You are on page 1of 6

ASUHAN NEONATUS, BAYI, BALITA DAN ANAK PRA SEKOLAH

MEMANDIKAN BAYI DAN


PERAWATAN TALI PUSAT

Resna Litasari, SST


Memandikan bayi dan perawatan tali pusat

MATA KULIAH : Asuhan Neonatus, Bayi, Balita Dan Anak Pra Sekolah
TOPIK : Asuhan neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah
SUB TOPIK : - Memandikan bayi
- Perawatan tali pusat
WAKTU : 2x50 Menit
DOSEN : Resna Litasari, SST

Sumber Pustaka

1. Nanny Vivian, 2010, Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita, Salemba Medika,
Jakarta.
2. Khoirunnisa dan Sudarti, 2010, Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Anak
balita, Nuha Medika, Yogyakarta
3. Yulianti Lia dan Yeyeh Ai, 2010, Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita,
Trans Info Media, Jakarta

Resna Litasari, SST Page 1


Memandikan bayi dan perawatan tali pusat

Uraian Materi

MEMANDIKAN BAYI DAN PERAWATAN TALI PUSAT

A. Definisi perawatan tali pusat


Perawatan tali pusat adalah perbuatan merawat atau memelihara pada tali pusat bayi setelah tali
pusat dipotong atau sebelum puput (Paisal, 2008).
Perawatan tali pusat adalah pengobatan dan pengikatan tali pusat yang menyebabkan pemisahan
fisik terakhir antara ibu bayi, kemudian tali pusat dirawat dalam keadaan steril, bersih, kering,
puput dan terhindar dari infeksi tali pusat (Hidayat,2005).

B. Tujuan memandikan bayi dan perawatan tali pusat


1. Tujuan memandikan bayi
a. Membersihkan kulit dari kotoran
b. Memberikan rasa nyaman kepada bayi
c. Mempertahankan kebersihan neonatus sehari-hari
d. Memungkinkan untuk observasi kulit bayi.

2. Tujuan perawatan tali pusat


Tujuan perawatan tali pusat adalah mencegah terjadinya penyakit tetanus pada bayi baru lahir,
agar tali pusat tetap bersih, kuman-kuman tidak masuk sehingga tidak terjadi infeksi pada tali
pusat bayi. Penyakit tetanus ini disebabkan oleh clostridium tetani yaitu kuman yang
mengeluarkan toksin (Racun), yang masuk melalui luka tali pusat, karena perawatan atau
tindakan yang kurang bersih (Saifuddin, 2001).
Menurut Paisal (2008), perawatan tali pusat bertujuan untuk menjaga agar tali pusat tetap kering
dan bersih, mencegah infeksi pada bayi baru lahir, membiarkan tali pusat terkena udara agar
cepat kering dan lepas.

C. Upaya yang dapat dilakukakan untuk mencegah terjadinya infeksi:


Pencegahan infeksi pada tali pusat
1. Merawat tali pusat berarti menjaga agar luka tersebut tetap bersih, tidak terkena air kencing,
kotoran bayi atau tanah.
2. Bila kotor, cuci luka tali pusat dengan air bersih yang mengalir dan segera keringkan dengan
kassa kering dan di bungkus dengan kassa tipis yang steril dan kering.
3. Dilarang membubuhkan atau mengoleskan ramuan, abu dapur, dan sebagainya pada luka tali
pusat sebab akan menyebabkan infeksi dan tetanus yang dapat berakhir dengan kematian
neonatal.

Resna Litasari, SST Page 2


Memandikan bayi dan perawatan tali pusat

D. Ciri – ciri infeksi tali pusat


1. Warna memerah , disertai kemerahan sampai perut dan mengelilingi tali pusat
2. Keluar nanah
3. Mengeluarkan bau tidak sedap.

E. Persiapan alat dan bahan memandikan bayi dan persiapan perawatan tali pusat
1. Set baju bayi yang terdari dari pernel, popok , baju, topi bayi
2. Handuk 2 buah
3. Waslap 2 buah
4. Bak Mandi
5. Sabun bayi
6. Sampo
7. Sisir
8. Kapas kering
9. Betadine
10. Kapas mata
11. Baby oil, minyak telon, lotion
12. Celemek ( jika diperlukan )

D. Langkah memandikan dan merawat tali pusat bayi


1. Kaji temperatur bayi serta tanda dan gejala adanya distres pernapasan.
2. Menyiapkan alat sesuai kebutuhan
3. Memastikan bayi dalam posisi nyaman dan aman
4. Periksa temperatur air pastikan jangan terlalu panas ( hangat – hangat kuku )
5. Gunakan celemek dan cuci tangan
6. Siapkan handuk dimeja sebanyak 2 buah ( 1 untuk mengalas dan membungkus bayi saat
disabuni dan 1 untuk mengeringkan tubuh bayi setelah dibersihkan dengan air bersih ).
7. Lipat kain bedong atau selimut bayi , buat segitiga , pakaian bayi dan popok dibetangkan
diatas selimut.
8. Meletakan bayi diatas handuk dan selimut agar bayi tetap hangat.
9. Usap mata bayi dari arah dalam keluar, gunakan ujung waslap bersih pada bagian berbeda
untuk tiap – tiap mata.
10. Bersihkan wajah dengan lembut, gunakan air biasa / tanpa mengunakan sabun.
11. Membersihkan telinga bayi dengan cotton bud, diputar searah membersihkan mata , mulut,
hidung dan telinga bagian luar mengunakan ujung waslap yang basah dan lembut.
12. Membersihkan verniks kaseosa dengan kapas yang diolesi minyak atau baby oil kemudian
bersihkan dengan waslap lembab,

Resna Litasari, SST Page 3


Memandikan bayi dan perawatan tali pusat

13. Membersihkan rambut


a. Pegang bayi dengan aman , gunakan football hold , basahi rambut dengan air secara
lembut.
b. Usapkan sampo bayi dengan mengunakan lap, bilas rambut dan keringkan kulit kepala
dengan cepat.
14. Membersihkan tubuh dan ekstremitas
15. Setelah melepaskan selimut mandi / pakaian bayi, bersihkan leher , dada , lengan dan
punggung dengan cara yang sama.
16. Bersihkan tubuh dengan sabun dan air lalu bilas dengan hati – hati. Angkat kedalam bak
dengan hati – hati yang berisi air hangat.
17. Lap seluruh bada bayi waktu dalam air
18. Balikan badan bayi dan bersihkan pungung bayi dengan waslap.
19. Angkat bayi dari bak mandi dan diletakan dihanduk kedua dan keringkan. Selimutkan dengan
handuk pada tubuh bayi.
20. Lakukan perawatan tali pusat .keringkan betul – betul dengan handuk yang lembut
21. Berikan betadine di kasa steril kemudian bungkus tali pusat dengan kasa steril.
22. Pakaian baju dan celana yang sesuai dengan bayi.

23. Bedong bayi agara tetap hangat.

E. Cara penanggulangan atau pencegahan infeksi pada tali pusat meliputi:


1). Penyuluhan bagi ibu pasca melahirkan tentang merawat tali pusat
2). Memberikan latihan tentang perawatan tali pusat pada ibu pasca persalinan.
3). Instruksikan ibu untuk selalu memantau keadaan bayinya.
4). Lakukan perawatan tali pusat setiap hari dan setiap kali basah atau kotor.
(Arin & Akbar, 2009).
Hasil penelitian Sri Mutia Batu Bara (2009) di desa Kota Datar Kecamatan Hamparan
Perak Kabupaten Deli Serdang menyebutkanbahwa jumlah infeksi pada tali pusat pada tahun
2008 berjumlah 65% kemudian meningkat menjadi 80% pada tahun 2009, kondisi ini
menunjukkan bahwa angka infeksi tali pusat semakin meningkat. Rendahnya pengetahuan
tentang perawatan tali pusat diduga turut menjadi faktor penyebab tingginya angka kematian
akibat infeksi tali pusat, (Iis Sinsin, 2008). Infeksi tali pusat pada dasarnya dapat dicegah
dengan melakukan perawatan tali pusat yang baik dan benar, yaitu dengan prinsip perawatan
kering dan bersih. Pemakaian antimikrobial topikal pada perawatan tali pusat dapat
mempengaruhi waktu pelepasan tali pusat, yaitu merusak flora normal sekitar tali pusat
sehingga memperlambat pelepasan tali pusat (Retniati, 2010;4).
Pemberian antiseptik pada tali pusat tidak diperlukan, karena resiko terjadinya
kontaminasi, yang penting terjaga kebersihannya. Berbeda dengan bayi yang dirawat di rumah
sakit, penggunaan antiseptik mungkin diperlukan untuk mengurangi terjadinya infeksi pada tali

Resna Litasari, SST Page 4


Memandikan bayi dan perawatan tali pusat

pusat (Ratri Wijaya, 2006;12).


Perawatan praktis lainnya yang mungkin dapat mengurangi timbulnya resiko terjadinya
infeksi tali pusat adalah dengan cara rawat gabung dan kontak langsung kulit bayi dan ibunya
mulai lahir agar bayi mendapatkan pertumbuhan flora normal dari ibunya yang sifatnya
patogen. Pemberian air susu ibu yang dini dan sering akan memberikan antibodi kepada bayi
untuk melawan infeksi. Pemberian antiseptik pada tali pusat tidak diperlukan, karena resiko
terjadinya kontaminasi adalah kecil, yang penting terjaga kebersihannya. Berbeda dengan bayi
yang dirawat di rumah sakit, penggunaan antiseptik mungkin diperlukan untuk mengurangi
terjadinya infeksi pada tali pusat
(Retniati, 2010;12).

F. Anjuran untuk Merawat Tali Pusat


 Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perawatan tali pusat.
 Jangan membungkus puntung tali pusat atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke
puntung tali pusat. Nasihatkan hal ini juga kepada ibu dan keluarganya.
 Mengoleskan alkohol atau povidon yodium masih diperkenankan apabila terdapat tanda
infeksi, tetapi tidak dikompreskan karena menyebabkan tali pusat basah atau lembab.
 Berikan nasihat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi:
 Lipat popok di bawah puntung tali pusat.
 Luka tali pusat harus dijaga tetap kering dan bersih, sampai sisa tali pusat mengering dan
terlepas sendiri.
 Jika puntung tali pusat kotor, bersihkan (hati-hati) dengan air DTT dan sabun dan segera
keringkan secara seksama dengan menggunakan kain bersih.
 Perhatikan tanda-tanda infeksi tali pusat: kemerahan pada kulit sekitar tali pusat, tampak
nanah atau berbau. Jika terdapat tanda infeksi, nasihati ibu untuk membawa bayinya ke
fasilitas kesehatan.

Resna Litasari, SST Page 5