Вы находитесь на странице: 1из 17

LAPORAN PRAKTEK PROSES PRODUKSI

MEMBUAT TUAS PEMUTAR

Disusun Oleh :

KELOMPOK 1

Abdul aziz (1623001)

Dicky maulana yusuf (1523003)

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MANDALA


TEKNIK ELEKTRO D3
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur sepantasnya saya haturkan kepada tuhan yang maha esa,atas
nikmat dan karunianya saya dapat menyelesaikan laporan praktikum proses
produksi ini,dengan bantuan rekan rekan dan asisten lab mesin.

Laporan ini di buat sebagai data laporan akhir dari berbagai kegiatan yang
pernah di jalankan selama praktikum regular di laboratorium teknik mesin, dalam
melakukan penyelesaian laporan akhir ini penulis di bantu teman teman dan
asisten lab mesin.dalam hal ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu kelancaran pembuatan laporan tersebut.

Penyusun menyadari, bahwa dalam pembuatan dan penyusunan laporan


akhir praktikum ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu,
kekurangan yang ada akan menjadi sebuah pelajaran bagi penulis, maka dengan
senang hati penyusun menerima kritik dan saran yang membangun dari semua
pihak.

Penyusun berharap, semoga laporan ini dapat membawa manfaat dan


menambah pengetahuan bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.

Bandung, Desember 2017

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semakin maju dan


berkembang dengan pesat sehingga menimbulkan persaingan yang ketat. Secara
otomatis ada tuntutan agar selalu berkreatifitas dan terus mengikuti
perkembangan tersebut, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.
Manusia dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada disekelilingnya, hingga
menjadi sesuatu yang layak pakai dan memiliki guna serta nilai jual yang tinggi.
Oleh karena itu, perlu diadakannya kuliah praktikum sebagai tindak lanjut dari
teori yang telah diberikan sebelumnya.

Proses produksi juga merupakan ilmu yang mempelajari tentang cara


pembuatan produk. Aplikasi teori praktikum proses produksi juga merupakan
suatu mata kuliah pada semester 3 di jurusan Teknik Elektro, yang mempelajari
berbagai mekanisasi, yang meliputi : Pengenalan Alat Bangku, Kerja Plat, dan
Penyambungan Logam. Hal tersebut sangatlah penting untuk tidak sekedar
diketahui, namun harus di aplikasikan. Melalui sebuah praktikum, maka dapat
diketahui, dipelajari dan dianalisa berbagai proses produksi, yang kemudian dapat
menjadi suatu dasar atau pedoman dalam menciptakan suatu desain ataupun suatu
produk dengan mengaplikasikan sistem mekanisasi tersebut.

1.2 Pembatasan Masalah

Untuk memperjelas ruang lingkup permasalahan dan kalkulasinya, maka dalam


penulisan laporan akhir ini perlu adanya batasan-batasan masalah yang akan
diuraikan yaitu teori yang membahas tentang Pengenalan Alat Bangku, Kerja Plat
dan Penyambungan Logam. Kemudian praktikan wajib membuat laporan hasil
praktikum berupa laporan akhir.
1.3 Tujuan Penulisan

Secara garis besar tujuan diadakanya Praktikum Proses Produksi ini, antara

lain :

1. Dapat mengaplikasikan teori yang mempelajari tentang proses produksi,


khususnya Pengenalan Alat Bangku, Kerja Plat, dan Penyambungan
Logam.

2. Dapat mengetahui dan menganalisa system kerja dari Pengenalan Alat


Bangku, Kerja Plat, dan Penyambungan Logam.

3. Diharapkan mahasiswa mengerti tantang proses produksi dan semua hal


yang berhubungan dengan proses produksi serta dapat mempraktikannya
dalam kehidupan sehari-hari.

4. Dapat menciptakan lapangan pekerjaan, tentunya dapat menerapkan ilmu


yang didapat dari bangku perkuliahan secara terpadu dan terperinci,
sehingga berguna bagi perkembangan industri di Indonesia.

1.4 Metode Penulisan

Dalam penyusunan laporan akhir ini, penulisan melakukan praktikum dan


pengambilan data yang diperlukan guna menganalisa permasalahan yang dibahas
dalam penulisan laporan akhir ini. Penulis melakukan kegiatan dengan beberapa
metode antara lain :

1. Studi Pustaka

Penulis mengumpulkan teori dan bahan dari modul Proses Produksi yang
menyangkut permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan.

2. Studi Lapangan

Penulis mengamati dan mengambil data yang telah dilakukan di


laboratorium teknik mesin pada saat kegiatan praktikum.
3. Metode Gabungan

Yaitu penulisan menggunakan kedua metode tersebut di atas dalam


penyusunan laporan akhir.
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 PENGENALAN ALAT BANGKU

Ada beberapa macam jenis alat tangan gores yang dipergunakan pada
pekerjaan mesin atau kerja bangku.

2.1.1 Penitik dan Batang Penggores

a. Penitik

Penitik adalah alat yang digunakan untuk membuat lubang pada benda
kerja. Penitik terbuat dari bahan baja karbon tinggi yang dikeraskan. Sedangkan
ujungnya runcing membentuk sudut 30° sampai 90°.

Gambar 2.1 Penitik

Cara penggunaannya dengan memegang penitik menggunakan tangan kiri,


tempatkan pada benda kerja. Penitik harus tegak lurus dengan banda kerja. Penitik
dipukul dengan menggunakan palu satu kali dengan pemukul yang ringan, serta
periksa posisinya jika sudah tepat baru dipukul dengan kuat agar didapatkan titik
yang jelas, dengan syarat jangan terlalu keras.
b. Batang Penggores
Batang penggores (alat gores) adalah suatu alat untuk menarik garis-garis
gambar pada permukaan benda kerja yang akan di kerjakan selanjutnya. Alat
penggores ini terbuat dari bahan baja perkakas, di mana bagian badannya dibuat
kartel (gerigi) agar tidak lincin pada waktu di pegang. Salah satu atau kedua
ujungnya dibuat runcing membentuk sudut ±30°.

Gambar 2.2 Batang penggores dan penggunaannya

Cara penggunaan alat gores adalah sebagai berikut: Untuk mendapatkan garis lurus di
atas benda kerja, penggores harus dimiringkan membentuk sudut 20° sampai 25°. Dan
Tekan penggores pada benda kerja. Condongkan penggores kearah maju. Untuk
mendapatkan garis lurus ataupun sudut siku, maka kita juga perlu menggunakan alat
bantu seperti mistar baja ataupun penggaris siku.
2.1.2 Jangka Penggores

Jangka penggores atau disebut juga jangka tusuk terbuat dari baja perkakas atau
baja lenting yang bagian ujungnya dikeraskan. Jangka ini di gunakan untuk :

a. Membuat garis busur atau garis lingkaran

b. Mengukur suatu jarak

c. Membagi jarak yang panjang

d. Melukis suatu sudut

Cara penggunaannya dengan cara tentukan terlebih dahulu berapa panjang yang
diinginkan untuk membuat diameter pada penda kerja, dengan alat bantu seperti mistar
baja atau busur derajat. Dan setelah itu jangka penggores di tekan dan di putar searah
jarum jam untuk menghasilkan diameter yg diinginkan.
2.1.3 Meja Perata
Meja Perata ini berfungsi untuk menguji kerataan permukaan. Selain itu meja
datar di gunakan untuk meletakkan benda kerja serta alat-alat menggambar. Biasanya
meja perata (surface table) terbuat dari besi tuang, keramik atau batu granit. Alat ini
dipergunakan sebagai landasan untuk memukul atau meratakan benda kerja yang
bengkok. Harus diusahakan agar permukaan meja datar ini tidak rusak atau cacat, dan
hasil lukisan atau pekerjaan yang dikerjakan tetap baik.

2.2 Peralatan Utama Pada Kerja Bangku

2.2.1 Pahat Tangan

Pahat,tangan (jenis pahat dingin) digunakan untuk memahat atau menyayat


benda kerja dalam keadaan dingin. Peralatan tersebut merupakan peralatan pokok untuk
membuat celah sambungan, melubangi dan membentuk benda kerja. Pahat dan alat
pencukil untuk memotong kayu, membuat celah dan melubangi harus dipukul dengan
palu atau malet. Bentuk ujung pahat disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan cara
penggunaannya.

Gambar 2.3 Pahat

Menurut bentuk dan kegunaannya, pahat dingin dibagi menjadi bermacam-macam


yaitu :
a. Pahat plat/pipih, mempunyai kegunaan yang luas. Misalnya untuk meratakan
bidang, pengikisan bidang cembung, memotong plat, baut dan paku keling.

b. Pahat alur/silang, digunakan untuk membuat alur.

c. Pahat dam, digunakan untuk memotong bahan yang tebal, umumnya diawali
dengan pengeboran secara bederet.
d. Pahat setengah bulat/kuku, digunakan untuk membuat alur bulat dan juga untuk
meralat permukaan pengeboran yang salah.

e. Pahat diamond, digunakan untuk membersihkan sudut-sudut dalam, membuat


alur V, serta meralat permukaan pengeboran yang salah.
2.2.2 Gergaji Tangan

Gergaji tangan merupakan alat pemotong dan pembuat alur sedehana. Pada
bagian sisi dari daun gergaji tangan tersebut terdapat gigi pemotong yang dikeraskan.

Bahan dari daun gergaji ini terbuat dari baja perkakas (tool steel),baja kecepatan
tinggi (High Speed Steel) dan baja tungsten. Sifat dari daun gergaji tangan fleksibel atau
melentur dengan maksud agar tidak mudah patah.

2.2.3 Kikir

Kikir terbuat dari baja karbon tinggi yang ditempa dan disesuaikan dengan
ukuran panjang, bentuk, jenis dan gigi pemotongnya. Adapun fungsi utama dari kikir
adalah untuk mengikir dan meratakan permukaan benda kerja, Ukuran panjang sebuah
kikir adalah panjang badan ditambah dengan tangkainya.

Gambar 2.4 Kikir

Derajat kekerasan kikir adalah kasar, setengah kasar dan sangat halus. Guratan
tunggal dipergunakan untuk mengikir logam lunak. Guratan ganda dipergunakan untuk
pekerjaan yang bersifat umum. Satu set guratan membuat sudut 45°, yang lain 70°,
kedua-duanya terhadap sumbu memanjang kikir. Guratan parut digunakan untuk
pekerjaan kasar pada bahan lunak, misalnya alumunium.
Kikir mempunyai bermacam-macam bentuk dan kegunaannya, antara lain:

a. Kikir plat, untuk pengikiran bidang rata

b. Kikir pilar, untuk pengikiran bidang yang besar


c. Kikir segiempat, untuk pengikiran penampang persegi maupun lubang segiempat

d. Kikir segitiga, untuk pengikiran lubang segitiga maupun runcing 60° atau lebih

e. Kikir pisau, untuk pengikiran alur pasak dan ekor

f. Kikir bulat, untuk pengikiran lubang bulat, ronga cekung

g. Kikir setengah bulat, sisi ratanya untuk mengikir bidang rata dan sisi bundar
untuk mengikir rongga bundar/cekung

h. Kikir silang, untuk pengikiran lekukan dan pembulatan.

Hal yang harus diperhatikan pada saat mengikir :

a. Tinggi ragum terhadap orang yang bekerja.

b. Pencekaman benda kerja.

c. Pemegangan kikir.

d. Posisi kaki dan badan.

e. Gerakan kikir.

f. Kebersihan kikir.

a. Jika memulai mengikir, tekanan yang besar harus terdapat pada tangan kiri dan
tekanan ringan pada tangan kanan.

b. Tekanan kedua tangan itu harus sama, manakala kikir berada di tengah-tengah
benda kerja yang dikikir.

c. Jika kedudukan kikir sudah di ujung langkah, maka tekanan tangan kiri harus
ringan dan tangan kanan dalam keadaan maksimal.
2.2.4 Tap dan Snei

Tap digunakan untuk membuat ulir dalam secara manual. Sedangkan snei
digunakan untuk membuat ulir luar secara manual. Tap berbentuk batang berulir luar
yang mempunyai sisi alur 3 atau 4. Satu set tap berisi 3 buah, yaitu nomer 1 untuk awal
pembuatan ulir, nomer 2 untuk perluasan ulir dan nomer 3 untuk finishing. Dilengkapi
dengan tangkai tap yang panjang lengan pemutar disesuaikan besar kecilnya diameter
tap.

Untuk menentukan lubang bor yang akan ditap, maka kita harus tahu berapa
diameter mata bor (twist drill) yang akan digunakan

2.2.5 Ragum/ Tanggem dan Vice Klem

Ragum adalah suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir,
dipahat, digergaji, di tap, di snei, dan lain lain. Ragum ini dibuat dengan cara di cor dan
dituang untuk ragum ukuran besar.

Cara penggunaannya dengan cara memutar tangkai (handle) ragum. Maka mulut
ragum akan menjepit atau membuka/melepas benda kerja yang sedang dikerjakan.

Vice Klem adalah plat baja yang salah satu sisi diberi karton, fungsinya untuk
melindungi benda kerja agar tidak tergores saat dicekam pada ragum.

Gambar 2.5 Ragum

2.2.6 Mesin Bor

Mesin bor adalah suatu jenis mesin yang gerakannya memutarkan alat pemotong
yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan
pelubangan). Sedangkan pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk
bulat dalam lembaran kerja dengan menggunakan pemotong berputar disebut bor.

Jenis-jenis mesin bor dan kegunaanya, antara lain :

1. Mesin Bor Meja, digunakan untuk membuat lubang benda kerja dengan
diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16mm).

2. Mesin Bor Tangan (Pistol), digunakan untuk melubangi kayu, tembok


maupun pelat logam.

3. Mesin Bor Radial, digunakan untuk pengeboran benda-benda kerja yang


besar dan berat.

4. Mesin Bor Tegak (Vertical Drilling Machine), digunakan untuk mengerjakan


benda kerja dengan ukuran yang lebih besar, dimana proses pemakanan dari
mata bor dapat dikendalikan secara otomatis naik turun.

5. Mesin Bor Koordinat, digunakan untuk membuat/membesarkan lubang


dengan jarak titik pusat dan diameter lubang antara masing-masingnya

memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi.


Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan mesin bor:

1. Kelengkapan mesin bor

2. Jenis bahan yang akan di Bor

3. Pelumasan

4. Ukuran garis tengah bor

5. Arah putaran dan kecepatan putaran mesin bor

6. Pencegahan kecelakaan

2.3 Alat-alat Ukur yang sering dipakai Kerja Bangku

a. Mistar Baja

b. Jangka Sorong

c. Mikrometer Sekrup

d. Busur Derajat

2.4. Langkah Kerja


1. Siapkan gambar dan peralatan yang di butuhkan

2. Pasang benda pada ragum dengan posisi tegak lurus dengan sisi yang lebar ada pada
bagian atas

3. Potong dan Kikir bidang satu tersebut hingga rata. Sehingga ukuran tepat dengan
gambar

4. Kikir bidang dua yang bersebelahan dengan bidang satu, hingga rata dan siku dengan
bidang Satu

5. Kikir bidang tiga hingga rata dan siku dengan bidang satu dan dua

6. Kikir bidang empat hingga rata dan siku dengan bagian satu dan dua. Serta mencapai
ukuran seperti pada gambar

7. Kikir bidang lima hingga rata dan siku dengan bidang satu,dua, dan empat.

Setelah selesai mengikir memotong keenam bidang dan mencapai ukuran yang di
tentukan, mulailah untuk melukis :

1. Lukis benda kerja dengan menggunakan kapur yang di basahi dulu

2. Tentukan titik-titik yang akan dibor dengan mistar

3. Tentukan sudut kemiringan yang di tentukan, dengan menggunakan busur derajat

4. Tentukan radius dengan menggunakan mal

5. Jika semua sudah tandai dengan penitik atau penggoreagar tidak terhapus

Setelah selesai melukis mulai dengan pekerjaan selanjutnya yaitu BOR :

1. Pasang benda kerja pada mesin bor

2. Pasang mata bor pada mesin bor

3. Lakukan pengeboran mulai dari bor center, Ø6 dan Ø10


Setelah selesai melakukan proses pengeboran lakukan proses mengikir dalam :

1. Pasang benda kerja pada ragum

2. Gunakan kikir kotak agar mudah melakukan kikir dalam

3. Jika merasa kurang bulat lingkarannya kikir kembali menggunakan kikir bulat

Proses pembentukan benda 1

1. Lakukan pengikiran pada bidang yang sudah di tandai untuk dimiringkan dengan sudut
yang sudah di tentukan, dan sesuai dengan gambar kerja

2. Lakukan pengikiran radius, sesuai dengan gambar kerja. Untuk hasil yang lebih baik
mengikir radius gerakan kikir harus di ayunkan.

3. Lakukan pengikiran miring seperti yang ada pada gambar kerja, serta ukurannya harus
sama.

4. Lakukan finishing

5. Cek kembali benda jika ada yang salah atau terlewat

6. Gunakan alat ukur yang di sediakan dengan benar.

Hingga berbentuk seperti ini

7 pengetapan menggunakan tap m6x1.0 dibidang seperti gambar


Membuat pegangan tuas

1. potong besi berbentuk slinde diameter 18mm dengan panjang 20mm


2. kemudian kikir slinder berikut sehingga berbentuk seperti

3. Dan bor dengan ukuran diameter 6

Membubut as pemegang tuas

1. Siapkan slinder ber diameter 8 mm dengan panjang 26


2. kemudian masukan ke mesin bubut hingga menyerupai dengan gambar

3. setelah selesai haluskan bidang bidang yang kasar bekas pembubutan

Perangkaian ketiga buah benda

1. masukan as pada pemegang tuas dan masukan ke benda 1


2. kemudian las as pada benda 1 agar pemegang tuas terkunci dan diharuskan pemegang
tuas masih bebas berputar
3. bersihkkan bekas lasan dengan kikir agar rata dengan benda 1
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum proses produksi yang kami dapatkan di


Laboratorium Teknik Mesin, maka kami dapat mengambil data-data yang terkait
dalam proses praktikum tersebut seperti tentang Pengenalan alat bangku, kerja
plat, dan penyambungan logam. Yang di gunakan untuk mengetahui tentang tata
cara proses pembuatan produk. Hingga dapat kami simpulkan diantaranya :

1. Praktikan dapat menerapkan dan mengaplikasikan teori tentang proses


produksi yang telah di pelajari sebelumnya, khususnya pengenalan alat
bangku, kerja plat, dan penyambungan logam.

2. Pada proses pembuatan benda kerja di butuhkan waktu yang lama dan
proses pengerjaan yang harus teliti agar memperoleh hasil yang
maksimal, karena pada proses pembuatan benda kerja tersebut banyak
bermacam-macam ukuran.

3. Pada proses pembuatan benda kerja cenderung lebih banyak peralatan


yang digunakan seperti, kikir, gergaji tangan, bor dll.

4.2 Saran

Dalam proses praktikum yang dilakukan di laboratorium Teknik Mesin


tentu saja masih banyak kekurangan yang praktikan dapatkan, oleh sebab itu agar
proses praktikum dapat berjalan lebih baik lagi di masa mendatang, kami akan
memberikan beberapa saran yang bersifat membangun untuk kemajuan
Laboratorium Teknik Mesin, diantaranya :
1. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan waktu yang tepat maka
diperlukan alat-alat yang lebih lengkap dan gunakan peralatan yang
masih dalam kondisi baik.

2. Kebersihan laboratorium harus tetap terjaga dengan baik, guna


menjadikan laboratorium teknik mesin yang aman dan nyaman untuk
kepentingan bersama.
3. Untuk yang terlibat dalam praktikum baik praktikan maupun asisten
dosen harus menjalin komunikasi yang baik, apabila ada kesulitan
dalam praktikum bisa saling membantu.