You are on page 1of 4

SELAPUT PERMUKAAN PADA KOROSI

Hartila Susanti1, Ibnu Amir1, Nora Fiska1, Ririanty1


Laboratorium kimia fisika, jurusan kimia
Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Negeri Padang
JL. Prof. Dr. hamka. Air Tawar Barat, , Padang

ABSTRAK
Karya ilmiah yang berjudul selaput permukaan pada korosi yang terjadi pada paku ini
membahas faktor yang mempengaruhi korosi pada paku dan cara pencegahannya. Penulisan
artikel ini adalah untuk mengetahui bahan-bahan yang dapat mempercepat terjadinya korosi.
Metode yang digunakan dengan melakukan penelitian langsung terhadap paku. Berdasarkan
hasil penelitian pada saat penambahan atau saat mencelupkan paku kedalam larutan tembaga
sulfat , massa paku akan semakin berat dikarenkan tembaga sulfat sebagai pembuat lapisan
permukaan, dan saat pencelupan kedalam asam nitrat, berat atau massa paku semakin berat
dikarenakan telah terjadinya korosi terhadap paku dari massa paku yang sebelumnya. Salah
sat penyebabnya adalah karena asam mengandung ion H+ dan serta dipengaruhi oleh udara
sekitar.
Kata kunci : Korosi, tembaga sulfat, asam nitrat
I. PENDAHULUAN semakin sedikit mengalami korosi
Korosi atau karat pada suatu logam karena potensial dari logam tersebut
terutama besi, merupakan dibuat semakin negatif2
fenomenaalamyang biasa terjadi disekitar Dalam proses pengendalian sumber
kita. Korosi merupakan gangguan yang tegangan searah (DC) ini digunakan
sangat mengganggu dan sulit untuk converter tegangan DC. Tegangan DC
dihindari. diperoleh dari proses penyearahan
Banyak cara untuk menghindari (rectifier) tegangan AC. Hasil keluaran
gangguan korosi ini, salah satunya dengan tegangan DC akan dinaikan atau
sistem proteksi katodik arus tanding diturunkan dengan DC- DC. Contoh
(impressed current cathodic protection)1. korosi yang paling lazim adalah perkaratan
Sistem proteksi katodik arus tanding besi.Pada peristiwa korosi, logam
adalah suatu metode perlindungan karat mengalami oksidasi, sedangkan oksigen
yang menggunakan tegangan DC untuk (udara) mengalami reduksi. Karat logam
proses perlindungannya. Tegangan DC umumnya adalah berupa oksida dan
digunakan untuk membuat suatu logam karbonat. Rumus kimia karat besi adalah
Fe2O3. xH2O, suatu zat padat yang larutan tembaga (II) sulfat dan langsung
berwarna coklat-merah diketuk permukaannya dengan batang
pengaduk. Paku kembali ditimbang.
II. Eksperimental
III. Pembahasan
2.1 Alat
3.1 Pengamatan
Dalam eksperimental selaput permukaan
pada korosi, alat yang digunakan yaitu Berdasarkan eksperimen yang telah
sepotong baja yang bersih mengkilap, kira- dilakukan, dapat diamati keadaan awal
kira 100 x 50 x 2 mm berfungsi sebagai paku yang digunakan sebagai sampel
logam yang akan dilindungi dari korosi, bersih dan mengkilap. Pada saat paku
dua gelas piala 250 mL berfungsi sebagai dicelupkan ke dalam larutan tembaga (II)
wadah larutan yang akan digunakan. sulfat terbentuk lapisan merah jambu pada
paku. Pencelupan paku yang sama
2.2 Bahan kedalam larutan asam nitrat menyebabkan
Bahan yang digunakan dalam warna tadi menghilang. Pencelupan paku
eksperimental yaitu Asam Nitrat berfungsi terakhir kedalam tembaga (II) sulfat
sebagai agen korosi ( penyebab korosi ), menyebabkan paku berwarna kehitaman.
Tembaga (II) Sulfat sebagai senyawa 3.2 Data
pelindung logam dari korosi.
Perlakuan Hasil
2.3 Prosedur Kerja penimbangan
Dalam gelas piala pertama dilarutkan 10 Paku awal 2,6786 g
gram tembaga (II) sulfat dalam 100 mL Paku dicelupkan ke
air. Ke dalam gelas piala kedua dituangkan tembaga (II) 2,6887 g
100 mL asam nitrat. Paku yang digunakan sulfat ....(a)
sebagai sampel logam ditimbang. Paku Paku setelah perlakuan
dicelupkan secara vertikal kedalam gelas (a) dicelupkan ke asam 2,6812 g
piala berisi tembaga (II) sulfat sampai nitrat....(b)
terendam separuhnya. Dibiarkan selama 1 Paku setelah perlakuan
menit. Setelah 1 menit direndam, paku (b) dicelupkan ke 2,6756 g
diangkat secara perlahan dan dibiarkan tembaga (II) sulfat
larutan yang menempel pada paku kering 3.3 Pembahasan
dengan sendirinya. Paku kemudian
Berdasarkan eksperimen yang telah
ditimbang. Paku yang sama dicelupkan dilakukan mengenai selaput permukaan pada
secara vertikal kedalam asam nitrat sedikit korosi dengan tujuan untuk menjelaskan
lebih dalam dibanding ketika dicelupkan pembentukan selaput permukaan yang
kedalam larutan tembaga (II) sulfat. melindungi logam dari korosi. Logam yang
Didiamkan selama 5 detik. Paku diangkat digunakan yaitu paku besi. Paku yang
dan larutan yang menempel dibiarkan digunakan harus benar-benar bersih dan
kering dengan sendirinya, paku ditimbang. mengkilap (tidak berkarat) karena kita menguji
Paku dicelupkan lagi kedalam tembaga (II) selaput permukaan yang terbentuk pada
permukaan paku dapat melindungi paku dari
sulfat. Paku diangkat secara cepat dari
korosi. Paku yang digunakan tidak bersih Berdasarkan pengamatan, berat awal paku
menyebabkan pengamatan terganggu. yaitu 2,6786 g. Paku dicelupkan kedalam
larutan tembaga (II) sulfat ( perlakuan a),
Asam Nitrat (HNO3) berperan sebagai terbentuk lapisan berwarna merah jambu
agen penyebab korosi. Karena HNO3 kemudian ditimbang, berat paku 2,6887 g.
merupakan elektrolit yang bersifat asam kuat. Selisih berat paku awal dengan setelah
Sesuai teori larutan elektrolit merupakan salah perlakuan (a) yaitu 0,0101 g. Pertambahan
satu faktor yang dapat menyebabkan korosi. berat paku besi menunjukkan adanya selaput
Larutan tembaga(II) sulfat (CuSO4) permukaan yang terbentuk pada paku setelah
berperan dalam pembentukan selaput pada pencelupan kedalam tembaga (II) sulfat.
permukaan paku untuk mencegah dari korosi. Kemudian, paku besi yang sama dicelupkan
kedalam asam nitrat (perlakuan b), ditimbang.
Paku yang telah dibersihkan dimasukkan Diperoleh berat paku besi yaitu 2,6812 g.
ke dalam larutan CuSO4 sehingga terbentuk Selisih berat paku perlakuan (a) dengan
lapisan warna merah jamb. Lapisan ini perlakuan (b) yaitu 0,0075 g. Berat paku
merupakan endapan Cu pada besi yang akan berkurang. Hal ini menunjukkan asam nitrat
melindungi besi dari korosi. Karena tidak sebagai agen korosi mengikis selaput
menggunakan listrik dan logam Cu, endapan permukaan yang terbentuk pada paku besi.
Cu yang melapisi paku besi berasal dari Kemudian, paku besi yang sama dari
reduksi Cu2+ dari larutan elektrolit CuSO4. perlakuan (b) dicelupkan ke tembaga (II)
sulfat, dibiarkan kering kemudian diketuk-
CuSO4 (aq) → Cu2+ + SO42- (aq) ketuk dengan batang pengaduk, ditimbang.
Berat paku besi akhir diperoleh 2,6756 g. Jika
Pencelupan paku besi pada HNO3 dibandingkan berat paku besi awal dengan
menyebabkan selaput berwarna merah jambu berat paku besi setelah perlakuan (berat akhir),
menghilang dan terbentuk warna hijau berat paku besi bertambah, namun pada saat
kehitaman pada permukaan paku. Pencelupan diketuk dengan batang pengaduk berat paku
paku ke dalam HNO3 harus lebih dalam besi berkurang, karena lapisan tembaga yang
dibandingkan pencelupan paku ke larutan terbentuk terkelupas saat diketuk.
CuSO4 karena kita mengamati selaput
permukaan yang terbentuk (endapan Cu pada Berdasarkan teori, paku besi akan dilapisi
besi) dapat menghalangi terjadinya korosi saat oleh tembaga sehingga terlindungi dari korosi.
paku berkontak dengan agen penyebab korosi Karena logam Cu (E0 Cu2+| Cu = + 0,36 V)
(HNO3). memiliki potensial reduksi yang lebih positif
dari pada besi Fe (E0 Fe2+| Fe = - 0,44 V).
Pencelupan ke dalam larutan CuSO4 Namun, apabila lapisan ini tidak sempurna
kedua kalinya tidak membentuk warna merah besi akan mengalami korosi lebih cepat.
jambu lagi. Paku yang tadinya berwarna hijau
kehitaman berubah menjadi agak kecoklatan. Laju korosi tembaga lebih lambat
Dan setelah ditimbang, berat paku naik dari dibandingkan dengan laju korosi pada besi.
berat semula. Hal ini menunjukkan bahwa Pelapisan pada besi dapat mengontrol
paku tetap mengalami korosi. Namun, setelah atsmosfer korosi dari besi, meningkatkan
diketuk dan ditimbang berat dari paku konduktivitas elektrik dan termal besi.
berkurang. Hal ini karena lapisan tembaga
Pelapisan besi dengan tembaga dikenal
yang terbentuk akan terkelupas ketika diketuk-
sebagai elektroplating yaitu proses pelapisan
ketuk.
suatu logam dengan logam lain yang lebih
tahan terhadap korosi. Pada prinsipnya,
elektroplating ini merupakan proses
elektrokimia yang memerlukan arus listrik DAFTAR PUSTAKA
searah (DC). Logam yang akan dilapisi (besi)
dijadikan sebagai katoda sedangkan logam Albert, Robert and Tonington. 1981.
yang melapisi dijadikan anoda. Reaksi yang
terjadi:
Kimia Fisika. Jakarta : Erlangga

Anoda (Cu) : Cu(s) + 2e- → Cu2+ (aq) + 2e- Akhadi,Mukhlis. 2006. Dari Wikipedia
Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa
Katoda (Fe) : Fe2+ (aq) + 2e- → Fe (s) Indonesia
Pada anoda, logam Cu mengalami Oxtoby,David W. 2001. Prinsip-Prinsip
oksidasi menjadi ion Cu2+ dan melepaskan 2 e- Kimia Modern. Jakarta: Erlangga
. Ion Cu2+ akan bergabung dengan ion Cu2+
dalam elektrolit CuSO4. Kemudian di katoda Sudarmo, Unggul. 2006. Pengaruh-
ion Cu2+ akan direduksi membentuk endapan pengaruh terjadinya korosi. Jakarta:
tembaga. Karena pada katoda digunakan paku Erlangga
besi, maka endapan tembaga ini akan melapisi
permukaan paku besi. Proses elektroplating ini
menggunakan prinsip elektrolisis dan
dimanfaatkan untuk melindungi besi dari
korosi.

IV. Kesimpulan

Berdasarkan eksperimen yang telah


dilakukan dapat disimpulkan bahwa
tembaga (II) sulfat dapat membentuk
selaput permukaan pada paku besi
sehingga dapat melindungi paku besi dari
korosi oleh asam nitrat (agen
korosi),sehingga laju korosi pada paku
besi menjadi lambat.

V. Ucapan Terima Kasih

Kami mengucapkan terima kasih kepada


dosen pembimbing Bapak Umar Kalmar
Nizar, S.Si., M.Si., Ph.D, Bapak Hary Sanjaya,
S.Si, M.Si dan juga asisten dosen Riga, S.Pd,
Ryan Setiawan, Putri Ramadhani yang
menuntun dalam melakukan eksperimen serta
laboran yang menyediakan fasilitas seperti
peralatan sehingga eksperimen berjalan
dengan lancar.