You are on page 1of 2

MERS-CoV, Penyakit Baru yang Mengancam Dunia

Oleh : dr. Mar’atu Solihah


Satu lagi jenis penyakit baru yang muncul dan berpotensi menjadi epidemi global,
MERS-CoV. Apa itu MERS - CoV? Seperti apa gejala-gejala yang ditimbulkannya? Dan,
pencegahan apa saja yang dapat dilakukan ? MERS-CoV (Middle East Respiratory
Syndrome-Corona Virus) tetap harus diwaspadai, terutama pada Jama’ah haji yang baru saja
kembali dari Arab Saudi, negara asal munculnya penyakit ini.

Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah merupakan salah satu jenis virus
yang menyerang organ pernafasan orang yang mengidapnya yang merupakan jenis penyakit
saluran pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian. MERS – CoV adalah merupakan
singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Virus ini merupakan jenis
baru dari kelompok Corona virus Virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan September
2012 di Arab Saudi. MERS-CoV sendiri disebabkan oleh infeksi virus Corona, salah satu
jenis virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS. Karena itu, gejalanya pun
tak jauh berbeda dengan penyakit SARS, dengan indikasi utama seperti demam, bersin, dan
batuk, yang akhirnya berujung pada kematian akibat beberapa komplikasi serius yang terjadi
seperti Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan kegagalan multiorgan, gagal
ginjal, koagulopati konsumtif, dan perikarditis serta pneumonia berat.

Penyebaran Virus Corona

 Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan MERS-
CoV. Penyakit itu awalnya diyakini telah berpindah dari unta ke manusia, pertama
kali tampaknya menular lewat kontak yang dekat dengan hewan-hewan itu. Akan
tetapi akhir-akhir ini, para petugas kesehatan yang merawat penderita MERS juga
jatuh sakit akibat virus itu

Gejala Klinis yang mungkin Muncul

 Tanda fisik tidak begitu kelihatan dan mungkin tidak ada. Mula-mula gejalanya mirip
seperti flu dan bisa mencakup: Demam, Batuk, nafas pendek- sampai nafas
cepat,pusing, myalgia ( nyeri otot ), gejala gastrointestinal ( nyeri lambung ),letargy
(lesu), radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya, serta munculnya
pneumonia. Satu-satunya gejala yang sering dialami seluruh pasien adalah demam di
atas 38 °C. Gejala tersebut biasanya muncul 2–10 hari setelah terekspos, tetapi sampai
13 hari juga pernah dilaporkan terjadi. Pada kebanyakan kasus gejala biasanya
muncul antara 2–3 hari.

Penanganan

 Hingga saat ini belum ada vaksin yang spesifik dapat mencegah infeksi MERS-Cov.
Selain itu, belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik
 Pengobatan biasanya dilakukan dengan perawatan intensif di rumah sakit, terutama
jika terjadi sesak napas. Penderita akan ditempatkan di ruang isolasi agar tidak
menyebarkan virus ke mana-mana.
 Antibiotik masih belum efektif. Pengobatan hingga kini masih bergantung pada anti-
pyretic (penurun Demam ), supplemen oksigen dan bantuan ventilasi.
 Penggunaan steroid dan immune systemmodulating agent lainnya pada pengobatan
pasien yang parah

Pencegahan

 Masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan atau berkunjung ke negara-negara Arabia


Peninsula dan sekitarnya. Namun, hal yang perlu diantisipasi oleh masyarakat yang
akan berpergian ke negara-negara tersebut, yaitu jika terdapat demam dan gejala sakit
pada saluran pernapasan bagian bawah, seperti halnya: batuk, atau sesak napas dalam
kurun waktu 14 hari sesudah perjalanan, segera periksakan ke dokter.
 Pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga imunitas tubuh, prilaku hidup bersih
sehat ( PHBS)
 Menghindari kontak erat dengan penderita, menggunakan masker, menjaga
kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun. Bila tangan tidak
tampak kelihatan kotor gunakan antiseptik.
 Jagalah keseimbangan gizi, istirahat yang cukup dan hendaklah berolahraga secara
teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.
 Jama’ah haji yang kembali harus diberi saran bahwa jika mereka mengalami sakit
saluran pernapasan akut disertai demam dan batuk (cukup mengganggu kegiatan
sehari-hari) pada periode 2 minggu (14 hari) setelah kembali untuk segera mencari
pengobatan dan memberitahu otoritas Kesehatan setempat.
 Jika ada keluhan atau gejala seperti tersebut diatas segera hubungi petugas kesehatan,
baik selama di Arab Saudi maupun sampai 2 minggu sesudah sampai Indonesia.