You are on page 1of 1

Penjualan merupakan salah satu fungsi pemasaran yang sangat penting dan menentukan bagi

perusahaan dalam mencapai sebuah tujuan perusahan yaitu memperoleh laba untuk menjaga
kelangsungan hidup perusahaan. Menurut Warren Reeve Fees yang diterjemahkan oleh Aria
Faramita dan kawan-kawan, (2006: 300), menyatakan bahwa “Penjualan adalah jumlah yang
dibebankan kepada pelanggan untuk barang dagang yang dijual, baik secara tunai maupun
kredit”. Dalam penelitian penjualan diukur dengan total penjualan.
Semakin tingginya penjualan bersih yang dilakukan oleh perusahaan dapat mendorong
semakin tingginya laba kotor yang mampu diperoleh, sehingga dapat mendorong semakin
tingginya profitabilitas perusahaan.

Hartono ( 2000:254), menyebutkan bahwa hutang itu mengandung risiko. Semakin tinggi
risiko perusahaan, semakin tinggi tingkat profitabilitas yang diharapkan sebagi imbalan
terhadap tingginya risiko dan sebaliknya. Semakin rendah risiko perusahaan, semakin rendah
tingkat profitabilitas yang diharapkan sebagai imbalan rendahnya risiko. Akan tetapi dalam
penggunaan hutang ini, perlu adanya kehati-hatian atas risiko yang diakibatkan dari
penggunaan hutang tersebut. Karena dana eksternal tersebut akan menyebabkan perusahaan
menghadapi masalah yang berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansialnya, baik kewajiban jangka pendek ataupun kewajiban jangka
panjangnya. Masalah yang dihadapi perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka
pendek atau segera dipenuhi dikenal dengan likuiditas. Oleh sebab itu dalam mengambil
keputusan untuk menggunakan hutang, perusahaan harus memperhatikan perimbangan antara
modal sendiri dan modal luar yang akan digunakan. Jika penggunaan sumber dana dari luar
lebih kecil dari modal sendiri, maka penggunaan modal luar tersebut layak digunakan, namun
jika penggunaan modal luar lebih besar dari pada modal sendiri, maka penggunaan modal
luar tersebut tidak layak digunakan. (Riyanto, 2001: 23)