You are on page 1of 1

Kangkung Darat

(Ipomoea reptana Poir)

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae (suku kangkung-kangkungan)
Genus : Ipomoea
Spesies : Ipomoea reptana Poir.

Morfologi :
Sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya akar menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman
60 hingga 100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 150 cm atau lebih. Batang bulat dan berlubang, berbuku-buku,
banyak mengandung air. Warna batang hijau pekat, tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daunnya.
Bentuk daun umumnya runcing ataupun tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, dan permukaan daun
bagian bawah berwarna hijau muda.

Anatomi:
akar kangkung memiliki epidermis, endodermis, korteks, serta pembuluh pengangkut. Tipe berkas pengangkut radial, tipe
tetra arch. Batang terdiri atas peridermis, korteks dan stele. Berkas pengangkut tipe bikolateral. Bagian permukaan bawah
daun banyak terdapat stomata bertipe parasitik, terdapat klorplas yang didalamnya terdapat klorofil untuk berfotosintesis.
Daun terdiri atas epidermis atas, mesofil dan epidermis bawah. Stoma tipe panerofor, parasitic dengang 2 sel tetangga.

Fisiologi:
kangkung dapat menghasilkan metabolit sekunder yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia, merupakan tanaman
yang mengandung serat tinggi.

Kegunaan:
Mengatasi Sembelit, Mengatasi Insomnia, Kesehatan Ginjal,Mencegah Anemia

Kandungan Kimia:
Mengandung protein, mineral (kalsium, fosfor, besi), vitamin (A, B1, C, Karoten), hentriakontan, dan sitosterol