You are on page 1of 26

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH

NY. R, 57 TAHUN DENGAN


VERTIGO DAN HIPERTENSI

DISUSUN OLEH :

INDIRA MAYUSTI NANDINI (030.11.141)


MAYA PUSPA SARI (030.11.182)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


PUSKESMAS KECAMATAN PASAR MINGGU
PERIODE 28 AGUSTUS – 4 NOVEMBER 2017
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA

0
1
PENDAHULUAN

Vertigo berasal dari istilah latin, yaitu vertere yang berarti berputar, dan
igo yang berarti kondisi. Vertigo merupakan subtipe dari dizziness yang secara
definitif merupakan ilusi gerakan, dan yang paling sering adalah perasaan atau
sensasi tubuh yang berputar terhadap lingkungan atau sebaliknya, lingkungan
sekitar kita rasakan berputar. Vertigo juga dirasakan sebagai suatu perpindahan
linear ataupun miring, tetapi gejala seperti ini lebih jarang dirasakan. Kondisi ini
merupakan gejala kunci yang menandakan adanya gangguan sistem vestibuler dan
kadang merupakan gejala kelainan labirin. Namun, tidak jarang vertigo
merupakan gejala dari gangguan sistemik lain, misalnya obat, hipotensi, penyakit
endokrin, dan sebagainya.1,2
Dari keempat subtipe dizziness, vertigo terjadi pada sekitar 32% kasus, dan
sampai dengan 56,4% pada populasi orang tua.1 Sebagian besar (hampir 50%)
diketahui sebagai paroxysmal vertigo yang disertai dengan gejala-gejala migren,
seperti pucat, mual, fonofobia, dan fotofobia.2
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah abnormal yang berlangsung
terus-menerus dimana tekanan sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. 1
Menurut WHO batas normal tekanan darah, dimana tekanan sistolik 120–140
mmHg dan tekanan diastolik 80 – 90 mmHg.3 Sedangkan menurut Joint National
Committee (JNC) VIII 2014 tekanan darah normal pada orang dewasa, dimana
tekanan sistolik <120 mmHg dan tekanan diastolik <80 mmHg sementara target
tekanan darah sistolik pada pasien berusia 60 tahun ke atas <150 mmHg dan target
tekanan darah pada dewasa dengan diabetes atau penyakit ginjal kronik adalah
<140/90 mmHg.4
Di Amerika, menurut National Health and Nutrition Examination Survey
(NHNES III); paling sedikit 30% pasien hipertensi tidak menyadari kondisi
mereka, dan hanya 31% pasien yang diobati mencapai target tekanan darah yang
diinginkan dibawah 140/90 mmHg.5 Di Indonesia, dengan tingkat kesadaran akan
kesehatan yang lebih rendah, jumlah pasien yang tidak menyadari bahwa dirinya
menderita hipertensi dan yang tidak mematuhi minum obat kemungkinan lebih

2
besar. Healthy People 2010 for Hypertension menganjurkan perlunya pendekatan
yang lebih komprehensif dan intensif guna mencapai pengontrolan tekanan darah
secara optimal.6
Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan jantung.
Hipertensi juga merupakan faktor risiko infark miokard, stroke, gagal ginjal akut
dan juga kematian. Penyakit ini bertanggung jawab terhadap tingginya biaya
pengobatan dikarenakan alasan tingginya angka kunjungan ke dokter, perawatan
di rumah sakit dan/atau penggunaan obat jangka panjang.3,6

3
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH

I. IDENTITAS PASIEN DAN KELUARGA


A. Identitas Pasien
Nama : Ny. R
Umur : 57 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Status perkawinan : Menikah
Alamat : Pejaten Barat RT 11/RW 08, Jakarta
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : Tamat SD
Pekerjaan : Tidak bekerja
B. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. R
Umur : 60 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status perkawinan : Menikah
Alamat : Pejaten Barat RT 11/RW 08, Jakarta
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : Tamat SD
Pekerjaan : Tidak bekerja
C. Sumber Pembiayaan Kesehatan
Jaminan : BPJS
D. Perilaku Kesehatan Keluarga
1. Bila ada anggota keluarga yang sakit, yang pertama dilakukan :
Diobati dengan obat yang dibeli sendiri, jika tidak membaik lalu berobat
ke Puskesmas
2. Keikut sertaan pada program Kesehatan di lingkungan rumah :

4
- Posyandu balita : Tidak
- Posyandu lansia : Tidak
- Perkumpulan kesehatan lainnya : Tidak
3. Pemanfaatan waktu luang :
- Olah raga : Ya, jalan pagi 3 kali per minggu
- Rekreasi : Tidak
- Melakukan hobi : Tidak
- Aktifitas Sosial di Lingkungan pemukiman : Ya
 Arisan : Tidak
 Pertemuan RT : Tidak
 Organisasi : Tidak
 Pengajian : Ya, 2 kali per minggu

II. PROFIL KELUARGA

Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Kandung


Keduduk
Umur Pendi
Nam an L/ Keterang Tempat
No (tahu - Pekerjaan
a dalam P an Tinggal
n) dikan
Keluarga
Tidak Pejaten Barat
1. Tn. R Ayah L 60 SD Sehat
bekerja RT 11/RW 08
Ibu Rumah Pejaten Barat
2. Ny. R Ibu P 57 SD Sakit
Tangga RT 11/RW 08
Penjaga Pejaten Barat
3. Tn. R Anak I L 36 SD Sehat
malam RT 11/RW 08
Pejaten Barat
4. Ny. R Anak II P 34 SD Buruh Sehat
RT 11/RW 08
Tukang Pejaten Barat
5. Tn. R Anak III L 28 SD Sehat
parkir RT 11/RW 08
Ibu Rumah Pejaten Barat
6. Ny. R Anak IV P 26 SMK Sakit
Tangga RT 11/RW 08
Pejaten Barat
7. Tn. R Anak V L 16 SMP Pelajar Sehat
RT 11/RW 08

5
Keduduk
Umur Pendi
Nam an L/ Keterang Tempat
No (tahu - Pekerjaan
a dalam P an Tinggal
n) dikan
Keluarga
Pejaten Barat
8. An. A Cucu I L 10 SD Pelajar Sehat
RT 11/RW 08
Pejaten Barat
9. An. S Cucu II L 9 SD Pelajar Sehat
RT 11/RW 08
Pejaten Barat
10. An. S Cucu III L 8 SD Pelajar Sehat
RT 11/RW 08
Pejaten Barat
11. An. F Cucu IV P 6 SD Pelajar Sehat
RT 11/RW 08

Diagram 1. Genogram Keluarga kandung Pasien


Keterangan :
1. Bapak pasien Meninggal 3. Bapak mertua Meninggal
2. Ibu pasien 4. Ibu mertua
Meninggal Meninggal

6
5. Suami pasien Sehat 13. Menantu II pasien Sehat
6. Ibu (pasien) Sakit 14. Menantu III pasien Sehat
7. Anak I pasien Sehat 15. Menantu IV pasien Sehat
8. Anak II pasien Sehat 16. Cucu I pasien Sehat
9. Anak III pasien Sehat 17. Cucu II pasien Sehat
10. Anak IV pasien Sehat 18. Cucu III pasien Sehat
11. Anak V pasien Sehat 19. Cucu IV pasien Sehat
12. Menantu I pasien Meninggal

III. RESUME PENYAKIT DAN PENATALAKSANAAN YANG SUDAH


DILAKUKAN
Dilakukan dengan autoanamnesis pasien pada tanggal 15 September 2017
A. Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan pusing berputar sejak 1 hari.
B. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan pusing berputar seperti akan terjatuh sejak 1
hari yang lalu. Pasien merasa bahwa lingkungan berputar terhadap dirinya.
Pasien mengatakan bahwa keluhannya dicetuskan oleh perubahan posisi
kepala, seperti melihat ke atas dan belakang, membungkuk, bangun dari
tempat tidur, serta berdiri setelah duduk. Mual (-), muntah (-), telinga
berdenging (-), gangguan pendengaran (-), keluar cairan dari telinga (-),
kejang (-), penurunan kesadaran (-).
C. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu dan rutin
meminum obat antihipertensi dari Puskesmas. Tidak terdapat riwayat
kencing manis, asma, alergi, penyakit jantung maupun ginjal.
D. Riwayat Penyakit Keluarga
Ayah pasien memiliki riwayat darah tinggi dan sudah meninggal karena
penyakit jantung. Riwayat penyakit pada keluarga lainnya disangkal

7
E. Riwayat Kebiasaan
Pasien makan 3x sehari, pasien suka makan makanan asin, bersantan,
berlemak, jarang makan sayur dan buah-buahan. Pasien tidak memiliki
kebiasaan merokok maupun minum alkohol
F. Hasil Pemeriksaan Fisik
Tanggal 18 September 2017 di rumah pasien
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Tinggi Badan : 155 cm
Berat Badan : 60 kg
BMI : 24 kg/m2 (normal)
Keadaan Gizi : Normal
Tanda Vital : Tensi :130/80 mmHg RR :20x/menit
Nadi :80x/menit Suhu :36,5oC
Kepala : Normocephali
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil
bulat isokor
Telinga : Normotia, serumen -/-, sekret -/-
Hidung : Bentuk normal, sekret -/-, septum deviasi -
Tenggorok : T1-1, hiperemis (-), faring hiperemis (-)
Mulut : Bibir kering (-), sianosis (-)
Dada :
- Cor
Inspeksi : Iktus kordis tak tampak
Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS 1 cm sebelah lateral dari
linea parasternal kiri
Perkusi : Konfigurasi jantung dalam batas normal
Auskultasi : BJ I-II normal, murmur (-), gallop (-)
- Pulmo
Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis
Palpasi : Gerak nafas simetris, Vocal fremitus simetris

8
Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : Suara nafas vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen :
Inspeksi : Datar
Palpasi : Supel, hepar dan lien tak teraba, nyeri tekan (-)
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Ekstremitas : Superior Inferior
Edema -/- -/-
Akral dingin -/- -/-
Status neurologis
- Kepala : kedua mata bulat, simetris, pupil isokor D et S 2
mm, nistagmus spontan (-)
- Leher : pergerakan (+), kaku kuduk (-)
- Nervus cranialis : normal
G. Hasil Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium ataupun pemeriksaan
penunjang
H. Rencana Penatalaksanaan
Terapi Medikamentosa :
- Betahistine mesilate 6 mg 3x1
- Captopril 25 mg 2x1
Terapi Edukasi :
- Menjelaskan mengenai keadaan penyakit yang sedang dialami oleh
pasien
- Menjelaskan mengenai penyebab penyakit dan akibat yang dapat
ditimbulkan apabila penyakit tidak diobati
- Menjelaskan apa yang dapat dilakukan untuk kesembuhan penyakit
- Memberi motivasi pada pasien dan keluarganya untuk rutin kontrol ke
Puskesmas

9
- Menjaga pola makan, dengan mengurangi makanan yang asin yang
mengandung tinggi garam, berlemak, dan bersantan juga mengonsumsi
makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan
- Istirahat yang cukup dan menghindari stress
- Rutin berolahraga
- Rutin mengikuti Posbindu agar mengetahui tekanan darah, kadar asam
urat dan kolesterol secara berkala
A. Hasil Penatalaksanaan Medis
Pasien dan keluarga sudah mengerti dan memahami penyakitnya. Pasien
berkomitmen untuk patuh minum obat secara rutin dan teratur demi
kesembuhannya. Keluhan pusing sudah berkurang.
- Faktor Pendukung:
1. Pasien dan keluarga mengerti tentang penyakit yang dialaminya dan
berkeinginan untuk sembuh
2. Adanya dukungan keluarga untuk kesembuhan pasien
3. Pasien mau meminum obat yang diberikan
- Faktor Penghambat:
1. Sulitnya mengurangi kebiasaan makan makanan yang asin,
berlemak, dan bersantan
2. Sulitnya makan sayur dan buah-buahan setiap hari karena menurut
pasien harganya mahal

IV. IDENTIFIKASI FUNGSI – FUNGSI KELUARGA


A. Fungsi Biologis
Pasien sudah 5 tahun didiagnosis menderita Hipertensi. Pasien rutin
minum obat dan rutin kontrol ke Puskesmas. Status gizi pasien dalam
keadaan baik, walaupun demikian pasien tidak menjaga pola makan yang baik.

B. Fungsi Psikologis
Pasien tinggal di rumah bersama anggota keluarga yang berjumlah 5
orang, yaitu pasien, suami, anak pertama, anak kelima, dan cucu pertama.
Hubungan pasien dengan keluarga maupun tetangga baik.

10
C. Fungsi Ekonomi
Pasien dan suami sudah tidak bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari, pasangan ini mendapat penghasilan dari anak pertama pasien.
Anak pertama pasien bekerja dengan penghasilan tidak menentu sekitar
Rp3.000.000,- per bulan untuk seluruh anggota keluarga. Tiga anak pasien
lainnya sudah berkeluarga dan tidak tinggal di rumah.
D. Fungsi Pendidikan
Tingkat pendidikan pasien dan suami pasien adalah tamat SD. Anak
pertama, kedua, dan ketiga tamatan SD, sedangkan anak keempat tamatan
SMK dan anak kelima sekolah SMK.

E. Fungsi Religius
Pasien dan keluarganya beragama Islam dan rajin menunaikan ibadah dan
pengajian. Pasien sering mengikuti acara tentang keagamaan baik di
lingkungan rumah maupun daerah.

F. Fungsi Sosial Budaya


Penderita tinggal di tempat pemukiman penduduk yang padat. Menurut
pengakuan pasien, hubungan keluarga dengan tetangga dalam keadaan
baik dan pasien sering mengikuti pengajian yang diadakan di dekat rumah.

V. POLA KONSUMSI MAKANAN PENDERITA


FORMULIR 24 HOUR RECALL
(Catatan : Asupan makanan/minuman KEMARIN mulai bangun pagi hingga
tidur malam)

Nama makanan atau Jumlah


Waktu Jam Bahan makanan
minuman URT
Makan Pagi 08.00 Nasi dan ayam goreng Nasi, ayam 1 piring
Selingan 10.00 Roti isi cokelat Tepung, cokelat 1 potong

Makan Siang 12.00 Nasi dan kerupuk Nasi, tepung 1 piring

11
Selingan 16.00 Roti isi cokelat Tepung, cokelat 1 potong
Makan
20.00 Nasi dan kerupuk Nasi, tepung 1 piring
Malam
Selingan - - - -

Penjelasan :
Frekuensi makan rata – rata setiap harinya 3x/hari saat makan pagi, makan siang
dan makan malam dengan variasi makanan sebagai berikut : nasi, lauk (ayam,
telur), dan sangat jarang makan sayur dan buah-buahan.

VI. IDENTIFIKASI FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KESEHATAN
A. Faktor Perilaku
Frekuensi makan pasien adalah 3x/hari. Pasien cukup sering memasak di
rumah. Pasien jarang membeli makanan di luar rumah. Akan tetapi, pasien
tidak mengatur pola makan dengan baik. Pasien suka makan makanan
asin, bersantan, berlemak, jarang makan sayur dan buah-buahan. Pasien
rutin berolahraga. Jika ada anggota keluarga sakit, maka akan diobati
sendiri terlebih dahulu. Jika tidak membaik dibawa ke Puskesmas
Kelurahan Pejaten Barat I yang jaraknya tidak jauh dari rumah pasien.
Cucu pasien berjumlah 4 orang, 1 cucu tinggal bersama pasien dan 3
lainnya di rumah anaknya yang tidak jauh dari pasien sehingga sering
bertemu. Pasien masih mengurusi seorang anaknya yang masih SMK.
B. Faktor Non Perilaku
Sarana pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan rumah adalah
Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat I. Hal ini cukup berpengaruh terhadap
kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan jika ada anggota keluarga
yang sakit. Jarak ke Puskesmas dapat dijangkau dengan menggunakan
angkutan umum.

VII. DIAGNOSIS FUNGSI KELUARGA

12
A. Fungsi Biologis
- Tidak ada anggota keluarga yang mengeluhkan penyakit yang serupa.
- Ayah pasien meninggal karena sakit jantung dan terdapat riwayat
henyakit hipertensi.
- Pasien patuh minum obat secara teratur
- Pasien tidak menjaga pola makan dengan baik
B. Fungsi Psikologis
- Hubungan pasien dengan keluarga maupun saudara lainnya baik.
C. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan
- Sumber pendapatan keluarga berasal anak pertama pasien.
- Penghasilan per bulan gaji anak pertama pasien dapat memenuhi
kebutuhan keluarga sehari-sehari.
D. Fungsi Sosial
- Dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
- Pasien rutin mengikuti pengajian di lingkungan rumahnya.

E. Faktor Perilaku
- Pasien rutin mengkonsumsi obat yang diberikan.
- Pasien belum bisa menerapkan pola makan yang baik.
F. Faktor Non Perilaku
- Jika ada anggota keluarga sakit, tidak segera dibawa ke tenaga kesehatan
terdekat walaupun rumah pasien dekat dengan Puskesmas.

VIII. IDENTIFIKASI LINGKUNGAN RUMAH


A. Gambaran Lingkungan Rumah
Rumah pasien terletak pada pemukiman padat penduduk dengan ukuran 6
x 2 m2, bentuk bangunan 1 lantai. Secara umum gambaran rumah terdiri
dari 1 ruang tamu yang juga merupakan ruang keluarga, 1 kamar tidur, 1
dapur, dan 1 kamar mandi. Lantai terbuat dari keramik, dinding terbuat
dari tembok, dan atap rumah dari genteng. Ventilasi terdapat pada ruang
keluarga berupa 1 buah jendela berukuran 0,6 x 0,8 m. Penerangan di

13
dalam ruangan baik. Kebersihan dalam rumah kurang bersih, barang-
barang tidak tertata dengan rapi, dan udara di dalam ruangan terasa
lembab.
Penerangan di ruangan pada siang hari kurang dan malam hari
menggunakan lampu listrik, sumber air dari sumur. Kamar mandi milik
sendiri. Air limbah rumah tangga dialirkan ke got. Jalan di luar rumah
lebarnya 2 meter terbuat dari tanah. Sampah rumah dibuang ke tempat
pembuangan sampah yang terletak di depan rumah. Lingkungan rumah
pasien merupakan lingkungan rawan banjir.

B. Denah Rumah

14
Keterangan ruangan:
1. Ruang keluarga
2. Kamar pasien
3. Dapur
4. Kamar mandi

Gambar 1. Denah rumah pasien


Analisis Keadaan Rumah :
1. Letak rumah di daerah : Padat penduduk
2. Bentuk bangunan rumah : 1 lantai
Kepemilikan rumah : Sendiri
3. Luas rumah : 6 x 2 m2
Jumlah orang dalam rumah : 5 orang
Luas halaman rumah :-
4. Lantai rumah dari : Keramik
5. Dinding rumah dari : Tembok
6. Atap rumah : Genteng
7. Pembagian ruangan rumah :
- Ruang keluarga : Ada, ukuran 2 x 1,5 m
- Kamar Tidur Pasien : Ada, ukuran 2 x 3 m
- Dapur : Ada, ukuran 1 x 1,5 m

15
- Kamar Mandi : Ada, ukuran 1 x 1,5 m
8. Jendela rumah : Ada 1 buah, berukuran 0,6 x 0,8 m
Perbandingan luas lantai dan jendela di :
- Ruang keluarga : 70%:30%
Penerangan di dalam rumah (dinilai setelah membandingkan luas
jendela dengan lantai dan kesan subjektif saat membaca tulisan di
dalam rumah) : Cukup
9. Listrik di rumah : Ada
10. Lubang ventilasi :
- Ruang keluarga : Ada, 1 buah
- Kelembaban dalam rumah : Terasa lembab
- Kesan ventilasi di dalam rumah : Kurang
11. Kebersihan dalam rumah : Kurang
12. Sumber air minum dari : Air minum galon
13. Kamar mandi : Ada, 1 buah
14. Limbah rumah tangga di alirkan ke : Got
15. Tempat sampah di luar rumah : Ada
16. Jalan di depan rumah lebarnya : 2 meter, terbuat dari tanah
17. Kesan kebersihan lingkungan pemukiman : Kurang baik

IX. DIAGRAM REALITA YANG ADA PADA KELUARGA

16
Genetik Ayah pasien memiliki
riwayat hipertensi

Pelayanan
Kesehatan Status Lingkunga
kesehatan n

Letak Puskesmas yang


- Kebersihan rumah
dekat dari rumah
kurang baik, penataan
dan kerapihan rumah
masih kurang.
- Kebersihan lingkungan
Perilaku sekitar rumah kurang
- Pasien rutin minum obat baik.
dari dokter - Ventilasi udara dan
- Pasien rutin berolahraga cahaya yang masuk ke
- Pasien tidak memperhatikan rumah kurang baik
kebutuhan makanan gizi - Rumah berada di
seimbang wilayah padat penduduk
- Daerah rumah rawan
banjir karena berada di
antara 2 sungai

17
X. TABEL PERMASALAHAN PADA KELUARGA
Pendekatan Resiko dan Rencana Pembinaan Indikator Keberhasilan
masalah kesehatan Penilaian
Biologis Vertigo Edukasi mengenai penyakit, penyebab Pasien dan keluarga mengetahui
penyakit, akibat yang dapat ditimbulkan apabila hal-hal yang berhubungan
penyakit tidak diobati dengan penyakit vertigo
Menghindari faktor pencetus serangan Berkurangnya kejadian serangan
Edukasi untuk rutin meminum obat Berkurangnya kejadian serangan
Kontrol berkala ke pelayanan kesehatan Bertambahnya frekuensi
kunjungan ke pelayanan
kesehatan terdekat
Hipertensi Edukasi mengenai penyakit, penyebab Pasien dan keluarga mengetahui
penyakit, akibat yang dapat ditimbulkan apabila hal-hal yang berhubungan
penyakit tidak diobati dengan penyakit hipertensi
Edukasi untuk rutin meminum obat Tidak terdapat keluhan yang
berhubungan dengan penyakit
hipertensi
Kontrol berkala ke pelayanan kesehatan Bertambahnya frekuensi
kunjungan ke pelayanan terdekat
Tidak menjaga pola Edukasi untuk mengurangi makanan yang asin Pasien dan keluarga mulai
makan dan gizi yang mengandung tinggi garam, berlemak, dan mengurangi makanan asi,
seimbang bersantan juga mengonsumsi makanan berserat berlemak, bersantan dan rutin
seperti sayur dan buah-buahan mengonsumsi sayur dan buah-
buahan
Psikologis Pencetus vertigo, Edukasi untuk menghindari faktor pencetus Berkurangnya kejadian serangan
antara lain stress serangan
Sering membeli Menjelaskan bahaya penggunaan obat-obatan Meningkatnya kunjungan
obat di warung jika tanpa resep dokter serta bahayanya keluarga ke pelayanan kesehatan
sakit belum keterlambatan diagnosis terdekat
dirasakan berat
Lingkungan Perumahan yang Edukasi untuk menghindari faktor pencetus Berkurangnya kejadian serangan
berada di daerah vertigo lainnya
XI. PEMBINAAN DAN HASIL KEGIATAN
Tanggal Kegiatan yang Keluarga Hasil Kegiatan Indikator Evaluasi
Kunjunga Dilakukan yang Kegiatan
n Terlibat
18  Memperkenalkan diri Pasien Terbinanya Pasien bersedia
September dan menjelaskan dan hubungan baik untuk diperiksa.
2017 maksud kedatangan keluarga dengan pasien dan
 Identifikasi anggota keluarga.
keluarga dan kondisi
kesehatannya
 Melakukan
anamnesis dan Pasien dan keluarga Pada kunjungan
pemeriksaan fisik memahami berikutnya keluhan
kepada pasien penjelasan tentang sudah berkurang,

 Memberi penjelasan penyakit dan dan dapat

kepada pasien dan resikonya. menerapkan anjuran

keluarga mengenai mengenai gaya

penyakit hidup yang baik.

 Memotivasi pasien
untuk menghindari
faktor- faktor yang
dapat memicu
keluhan pasien
 Mengevaluasi
makanan yang
dikonsumsi oleh
pasien dengan food
recall 1 x 24hours
25  Evaluasi keluhan dan Pasien Pasien mengatakan Pasien mulai
September keadaan umum dan keluhannya menjalankan pola
2017 pasien. keluarga berkurang dan obat makan yang baik,
 Melakukan diminum teratur. melakukan aktifitas
pemeriksaan fisik Pasien belum mulai fisik, membersihkan
 Memberi motivasi menjaga pola dan merapikan
untuk menjaga pola makannya. Tetap barang-barang di
makan dan aktivitas rutin berolahraga. rumah
fisik
 Memberikan Pasien mulai

penjelasan mengenai membersihkan dan

pentingnya ventilasi merapikan barang

udara dan kebersihan


rumah
Tanggal Kegiatan yang Keluarga Hasil Kegiatan Indikator Evaluasi
Kunjunga Dilakukan yang Kegiatan
n Terlibat
2 Oktober  Evaluasi keluhan dan Pasien Pasien mengatakan Pasien mulai
2017 keadaan umum keluhannya menjalankan pola
pasien. berkurang dan obat makan yang baik,
 Melakukan diminum teratur. melakukan aktivitas
pemeriksaan fisik Pasien juga fisik, membersihkan
 Menanyakan menyampaikan dan merapikan
mengenai masalah keluhan ini sudah barang-barang di
kesehatan yang berkurang karena rumah.
dihadapi pola hidupnya yang

 Menanyakan sudah mulai bersih

perubahan yang dan sehat.

terjadi setelah
mengatur pola hidup
yang bersih dan sehat
9 Oktober  Evaluasi keluhan dan Pasien Diketahuinya Pasien rutin minum
2017 keadaan umum dan kondisi terkini obat dan kontrol ke
pasien. keluarga pasien. Puskesmas.
 Melakukan Pasien dan keluarga Kontrol tekanan
pemeriksaan fisik memahami perilaku darah, asam urat
 Evaluasi kepatuhan hidup bersih dan dan kolesterol
minum obat dan sehat. Memahami secara rutin.
kontrol ke Puskesmas penjelasan dan Pasien dapat

 Memberi penjelasan menjalankan saran menerapkan

mengenai pentingnya yang telah perilaku hidup

mengatur pola hidup diberikan. Pasien bersih dan sehat.

yang bersih dan sehat juga ingin rajin

 Menerapkan edukasi berobat dan ambil

yang telah diberikan obat agar tidak

agar tidak terjadi mengalami gejala

resiko penyakit yang yang membuatnya

berkaitan dengan sakit dan tidak

kesehatan pasien. nyaman.

XII KESIMPULAN PEMBINAAN KELUARGA


1. Tingkat pemahaman : Pasien dapat memahami penjelasan yang
diberikan
2. Faktor pendukung : Pasien dapat memahami penjelasan yang
diberikan
3. Faktor penyulit : Faktor kesulitan dari diri pasien untuk
menjaga kebersihan rumah dan mengubah
pola makan dalam proses penerapan gaya
hidup bersih dan sehat.
4. Indikator keberhasilan : Pasien dapat mengetahui tentang
penyakitnya meliputi penyebab, faktor
pencetus, faktor yang memperberat,
pencegahan dan penatalaksanaannya serta
berusaha untuk menghindari risiko penyakit
yang dideritanya dengan menerapkan semua
edukasi yang diberikan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Huang Kuo C., Phang L., Chang R. Vertigo. Part 1-Assesement in General
Practice. Australian Family Physician 2008; 37(5):341-7.
2. Troost BT. Dizziness and Vertigo in Vertebrobasilar Disease. Part I:
Pheripheral and Systemic Causes Dizziness. Stroke 1980:11:301-03.
3. Muhadi. JNC8 Evidence-based Guideline Pasien Hipertensi Dewasa. 2016.
Jakarta: CDK-236/ vol. 43 no. 1.
4. World Health Organization. Hypertension Programme. Available at:
http://www.who.int/hypertension/action_online/basics/en/index.html. Accesed
on Sept 18, 2017.
5. Hajjar I, Kotchen TA. Trends In Prevalence, Awareness, Treatment, And
Control Of Hypertension In The United States. JAMA. 2003;290:199-206.
6. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan
Alat Kesehatan Departemen Kesehatan. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit
Hipertensi. 2006.p. 1. Jakarta. Bakti Husada.
LAMPIRAN

DEPAN RUMAH

RUANG KELUARGA

KAMAR TIDUR
KAMAR MANDI DAPUR

Ny. R dan keluarga