You are on page 1of 1

ARTIKEL MANAJEMEN PRODUKSI

Dengan menggunakan metode simulasi dilakukan untuk menggambarkan karakteristik


operasional atau kinerja pelayanan. Hal utama yang penting dalam menyelenggarakan
simulasi adalah kelengkapan data. Untuk itu langkah pertama yang dilakukan adalah
membenahi administrasi yang ada, karena sebelum bulan Juni tahun 2002 data masih
bercampur antara data proyek status "Testing" dengan proyek status "Antrian", sehingga
sangat sulit untuk merumuskan kinerja pelayanan.
Setelah data - data cukup untuk dilakukan simulasi maka dilakukan analisis untuk menjawab
permasalahan yang ada yaitu meliputi :
1. Bagaimanakah menganalisis kinerja antrian yang ada ?
2. Bagaimanakah mekanisme pelayanan yang optimal ?
3. Berapakah standar waktu pelayanan ?
4. Bagaimana menghitung dan menentukan waktu antrian maksimum ?
Selanjutnya disusun langkah - langkah hipotesis untuk menanggulangi panjang antrian
proyek, yaitu:
1. Pemisahan Status
2. Load Balancing
a. Dengan pengarahan proyek yang masuk kedalam antrian atau
b. Dengan mengarahkan resource kepada antrian yang banyak.
c. Memantau Kinerja Pelayanan
i. Jumlah Proyek
ii. Panjang Antrian (Lq)
iii. Waktu dalam Antrian (Wq)
3. Peningkatan Kinerja
a. Pengawasan
b. Prioritisasi
c. Standar Waktu untuk Pelayanan Suatu Proyek
d. Waktu Antrian Maksimum.
4. Sharing Knowledge

Dalam melakukan monitor dan mengatur pembagian proyek yang masuk kepada server
(sistem analis), telah dibuatkan suatu tool atau alat bantu berupa software dengan sebutan
"PMU Project Viewer". Alat bantu tersebut dapat menyajikan data secara real time dan telah
dilengkapi dengan pemantauan kinerja masing - masing server.
Setelah dilakukan langkah - langkah perbaikan maka dilakukan evaluasi lagi terhadap data
kinerja dan membandingkan lagi terhadap data sebelum perbaikan. Dengan menggunakan uji
hipotesi (t - test) menunjukkan bahwa perubahan yang dilakukan sangat signifikan. Data
bulan Oktober 2002 menyatakan bahwa jumlah pending berjumlah 84 proyek, bulan
Nopember 2002 sebanyak 62 proyek dan bulan Desember 2002 sebanyak 40 (16 proyek
dengan status "testing" dan 24 proyek dengan status "antrian").
Dengan hasil yang cukup signifikan tersebut di atas maka dengan langkah - langkah
hipotesis disarankan untuk dijadikan langkah baku yang harus dilakukan oleh manajer, dalam
hal ini pemimpin di unit Kelompok Pengendalian Mutu. Selain itu juga disarankan kepada
manajemen untuk dapat meningkatkan pengetahuan kepada semua pegawai, baik kemampuan
yang bersifat teknis maupun manajerial. Peningkatan kemampuan tersebut dapat ditempuh
dengan dua cara yaitu dengan training maupun sharing knowledge. Diharapkan dari hal
tersebut wawasan masing - masing pegawai akan lebih luas yang pada akhirnya akan
berdampak kepada fleksibilitas dalam hal pemimpin unit Kelompok Pengendalian Mutu
untuk mengarahkan suatu jenis proyek kepada sistem analis yang ada.

Sumber : https://www.scribd.com/upload-
document?archive_doc=24188795&escape=false&metadata=%7B%22context%22%3A%22a
rchive%22%2C%22page%22%3A%22read%22%2C%22action%22%3Afalse%2C%22logge
d_in%22%3Afalse%2C%22platform%22%3A%22web%22%7D