You are on page 1of 10

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENYELESAIKAN OPERASI

PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MELALUI


KOMBINASI MODEL QUANTUM TEACHING DENGAN MODEL
KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS
(STAD) DI KELAS IV SDN ANJIR PASAR KOTA 2 KABUPATEN
BARITO KUALA

HERDAYANTI
Yantiherda303@gmail.com

Abstract: This study aims to determine the activities of teachers, students and
student learning outcomes by implementing a combination of Quantum Teaching
models with the type cooperative model Student Team Achievement Divisions
(STAD). This type of research is the Classroom Action Research (PTK). The
research subject is a child class IV SDN Anjir Pasar Kota 2 District Barito Kuala
in the second semester 2015/2016. The results showed aktivifitas teachers,
students, and student learning outcomes has increased.

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, siswa dan hasil
belajar siswa dengan menerapkan kombinasi model Quantum Teaching dengan
model kooperatif tipe Student Team Achievement Divisions (STAD). Jenis
penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini
adalah anak Kelas IV SDN Anjir Pasar Kota 2 Kabupaten Barito Kuala pada
tahun 2015/2016 semester II. Hasil penelitian menunjukkan aktivifitas guru,
siswa, dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan.

Kata Kunci : Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat, Model


Quantum Teaching dan STAD

1
PENDAHULUAN menjelaskan keterkaitan antar konsep
Matematika merupakan salah dan mengaplikasikan konsep dan
satu bidang studi yang ada pada mengaplikasikan konsep alogaritma,
jenjang pendidikan, mulai dari secara lowes, akurat, efisien, dan
tingkat sekolah dasar hingga tepat dalam pemecahan masalah;(2).
perguruan tinggi. Belajar matematika Menggunakan penalaran pada pola
merupakan suatu syarat cukup untuk dan sifat, melakukan manipulasi
melanjutkan pendidikan kejenjang matematika dalam membuat
berikutnya. Karena dengan belajar generalisasi, menyusun bukti, atau
metematika, akan bernalar secara menjelaskan gagasan dan pernyataan
kritis, kreatif, dan aktif. Matematika matematika;(3). Memecahkan
merupakan ide-ide abstrak yang masalah yang meliputi kemampuan
berisi simbol-simbol, maka konsep- yang meliputi kemampuan
konsep matematika harus dipahami memahami masalah, merancang
terlebih dahulu. Pada usia sekolah model dan menafsirkan solusi yang
dasar (7-8 tahun hingga 12-13 diperoleh;(4). Mengkomunikasikan
tahun), menurut teori kognitif Piaget gagasan dengan simbol, tabel,
termasuk pada tahap operasional diagram, atau media lain untuk
konkret. Berdasarkan perkembangan memperjelas keadaan masalah;(5).
kognitif ini, maka anak usia sekolah Memiliki sikap menghargai
dasar pada umumnya mengalami kegunaan matematika dalam
kesulitan dalam memahami kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin
metematika yang bersifat abstrak. tahu, perhatian dan minat dalam
Karena keabstrakannya matematika mempelajari matematika, serta sikap
tidak mudah untuk dipahami oleh ulet dan percaya diri dalam
siswa sekolah dasar pada umumnya pemecahan masalah.
(Susanto, 2013:221). Proses pembelajaran
Tujuan matematika adalah matematika diharapkan dapat
agar peserta didik memiliki berjalan dengan baik, sehingga siswa
kemampuan sebagai berikut: (1). mencapai target yang telah
Memahami konsep matematika, ditentukan. Namun kenyataannya di

2
lapangan, sangatlah sulit untuk pada tahun 2014/2015 nilai rata-rata
membuat peserta didik mendapatkan yang diperoleh siswa adalah 56,48
hasil yang memuaskan dalam belajar, dengan kriteria ketuntasan minimal
hampir dalam setiap materi 6,50.
pembelajaran yang disuguhkan
Berdasarkan wawancara dapat
kepada mereka selalu saja ada
diketahui Rendahnya hasil belajar
kendala yang menyebabkan
matematika pada materi operasi
rendahnya nilai hasil belajar yang
hitung penjumlahan dan
mereka peroleh.
pengurangan bilangan bulat tersebut
Hal ini seperti yang dialami
disebabkan, karena siswa merasa
oleh salah satu sekolah dasar negeri
bosan dan kurang tertarik mengikuti
tepatnya di SDN Anjir Pasar Kota 2
proses pembelajaran sehingga siswa
Kabupaten Barito Kuala. Menurut
hanya diam mendengarkan
informasi yang diperoleh pada
penjelasan dari guru lalu
tanggal 16 Februari 2016, di kelas
mengerjakan soal yang
tersebut bahwa siswa mengalami
mengakibatkan rendahnya hasil
kesulitan mempelajari matematika
belajar serta aktivitas siswa.
khususnya pada materi operasi
Penjumlahan dan Pengurangan Jika permasalahan ini tidak
bilangan bulat. Kemudian hasil ditangani atau dibiarkan begitu saja
belajar siswa kelas 4 pada materi maka yang terjadi adalah: siswa akan
operasi Penjumlahan dan mengalami kesulitan dalam
Pengurangan Bilangan Bulat dalam memahami materi yang berkaitan
hasil belajar siswa yang berada dengan bilangan bulat, siswa juga
dibawah Kriteria Ketuntasan tidak akan mencapai hasil belajar
Minimal (KKM) terbukti dari nilai yang memenuhi kriteria ketuntasan
rata-rata siswa pada tahun 2013/2014 minimal, sedangkan kriteria
yang memperoleh nilai rata-rata ketuntasan minimal setiap tahunnya
48,89 yang artinya belum memunuhi bertambah.
kriteria ketuntasan yang telah
ditetapkan yakni 6,00. Sedangkan

3
Keberhasilan suatu sehingga pembelajaran membawa
pembelajaran dapat diukur dari kesuksesan. Model Quantum
keberhasilan siswa yang mengikuti Teaching menguraikan cara-cara
pembelajaran tersebut. Sementara baru yang memudahkan proses
hasil yang baik harus didukung oleh belajar lewat pemaduan unsur seni
proses pembelajaran yang dan pencapaian-pencapaian yang
berkualitas, yakni proses terarah, apapun mata pelajarannya
pembelajaran yang mampu (Deporter 2010:84).
melibatkan aktivitas siswa. Quantum
Model Quantum Teaching
Teaching sebagai salah satu model
menjadikan segala sesuatu berarti
pembelajaran yang mengedepankan
dalam proses belajar mengajar, setiap
keaktifan, kebermaknaan, sekaligus
kata, pikiran, dan tindakan. Quantum
sangat memperhatikan suasana dan
Teaching merupakan sebuah model
lingkungan yang menyenangkan
untuk mempraktekkan Quantum
telah berhasil dipraktekkan oleh
Learning di ruang-ruang kelas,
banyak kalangan di dunia
berusaha memberikan kiat-kiat,
pendidikan.
petunjuk, dan seluruh proses yang
Model Quantum Teaching dapat menghemat waktu,
merupakan salah satu model yang mempertajam pemahaman dan daya
dilukiskan mirip sebuah orkestra, ingat, membuat belajar sebagai suatu
dimana kita sedang memimpin proses yang menyenangkan dan
konser saat berada diruang kelas, bermanfaat.
karena disitu membutuhkan
Sedangkan strategi dari model
pemahaman terhadap karakter murid
pembelajaran kelompok yang sesuai
yang berbeda-beda sebagaimana alat-
dengan operasi bilngan bulat, salah
alat musik yang berbeda pula.
satunya adalah dengan menggunakan
Karenanya Quantum Teaching
strategi pembelajaran kooperatif
mengajarkan agar setiap karakter
model tipe Student Team
dapat memiliki peran dan terlibat
Achievement Divisions (STAD).
aktif dalam proses belajar mengajar
Strategi pembelajaran kooperatif

4
model Student Team Achievement adalah pendekatan kualitatif. Jenis
Divisions (STAD) merupakan penelitian yang di gunakan dalam
strategi pembelajaran kelompok yang penelitian ini adalah PTK. Penelitian
akhir-akhir ini menjadi perhatian dan ini ndilaksanakan dengan 2 siklus,
dianjurkan para ahli pendidikan satu siklus dilaksanakan dalan 2 kali
untuk digunakan, karena pertemuan. Sesuai dengan jenis
pembelajaran kooperatif Student penelitian yang dipilih yaitu
Team Achievement Divisions penelitian tindakan kelas, maka
(STAD) merupakan bentuk peneliti ini menggunakan model
pembelajaran yang dapat penelitian tindakan dari (Arikunto,
memperbaiki sistem pembelajaran 2010:17-23) Secara garis besar
yang selama ini memiliki kelemahan terdapat empat tahapan dalam
(Wina Sanjaya, 2006:240). penelitian tindakan, yaitu
Perencanaan (Planning), pelaksanaan
Berdasarkan masalah dan
(Acting), Pengamatan (Observing),
alternatif tindakan diatas, maka
refleksi (Reflecting). Adapun tujuan
peneliti tertarik untuk melaksanakan
dari Penelitian tindakan kelas antara
penelitian tindakan kelas dengan
lain bertujuan untuk untuk
judul “Meningkatkan hasil belajar
memperbaiki dan meningkatkan
menyelesaikan operasi penjumlahan
mutu proses dan hasl pembelajaran,
dan pengurangan bilangan bulat
memecahkan atau mengatasi masalah
melalui Kombinasi model Quantum
pembelajaran, meningkatkan
Teaching dengan model kooperatif
profesionalisme pendidik dan
tipe Student Teams Achievement
menumbuhkan budaya akademik
Divisions (STAD) di kelas IV SDN
(Iskandar, 2012:33).
Anjir Pasar Kota 2 Kabupaten
Barito Kuala”. Jenis data yang digunakan dalam
Penelitian tindakan ini yaitu data
METODE
kualitatif dan data kuantitatif. 1)
Pendekatan penelitian yang Data kualitatif berupa hasil observasi
digunakan dalam penelitian ini aktivitas siswa dalam pembelajaran

5
baik secara individu maupun pembelajaran yang dilakukan belum
kelompok dan dianalisis 2) Data melibatkan siswa secara aktif, situasi
kuantitatif adalah Analisis dilakukan pembelajaran kurang menarik
dengan cara menghitung ketuntasan pembelajaran cenderong didominasi
individual dan ketuntasan klasikal oleh guru, sehingga proses
data yang dipaparkan dalam bentuk pembelajaran hanya berjalan satu
angka-angka berupa data hasil arah. Hal seperti itu menyebabkan
belajar siswa. siswa tidak termotivasi untuk belajar.
Sehingga berakibat terhadap
HASIL DAN PEMBAHASAN
rendahnya hasil belajar siswa kelas
Berdasarkan hasil pengamatan IV pada mata pelajaran Matematika,
dan wawancara dengan guru, kenyataan ini terbukti dengan nilai
masalah yang dihadapi oleh siswa rata rata kelas pada mata pelajaran
kelas IV SDN Anjir Pasar Kota 2 Matematika yang berada dibawah
Kabupaten Barito Kuala, khususnya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
untuk mata pelajaran Matematika terbukti dari nilai rata-rata siswa
semester II materi Operasi pada tahun 2013/2014 yang
penjumlahan dan pengurangan memperoleh nilai rata-rata 48,89
bilangan bulat adalah dampak yang yang artinya belum memunuhi
timbul sebagai akibat dari kenyataan kriteria ketuntasan yang telah
itu selama proses pembelajaran ditetapkan yakni 6,00. Sedangkan
mengajar berlangsung siswa pasif pada tahun 2014/2015 nilai rata-rata
kurang bersemangat dan merasa yang diperoleh siswa adalah 56,48
jenuh. Akhirnya membuat siswa dengan kriteria ketuntasan minimal
tidak termotivasi dalam 6,50.
pembelajaran, sehingga hasil belajar Jika dilihat dari masih
siswa menjadi kurang maksimal. rendahnya nilai siswa dalam mata
Rendahnya hasil belajar ini pelajaran Matematika tersebut di
disebabkan oleh beberapa faktor atas, dapat diambil kesimpulan
diantaranya yaitu kurangnya sementara bahwa permasalahan
penguasaan siswa terhadap materi, tersebut terletak pada cara/metode

6
yang digunakan selama ini kurang pada mata pelajaran Matematika
menarik dan sangat jarang materi operasi penjumlahan dan
melibatkan siswa dalam pengurangan bilangan bulat di kelas
pembelajaran, sehingga siswa IV SDN Anjir Pasar Kota 2
terkesan pasif, maka sangatlah tepat Kabupaten Barito Kuala. Adapun
jika seandainya diberikan hasil observasi dan evaluasi pada
kesempatan yang luas pada siswa penelitian ini baik siklus I maupun
untuk melatih diri sesering mungkin. siklus II dapat dipaparkan sebagai
Dalam model pembelajaran berikut:
yang tepat dengan melibatkan peran
Aktivitas guru dalam
siswa secara aktif dalam kegiatan
pembelajaran pada kedua siklus ini
belajar mengajar sehingga dapat
memiliki adanya kesamaan dan juga
meningkatkan minat siswa Model
adanya peningkatan dan dapat dilihat
pembelajaran yang dapat digunakan
dari hasil observasi aktivitas guru
untuk mengembangkan potensi siswa
yaitu siklus I pertemuan I
yaitu dengan kombinasi model
memperoleh skor 67,85 dengan
Quantum Teaching dengan model
kategori “Baik” dan pertemuan II
kooperatif tipe Student Team
memperoleh skor 75 dengan kategori
Achievement Divisions (STAD).
“Baik” sedangkan siklus II
Penelitian ini dilaksanakan
pertemuan I memperoleh skor 85,71
dalam 2 siklus yaitu siklus I dan II,
dengan kategori “Sangat Baik” dan
masing-masing siklus dilsanakan dua
pertemuan II memperoleh skor 89,28
kali pertemuan Pembahasan hasil
dengan kategori “Sangat Baik”. Jadi
penelitian ini didasarkan pada hasil
aktivitas guru dengan menggunakan
pengamatan dilanjutkan dengan
kombinasi model Quantum Teaching
refleksi pada setiap siklus tindakan
dengan Model Kooperatif tipe
pembelajaran dengan kombinasi
Student Team Achievement Divisions
model Quantum Teaching dengan
(STAD). mengalami peningkatan
model kooperatif tipe Student Team
pada setiap siklusnya.
Achievement Divisions (STAD) yang
dilaksanakan pada siklus I dan II

7
Dari paparan diatas maka dapat kedua yaitu 83.87 % dengan katagori
dikatakan bahwa kemampuan guru (Sangat Aktif). Jadi aktivitas siswa
dalam pemilihan model dengan menggunakan model Role
pembelajaran sangat berperan Playing divariasikan dengan NHT
penting dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan pada setiap
hal ini sesuai dengan pendapat siklusnya.
Rusman (2012:70) yang
Aktivitas siswa selama proses
mengungkapkan bahwa kinerja guru
pembelajaran berlangsung terjadi
sangat penting dalam menentukan
kenaikan yaitu pada siklus I
proses pembelajaran, karena bagi
pertemuan I dengan rata rata kelas
siswa guru sering dijadikan contoh,
63,31 dengan rata-rata klasikal
bahkan menjadi tokoh identivikasi
53,24% dan pertemuan II dengan
diri, oleh karena itu guru seyogyanya
rata rata kelas 67,54 dengan rata-rata
memiliki prilaku dan kemampuan
klasikal 63,63% dan pada siklus II
yang memadai untuk
pertemuan I dengan rata-rata kelas
mengembangkan siswanya secara
68,18 dengan rata-rata klasikal
utuh.
66,23% dan pertemuan II dengan
Aktivitas siswa pada siklus I rata-rata kelas 81,81 dengan rata-rata
dan siklus II mengalami kemajuan klasikal 97,40 %. Dari data di atas
yang lebih baik. Pada siklus I dapat dilihat bahwa aktivitas siswa
pertemuan pertama memperoleh nilai secara klasikal meningkat dari siklus
.55.56 % dengan katagori (Aktif), I pertemuan I sampai dengan Siklus
meningkat pada pertemuan kedua II pertemuan II. Hal ini
yaitu memperoleh nilai 63.33 % membuktikan bahwa kombinasi
dengan katagori (Aktif). Jadi model Quantum Teaching dengan
aktivitas siswa pada siklus I katagori model kooperatif tipe Student Team
(Aktif). Meningkat pada siklus II Achievement Divisions (STAD)
pada pertemuan pertama memeroleh dapat meningkatkan aktivitas belajar
nilai 61.29 % dengan katagori siswa.
(Aktif), meningkat pada pertemuan

8
Hasil belajar terhadap 2. Aktivitas Siswa saat proses
pembelajaran maka diperoleh hasil pembelajaran melalui Kombinasi
belajar pada siklus I pertemuan 1 ada model Quantum Teaching dengan
36,36% dengan kategori “Belum model kooperatif Tipe Student
Tuntas” siswa yang mendapat nilai Achievement Divisions (STAD)
≥65, siklus I pertemuan 2 ada pada kegiatan pembelajaran
54,55% dengan Kategori “Belum operasi penjumlahan dan
Tuntas” siswa yang mendapat nilai pengurangan bilangan bulat di
≥65. Pada siklus II pertemuan 1 ada kelas IV SDN Anjir Pasar Kota 2
81,82% dengan kategori “Tuntas” berhasil hingga mencapai kriteria
siswa yang mendapat nilai ≥65, hampir seluruhnya aktif.
siklus II pertemuan 2 ada 90,91% 3. Hasil belajar Siswa dalam
dengan kategori “tuntas” siswa yang kegiatan pembelajaran melalui
mendapat nilai ≥65 yang berhasil Kombinasi model Quantum
mendapat nilai KKM yang telah Teaching dengan model
ditentukan. kooperatif Tipe Student
Achievement Divisions (STAD)
Kesimpulan
pada kegiatan pembelajaran
1. Aktivitas Guru dalam operasi penjumlahan dan
melaksanakan pembelajaran pengurangan bilangan bulat di
melalui Kombinasi model kelas IV SDN Anjir Pasar Kota 2
Quantum Teaching dengan model mengalami peningkatan hasil
kooperatif Tipe Student belajar dan pencpaian KKM pada
Achievement Divisions (STAD) ketuntasan klasikal siswa maka
pada kegiatan pembelajaran penelitian ini dinyatakan berhasil.
operasi penjumlahan dan
pengurangan bilangan bulat di Saran-saran
kelas IV SDN Anjir Pasar Kota 2
1. Kepada guru, dengan adanya
berhasil hingga mencapai kriteria
pelaksanaan Penelitian Tindakan
sangat baik.
Kelas ini, guru dapat

9
menjadikannya sebagai bahan Tindakan Kelas untuk
informasi dan alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa
pemilihan model pembelajaran dan kualitas proses pembelajaran.
untuk meningkatkan mutu dan
DAFTAR PUSTAKA
kualitas proses pembelajaran serta
hasil belajar khususnya
Arikunto, S. (2011). Penelitian
matematika. Tindakan . Yogyakarta:
Aditya Media.
2. Bagi Kepala Sekolah, dengan
adanya Pelaksanaan Tindakan
Depdiknas. (2011). Pedoman
Kelas ini, kepala sekolah dapat Pembelajaran Matematika
menjadikanya sebagai acuan Sekolah Dasar. Jakarta.
untuk supervisi pengajaran di Iskandar. (2012). Penelitian
sekolah. Tindakan Kelas. Ciputat
Jakarta Selatan: Referensi
3. Kepada peneliti lain, dengan (Gp Press Group).
adanya pelaksanaan Penelitian
Tindakan Kelas ini, peneliti lain Sanjaya, Wina. 2009. Perencanaan
dan Desain Sistem
dapat menjadikannya sebagai
Pembelajaran. Jakarta:
bahan pertimbangan dalam Kencana Pers
pemilihan model pembelajaran Susanto, A. (2013). Teori Belajar
dalam melaksanakan Penelitian Pembelajaran Di Sekolah
Dasr. Jakarta: Kencana.

10