You are on page 1of 8

BAB IV

HASIL

4.1 Deskripsi Pelaksanaan Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan faktor-faktor risiko gagal ginjal diabetes dan non-diabetes pada
pasien hemodialisis di RSUP Dr. Mohammad Hoesin dilaksanakan pada Februari
2018. Populasi pada penelitian ini adalah data rekam medik pasien hemodialisis
diabetes dan non-diabetes di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Kota Palembang selama
periode 1 Januari –31 Desember 2017 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data
secara lengkap didapat dari rekam medik RSUP Dr. Moahammad Hoesin Kota
Palembang. Pada penelitian ini, diperoleh 96 sampel penelitian yang terdiri dari 33
pasien hemodialisis diabetes dan 63 pasien hemodialisis yang nohun-dabetes yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

4.2 Analisis Univariat


4.2.1 Distribusi frekuensi dan presentase berdasarkan kejadian diabetes mellitus
Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 96 responden terdapat 33 pasien (34.4%)
mengalami diabetes mellitus sedangkan 63 lainnya (65.6%) tidak mengalami diabetes
mellitus.

Tabel 1. Distribusi frekuensi dan presentase berdasarkan kejadian diabetes


mellitus
Pasien Gagal Ginjal dengan
n %
Hemodialisis

Diabetes Melitus 33 34.4

Non Diabetes Mellitus 63 65.6

Jumlah 96 100
4.2.2 Distribusi frekuensi dan presentase berdasarkan kejadian usia
Pada Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 96 responden terdapat 42 pasien
(43.8%) berusia lebih dari dan sama dengan 60 tahun sedangkan 54 lainnya (56.3%)
berusia kurang dari 60 tahun.

Tabel 2. Distribusi frekuensi dan presentase berdasarkan kejadian usia

Usia n %

i≥ 60 tahun 42 43.8

< 60 tahun 54 56.3

Jumlah 96 100

4.2.3 Distribusi frekuensi dan presentase berdasarkan jenis kelamin.


Tabel 3 menunjukkan bahwa dari 96 responden terdapat 49 pasien (51.0%)
berjenis kelamin laki-laki sedangkan 47 lainnya (49.0%) berjenis kelamin perempuan.

Tabel 3. Distribusi frekuensi dan presentase berdasarkan jenis kelamin

Usia n %

Laki-laki 49 51.0

Perempuan 47 49.0

Jumlah 96 100

4.2.4 Distribusi frekuensio dan presentase berdasarkan riwayat merokok


Tabel 4 menunjukkan bahwa dari 96 responden terdapat 5 pasien (5.2%)
mempunyai riwayat merokok sedangkan 47 lainnya (49.0%) tidak mempunyai riwayat
merokok.
Tabel 4. Distribusi frekuensi dan presentase berdasarkan riwayat merokok

Riwayat Merokok n %

Ada 5 5.2

Tidak Ada 91 94.8

Jumlah 96 100

4.2.5 Distribusi frekuensi dan presentase berdasarkan riwayat penggunaan obat


Tabel 5 menunjukkan bahwa dari 96 responden terdapat 73 pasien (76.0%) mempunyai
riwayat penggunaan obat sedangkan 23 lainnya (24.0%) tidak mempunyai riwayat
penggunaan obat.

Tabel 5. Distribusi frekuensi dan presentase berdasarkan riwayat penggunaan obat

Riwayat Penggunaan Obat n %

Ada 73 76.0

Tidak Ada 23 24.0

Jumlah 96 100

4.3 Analisis Bivariat


4.3.1 Hubungan Usia dan Kejadian Diabetes Mellitus
Tabel 6 menunjukkan bahwa responden yang berusia lebih dari dan sama
dengan 60 tahun dan menderita diabetes millitus mempunyai jumlah lebih
sedikit yaitu 12 pasien (28.6%) dan sebanyak 30 pasien (71.4%) tidak menderita
diabetes mellitus. Pada responden berusia kurang dari 60 tahun, sebagian besar
juga tidak menderita diabetes mellitus yaitu 33 pasien (61.1%) dan hanya 21
pasien (38.9%) menderita diabetes mellitus.
Nilai p adalah 0.291 > α (alfa) 0.05 sehingga terima H0 menunjukkan
bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian diabetes mellitus pada
pasien gagal ginjal dengan hemodialisis. Odd ratio 0.629 tetapi tidak signifikan
pada selang kepercayaan 95%.
Hipotesis;
H0 : tidak ada hubungan usia dengan kejadian diabetes mellitus
H1 : ada hubungan usia dengan kejadian diabetes mellitus

Tabel 6. Hubungan Usia dan Kejadian Diabetes Mellitus

Pasien Gagal Ginjal dengan


Hemodialisis
Jumlah OR
Usia Diabetes Non-Diabetes Nilai P
(%) (95% CI)
Mellitus Mellitus

n (%) n (%)

≥ 60 tahun 12 (28.6) 30 (71.4) 42 (100) 0.629


0.291
< 60 tahun 21 (38.9) 33 (61.1) 54 (100) (0.265-1.492)

Jumlah (%) 33 (34.4) 63 (65.6) 96 (100)

4.3.2 Hubungan jenis kelamin dan kejadian diabetes mellitus


Tabel 7 menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki dan
menderita diabetes millitus mempunyai jumlah lebih sedikit yaitu 14 pasien (28.6%)
dan sebanyak 35 pasien (71.4%) tidak menderita diabetes mellitus. Pada responden
berjenis kelamin perempuan, sebagian besar juga tidak menderita diabetes mellitus
yaitu 28 pasien (59.6%) dan hanya 19 pasien (40.4%) menderita diabetes mellitus.
Nilai p adalah 0.222 > α (alfa) 0.05 sehingga terima H0 menunjukkan bahwa
tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian diabetes mellitus pada
pasien gagal ginjal dengan hemodialisis. Odd ratio 0.589 tetapi tidak signifikan pada
selang kepercayaan 95%.

Hipotesis;

H0 : tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian diabetes mellitus

H1 : ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian diabetes mellitus


Tabel 7. Hubungan Jenis kelamin dan Kejadian Diabetes Mellitus

Pasien Gagal Ginjal dengan


Hemodialisis
Jumlah OR
Jenis kelamin Diabetes Non-Diabetes Nilai P
(%) (95% CI)
Mellitus Mellitus

n (%) n (%)

Laki-laki 14 (28.6) 35 (71.4) 49 (100) 0.589


0.222
Perempuan 19 (40.4) 28 (59.6) 47 (100) (0.252-1.380)

Jumlah (%) 33 (34.4) 63 (65.6) 96 (100)

4.3.3 Hubungan riwayat merokok dan kejadian diabetes mellitus


Tabel 8 menunjukkan bahwa responden yang memiliki riwayat merokok
dan menderita diabetes millitus mempunyai jumlah lebih sedikit yaitu 1 pasien
(20.0%) dan sebanyak 4 pasien (80.0%) tidak menderita diabetes mellitus. Pada
responden yang tidak memiliki riwayat merokok, sebagian besar juga tidak
menderita diabetes mellitus yaitu 59 pasien (64.8%) dan hanya 32 pasien
(35.2%) menderita diabetes mellitus.
Nilai p adalah 0.487 > α (alfa) 0.05 sehingga terima H0 menunjukkan
bahwa tidak ada hubungan antara riwayat merokok dengan kejadian diabetes
mellitus pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisis. Odd ratio 0.461 tetapi
tidak signifikan pada selang kepercayaan 95%.

Hipotesis;
H0 : tidak ada hubungan riwayat merokok dengan kejadian diabetes mellitus
H1 : ada hubungan riwayat merokok dengan kejadian diabetes mellitus
Tabel 8. Hubungan Riwayat Merokok dan Kejadian Diabetes Mellitus
Pasien Gagal Ginjal dengan
Hemodialisis
Jumlah OR
Riwayat Merokok Diabetes Non-Diabetes Nilai P
(%) (95% CI)
Mellitus Mellitus

n (%) n (%)

Ada 1 (20.0) 4 (80.0) 5 (100) 0.461


0.487
Tidak Ada 32 (35.2) 59 (64.8) 91 (100) (0.049-4.300)

Jumlah (%) 33 (34.4) 63 (65.6) 96 (100)

4.3.4 Hubungan riwayat penggunaan obat dan kejadian diabetes mellitus


Tabel 9 menunjukkan bahwa responden yang memiliki riwayat penggunaan
obat dan menderita diabetes millitus mempunyai jumlah lebih sedikit yaitu 25 pasien
(34.2%) dan sebanyak 48 pasien (65.8%) tidak menderita diabetes mellitus. Pada
responden yang tidak memiliki riwayat penggunaan obat, sebagian besar juga tidak
menderita diabetes mellitus yaitu 15 pasien (65.2%) dan hanya 8 pasien (34.8%)
menderita diabetes mellitus.
Nilai p adalah 0.962 > α (alfa) 0.05 sehingga terima H0 menunjukkan bahwa
tidak ada hubungan antara riwayat penggunaan obat dengan kejadian diabetes
mellitus pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisis. Odd ratio 0.977 tetapi tidak
signifikan pada selang kepercayaan 95%.

Hipotesis;
H0 : tidak ada hubungan riwayat penggunaan obat dengan kejadian diabetes mellitus
H1 : ada hubungan riwayat penggunaan obat dengan kejadian diabetes mellitus
Tabel 9. Hubungan Riwayat penggunaan obat dan Kejadian Diabetes Mellitus
Pasien Gagal Ginjal dengan
Hemodialisis
Jumlah OR
Riwayat penggunaan obat Diabetes Non-Diabetes Nilai P
(%) (95% CI)
Mellitus Mellitus

n (%) n (%)

Ada 25 (34.2) 48 (65.8) 73 (100) 0.977


0.962
Tidak Ada 8 (34.8) 15 (65.2) 23 (100) (0.365-2.615)

Jumlah (%) 33 (34.4) 63 (65.6) 96 (100)


Bab v
Pembahasan