantauan dan pengukuran hasil dilakukan 2 kali
setahun

B. Pengendalian
Jika ada hasil yang tidak sesuai dilakukan oleh tim manajemen mutu
pelayanan klinis.

C. Analisis data
Dikelompokan menurut capaian hasil kinerja kepuasan pelanggan, dicari unsur
yang penyebab terhadap masalah kepuasan pelanggan

D. Peningkatan berkelanjutan
Seluruh karyawan puskesmas berkomitmen dalam upaya perbaikan yang
berkesinambungan

E. Tindakan Korektif
Diperlukan agar tidak terjadi pengulangan kesalahan yang sama.

F. Tindakan preventif
Diperlukan untuk mencegah kesalahan yang dilakukan oleh petugas upaya
puskesmas

G. Pemantauan dan pengukuran


1. Kepuasan pelanggan: dilaksanakan 2 kali setahun
2. Audit internal: dilaksanakan 2 kali setahun
3. Tinjauan Manajemen : Dilaksanakan 2 kali setahun
4. Pemantauan dan pengukuran hasil layanan: dilakukan 2 kali

BAB IX
PENUTUP

Manual mutu ini disusun oleh Tim Manajemen Mutu UPTD Puskesmas Pulokulon I
sebagai acuan dalam proses kegiatan manajemen mutu puskesmas dan juga
digunakan sebagai implementasi dari sistem manajemen mutu akreditasi Puskesmas
Pulokulon I.
Dengan mematuhi pedoman ini diharapkan tidak terjadi kesalahan dalam
memberikan pelayanan sehingga mutu pelayanan dapat dioptimalkan, yang pada
akhirnya dapat mencapai kepuasan pelanggan.
DAFTAR PUSTAKA

1. Pedoman Penyusunan Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama,


Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Direktorat Bina Upaya Kesehatan
dasar Tahun 2015;
2. Pedoman Penyusunan Dokumen Akreditasi UPTD Puskesmas Pulokulon I,
Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Tahun 2018.

Panunggalan, 02 Januari 2018


Kepala Puskesmas PULOKULON I

dr. RINI ARIYANTI


NIP. 196712312002122015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Pedoman Manual Mutu UPTD
Puskesmas Pulokulon I telah dapat tersusun dengan baik, Pedoman mutu ini
disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam membangun sistem
manajemen mutu, baik untuk penyelenggaraan upaya puskesmas maupun
untuk penyelenggaraan pelayanan klinis.

Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
penyusunan pedoman manual mutu ini, besar harapan bermanfaat bagi
kemajuan UPTD Puskesmas Pulokulon I

Panunggalan, 2 Januari 2018


Kepala Puskesmas PULOKULON I

dr. RINI ARIYANTI


NIP. 196712312002122015