You are on page 1of 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang merupakan salah satu upaya yang telah
dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan Kualitas hidup
perempuan hanya berfokus pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), program ini
dicanangkan 16 Tahun yang lalu oleh Preresiden RI bertepatan dengan hari Ibu
Tanggal 22 Desember 1996. Yang sebelumnya telah diuji coba di 8 (delapan)
Kabupaten di Indonesia. Dalam pelaksanan uji coba didaerah, ternyata banyak hal yang
sering kali merupakan hasil kereasi Daerah yang bersangkutan disesuaikan dengan
situasi kondisi dan permasalahan yang dihadapi didukung dengan komitmen pejabat
dan Masyarakat yang sangat tinggi. Perkembangan pesat GSI di Kabupaten / Kota
diperkuat dengan Program Suami SIAGA (Siap Antar Jaga) dan Desa SIAGA.
Dalam perjalanannya GSI mengalami perkembangan menjadi suatu gerakan
yang dilaksanakan oleh masyarakat bekerja sama dengan pemerintah untuk
meningkatkan perbaikan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang
mempunyai dampak terhadap upaya penurunan Angka Kematian Ibu karena
hamil,melahirkan dan nifas serta penurunan Angka Kematian Bayi. Tingginya Angka
Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dipengaruhi oleh berbagai faktor 1

antara lain: pendidikan, pengetahuan, sosial budaya, sosial ekonomi, geografi dan
lingkungan,aksesibilitas ibu pada fasilitas kesehatan serta kebijakan makro dalam
kualitas pelayan kesehatan.
1. Menururnkan angka kematian ibu pada tahun 2007 berjumlah 228/100.000 kelahiran
hidup menjadi 102/100.000 kelahiran hidp.
2. Menurunkan angka kematian bayi pada tahun 2007 berjumlah 34/1000 kelahiran
hidup menjadi 23/ 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015.
Kematian ibu dipengaruhi oleh penyebab lansung dan tidak lansung
* Penyebab Lansung :
1. Pendarahan
2. Infeksi
3. Keracunan Kehamilan
4. Partus Lama
* Penyabab Tidak Lansung
Penyebab tidak langsung merupakan penyebab dasar kematian Ibu, menurut
UNICEF/UNIFPA/WHO dapat digunakan model 3 Terlambat dan 4 Terlalu.
3 Terlambat
1. Terlambat satu. Terlambat dalam mengenali tanda bahaya memutuskan
untuk mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan, dapat disimpulkan bahwa
faktor yang berpengaruh antara lain karena “Kurangnya kekuatan Perempuan
(ibu hamil ) untuk mengambil keputusan”
2. Terlambat dua . Terlambat dalam mencapai pasilitas pelayanan kesehatan
yang memadai, dimana distribusi pasilitas kesehatan, waktu untuk mencapai
fasilitas kesehatan dari rumah dan langknya transportasi merupakan faktor
utama yang mempengaruhi keterlambatan ibu Hamil /Nifas dalam mencapai
fasilitas kesehatan
3. Terlambat tiga . Terlambat dalam menerima pelayanan kesehatan yang cukup
memadai pada setiap tingkatan
4 Terlalu
1.Terlalu muda untuk menikah
2. Terlalu sering hamil
3. Terlalu banyak melahirkan
4. Terlalu tua hamil

Kurangnya kekuatan perempuan untuk mengambil keputusan menunjukkan


adanya kesenjangan gender dalam pengambilan keputusan ditingkat keluarga.
Demikian pula dengan kurannya pengetahuamn perempuan mengenai kehamilan dan
kesakitan menunjukkan masih rendahnya kwalitas hidup perempuan.
Melihat keadaan diatas, maka perlu untuk dilaksanakan Gerakan Sayang Ibu dan 2

ada 5 (lima) prinsip dasarnya yaitu;


1. Pendekatan lintas sektoral dan multi disiplin ilmu;
2. Interpensi yang integrative dan sinergis;
3. Partisipasi dan tanggung jawab dari pihak laki- laki;
4. Sistem pemantauan yang terus menerus:
5. Koordinasi yang efektif oleh Pemerintah Daerah dan wilayah.
Dalam pelaksanaan GSI, Kecamatan merupakan lini terdepan untuk
mensinergikan antara pendekatan lintas sektor dan masyarakat dengan pendekatan
sosial budaya secara konfrehensif utamanya dalam mempercepat penurunan AKI dan
AKB. Dengan adanya perubahan sistem pemerintah dan kebijakan sektor pemerintah,
maka pelaksanaan GSI perlu disesuaikan agar dapat bersinergi dan terintegrasi dengan
program dan kegiatan lain yang ada di daerah.oleh karena itu perlu dilakukan
revitalisasi GSI yang merupakan upaya pengembangan GSI melalui upaya
ekstensifikasi, intensifikasi dan institusionalisasi.

1.2. Program dan kegiatan GSI :

Program dan kegiatan GSI yang telah di tetapkan pada tahun 2013 ini adalah:
- Penguatan kelembagaan pengarus-utamaan gender dan anak.
- Pemetaan potensi organisasi dan kelembagaan masyarakat yang berperan dalam
pemberdayaan perempuan dan anak (meningkatnya peran serta msyarakat dan
kepedulian terhadap kualias hidup perempuan serta menurunkan AKI dan AKB).
Rakor GSI kabupatan/Kecamatan/Desa, evaluasi provinsi dan peninjauan kegiatan

Inovasi strategis yang diharapkan adalah terbentuknya KSI (Kecamatan Sayang Ibu)
adalah :
1. - Muara operasionalisasi kebijakan yang sensitif gender dari Pemerintah
Kabupaten
2. -Tempat terdepan bagi pelayanan yang komprehensif guna memenuhi
kebutuhan strategis perempuan, utamanya penurunan AKI dan AKB
3. - Lini terdepan untuk mensinergikan antara intervensi lintas sektoral dengan
intervensi lintas budaya.
4. - Mampu menekan jumlah kematian ibu hamil dan bersalin menjadi 0
kematian dalam 1 tahun.
5. - Wahana efektif untuk mendukung kesetaraan dan keadilan gender dalam
kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat
Arah perkembangan Gerakan Sayang Ibu kedepan adalah:
1. Kualitas SDM perempuan perlu ditingkatkan.
2. Dibutuhkan wahana yang efektif untuk mengoptimalkan semua potensi 3
pemerintah dan masyarakat pada semua tingkatan.
3. Pemberdayaan perempuan dan terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender
dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat perlu dukungan luar.
4. Perubahan perilaku kaum pria untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan
perempuan.
5. Tingkat AKI, AKB masih perlu diturunkan
6. Penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak
Beberapa kekuatan dalam Gerakan Sayang Ibu :
1. Terdapat dukungan kelembagaan dari tingkat Provinsi sampai Kelurahan.
2. Ditetapkan dengan keputusan Pimpinan daerah.
3. Dapat mendayagunakan dan mengintegrasikan semua potensi yang ada
Program kesehatan dalam penurunan AKI dan AKB
1. Implementasi P4K (Program perencanaan persalinan dan pencegahan
komplikasi).
2. Peningkatan/mempertahankan cakupan pelayanan.
3. Implementasi PWS KIA dan survailans KIA.
4. Kelas ibu hamil dan kelas ibu balita

BAB II
PEMERINTAHAN KECAMATAN KANDIS
2.1. Gambaran umum
Kecamatan Kandis terbentuk, merupakan Kecamatan Pemekaran dari Kecamatan
Minas .dimanafungsi Kecamatan merupakan institusi yang berperan menjalankan roda
Pemerintahan dan pemberdayaan serta pembangunan masyarakat merupakan
perpanjangan tangan dari Pemerintah otonomi daerah Kabupaten Siak, merupakan
aspirasi masyarakat yang bermanfaat untuk mempermudah penduduk dalam hal
pelaksanaan kepengurusan administrasi serta lebih mempercepat antara Pemerintah
dengan rakyat yang diperintah.
Kecamatan Kandis yang posisi pusat pemerintahannya ada di Kelurahan Telaga
Sam-sam , yang kurang lebih jaraknya 150 km dari pusat Pemerintah Kabupaten yang
dapat ditempuh melalui darat.
Kecamatan Kandis merupakan pemerkaran dari Kecamatan Minas yang
dilaksanakan pada tahun 2002 berdasarkan pada Perda No. 13 Tahun 2001 yang
dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak . Tujuan pemekaran ini adalah
untuk mempermudah masyarakat juga pemerintah dalam menjalankan hubungan
administrasi, serta mempermudah jangkauan pembangunan dari Pemerintah
Kecamatan.Dengan demikian potensi yang ada di Kecamatan ini secara tidak langsung
lebih terangkat dengan jangkauan Pemerintah yang lebih dekat, jangkauan
pembangunan yang lebih baik dibandingkan dengan Pemerintahan yang lama.
4

2.2. Letak Geografis


Kecamatan Kandis posisi pemerintahannya berada di Kelurahan Telaga sam-sam .
Kecamatan kandis terdiri dari 3 Kelurahan dan 8 Desa mempunyai 267 RT dan 93 Rw
dengan luas wilayah Kecamatan : 104.645 Ha yang terdiri dari Dataran 60%, Perairan
15 %, Perbukitan 25%. Terletak antara 100 054’ – 101034 BT dan 0040’ – 1013’ LU

2.3. Batas - Batas


Kecamatan Kandis berbatasan dengan :
Utara: : Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis

Selatan : Kecamatan Tapung Kabupaten . Kampar

Barat: ; Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan hulu

Timur : Kecamatan Minas dan Kec. Sungai Mandau Kabupaten Siak .

- Jarak antara ibu kota Kecamatan ke ibu kota Propinsi : 70 Km


- Jarak antara ibu kota Kecamatan denga ibu kota Kabupaten : 150 km
Wilayah Kecamatan Kandis seperti pada umumnya wilayah Kabupaten Siak
terdiri dari daratan rendah dan berbukit bukit dengan struktur tanah pada umumnya
terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan dan aluvial serta tanah organosol
dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa atau basah.
Topografi yang berbukit dan berlembah Kecamatan Kandis merupakan daerah
lintas Sumatera yang ramai dilalui kendaraan, selain itu daerah ini juga banyak terdapat
perkebunan Sawit yang dikelola oleh swasta
Seluruh Desa di Kecamatan Kandis berada di Daerah daratan sehingga sebagian
besar wilayahnya merupakan dataran tinggi yang berbukit bukit dan masyarakatnya
mengantungkan kehidupan pekerja buruh di perusahaan perkebunan swasta serta
berdagang dan berkebun sawit.
Dilihat dari Klimatologi, Kecamatan Kandis mempunyai Iklim tropis dengan curah
hujan relatif normal dengan kisaran 201 - 400 MM setiap bulannya dengan curah hujan
tertinggi pada bulan Maret sebesar > 407 MM dan yang terendah Bulan Juni >101-150
MM dengan suhu minimum berkisar antara 22 oC – 26oC dan maksimum antara 30 oC –
37o C sedangkan suhu rata-rata sepanjang tahun 28 o C.

2.4. Kedudukan Pemerintahan


Organisasi dan tata kerja Kecamatan Kandis Kabupaten Siak adalah salah satu
Kecamatan di Kabupaten Siak setelah dimekarkannya Kabupaten Bengkalis
berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten
Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak,
Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Batam
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 181, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3902); sebagaimana telah diubah tiga kali dengan
Undang-undang Nomor 34 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4880);

2.5 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi :


Camat Kandis mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan Otonomi
Daerah yang dilimpahkan Bupati. Untuk menjalankan tugas pokoknya Camat Kandis
mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat
b. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum
c. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan
d. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum
e. Mengkoordinasikan penyelenggaraan pemerintah di tingkat Kecamatan
f. Membina penyelenggaraan Pemerintahan Desa/Kelurahan
g. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruanglingkup tugasnya dan
atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintah desa/Kelurahan

2.6 Stuktur Organisasi


Struktur Organisasi Kecamatan Kandis terdiri dari
1. Camat
2. Sekretaris Kecamatan
3. Seksi Tata Pemerintahan
4. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
5. Seksi Ketentraman dan ketertiban umum
6. Seksi Kesejahteraan Sosial
7. Kelompok jabatan fungsional
Dibidang administrasi Pemerintahan, Kecamatan Kandis terdiri dari pelayanan publik,
6
administrasi pertanahan, kesejahteraan sosial,kesehatandan pendidikan.

2.7. Visi dan Misi Kecamatan


a. Visi
“Terciptanya masyarakat yang sehat, cerdas dan berkualitas melalui
peningkatan kesadaran pentingnya kesehatan ibu dan anak”

b. Misi
1. Memperdayakan perempuan dan pengembangan lingkungan social dan
budaya yang kondusif bagi kesejahteraan dan keadilan gender.
2. Menjamin keselamatan dan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas
serta anak.
3. Menjamin pemenuhan hak produktif perempuan.
4. Menghapus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
5. Mensukseskan wajib belajar 12 tahun utamanya bagi perempuan.

2.8. Sasaran dan Tujuan Kecamatan Kandis


a. Tujuan
1. Meningkatkan pengembangan dan kemampuan Aparatur pemerintah
Kecamatan.
2. Meningkatkan efektifitas dan mutu pelayanan dan penyelenggaraan
pemerintahan Kecamatan Kandis.
3. Meningkatkan Kualitas SDM.
4. Meningkatkan Pemberdayaan ekonomi Masyarakat Kecamatan Kandis
5. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pembangunan.
b. Sasaran
1. Terwujudnya pelayanan prima
2. Terwujutnya fasilitas penunjang bagi aparatur dalam memberikan pelayanan.
3. Terwujutnya kualitas dan kuantitas aparatur
4. terwujutnya swadaya masyarakat dalam pembangunan.
5. Terwujutnya sumberdaya masyarakat tempatan yang berkualitas.

BAB III
KEPENDUDUKAN
3.1. Kependudukan
Data statistik kependudukan dalam publikasi ini sebagian besar diambil dari data
registrasi masing-masing desa/kelurahan, sehingga diharapkan dapat memberikan
gambaran yang sebenarnya keadaan jumlah dan komposisi penduduk di Kecamatan
Kandis.
Disamping itu kegiatan pendataan secara berkala dan sekaligus pembinaan
pelaksanaan registrasi penduduk sampai ketingkat desa/kelurahan serta kedisiplinan
penduduk itu sendiri untuk melaporkan setiap kali ada peristiwa kelahiran, kematian dan
migrasi karena hal itu sangat diperlukan dalam menjaga ketersediaan data guna
mendapatkan data registrasi kependudukan yang lengkap, akurat dan dapat dipercaya
sebagai dasar perencanaan pembangunan.

3.2. Penduduk Kecamatan


Dari hasil registrasi penduduk di Kecamatan KandisTahun 2015 sebanyak
58.713jiwa dengan jumlah laki-laki 30.609jiwa dan perempuan sebanyak 28.609 jiwa.
Sedangkan jumlah keluarga sebanyak 14.496 KK.

Tabel 4.1 Penduduk menurut Jenis kelamin Kecamatan Kandis Tahun 2016

NAMA KAMP. JML PDDK JML JML JML JML


BUMIL BULIN RESTI BAYI

S.Belutu 6625 158 151 32 144

T.Sam-sam 7236 173 165 35 157


8
K.Kota 13158 314 300 63 286

Belutu 6709 160 153 32 144

Kandis 6847 163 156 32 149

Sam-Sam 7726 184 176 37 168

Bekalar 5638 135 128 27 122

J.Makmur 3829 91 87 18 83

S.Gondang 1900 45 43 9 41

P.Bekulo 2245 54 51 11 49

L.Jaya 6185 148 141 30 134

Puskesmas 84.669 1625 1552 325 1478


Sumber data : kantor Camat Kandis

Jumlah penduduk Kecamatan Kandis adalah 84.669 jiwa dengan jumlah Bumil
1625 jiwa dan penduduk Bulin 1552 jiwa dengan tingkat Sebaran penduduk pada setiap
Desa yang terdiri dari 3 Kelurahan dan 8 Desa.
Penduduk Kecamatan Kandis pada umumnya terdiri dari beberapa suku
pendatang baik yang berasal dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, pulau Jawa dan
penduduk asli Melayu yaitu suku sakai yang bermukim di desa Libo jaya .Seiring
dengan pesatnya perkembangan pembangunan di Kabupaten Siak yang cukup
Signifikan, faktor masuknya pendatang dari luar untuk mencari kehidupan yang juga
semakin tinggi ini dapat dilihat dari terus meningkatnya jumlah penduduk setiap
bulannya disamping adanya angka fertilitas.

BAB IV
KESEHATAN DAN KB

4.1. Kesehatan
Derajat Kesehatan suatu masyarakat tidak lepas dari perhatian Pemerintahnya,
terutama mengenai fasilitas kesehatan yang disediakan.Terjaminnya kesehatan
masyarakat tidak hanya diperoleh dari fasilitas yang ada, tetapi juga tenaga kesehatan
yang tersedia dan mencukupi kebutuhan.Dengan demikian peningkatan derajat
kesehatan masyarakat dapat dipenuhi.
Program kesehatan dalam penurunan AKI dan AKB :
- Implementasi P4K (prog perencanaan persalinan & pencegahan komplikasi).
- Peningkatan/mempertahankan cakupan pelayanan.
- Implementasi PWS KIA dan survailans KIA.
- kelas ibu hamil dan kelas ibu balita
Tujuan P4K dengan Stiker :
1. Terdatanya ibu hamil (identitas dan tempat tinggal ibu hamil).
2. Persalinan terencana (status kehamilan, taksiran persalinan, penolong dan
pendamping persalinan, fasilitas tempat persalinan, kontrasepsi
pascapersalinan).
3. Komplikasi dicegah dan ditatalaksana adekuat (kecepatan dan ketepatan
pengambilan keputusan bila terjadi komplikasi saat kehamilan-persalinan-nifas).
4. Peningkatan peran serta masyarakat (calon donor darah, transportasi dan
pembiayaan bila terjadi komplikasi, dukungan dari tokoh masyarakat, kader dan
dukun)

Tabel 4.1.1
Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Bidan Menurut Desa
Kecamatan Kandis Tahun 2017

DESA/ Krite PUSKESM POLI POSK


N BIDA PUST POSYAN
KELURAHAN ria AS NDE ESDE
O N U DU
Desa KELILING S S
SIMPANG B 1 1 1 4
1
BELUTU
TELAGA B 1 1 5
2 10
SAMSAM
3 KANDIS KOTA B 1 1 6
4 BELUTU B 1 1 1 4
5 KANDIS B 3 1 1 4
6 SAM-SAM B 1 1 6

7 BEKALAR B 1 1 1 1 7
JAMBAI T 1 1 1 3
8
MAKMUR
SUNGAI T 1 1 3
9
GONDANG
PENCING T 1 1 3
10
BEKULO
11 LIBO JAYA B 1 1 1 1 6
13 4 9 4 3 51
JUMLAH Oran
g
Data Puskesmas Kandis 2016

Tabel 4.1.2
Tenaga Kesehatan wilayah Puskesmas Kandis

No Tenaga Kesehatan Jumlah


1. Dokter Spesialis 0
2. Dokter Umum 6
3. Dokter Gigi 2
4. Perawat 13
5 Bidan Puskesmas 10
6. Bidan Desa 13
7 Dukun Bayi 40
Data Puskesmas Kandis 2016

Tabel 4.1.3
Fasilitas Kesehatan Swasta Menurut Desa
Kecamatan Kandis Tahun 2016

DESA/ KADER
N Kriteria PRAKTEK BIDAN KLINIK / DUKU POSY
KELURAHAN POSYAN
O Desa DOKTER SWASTA BP N BAYI ANDU
DU
SIMPANG B 3 1 1 4 20 4
1
BELUTU
TELAGA SAM B 2 12 1 5 25 5
2
SAM
3 KANDIS KOTA B 1 12 1 6 30 6
4 BELUTU B 1 1 4 20 4
5 KANDIS B 3 2 20 4
6 SAM-SAM B 4 2 4 20 6

7 BEKALAR B 2 2 20 7
JAMBAI T 1 1 4 10 3
8
MAKMUR
11
SEI. T 4 5 2
9
GONDANG
PENCING T 4 15 3
10
BEKULO
11 LIBO JAYA B 2 1 2 10 6

JUMLAH 10 31 6 36 250 55
Data Puskesmas Kandis 2016

A. Kunjungan Ibu Hamil


Cakupan K1 merupakan gambaran besarb ibu hamil yang telah melakukan
kunjungan pertama ke fasilitaskesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal
sesuai dengan standar pelayanan, sedangkan K4 adalah gambaran besar ibu hamil
yang berkunjung ke tenaga kesehatan sebanyak 4 kali sesuai dengan standar
 1.kali Trimester pertama
 1 kali Trimester kedua dan
 2 kali Trimester ketiga.
Dengan 4 kali ibu hamil melakukan kunjungan ke tenaga kesehatan sudah
mengambarkan kualitas kesehatan ibu hamil tersebut. Cakupan K1 Kecamatan Kandis
dapat dilihat pada tabel dibawah ini .

Tabel 4.1.4
Kunjungan Ibu Hamil

Dari Tabel 4 .1.4 Dapat dilihat Kunjungan Ibu Hamil Trimester terakhir Puskesmas
Kandis dari bulan januari – Juni sudah mencapai 50 %.

12

B. Kunjungan Ibu Hamil Resiko Tinggi


Ibu hamil resiko tinggi (Resti) bila tidak terdeteksi sedini mungkin bisa menjadi
suatu faktor penyebab terjadinya komplikasi kehamilan yang menyebabkan
penyumbang angka kematian ibu hamil serta kematian bayi yang di kandungnya oleh
karena itu deteksi dini terhadap ibu hamil harus dilaksanakan pada saat ibu melakukan
antenatal K1 dan K4 serta ibu hamil tersebut mendapatkan pelayanan ANC terpadu.

Tabel 4.1.5
Data Deteksi ibu Hamil Resiko Tinggi
Dari tabel 4.1.5. Dapat dilihat Kunjungan Ibu Hamil Trimester terakhir Puskesmas
Kandis dari bulan januari – Juni sudah mencapai 54,1 %.

C. Cakupan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan


Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (Nakes) adalah pelayanan
persalinan yang aman yang ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Pada 13
kenyataannya dilapangan masih terdapat pertolongan persalinan yang bukan oleh
tenaga kesehatan dan dilakukan diluar fasilitas kesehatan. Untuk melihat cakupan
persalinan yang ditolon oleh tenaga kesehatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.1.6
Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan
Dari tabel 4.1.6. Persalinan ditolong oleh Tenaga Kesehatan pencapaian pada
Puskesmas Kecamatan Kandis dari bulan januari – Juni sudah mencapai 52 %.

D. Kunjungan Ibu Nifas ke tenaga Kesehatan


Kunjungan nifas dilakukan sebanyak 3 kali selama ibu masa nifas yang dimulai 14

dari ibu siap melahirkan sampai 40 hari setelah melahirkan yang tujuannya untuk
mencegah terjadinya resiko tinggi pada masa nifas seperti keracunan masa nifas,
perdarahan, depresi dan lain-lain.
Kunjungan Ibu nifas ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini dimana kunjungan
oleh tenaga kesehatan lengkap dari bulan januari – Juni sudah mencapai 51,5%.

Tabel 4.1.7
Kunjungan Ibu Nifas oleh Tenaga kesehatan
4.2 .Keluarga Berencana (KB )
Pasangan usia subur memiliki peran penting bagi terjadinya kehamilan
sehingga peluang wanita melahirkan menjadi cukup tinggi.Usia subur seorang wanita
antara 15 – 49 tahun. untuk mengatur jarak dan jumlah kelahiran pasangan usia 15

subur disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi KB. Dan peserta KB aktif di
Kecamatan Kandis Dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.2.1
Data Pelayanan KB aktif
Kecamatan Kandis Tahun 2016

ALAT KONTRA SEPSI


NO BULAN
IUD MOW MOP IMP STK PIL KDM
1 JANUARI 13 2 0 18 550 149 74
2 FEBRUARI 8 0 0 19 521 142 77
3 MARET 5 2 0 30 722 158 69
4 APRIL 7 3 0 37 670 161 71
5 MEI 11 3 0 38 485 195 70
6 JUNI 10 4 0 36 596 173 84
7 JULI 15 7 0 34 681 165 77
8 AGUSTUS 11 5 0 40 465 175 87
9 SEPTEMBER 15 8 0 39 585 143 69
10 OKTOBER 12 6 0 42 540 124 70
11 NOPEMBER 12 6 0 49 585 137 40
12 DESEMBER 14 5 0 48 861 166 76
TOTAL 133 51 0 430 7261 1888 864
Data Puskesmas Kandis 2016
16

BAB V
GERAKAN SAYANG IBU (GSI)

5.1. Gerakan Sayang Ibu ( GSI )


Gerakan Sayang Ibu adalah gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat
bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan
melalui berbagai kegiatan yang berdampak terhadap penurunan AKI/AKB.
GSI mempunyai 2 komponen program intervensi yaitu intervensi akses dan mutu
pelayanan kesehatan Rumah sakit/Puskesmas serta intervensi advokasi dan
perubahan perilaku masyarakat.
3 unsur pokok GSI :
1. GSI merupakan gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat bersama pemerintah
2. GSI mempunyai kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai
sumberdaya manusia.
3. GSI berdampak pada pemberdayaan peremmpuan dan percepatan penuruan AKI
dan AKB.

5.2. Visi dan Misi GSI Kecamatan Kandis (KSI)


a. Visi
“Terciptanya masyarakat yang sehat, cerdas dan berkualitas melalui peningkatan
kesadaran pentingnya kesehatan ibu dan anak”

b. Misi
1. Memperdayakan perempuan dan pengembangan lingkungan social dan budaya
yang kondusif bagi kesejahteraan dan keadilan gender.
2. Menjamin keselamatan dan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas serta
anak.
3. Menjamin pemenuhan hak produktif perempuan.
4. Menghapus kekerasan terhadap anak dan perempuan. 17
5. Mensukseskan wajib belajar 12 tahun utamanya bagi perempuan.

5.3. Langkah yang dipersiapkan dalam Kecamatan Sayang Ibu (KSI) :


1. Pembentukan satgas tingkat desa/kelurahan.
2. Pendataan dan pembuatan peta ibu hamil.
3. Pengorganisasian TABULIN
4. Pengorganisasi ambulance desa.
5. Pengorganisasian donor darah.
6. Pengorganisasan kemitraan dukun dengan bidan.
7. Pengorganisasian penghubung.
8. Pengembangan tata cara rujukan.
9. Pengorganisasian suami sayang ibu.
10. Pembentukan kelompok sayang ibu.
11. Penyebarluasan ke masyarakat dalam mengurangi kematian bayi.
12. Penyuluhan pada toma, toga, kel bumil, bulin dan bufas.
Pencatatan dan pelaporan

5.4. Kegiatan GSI di Kecamatan Kandis


Adapun kegiatan Gerakan Sayang Ibu ( GSI ) Kecamatan Kandis untuk Tahun 2014
yaitu :
1. Pembentukan Satgas GSI Kecamatan Kandis.
2. Peningkatan komitmen aparat Pemerintah dan kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya pencegahan kematian ibu, penggalangan komitmen diantara aparat
Pemerintahan dilingkungan Kecamatan perlu dilakukan agar mereka juga peduli
terhadap kesehatan ibu dan kesehatan serta kesejahteraan ibu menjadi
tanggungjawab bersama, karena ibu adalah orang yang akan melahirkan
generasi mendatang.
3. Peningkatan kepedulian Kades/ Lurah dalam pencegahan kematian ibu, dengan
cara mendukung Gerakan Sayang Ibu di Desa/Kelurahan.

5.5. Kemitraan Lintas Sektor yang terkait dengan GSI


Dalam pelaksanaan kegiatan GSI di Kecamatan adalah dibawah koordinasi
Camat Kandis yang melibatkan lintas sektoral seperti : UPTD Kesehatan, PLKB,
UPTD Pendidikan, KUA dan Tim Penggerakan PKK berupa kegiatan :
a. Konseling Calon Pengantin (Caten) yang dititk beratkan pada para Calon Ibu
dengan memberikan suntikan TT (agar si ibu sehat saat hamil nantinya)
kerjasama dengan Kantor Urusan Agama dan Kesehatan.
b. Tes labor Ibu Hamil untuk mengetahui keadaan janin melalui pengecekan HB,
Protein dan Golongan Darah.
c. Konseling Gizi untuk mengetahui kebutuhan gizi seorang ibu hamil apakah 18

sudah sesuai dengan standar gizi, jika belum dapat dilakukan dengan pemberian
susu tambahan.
d. PAK ( Program Perencanaan Persalinan, Pencegahan Komplikasi) merupakan
program kerjasama Bidan Desa setempat untuk ibu Hamil guna menghindari
terjainya komplikasi saat melahirkan.
e. Senam ibu hamildengan tujuan membantu kemudahab bagi ibu hamil
menghadapi persiapan melahirkan nantinya.
f. Rujukan dengan menyiapkan ambulance desa apabila masyarakat
membutuhkan bantuan untuk dirujuk ke Puskesmas / Rumah Sakit.
g. Kemitraan Bidan Desa dengan Dukun Kampung
h. Konseling KB bagi ibu-ibu habis melahirkan agar bisa menjarakkan kelahiran
berikutnya sehingga dapat memberikan perhatian lebih kepada bayi baru lahir.

5.6. Penggalangan kesepakatan pelaksanaan kegiatan.


Satgas Gerakan Sayang Ibu (GSI) Kecamatan Kandis membuat Rencana Kegiatan
dan Program Kerja Tahun 2014 sebagaimana berikut :

Rencana Kegiatan dan Program Kerja GSI

NO BULAN KEGIATAN
1 Januari - Konseling Gizi Seimbang Ibu Hamil
- Konseling Calon Pengantin ( Caten )

2 Pebruari - Kemitraan Bidan Desa dan Dukun Kampung


- Konseling Rujukan Ambulance

3 Maret - Mengadakan Pemeriksaan Ibu Hamil


- Pemeriksaan Laboratorium Ibu Hamil

4 April - P4K ( Program Perencanaan Persalinan Pencegahan


Komplikasi )

5 Mei - Senam Ibu Hamil


- Konseling Keluarga Berencana (KB)

6. Juni - Evaluasi Kemitraan Bidan desa dan dukun


- Konseling Kesehatan Ibu hamil

7. September -Kegiatan Kelas Ibu hamil


19
-Kegiatan Kelas Ibu Balita

8. Oktober - Konseling dan pemeriksaan ibu hamil

9. Nopember - Evaluasi pelaksaaan Program KIA dan KB

Monitoring dan Evaluasi Kegiatan GSI Kecamatan Kandis


10. Desember Tahun 2014

5.7. Koordinasi kegiatan tingkat Desa / Kelurahan


Dimasing-masing Desa/ Kelurahan sudah membuat komitmen tentang
Pengoganisasian Tabulin,dana iuran masyarakat kesepakatan masing-masing desa,
calon pendonor darah ( kesepakatan masing-masing desa ), calon pendonor darah,
ambulance Desa se Kecamatan Kandis .
5.8. Pembinaan ke Desa/ Kelurahan
Satgas GSI Kecamatan mengadakan pembinaan ke Desa/Kelurahanuntuk melihat
kegiatanyang dilaksanakan Satgas GSI di Desa dan Kelurahan.
5.9. Pencatatan dan Pelaporan
Untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan GSI tingkat Kecamatan, Satgas GSI
Kecamatan,merekapitulasi data tentang GSI dari tiap Desa/ Kelurahan. Data yang
dikumpulkanmeliputi : Pendataan Ibu Hamil / Ibu bersalin / Ibu Nifas,
keberadaanTabulin,Ambulance desa, Calon Pendonor Darah,jumlah kematian ibu dan
jumlah kematian bayi.
5.10. Melaksanakan penilaianGSI tingkat Kecamatan.
Memberikan dorongan / semangat pada setiap kegiatan Satgas GSI
Desa/Kelurahan dan nantinya akan dipersiapkan /ditunjuk mewakili Kecamatan pada
tingkat Kecamatan.

Uraian Tugas dan Tanggung jawab KSI Kecamatan Kandis

NO JABATAN URAIAN TUGAS

- Memberikan arahan perencanaan kegiatan Pokjatap


1 Penasehat/Penanggu
atau Satuan GSI
ng jawab
- Melakukan pembinaan pengendalian dan evaluasi
tentang pelaksanaan Pokjatap dan Satgas GSI
- Memfasilitasi program GSI
20

2 Ketua Pelaksana - Menyelenggarakan koordinasi perencanaan,


pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kegiatan
Pokjatap atau Satgas GSI

- Menyelenggarakan pertemuan koordinasi internal,


eksternal Pokjatap dan Satgas GSI

- Melakukan pembinaan, pengendalian dan evaluasi


pelaksanaan program kegiatan GSI
- Menyelenggarakan sinkronisasidan koordinasi
dengan kelompok forum lain yang mempunyai
kegiatan, tujuan dan sasaran yang sama dengan
program GSI
- Menyusun rencana kegiatan Pokjatap/ Satgas GSI

3 Wakil Ketua - Melaksanakan kegiatan Ketua pelaksana


Pokjatap/satgas GSI jika ketua pelaksana sedang
tidak dapat aktif
- Mengidenfikasi permasalahan dan merumuskan
berkaitan dengan pelaksanaan program GSI
- Menyusun jadwal pemantauan, pembinaan dan
evaluasi pelasanaan GSI
- Mengumpulkan data informasi Bumil, Bulin, Bupas,
Buteki dam bayi yang dilahirkan
4. Sekretaris - Mempersiapkan jadwal pertemuan dan
administrasilainnya dalam pelaksanaan kegiatan
Pokjatap/Satgas GSI
- Melaksanakan inventarisasi sarana Pokjatap atau
Satgas GSI
- Mempersiapkan pertemuan koordinasi kegiatan
Pokjatap/Satgas GSI
- Membuat dan mengarsipkan surat keluar dan surat
masuk
- Membuat pembukuan secara global berkaitan
dengan kegiatan GSI

5. Bendahara - Mengelola dana/anggaran Satgas GSI


- Mempertangung jawabkan pengelolaan dana
anggaran satgas GSI

6. Seksi Pendanaan - Mencari dukungan dana dari pengusaha/perusahaan


setempat untuk biaya operasional GSI
- Mengkoordinir anggota (RT,RW,Desa/Lurah) atas
penutipan dana pertriwulan perdesa
- Menyediakan buku kas anggota perdesa

7 Seksi Kesehatan - Melakukan penyuluhan secara berkala disetiap


Desa/kelurahan 21
- Melakukan penyuluhan saat yang dibutuhkan
- Memasukkan agenda GSI dalam setiap pertemuan
- Mencatat kegiatan GSI yang berasal dari
Bidan/kader dll
- Membuat pemetaan bumil
- Melaporkan ke Satgas GSI Kabupaten
- Melaporkan kematian Ibu/Bayi ke GSI Kabupaten

8. Seksi Ambulance - Memfasilitasi ibu hamil yang perlu dibawa/rujuk


kepelayanan Kesehatan
- Menginventarisasi kendaraan di Desa-desa yang
dapat diikut sertakan dalam program GSI
- Membuat jadwal pemberdayagunaan kendaraan
untuk membawa pasien tiap Desa

9. Seksi Donor Darah - Senantiasa menawarkan kepada warga yang


bersedia menjadi pendonor darah
- Membuat pemetaan pendonor Darah

10. Seksi Kader - Mendata warga yang bersedia menjadi anggota


kader per desa
- Memberikan arahan/penyuluhan anggota baru
- Memberikan dukungan/motivasi pada kader dengan
system perlombaan pada setiap pertemuan
BAB VI
HAMBATAN

Dalam pelaksanaan kegiatan GSI di Kecamatan Kandis, ditemukan


beberapa hambatan, antara lain :
1. Kurangnya partisipasi masyarakat terhadap kegiatan GSI Terutama di
Beberapa Desa/Kelurahan.
2. Kurangnya respon dari masyarakat terhadap kegiatan GSI di
Desa/Kelurahan karena banyaknya klinik swasta dan Klinik
Perkebunan.
3. Masih kurangnya koordinasi kegiatan dan pelaksanaan GSI di Desa
dan Kelurahan.

22
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Gerakan Sayang Ibu merupakan gerakan yang sangat penting


dilaksanakan dalam kehidupan masyarakat karena bertujuan untuk :

1. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi


2. Meningkatkan sumber daya manusia karena ibu yang sehat akan
melahirkan anak yang sehat dan cerdas.

B. Saran

1. Diharapakan adanya pembinaan GSI dari Kabupaten sehingga GSI


Kecamatan bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan 23
2. Untuk keberhasilan program GSI diharapkan adanya pelatihan dan
pembinaan untuk satgas GSI di Kecamatan
3. Ditingkatkannya koordinasi kegiatan dan pelaksanaan GSI Desa /
Kelurahan di Kecamatan Kandis.

BAB VIII
PENUTUP

Dengan selesainya penulisan tentang Profil GSI Kecamatan Kandis


Tahun 2017, maka diharapkan nantinya, agar dapat memberikan informasi
tentang GSI di wilayah Kecamatan Kandis, yang bertujuan membantu
mendata sekaligus memberikan keterangan yang jelas dan dapat lebih banyak
berperan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.
Kami berharap, agar dengan adanya penulisan profil GSI Kecamatan
Kandis ini akan memberikan masukan untuk Pemerintah Kabupaten Siak,
dengan harapan agar dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas kaum
perempuan, terutama masalah penurunan angka kematian ibu hamil,
melahirkan dan nifas ( AKI ) serta penurunan angka kematian bayi ( AKB )
Kami juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh
Satgas GSI Kecamatan dan semua pihak yang telah membantu memberikan
masukan, informasi, data sehingga penulisan profil GSI Kecamatan Kandis
tahun 2014 ini dapat terselesaikan.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan,semoga Profil ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Kandis, Juli 2017


GERAKAN SAYANG IBU
KECAMATAN KANDIS
Ketua,

IRWAN KURNIAWAN, S.Sos, MM 24


NIP. 197406102002121003

KEGIATAN GSI KECAMATAN KANDIS

1. Dokumentasi Pondok Sayang Ibu


25
2. Dokumentasi Ambulance Desa

26
27

3. Dokumentasi Donor Darah


28