You are on page 1of 15

PENGARUH ORIENTASI MASA DEPAN DAN KECERDASAN

SPIRITUAL TERHADAP PERILAKU PERENCANAAN DANA PENSIUN


BAGI PEGAWAI

ARTKEL ILMIAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian


Program Pendidikan Strata Satu
Program Studi Manajemen

OLEH :

M.Rizky.Hananda
2012210747

SEKOLAH ILMU TINGGI EKONOMI PERBANAS

SURABAYA

2016
PENGARUH ORIENTASI MASA DEPAN DAN KECERDASAN
SPIRITUAL TERHADAP PERILAKU PERENCANAAN DANA
PENSIUN BAGI PEGAWAI

Moch.Rizky.Hananda
STIE Perbanas Surabaya
Email: hanandariski@gmail.com

Mellyza Silvy
STIE Perbanas Surabaya
Email: Meliza@perbanas.ac.id
Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya

ABSTRACT

This study was conducted to purpose the future orientation and spiritual
intelligence have positive influence significantly toward retirement planning for
employees, the intention of moderating future orientation towards retirement
planning behavior. in this study, the samples used was the one who had worked at
least 2 years old and have a minimum income 4.000.000 in the area of Surabaya,
Sidoarjo and Gresik with number of 199 respondents. The analysis technique used
in this study is Multiple regression analysis with the help of SPSS 20. The results
the future orientation and spiritual intelligence of significant positive to conduct
behavior retirement planning effect and future orientation positively affects
behavior retirement planning for employees with the intentions as a moderating
variable.

Key Words : Future Orientation, Spiritual Inteligence, Intentions, behavior


retirement planning

PENDAHULUAN mempersiapkan hari tuanya agar


mendapatkan kesejahteraan di hari
Kesejahteraan pada masa tua tua nanti yaitu salah satu caranya
adalah suatu dambaan bagi seseorang adalah merencanakan dana pensiun.
dikarenakan pada masa itu seseorang pada hakikatnya program dana
tidak lagi memikirkan urusan pensiun dapat menciptakan
pekerjaan lagi hal ini menyebabkan ketenangan kerja bagi karyawan
bahwa pada hari tua perlu adanya karena kesejahteraan di hari tua akan
jaminan kesejahteraan ketika sudah dapat terjamin, yang pada berakibat
tidak produktif lagi bekerja. Oleh bahwa ketika para pegawai
sebab itu orang harus mempunyai mendapatkan jaminan dana pensiun
rencana ke depan untuk maka pegawai akan lebih loyal

1
terhadap perusahaanya dan akan tua sebaiknya dilakukan sejak dini
bekerja lebih produktif. dengan menetapkan tujuan, sumber
Bagi pihak perusahaan, pendanaan, serta membuat tabungan
program dana pensiun akan dan investasi yang paling sesuai
mencegah timbulnya problem untuk memenuhi persyaratan hari
pemutusan hubungan kerja (PHK) tua, karena semakin dini melakukan
sebagai bagian dari program perencanaan keuangan hari tua maka
produktivitas perusahaan. Menurut semakin terjamin kesejahteraan di
undang-undang nomer 11 tahun 1992 hari tua. Dengan demikian
menyebutkan bahwa perusahaan dibutuhkanlah suatu rencana untuk
wajib untuk memberikan dana masa tua atau bisa disebut dengan
pensiun kepada para pekerjanya. orientasi masa depan.
Hasil penelitian Muratore dan Johan Orientasi masa depan adalah
(2009) juga mengatakan bahwa merupakan suatu kemampuan yang
keinginan untuk melakukan berguna untuk menetapkan tujuan
persiapan atau perencanaan yang ingin dicapai di masa depan
keuangan hari tua akan menciptakan dan cara memandang atau menyusun
kehidupan yang lebih sejahtera di rencana untuk mencapai tujuan
masa tua selain itu penelitian yang tersebut. seseorang yang memiliki
dilakukan oleh Topa et al (2009) pemikiran ke depan atau orientasi
juga mengatakan bahwa semakin masa depan akan memiliki
aktif.seseorang dalam melakukan kecenderungan untuk menyimpan
perencanaan hari tua maka semakin dan merencanakan. Gambaran ini
tinggi pula tingkat kepuasan yang memungkinkan individu untuk
dirasakan ketika hari tua. menentukan tujuan-tujuanya dan
Safir Senduk (2008) mengevaluasi sejauh mana tujuan-
menyatakan bahwa perencanaan hari tujuan tersebut dapat diselesaikan.

Gambar 1
JUMLAH DANA PENSIUN TAHUN 2010 – 2014

248 245 244 241 242

DPPK/EPF
DPLK/FIPF

24 25 25 24 25

2010 2011 2012 2013 2014

Berdasarkan data dari pensiun pada tahun 2014


Otoritas Jasa Keuangan tahun 2014 menunjukan sebanyak 3.925.444
di atas bahwa jumlah peserta dana orang atau mengalami kenaikan

2
sebesar 291.799 orang (7,43%) kecerdasan spiritual akan memicu
dibandingkan dengan tahun 2013 hal rasa syukur, ikhlas dan suka cita
ini menunjukan bahwa masyarakat yang menimbulkan cara berpikir
sadar betapa pentingnya dana yang bijak dan arif ketika
pensiun bagi kehidupanya. Melihat merencanakan keuangan.
pentingnya dana pensiun, setiap Karvof (2010) menegaskan
orang pasti ingin memiliki kehdupan dengan menyatakan bahwa
yang sejahtera pada saat hari tuanya dibutuhkanya kecerdasan spiritual
nanti maka dari itu diperlukanya dalam mengelola uang (personal
sebuah kecerdasan dalam mengelola finance) karena dapat menimbulkan
keuangan untuk dana pensiun yang sifat filantropis.Filantropis
disebut dengan kecerdasan spiritual. merupakan mencintai sesama
Kecerdasan spiritual adalah manusia yang diwujudkan kedalam
kecerdasan yang member arti pada bentuk memberikan bantuan harta
hidup yang akan mendorong kepada pihak yang membutuhkan
perbuatan menuju tujuan yang mulia dengan tujuan pemberdayaan
dan apabila kecerdasan spiritual (empowerment).Pemahaman atas
dikaitkan dengan perencanaan Kecerdasan spiritual menjadikan
keuangan maka kecerdasan spiritual manusia yang benar-benar utuh
akan mendorong penetapan tujuan secara intelektual, emosional dan
dari mengelola keuangan yang baik spiritual.
dan benar sehingga berpeluang
terhindar dari cara akumuliasi Dengan adanya penelitian ini
keuangan yang bias. diharapkan keluarga yang bekerja
sebagai pegawai dapat
Kecerdasan spiritual yang mempertimbangkan konsekuensi
baik akan memicu perilaku yang masa depan, sebagaimana konsumen
tidak mementingkan diri sendiri atau bersedia mengorbankan kesenangan
keluarganya yang mencegah sesaat dari pengeluaran jangka
seseorang mencintai hartanya secara pendek untuk keamanan keuangan
berlebihan.Selain itu kecerdasan untuk dana pensiun. Sehingga
spiritual juga dapat memberikan memikirkan masa depan dan
kemampuan untuk membedakan, mempunyai kecerdasan spiritual
memungkinkan seseorang untuk dapat memberikan kesejahteraan di
memberikan batasan serta mampu masa tua nanti. Dengan adanya latar
memberikan rasa moral apabila belakang tersebut maka penulis
kecerdasan spiritual berkaitan tertarik untuk mengambil judul
dengan moral maka seseorang “PENGARUH ORIENTASI MASA
dengan kecerdasan spiritual yang DEPAN DAN KECERDASAN
tinggi, diharapkan mempunyai rasa SPIRITUAL TERHADAP
moral yang baik dan mampu PERILAKU PERENCANAAN
membedakan antara perbuatan buruk DANA PENSIUN BAGI
dan yang baik serta bagaimana dia PEGAWAI”
harus bersikap sesamanya sesuai
nilai moral yang dimilikinya serta
seseorang yang mempunyai

3
RERANGKA TEORITIS YANG yang berbentuk dari upaya menyerap
DIPAKAI DAN HIPOTESIS kemahatahuan Allah dengan
memanfaatkan dengan
Perencanaan Dana Pensiun bagi memanfaatkan diri sendiri sehingga
pegawai diri yang ada adalah dia yang Maha
Tahu dan Maha Besar Sedangkan
Perencanaan dana pensiun menuru Zohar Marshal (2001)
menurut UU No.11 Tahun 1992 kecerdasan spiritual merupakan suatu
merupakan lembaga atau badan kecerdasan untuk menghadapi dan
hukum yang mengelola program memecahkan permasalahan dengan
dana pensiun, yang dimaksudkan nilai dan makna, yang menempatkan
untuk memberikan kesejahteraan perilaku dan hidup kita dalam
kepada karyawan suatu perusahaan. konteks makna yang lebih luas dan
Penyelenggaraan program pensiun kaya.
tersebut dapat dilakukan oleh Menurut Sina (2012)
pemberi kerja atau diserahkan kecerdasan spiritual adalah bentuk
kepada lembaga keuangan yang kecerdasan dimana digunakan oleh
menawarkan jasa pengelolaan seseorang untuk meraih kesuksesan
program pensiun seperti bank atau dalam bekerja dan berkehidupan.
perusahaan umum atau asuransi jiwa. Kecerdasan spiritual menjadikan
salah satu alasan orang gagal untuk manusia benar-benar utuh secara
merencanakan dana pensiun adalah intelektual,emosional dan spiritual
dikarenakan tidak memiliki selain itu kecerdasan spiritual
pengatahuan dan keterampilan dalam juga¬¬mampu menyembuhkan dan
mengelola keuangan. Hasil membangun diri manusia secara utuh
penelitian Muratore dan Earl (2010) dan memberikan kemampuan untuk
mengatakan bahwa keinginan membedakan,memungkinkan
melakukan persiapan atau seseorang untuk memberikan batasan
perencanaan keuangan di hari tua serta mampu memberikan kita rasa
akan menciptakan kehidupan yang moral, sehingga terkait dengan aspek
sejahtera di masa tua. Selain itu, moral kecerdasan spiritual yang
Senduk (2008) menyatakan bahwa dimiliki seseorang jika kecerdasan
ada empat alasan pentingnya spiritualnya tinggi maka diharapkan
membuat perencanaan keuangan di mempunyai rasa moral yang baik dan
hari tua yaitu tingginya biaya hidup mampu membedakan antara
saat ini, meningkatnya biaya hidup perbuatan baik dan buruk serta
dari tahun ke tahun, adanya bagaimana dia harus bersikap
ketidakpastian ekonomi di masa terhadap sesamanya sesuai nilai
mendatang, dan adanya moral yang dimilikinya.
ketidakpastian fisik di masa
mendatang. Orientasi Masa Depan
Menurut Raffaelli dan Koller,
Kecerdasan Spiritual (2005) menjelaskan bahwa Orientasi
Kecerdasan spiritual menurut Masa Depan adalah Setiap keputusan
Tamara (2001) dari sudut pandang yang dibuat mulai memperhatikan
keagamaan adalah suatu kecerdasan masa depan seperti pekerjaan masa

4
depan, pendidikan di masa depan dan PENGEMBANGAN HIPOTESIS
keluarga. Perhatian dan harapan
terbentuk tentang masa depan Orientasi masa depan terhadap
tentang masa depan serta bagaimana perilaku perencanaan dana
cara merencanakan untuk pensiun bagi pegawai
mewujudkanya. Menurut steinberg Orientasi masa depan yaitu
(2009) orientasi masa depan suatu cara pandang individu dalam
merupakan gambaran yang dimiliki memandang masa depanya yang
individu tentang dirinya yang tergambar melalui pandang-
konteks masa depan, gambaran ini pandangan, harapan-harapan, minat-
memungkinkan seseorang untuk minat, motif-motif, dan ketakutan-
menentukan tujuan – tujuanya dan ketakutan akan masa depanya kelak.
mengevaluasi sejauh mana tujuanya Menurut Howlett,et.al, (2008)
dapat direalisasikan. orientasi masa depan berpengaruh
Menurut Howlett,et.al, (2008) terhadap perilaku dan niat yang
menyatakan bahwa Kontrol Diri berkaitan dengan investasi dana
(self-regulatory), orientasi masa pensiun. Dengan kita
depan, dan pengetahuan keuangan mempertimbangkan orientasi masa
berpengaruh terhadap perilaku dan depan maka orang tersebut jika
niat yang berkaitan dengan investasi memiliki orientasi masa depan yang
dana pensiun pensiun. Dengan kita baik maka pengeluaran jangka p
mempertimbangkan orientasi masa endek maupun
depan maka orang tersebut jika jangka panjang akan lebih baik
memiliki orientasi masa depan yang dalam menggunakan dananya untuk
baik maka pengeluaran jangka masa depanya kelak.
pendek maupun jangka panjang akan H1 : Semakin tinggi orang
lebih baik dalam menggunakan berorientasi masa depan maka akan
dananya untuk masa depanya kelak membuat seseorang untuk
berperilaku baik dalam
Niat merencanakan hari tuanya nanti.
Niat diasumsikan sebagai
gambaran dari faktor motivasi yang Kecerdasan spiritual terhadap
mempengaruhi perilaku seseorang perilaku perencanaan dana
tentang seberapa ingin orang untuk pensiun bagi pegawai
mencoba dan berencana untuk Kecerdasan spiritual
berusaha dalam melakukan perilaku merupakan Suatu kecerdasan untuk
(Ajzen, Icek, 179:1991. Ajzen (1991) menghadapi dan memecahkan
mengatakan bahwa Niat dapat permasalahan dengan nilai dan
mempengaruhi perilaku seorang makna, yang menempatkan perilaku
untuk mencapai tujuanya agar dapat dan hidup kita dalam konteks makna
terealisasi. Dengan adanya hal ini yang lebih luas dan kaya. Sina
peneliti memakai niat sebagai (2012) menyatakan bahwa seseorang
variabel moderasi. yang mempunyai kecerdasan
spiritual yang tinggi maka orang
tersebut diharapkan mampu
mempunyai rasa moral yang baik dan

5
mampu membedakan mana yang orang tersebut memiliki semangat
baik dan buruk serta mampu bersikap atau motivasi untuk dapat mencapai
sesuai nilai moral yang dimilikinya. tujuan yang diinginkanya.
H2: Semakin baik tingkat kecerdasan H3 : seseorang yang memiliki tekad
spiritual seseorang maka akan atau niat yang kuat akan mendorong
semakin baik dalam perilaku seseorang untuk melakukan sebuah
perencanaan dana pensiunya. perilaku dimana seseorang akan
Orientasi masa depan terhadap segera memikirkan bagaimana cara
perilaku perencanaan dana agar hari tuanya kelak sejahter
pensiun bagi pegawai dengan niat Berdasarkan dari yang
sebagai variabel moderasi dijelaskan sebelumnya maka, penulis
Suatu perilaku yang dapat membuat sebuah kerangka
digunakan untuk mencapai tujuan pemikiran mengenai pengaruh
yang mendorong diri seseorang orientasi masa depan dan kecerdasan
untuk dapat mencapai tujuan spiritual terhadap perilaku
tersebut. menurut howlet.et.al (2008) perencanaan dana pensiun bagi
mengatakan bahwa seseorang yang pegawai dengan niat sebagai variabel
memiliki niatan yang bagus maka moderasi sebagai berikut:

Gambar 2
Kerangka Pemikiran

Kecerdasan
+
Spiritual Perilaku Perencanaan

Dana Pensiun bagi


+
Orientasi Masa pegawai

Depan Niat

METODE PENELITIAN sebagai responden adalah


perencanaan dana pensiun bagi
Populasi dalam penelitian ini pegawai dengan minimal pendapatan
adalah pengelola keuangan keluarga Rp.4.000.000 perbulan dan
secara pribadi di area Surabaya dan mempunyai pengalaman bekerja
sidoarjo.Teknik sampling yang minimal 2 tahun.
digunakan berdasarkan rancangan Data Penelitian
dan batasan penelitian menggunakan Data yang digunakan dalam
convenience sampling yaitu penelitian sekarang adalah data
pengelola keuangan atau penghasilan primer.Pengertian dari data primer
keluarga secara pribadi, yakni dari sendiri yaitu data yang
suami atau istri di Surabaya,sidoarjo dikumpulakan dan diolah sendiri
dan gresik.Sampel yang digunakan oleh peneliti langsung dari objeknya.

6
Metode pengumpulan data yang Orientasi Masa Depan
digunakan adalah melalui riset secara Orientasi masa depan yaitu
langsung yang dibantu dengan alat suatu cara pandang individu dalam
bantu yang bisa disebut dengan memandang masa depanya yang
kuesioner. Kuesioner yang disebar tergambar melalui pandang-
kepada responden sebanyak 199 pandangan, harapan-harapan, minat-
kuesioner. minat, motif-motif, dan ketakutan-
ketakutan akan masa depanya kelak.
Variabel Penelitian Pada variable ini terdapat 5 item
Variabel pertanyaan dengan pengukuran yang
penelitian yang digunakan yang dimulai dari skala 1 – 5, yaitu : (1)
digunakan dalam penelitian ini sangat tidak setuju, (2) tidak setuju,
meliputi variabel dependen (3) ragu-ragu, (4) setuju, (5) sangat
perencanaan dana pensiun bagi setuju.
pegawai dan variabel independent
yaitu orientasi masa depan, Niat
kecerdasan spiritual dan niat Suatu perilaku yang
digunakan untuk mencapai tujuan
Definisi Operasional Dan yang mendorong diri seseorang
Pengukuran Variabel untuk dapat mencapai tujuan tersebut
untuk mengukur niat menggunakan
Perilaku perencanaan dana skala likert yang dimulai dengan
pensiun skala 1-5, yaitu (1) sangat tidak
setuju. (2) tidak setuju, (3) ragu-ragu,
Perilaku perencanaan dana (4) setuju, (5) sangat setuju.
pensiun adalah perilaku dari
responden dalam memutuskan untuk Uji Validitas dan Reliabillitas
perencanaan dana pensiun. untuk instrumen penelitian
mengukur perilaku menggunakan
skala likert yang dimulai dengan Uji validitas merupakan uji
skala 1-5, yaitu (1) sangat tidak yang digunakan untuk menunjukan
setuju. (2) tidak setuju, (3) ragu-ragu, alat ukur penelitian terhadap isi dari
(4) setuju, (5) sangat setuju. penelitian yang diukur sebuah
Kecerdasan spiritual kuesioner sedangkan uji reliabilitas
Suatu kecerdasan untuk adalah Sebuah instrument yang
menghadapi dan memecahkan digunakan dalam sebuah penelitian
permasalahan dengan nilai dan untuk memperoleh informasi yang
makna, yang menempatkan perilaku digunakan untuk dapat dipercaya
dan hidup kita dalam konteks makna sebagai alat pengumpulan data.
yang lebih luas dan kaya. Pada
variable ini terdapat 5 item: 1(1) Hasil Penelitian dan Pembahasan
sangat tidak setuju, (2) tidak setuju, Pengujian Hipotesis
(3) ragu-ragu, (4) setuju, (5) sangat
setuju. 1. Uji Simultan (Uji f)

7
Uji simultan pada dasarnya pensiun. Tabel berikut ini
menunjukkan apakah variabel menunjukan hasil uji simultan
orientasi masa depan dan kecerdasan variabel orientasi masa depan
spiritual yang dimasukan dalam kecerdasan spiritual terhadap
model penelitian mempunyai perilaku perencanaan dana pensiun
pengaruh secara bersama-sama dengan menggunakan SPSS 20:0.
terhadap perilaku perencanaan dana

Tabel 1
Hasil Uji f
Variabel Fhitung Sig Ftabel

,000 3,04
Orientasi Masa Depan 23,650

,000 3,04
Kecerdasan Spiritual 23,650

Berdasarkan tabel 3 bahwa setiap variabel orientasi masa depan


nilai Fhit sebesar 23,650 dan Ftabel dan kecerdasan spiritual berpengaruh
3,04 dengan df adalah 2 dengan hal secara parsial terhadap variabel
ini bahwa H0 ditolak. Hal ini perilaku perencanaan dana pensiun
menunjukan bahwa variabel orientasi bagi pegawai. Tabel dibawah ini
masa depan dan kecerdasan spiritual menunjukan hasil uji parsial variabel
secara simultan berpengaruh orientasi masa depan dan kecerdasan
terhadap perilaku perencanaan dana spiritual terhadap variabel terikat
pensiun bagi pegawai. perencanaan dana pensiun dengan
2. Uji Parsial (Uji t) menggunakan SPSS 20.
Uji statistik t bertujuan untuk
mengetahui bagaimana pengaruh
Tabel 2
Hasil Uji t

Variabel t hitung Sig t tabel

,000 1,65259
Orientasi Masa Depan 5,099

,006 1,65259
Kecerdasan Spiritual 2,785

a) Pengujian hipotesis 1 dengan orientasi masa depan (X1)


orientasi masa depan (X1) terhadap berpengaruh positif signifikan
perilaku perencanaan dana pensiun. terhadap perilaku perencanan dana
Dilihat dari tabel 4 hasil uji t pensiun hal ini ditunjukan dengan thit
menunjukan bahwa pada variabel > ttabel dengan nilai sebesar 5,099 >

8
1,65259. Dengan demikian dapat pensiun hal ini ditunjukan dengan t hit
disimpulkan bahwa H0 ditolak dan > ttabel dengan nilai sebesar 2,785 >
H1 diterima yang berarti bahwa 1,65259. Dengan demikian dapat
variabel orientasi masa depan disimpukan bahwa H0 ditolak dan H1
berpengaruh positif terhadap diterima. Hal ini menunjukan bahwa
perencanaan dana pensiun. Hal ini semakin baik tingkat kecerdasab
menunjukan bahwa semakin baik spiritual seseorang maka akan
orientasi masa depan seseorang maka semakin baik dalam perilaku
akan semakin baik perilaku perencanaan dana pensiunya.
perencanaan dana pensiun. 3. Uji Interaksi
b) Pengujian hipotesis 2 dengan Uji interaksi adalah sebuah
variabel kecerdasan spiritual (X2) uji data dimana dalam persamaanya
terhadap perilaku perencanaan dana regresinya mengandung unsure
pensiun. Dilihat dari tabel 4 hasil uji interaksi ( perkalian dua atau lebih
t menunjukan bahwa pada variabel variabel independen ) atau bisa juga
kecerdasan spiritual (X2) disebut dengan moderated regression
berpengaruh positif signifikan analysis. Tabel berikut adalah tabel
terhadap perilaku perencanaan dana uji interaksi menggunakan spss 20.0.
Tabel 3
Hasil Uji Interaksi

Unstandardized
Model Coefficients Sig
B Std.error
(Constant) 2,188 ,426 ,000
OMDRAT ,141 ,164 ,393
INTERAKSI ,073 ,021 ,001

Berdasarkan tabel 5 hasil spss terhadap perilaku perencanaan dana


20.0 menunjukan bahwa variabel pensiun bagi pegawai. Pandangan
interaksi memberikan koefisisien jauh ke depan dari responden akan
sebesar 0,073 dengan nilai signifikan membuat seseorang untuk
0,001 yang menunjukan bahwa berperilaku lebih baik dalam
variabel niat positif memoderasi merencanakan hari tuanya nanti. Hal
orientasi masa depan terhadap ini ditunjukan dengan pernyataan
perilaku perencanaan dana pensiun saya menginginkan masa depan
bagi pegawai. untuk hari tua yang lebih baik
dimana para responden mayoritas
Pembahasan
setuju dengan pernyataan tersebut.
1. Pembahasan Hipotesis
sehubungan dengan karakteristik
Pertama (H1)
responden berdasarkan jenis
Hipotesis pertama menguji tentang
pekerjaan dimana 55,8%
pengaruh orientasi masa depan
respondenbekerja sebagai pegawai
terhadap perilaku perencanaan dana
swasta yang memperkuat alasan
pensiun. hasil dari penelitian ini
bahwa tidak adanya jaminan
menunjukan bahwa orientasi masa
tunjangan untuk hari tua atau dana
depan berpengaruh positif signifikan

9
pensiun membuat para responden untuk dapat kehidupan yang lebih di
menginginkan masa depan yang hari tua nanti. Berdasarkan
lebih baik untuk hari tuanya agar pernyataan bahwa masa depan saya
kehidupan di hari tuanya sejahtera bergantung pada pengelolaan saat ini
dengan merencanakan dana pensiun yang rata – rata responden setuju
sejak masih muda.Hal ini juga dengan pernyataan tersebut dengan
didukung dengan pernyataan masa presentase sebesar 86%. Hal ini
muda adalah masa menabung di hari menunjukan bahwa dengan
tua berdasarkan karakteristik usia responden memperhitungkan berapa
pada penelitian ini usia yang paling pendapatan yang di dapat ketika
banyak adalah usia 25 tahun sampai bekerja dengan pengeluaran yang
dengan 35 tahun dimana pada usia harus dikeluarkan setiap bulanya hal
25 sampai dengan 35 tahun adalah ini dibuktikan dengan karakteristik
usia dimana seseorang sudah bekerja pendapatan perbulan yang rata – rata
dan dapat menyisihkan dananya guna 67,8% responden mempunyai
untuk kehidupanya di hari tuanya pendapatan Rp.4.000.000 sampai
nanti meskipun sebagian dari dengan Rp.6.999.000 dan
responden cukup menyisihkan karakteristik responden sebesar
pendapatanya sekitar 10% sampai 58,3% dengan pengeluaran perbulan
dengan 30% dan sisanya digunakan kurang dari Rp.4.000.000 yang
untuk keperluan yang lain. Hal ini berarti para responden sudah
sudah menunjukan bahwa responden mengetahui bahwa pengeluaran tidak
sudah memiliki pemikiran tentang boleh sama dengan pendapatan
hari tuanya nanti dengan sehingga pendapatan yang didapat
dibuktikanya tanggapan dari dapat disisihkan guna untuk masa
responden tentang pernyataan saya depan atau hari tuanya nanti. Hal ini
belum berpikir tentang hari tua yang didukung juga oleh pernyataan
mayoritas dari para responden 68,3% Howlet et.al (2008) yang
tidak setuju akan pernyataan tersebut menyatakan bahwa seseorang yang
dikarenakan bahwa rata - rata memiliki tingkat masa depan yang
responden sudah mempunyai tinggi akan lebih mudah
pandangan atau rencana untuk hari berpartisipasi dalam rencana dana
tuanya nanti dengan menyisihkan pensiun.
pendapatanya sejak masih muda 2. Pembahasan Hipotesis Kedua
dengan 75,4% setuju untuk (H2)
menyisihkan dana dari pendapatanya Hipotesis kedua menguji tentang
sebesar 10% - 30% meskipun pengaruh variabel kecerdasan
sebagian dari responden tetap ingin spiritual terhadap perilaku
bekerja keras dengan total presetase perencanaan dana pensiun bagi
56,8% mencari nafkah ketika sudah pegawai. Hasil penelitian ini
pensiun hal ini dikarenakan jenis menunjukan bahwa kecerdasan
pekerjaan yang mayoritas adalah spiritual berpengaruh positif
pegawai swasta dimana tidak adanya signifikan terhadap perilaku
jaminan untuk hari tua nanti atau perencanaan dana pensiun bagi
dana pensiun sehingga perlu kerja pegawai. Semakin baik tingkat
keras untuk mencari nafkah guna kecerdasan spiritual seseorang maka

10
akan semakin baik dalam perilaku pencerahan jiwa. Orang yang
perencanaan dana pensiunya. Hal ini memiliki kecerdasan spiritual yang
ditunjukan dengan pernyataan bahwa baik maka mampu memaknai hidup
saya bersyukur atas semua rizki yang dengan member makna positif pada
sudah saya peroleh selama ini setiap peristiwa, masalah bahkan
dimana 96,5% setuju. Hal ini penderitaanya. Dengan memberi
dibuktikan dengan responden tetap makna positif akan mampu
menyisihkan pendapatanya guna membangkitkan jiwa dan melakukan
untuk hari tuanya nanti dimana perbuatan dan tindakan yang positif.
75,4% responden menyisihkan yang dialaminya..
dananya sebesar 10% sampai dengan 3. Pembahasan Hipotesis ketiga
30% untuk hari tuanya agar sejahtera (H3)
meskipun dengan pendapatan rata – Hipotesis ketiga menguji tentang
rata responden pada penelitian ini pengaruh orientasi masa depan
sebesar Rp.4.000.000 sampai dengan terhadap perilaku perencanaan dana
Rp.6.999.000 dan pengeluaran pensiun dengan niat sebagai variabel
kurang dari Rp.4.000.000 tetapi rata moderasi. hasil uji interaksi
– rata dari responden masih menunjukan bahwa variabel orientasi
menikmati kehidupan – sehari hal ini masa depan berpengaruh positif
dibuktikan dengan pernyataan saya signifikan terhadap perilaku
menikmati kehidupan sehari- hari perencanaan dana pensiun dengan
dimana 93,6% responden setuju niat sebagai variabel moderasi.
dengan pernyataan tersebut. Hal ini seseorang yang memiliki tekad atau
diperkuat dengan adanya pernyataan niat yang kuat akan mendorong
bahwa saya bersikap tenang dan seseorang untuk melakukan sebuah
tersenyum walaupun saya sedang perilaku dimana seseorang akan
mengalami kesulitan keuangan yang segera memikirkan bagaimana
mayoritas responden setuju sebesar caraagar hari tuanya kelak sejahtera
79,4% dikarenakan ketika seseorang dan perilaku yang digunakan untuk
sedang mengalami kesulitan dapat mencapai cara tersebut adalah
sebaiknya untuk bersikap tenang salah satunya mempunyai produk
dalam menyikapinya maka akan dana pensiun yang akan berguna
membuat orang dapat berpikir secara untuk masa depanya kelak. Hal ini
dingin dengan tidak membawa emosi ditunjukan dengan pernyataan bahwa
serta jika mengalami kesulitan setiap bulan saya akan menyisihkan
keuangan maka sebaiknya uang untuk persiapan hari tua dimana
melakukan evaluasi diri dengan cara 93,9% responden setuju dengan
mengukur berapa pendapatan yang pernyataan tersebut. Hal ini
didapat dan berapa pengeluaran yang didukung juga oleh dana yang
dikeluarkan perbulanya dimana disisihkan setiap bulan untuk masa
pengeluaran tidak boleh lebih dengan depan dimana 75,4% orang akan
pendapatan yang didapat agar tidak menyisihkan dananya untuk masa
terjadinya kesulitan keuangan. Zohar depan sebesar 10% sampai dengan
dan Marshall (2001) yang 30% dengan adanya hal ini
mengatakan bahwa kecerdasan menandakan bahwa seseorang akan
spiritual lebih berkaitan dengan lebih berniat untuk memikirkan

11
kehidupanya di hari tua nanti agar ke depan akan membuat seseorang
sejahtera dan tidak mengalami untuk berperilaku lebih baik dalam
kesulitan di masa tua. Salah satu cara hal merencanakan hari tuanya nanti.
adalah dengan membeli produk dana 2. Kecerdasan Spiritual
pensiun. hal ini didukung pada berpengaruh positif namun signifikan
pernyataan bahwa saya akan terhadap perilaku perencanaan dana
membeli produk dana pensiun pensiun bagi pegawai, hal ini
dimana mayoritas responden setuju menunjukan bahwa semakin baik
dengan presentase sebesar 66,4%. tingkat kecerdasan spiritual
Hal ini menunjukan bahwa para seseorang maka akan semakin baik
responden sudah berniat untuk pula dalam perilaku perencaan dana
membeli produk dana pensiun yang pensiunya.
akan membantunya ketika sudah tua 3. Orientasi masa depan
nanti. Hal ini juga ditambah dengan berpengaruh positif terhadap
adanya karakteristik usia dan jenis perilaku perencanaan dana pensiun
pekerjaan dimana rata – rata usia dengan niat sebagai variabel
dalam penelitian ini adalah 25 moderasi. Hal ini menunjukan bahwa
sampai dengan 35 tahun dengan jenis semakin tinggi niat seseorang maka
pekerjaan sebagai pegawai swasta akan semakin kuat seseorang untuk
dengan tidak adanya tunjangan atau merencanakan dana pensiunya.
jaminan untuk hari tua maka rata –
rata dari responden akan berniat Keterbatasan Penelitian
membeli produk dana pensiun dan Penelitian ini memiliki
memikirkan rencana kedepan untuk keterbatasan dalam pelaksanaannya.
masa tua agar ketika sudah tua nanti Hasil yang lebih baik bagi
tidak mengalami kesulitan dan disarankan untuk penelitian
mendapatkan kehidupan yang lebih selanjutnya. Keterbatasan dalam
baik. Hal ini didukung oleh penelitian ini yaitu:
pernyataan Ajzen (1991) yang
menyatakan bahwa niat adalah faktor 1. Adanya pernyataan dalam
motivasi yang mempengaruhi suatu kuesioner yang terjadi berulang –
perilaku dimana seseorang akan ulang ditanyakan
mencoba, berencana dan 2. Kuesioner yang tidak bisa
mengerahkan seluruh tenaganya diolah oleh peneliti karena tidak
untuk mencapai suatu tujuan. lengkapnya data dan tidak dapat
Semakin kuat niat maka semakin dikonfirmasi kembali dikarenakan
besar pula dorongan untuk mencapai responden ada yang di luar kota.
tujuan yang diinginkan oleh Saran
seseorang. Berdasarkan pada hasil
penelitian, analisis dan pembahasan,
Kesimpulan kesimpulan yang diambil dan
1. Orientasi Masa Depan keterbatasan penelitian, maka dapat
berpengaruh positif signifikan diberikan saran, antara lain:
terhadap perilaku perencanaan dana
1. Melakukan pemisahan
pensiun bagi pegawai hal ini
pegawai yang memiliki dana pensiun
menunjukan bahwa pandangan jauh

12
dan yang tidak memiliki dana pribadi”.Jurnal Manajemen.
pensiun Vol 11, No 2. Hal 171 – 184
2. Melakukan pemisihan
pengujian untuk responden yang Raffaelli, M., Silvia, H. Koller.
bekerja sebagai pegawai swasta (2005). Future Expectations
ataupun pegawai negeri sipil of Brasilian street Youth.
sehingga penelitian selanjutnya akan Journal of Adolescence”. Vol
memperoleh informasi yang 4. No
mungkin berbeda
Senduk, Safir, (2008), Merancang
Program Pensiun, Jakarta:
DAFTAR RUJUKAN PT. Elex Media Komputindo

Ajzen 1991.”The theory of planned Topa et al,2009.”Antecedents and


behavior”.Journal consequences of retirement
Organizational behavior and planning and decision
human decision processes. making”. Journal of
Hal 179-211 vocational behavior. Hal 3

Elizabeth, Howlett, Jeremy Kees, Tamara. 2001. Kecerdasan Ruhiyah.


Elyria Kemp. 2008. “The Jakarta: Gema Insani Press
role of self-regulation, Future
organization, and financial
knowledge in long term
financial decision”. Journal of
consumers affairs. Vol 42,
Hal 223 – 240

Karvof, A. 2010. “Kaya dengan


CEPIL; cara cerdas meraih
kekayaan dan keberkatan
finansial”. Elex media
komputindo. Jakarta

Muratore et al, 2010.” Extending the


integrated model of
retirement adjustment:
Incorporating mastery and
retirement planning”. Journal
vocational behavior. Hal 278
– 289

Peter Garlans Sina dan Andris Noya,


2012 “ Pengaruh kecerdasan
spiritual terhadap
pengelolaan keuangan

13