You are on page 1of 3

Ibu Gemuk, Bayi Belum Tentu Besar

Besar kecilnya janin dalam kandungan ternyata


berkaitan sangat erat pada pola makan dan makanan yang
dikonsumsi oleh ibu. Bila calon ibu cenderung sulit makan
atau sering muntah, sehingga terjadi penurunan berat
badan, maka kemungkinan janin yang dikandungnya juga
akan memiliki berat badan yang rendah.

Jadi, mulai sekarang tepis anggapan bahwa saat hamil ibu


gemuk, maka bayinya pasti besar.

Normalnya, berat badan ibu selama kehamilan akan naik terus. Namun, jika bayi dalam
kandungan tidak mengalami kenaikan berat badan atau naik tapi tidak terlalu signifikan,
tentu ada sesuatu yang mengganggu perkembangannya. Untuk mengetahui
perkembangan berat badan bayi dalam kandungan, dapat dilakukan dengan
pemeriksaan USG secara periodik atau berkala. Dengan pemeriksaan ini dapat dipantau
di minggu berapa perkembangan bayi mulai tidak sesuai dengan usia kehamilan.

Berat ideal janin;

1. Usia kehamilan 20 minggu, berat janin kira-kira 0,5 kg


2. Usia kehamilan 36 minggu, janin harus mencapai 2,5 kg
3. Mendekati kelahiran, beratnya harus mencapai 3-3,5 kg.
Penyebab tidak naiknya berat badan janin;

1. Ibu hamil yang berat badannya naik terus di


saat hamil, dapat diasumsikan bahwa
penyerapan makanan pada ibu tidak
terganggu. Namun jika ternyata berat badan
bayi yang dikandungnya kurang dari yang
seharusnya, kemungkinannya adalah terjadi
hambatan pada suplai makanan dan oksigen
dari ibu ke janin.
2. Pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi oleh
calon ibu. Misalnya, si ibu menderita penyakit
hipertensi, kelainan ginjal kronik, perokok,
penderita diabetes melintus berat, peminum
alkohol, gizi buruk dan pemakaian obat-
obatan terlarang.

3. Faktor rahim dan plasenta. Plasenta yang sel-selnya mengalami kerusakan


menyebabkan tali pusat tidak masuk ke dalam plasenta secara normal. Sehingga
kebutuhan makanan dan gizi bayi tidak dapat tersuplai dengan baik. Untuk
mengetahui apakah plasenta berfungsi dengan baik maka dapat dilakukan
pemeriksaan USG-Ultrasonografi. Dengan USG dapat dinilai peningkatan arus
darah yang melalui plasenta. Dapat juga dengan pemeriksaan kardiotokographi
(CTG) dimana dapat dilihat respon bayi melalui gambaran denyut jantungnya
sehingga kita dapat menilai apakah bayi dalam kondisi kekurangan oksigen atau
tidak
4. Faktor janin, misalnya janin kembar, kelainan kromosom, cacat bawaan dan
infeksi dalam kandungan.

Agar bayi terlahir dengan berat badan normal;

1. Periksakan kehamilan secara rutin ke tenaga


medis. Konsultasikan tentang faktor-faktor
penyakit yang mengganggu kehamilan,
termasuk berat badan yang kurang. Ikuti saran
dan nasehatnya.
2. Makan makanan bergizi yang memenuhi syarat
makanan dengan gizi seimbang.

3. Hentikan kebiasaan-kebiasan buruk yang dapat menganggu kesehatan janin.


Seperti, merokok, minum alkohol, minum obat-obatan yang tidak perlu.
4. Istirahat yang cukup.
5. Usahakan untuk tidak menjadi perokok pasif, jadi lebih baik mengalah dan
menghindar
6. Bila memungkinkan lakukan pemeriksaan USG untuk memantau kondisi janin.
7. Jika ada keluhan segeralah berkonsultasi pada tenaga medis, dokter atau bidan
tempat Anda melakukan pemeriksaan kehamilan.