You are on page 1of 22

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobil ‘alamin puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah


SWT, karena atas izinnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal” Dalam penulisan makalah ini
penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam
menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini mungkin masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini. Akhirnya penulis hanya bisa berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak, terutama teman-teman 1 kelas program khusus S1
Keperawatan RSI Pati.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................... i


DAFTAR ISI .......................................................................... ii
BAB I
LATAR BELAKANG .......................................................................... 1
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Adaptasi Fisiologis dan Psikologis .......................................................................... 1
B. Perubahan Fisiologis Pada Masa Nifas .......................................................................... 2
C. Perawatan Pasca Persalinan .......................................................................... 5
D. Perawatan payudara (mamma) .......................................................................... 6
E. Adaptasi Psikologis Pada Masa Nifas ......................................................................... 7
F. Masalah yang Timbul Pada Masa ......................................................................... 8
Nifas
G. Asuhan Keperawatan Nifas .......................................................................... 9
BAB III
PENUTUP .......................................................................... 18

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal ii


BAB I

LATAR BELAKANG

I. Pendahuluan

Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan
yaitu setelah kelahiran plasenta selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti
pra-hamil, lama masa nifas ini yaitu 6-8 minggu. Infeksi nifas adalah infeksi pada
dan melalui traktus genetalis setelah persalinan. Suhu 38°C atau lebih yang terjadi
antara hari ke 2-10 post partum dan di ukur sedikitnya empat kali sehari. Infeksi
nifas pada awalnya adalah penyebab kematian maternal yang paling banyak, namun
dengan kemajuan ilmu kebidanan terutama pengetahuan tentang sebab-sebab
infeksi nifas, pencegahan dan penemuan obat-obat baru dari itulah dapat
diminimalisir terjdinya infeksi nifas.

Maka dengan mempelajari masa nifas perawat diharapkan mengetahui


masalah-masalah yang timbul dan asuhan keperawatan yang muncul dan perlu
diketahui implementasi yang tepat untuk asuhan keperawatan pada ibu nifas.

BAB II

TINJAUAN TEORI

I. Adaptasi Fisiologis dan Psikologis


A. Pengertian Masa Nifas

Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika
alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas
berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Abdul Bari. S, dkk, 2002).

1. Pembagian Masa Nifas

Nifas dibagi dalam 3 periode :

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 1


a. Puerperium dini, yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan
berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama Islam dianggap telah bersih
dan boleh bekerja setelah 40 hari.
b. Puerperium intermedial, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalis
yang lamanya 6 – 8 minggu.
c. Remote puerperium, waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat
sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai
komplikasi.

B. Perubahan Fisiologis Pada Masa Nifas

1. Sistem reproduksi
a. Uterus

Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga


akhirnya kembali seperti sebelum hamil.

1) Bayi lahir fundus uteri setinggi pusat dengan berat uterus 1000 gr
2) Akhir kala III persalinan tinggi fundus uteri teraba 2 jari bawah
pusat dengan berat uterus 750 gr.
3) Satu minggu post partum tinggi fundus uteri teraba pertengahan
pusat simpisis dengan berat uterus 500 gr
4) Dua minggu post partum tinggi fundus uteri tidak teraba diatas
simpisis dengan berat uterus 350 gr
5) Enam minggu post partum fundus uteri bertambah kecil dengan
berat uterus 50 g

Lokia
Lokia adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina
dalam masa nifas.
Macam – macam Lochia
1. Lokia rubra (Cruenta ): berisi darah segar dan sisa – sisa selaput
ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dan mekonium,
selama 2 hari post partum.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 2


2. Lokia Sanguinolenta : berwarna kuning berisi darah dan lendir,
hari 3 – 7 post partum.
3. Lokia serosa : berwarna kuning cairan tidak berdarah lagi, pada
hari ke 7 – 14 post partum
4. Lokia alba : cairan putih, setelah 2 minggu
5. Lokia purulenta : terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah
berbau busuk
6. Lochiastasis : lokia tidak lancar keluarnya.

b. Serviks
Serviks mengalami involusi bersama-sama uterus. Setelah
persalinan, ostium eksterna dapat dimasuki oleh 2 hingga 3 jari
tangan, setelah 6 minggu persalinan serviks menutup

c. Vulva dan Vagina

Vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang


sangat besar selama proses melahirkan bayi, dan dalam beberapa
hari pertama sesudah proses tersebut, kedua organ ini tetap berada
dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu vulva dan vagina kembali
kepada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara
berangsur-angsur akan muncul kembali sementara labia manjadi
lebih menonjol.

d. Perineum

Segera setelah melahirkan, perineum menjadi kendur karena


sebelumnya teregang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju.
Pada post natal hari ke 5, perineum sudah mendapatkan kembali
sebagian besar tonusnya sekalipun tetap lebih kendur dari pada
keadaan sebelum melahirkan.

e. Payudara

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 3


Perubahan pada payudara dapat meliputi :

1. Penurunan kadar progesteron secara tepat dengan peningkatan


hormon prolaktin setelah persalinan.
2. Kolostrum sudah ada saat persalinan produksi ASI terjadi pada
hari ke-2 atau hari ke-3 setelah persalinan.
3. Payudara menjadi besar dan keras sebagai tanda mulainya proses
laktasi

2. Sistem Perkemihan

Buang air kecil sering sulit selama 24 jam pertama. Kemungkinan terdapat
spasine sfingter dan edema leher buli-buli sesudah bagian ini mengalami
kompresi antara kepala janin dan tulang pubis selama persalinan. Urin dalam
jumlah yang besar akan dihasilkan dalam waktu 12 – 36 jam sesudah
melahirkan. Setelah plasenta dilahirkan, kadar hormon estrogen yang bersifat
menahan air akan memgalami penurunan yang mencolok. Keadaan ini
menyebabkan diuresis. Ureter yang berdilatasi akan kembali normal dalam
waktu 6 minggu.

3. Sistem Gastrointestinal

Sering kali diperlukan waktu 3 – 4 hari sebelum faal usus kembali normal.
Meskipun kadar progesteron menurun setelah melahirkan, namun asupan
makanan juga mengalami penurunan selama satu atau dua hari, gerak tubuh
berkurang dan usus bagian bawah sering kosong jika sebelum melahirkan
diberikan enema. Rasa sakit didaerah perineum dapat menghalangi keinginan
ke belakang.

4. Sistem Kardiovaskuler

Setelah terjadi diuresis yang mencolok akibat penurunan kadar estrogen,


volume darah kembali kepada keadaan tidak hamil. Jumlah sel darah merah
dan hemoglobin kembali normal pada hari ke-5. Meskipun kadar estrogen
mengalami penurunan yang sangat besar selama masa nifas, namun kadarnya

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 4


masih tetap lebih tinggi dari pada normal. Plasma darah tidak begitu
mengandung cairan dan dengan demikian daya koagulasi meningkat.
Pembekuan darah harus dicegah dengan penanganan yang cermat dan
penekanan pada ambulasi dini.

5. Sistem Endokrin
a. Kadar estrogen menurun 10% dalam waktu sekitar 3 jam post partum.
Progesteron turun pada hari ke 3 post partum.
b. Kadar prolaktin dalam darah berangsur-angsur hilang

6. Sistem muskuloskeletal

Ambulasi pada umumnya dimulai 4 – 8 jam post partum. Ambulasi dini


sangat membantu untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses
involusi.

7. Sistem integumen
a. Penurunan melanin umumnya setelam persalinan menyebabkan
berkurangnya hyperpigmentasi kulit
b. Perubahan pembuluh darah yang tampak pada kulit karena kehamilan dan
akan menghilang pada saat estrogen menurun.

C. Perawatan Pasca Persalinan

1. Mobilisasi

Dikarenakan lelah setelah bersalin, ibu harus istirahat, tidur terlentang selama 8
jam pasca persalinan. Kemudian boleh miring-miring kekanan dan kekiri untuk
mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli. Pada hari ke 2 diperbolehkan
duduk, hari ke 3 jalan-jalan, dan hari ke 4 atau 5 sudah diperbolehkan pulang.
Mobilisasi diatas mempunyai variasi, bergantung pada komplikasi persalinan,
nifas dan sembuhnya luka-luka.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 5


2. Diet

Makanan harus bermutu, bergizi, dan cukup kalori. Sebaiknya makan makanan
yang mengandung protein, banyak cairan, sayur-sayuran dan buah-buahan.

3. Miksi

Hendaknya kencing dapat dilakukan sendiri secepatnya. Kadang-kadang wanita


mengalami sulit kencing, karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan
spasme oleh iritasi m.sphincer ani selama persalinan. Bila kandungan kemih
penuh dan wanita sulit kencing, sebaiknya dilakukan kateterisasi.

4. Defekasi

Buang air besar harus dilakukan 3-4 hari pasca persalinan. Bila masih sulit
buang air besar dan terjadi obstipasi apalagi berak keras dapat diberikan obat
laksans per oral atau per rektal. Jika masih belum bisa dilakukan klisma.

D. Perawatan payudara (mamma)

Perawatan mamma telah dimulai sejak wanita hamil supaya putting susu lemas,
tidak keras dan kering sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. Bila bayi
meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara :

1. Pembalutan mamma sampai tertekan.


2. Pemberian obat estrogen untuk supresi LH seperti tablet lynoral dan parlodel

Dianjurkan sekali supaya ibu menyusukan bayinya karena sangat baik untuk
kesehatan bayinya.

1. Laktasi

Untuk menghadapi masa laktasi (menyusukan) sejak dari kehamilan telah terjadi
perubahan-perubahan pada kelenjar mamma yaitu :

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 6


a. Proliferasi jaringan pada kelenjar-kelenjar, alveoli dan jaringan lemak
bertambah.
b. Keluaran cairan susu jolong dari duktus laktiferus disebut colostrum,
berwarna kuning putih susu.
c. Hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam, dimana vena-vena
berdilatasi sehingga tampak jelas.
d. Setelah persalinan, pengaruh supresiastrogen dan progesteron hilang. Maka
timbul pengaruh hormon laktogenik (LH) atau prolaktin yang akan
merangsang air susu. Disamping itu, pengaruh oksitosin menyebabkan mio-
epitel kelenjar susu berkontraksi sehingga air susu keluar. Produksi akan
banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan.

E. Adaptasi Psikologis Pada Masa Nifas

Periode masa nifas merupakan waktu untuk terjadi stres, terutama ibu primipara.

 Fungsi yang mempengaruhi untuk sukses dan lancarnya masa transisi menjadi
orang tua.
 Respon dan support dari keluarga dan teman dekat.
 Riwayat pengalaman hamil dan melahirklan yang lalu.
 Harapan / keinginan dan aspirasi ibu saat hamil dan melahirkan. Periode ini
diexpresikan oleh reva rubin yang terjadi 3 tahap yaitu :

1. Taking In period

Terjadi pada hari 1-2 setelah persalinan, ibu masih pasif dan sangat
tergantung, fokus perhatian terhadap tubuhnya, ibu lebih mengingat
pengalaman melahirkan dan persalinan yang dialami, kebutuhan tidur
meningkat, nafsu makan meningkat.

2. Taking Hold Period

Berlangsung 3-4 hari post partum, ibu lebih berkonsentrasi pada


kemampuannya menerima tanggungjawab sepenuhnya terhadap perawatan

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 7


bayi. Pada masa ini ibu menjadi sangat sensitif sehingga membutuhkan
bimbingan dan dorongan perawat untuk mengatasi kritikan yang dialami
ibu.

3. Letting Go Period

Dialami setelah tiba dirumah secara penuh merupakan pengaturan bersama


keluarga, ibu menerima tanggung jawab sebagai ibu dan ibu menyadari atau
merasa kebutuhan bayi yang sangat tergantung dari kesehatan sebagai ibu.

F. Masalah yang Timbul Pada Masa Nifas

1. Anemia
Anemia bisa disebabkan karena infeksi akibat perdarahan, kelelahan karena
proses persalinan yang lama, dan sudah menderita anemia sejak masa
kehamilan. Untuk mengatasinya, konsumsilah suplemen zat besi.
2. Perdarahan hebat
Masa nifas ditandai dengan keluarnya darah atau perdarahan selama sekitar 40
hari. Pada hari pertama hingga kedua setelah melahirkan, darah segar yang
keluar bercampur sisa ketuban, kemudian darah bercampur lendir. Lalu, setelah
seminggu darah akan berubah menjadi kuning kecokelatan, lalu lendir keruh.
Pada akhir masa nifas, akan keluar cairan berwarna bening.
3. Rambut rontok
Rambut rontok wajar dialami oleh ibu pada masa nifas. Hal ini disebabkan
adanya penurunan hormon secara drastis. Gangguan ini biasa diatasi dengan
menggunakan produk shampoo dan kondisioner yang berkualitas, mengonsumsi
makanan yang mengandung vitamin E, memotong rambut lebih pendek, dll.
4. Payudara bengkak
Pada masa nifas juga terjadi proses menyusui. Mulainya proses menyusui
ditandai dengan payudara membengkak, keras, dan menghitam di sekitar puting
susu. Bahkan, payudara bengkak ini pada sebagian ibu diserta rasa nyeri bahkan
demam.
5. Emosi yang tidak stabil (baby blues)
Ibu akan bisa merasa bahagia, bangga dan tiba-tiba menjadi sedih dan cemas.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 8


Kondisi emosi ini disebabkan karena faktor perubahan hormon, kelelahan,
kurangnya perhatian keluarga, dll.
6. Infeksi vagina
Infeksi pada vagina ini ditandai dengan vagina berbau tidak sedap, terasa perih,
panas, berwarna merah, bahkan terdapat nanah. Infeksi jalan lahir ini bisa diatasi
dengan selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan.
7. Pegal
Proses persalinan yang mengeluarkan banyak energi serta kelelahan merawat
bayi membuat badan Anda terasa pegal. Anda bisa mengatasinya dengan
memijat badan Anda secara tepat.
8. Perut mulas
Perut mulas disebabkan adanya kontraksi untuk merapatkan dinding rahim
sehingga rahim akan mengecil secara berangsur-angsur.
9. Susah buang air kecil
Susah buang air kecil disebabkan karena terjadi penyempitan pada saluran
kencing akibat ditekan oleh kepala bayi saat proses kelahiran.
10. Wasir atau ambein
Gangguan ini biasanya disebabkan karena ibu salah mengejan saat proses
persalinan atau gangguan sembelit yang berkepanjangan.
11. Sembelit atau konstipasi
Sembelit pada masa nifas terjadi karena adanya perubahan kadar hormon dan
kurangnya gerakan tubuh sehingga fungsi usus menurun.

G. Asuhan Keperawatan Nifas

Berikut ini penyusunan standart asuhan keperawatan ibu nifas dengan


menggunakan pendekatan proses keperawatan (ANA, 1991).

A. Standar I. Pengkajian

Pengumpulan data tentang status kesehatan klien nifas ditentukan oleh


kondisi/kebutuhan klien saat ini. Pengumpulan data ini dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan dengan menggunakan tehnik-tehnik

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 9


pengkajian yang tepat dengan melibatkan klien, keluarga dan tenaga kesehatan
lain. Data yang diperoleh dikomunikasikan dan dicatat secara lengkap.

1. Riwayat ibu nifas mencakup :


a. Wawancara
 Kebiasaan ibu
 Makanan dan cairan
 Perubahan berat badan
 Pola istirahat dan tidur
 Toleransi aktivitas
b. Pengkajian psikologi – Status emosional – Pola koping – Persepsi
terhadap keadaan pasien
c. Pengkajian fisik – Personal higiene – Status nutrisi – Nyeri – Tanda-
tanda vital – Keadaan fisik pada ibu nifas adalah :
o Payu dara – Kekenyalan – Puting susu
o Abdomen – Diastasis recti abdominis – Striae
o Gastro intestinal – Peristaltik
o Uterus – Tinggi fundus uteri – Kontraksi
o Perkemihan – Frekuensi dalam 24 jam pertama
o Lochea – Warna – Encer \ kental – Bau – Jumlah
2. Pengumpulan data dari sumber – Pasien, keluarga, orang yang terdekat –
Petugas kesehatan lain
3. Cara pengumpulan data menggunakan metode:
o Wawancara
o Observasi
o Inspeksi
o Auskultasi
o Palpasi

B. Standar II Diagnosa

Diagnosa keperawatan dirumuskan berdasarkan data status kesehatan yang dikaji


dari klien dan keluarga bersama petugas kesehatan.Data tersebut dikomunikasikan

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 10


dan dicatat untuk memudahkan penentuan hasil dan perencanaan perawatan yang
dilaksanakan.

Rasional

Status kesehatan klien nifas dan keluarga merupakan dasar untuk menentukan
kebutuhan asuhan keperawatan. Data dianalisa dan dibandingkan dengan nilai
normal.

Kriteria Pengukuran

1. Status kesehatan klien nifas dibandingkan dengan keadaan normal untuk


menentukan adanya penyimpangan.
2. Kemampuan dan keterbatasan klien dan keluarga diidentifikasi.
3. Diagnosa keperawatan berkaitan dan selaras dengan diagnosa yang dibuat oleh
profesi lain yang memberi asuhan pada klien dan keluarga.

Diagnosa yang sering timbul pada masa nifas antara lain (Bobak, IM Ana Jenzen)

1. Nyeri sehubungan dengan :


 Involusi uterus
 Trauma perineum
 Episiotomi
 Perdarahan
 Pembengkakan payudara
2. Kurangnya volume cairan sehubungan dengan
 Perdarahan post partum
3. Konstipasi dan retensio urine sehubungan dengan
 Ketidak nyamanan post partum
 Trauma jaringan atau otot-otot spincter karena persalinan
4. Resiko cedera sehubungan dengan
 perdarahan postpartum
 efek anestesi
5. Resiko tinggi infeksi sehubungan dengan

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 11


 trauma jaringan setelah melahirkan
6. Gangguan tidur sehubungan dengan
 Kenyamanan postpartum
 Proses persalinan yang lemah
 Merawat bayi
7. Tidak efektifnya memberikan makan pada bayi sehubungan dengan
 Gangguan rasa nyaman
 Respon normal fisiologis
8. Menurunnya harga diri sehubungan dengan
 Pengalaman persalinan yang lalu
9. Gangguan menjadi orang tua sehubungan dengan
 Kurangnya pengetahuan dalam merawat bayi
10. Cemas sehubungan dengan
 Kurangnya pengetahuan tentang perawatan mandiri

C. Standar III Identifikasi hasil

Identifikasi hasil ditetapkan dari diagnosa keperawatan berdasarkan kriteria yang


dapat diukur dan dirumuskan dengan melibatkan klien, keluarga dan orang yang
terdekat bersifat realistis dalam hubungannya dengan kemampuan klien saat ini dan
bersifat potensial.

Hasil dapat dicapai sesuai dengan sumber yang tersedia bagi klien. Untuk mencapai
hasil harus ditetapkan pula target waktu pencapaian.

Rasional :

Pemantapan hasil yang dicapai merupakan bagian terpenting dari perencanaan


asuhan keperawatan.

Kriteria Pengukuran:

1. Hasil ditetapkan dari diagnosa


2. Dirumuskan bersama klien, keluarga dan tenaga kesehatan lain bila
memungkinkan.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 12


3. Hasil harus nyata sesuai dengan kemampuan klien saat ini dan kemampuan
potensial
4. Hasil apat dicapai sesuai dengan sumber yang tersedia bagi klien.
5. Hasil didokumentasikan sebagai tujuan yang dapat diukur meliputi perkiraan
waktu pencapaian dan memberi arah bagi kelanjutan keperawatan. Pada asuhan
keperawatan klien nifas dan keluarga dapat ditetapkan kriteria hasil sesuai
dengan diagnosa keperawatan.

Kriteria hasil :

1. Tinggi fundus uteri


1-2 jari pertengahan sympisis dan umbilikus, (selama ± 2 hari akan turun 1
ruas jari per hari). Setelah 9-10 hari uterus tidak teraba diatas sympisis.
2. Involusi uterus kembali normal setelah 6 minggu.
3. Perineum dikaji setiap 8 jam dengan posisi sims untuk observasi REEDA
4. Lochea
5. Payudara, produksi laktasi kolostrum pada hari ke 2 dan ke 3 puting susu
menonjol keluar, kebersihannya, tidak ada tanda infeksi
6. Abdomen, pada postpartum tonus menurun, lembek,longgar dan lemas,
striae alba/nigra, adanya pemisahan otot rectus abdominis pada dua minggu
pertama postpartum
7. Gastrointestinal. pada 2 – 3 hari umumnya terjadi konstipasi. Klien merasa
sangat haus dan lapar
8. Traktus urinarius, BAK dalam 24 jam pertama terjadi diuresis, B.a.k. harus
dalam 6-8 jam setelah melahirkan.
9. Ektremitas bawah, tidak adanya tromboflebitis dan tromboemboli.
10. Istirahat dan tidur, tidak mengalami kesulitan.
11. Psikososial, melihat kemampuan adapatasi ibu menurut Rubbin.
 Taking in, timbul pada jam pertama kelahiran sampai 2-3 hari Refleksi
tentang kehamilan dan proses persalinan Berfokus pada diri sendiri, perlu
tidur dan makan Dependen tergantung dan pasif Bertanya-tanya tentang
bayinya

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 13


 Taking hold, fasenya sampai dengan dua minggu Merawat diri sendiri
Tidak sabar atas ketidak nyamananya Fokus melibatkan bayi dan ingin
merawat (independen) Dapat menerima tanggung jawab Waktu yang
baik untuk penyuluhan
 Letting go, fase 3-4 minggu Merasa ada yang hilang karena tidak hamil
Memandang bayi sebagai bagian dari dirinya yang terpisah Emosional
 Sosial keluarga Respon ayah Adaptasi sibling Interaksi keluarga Adanya
pembagian tugas

D. Standar IV Perencanaan

Perencanaan asuhan keperawatan menggambarkan intervensi untuk mencapai


hasil yang diharapkan, perencaan ini meliputi tujuan yang dibuat berdasarkan
asuhan keperawatan, prioritas dan pendekatan-pendekatan tindakan keperawatan
yang ditetapkan.

Rasional :

Tindakan keperawatan direncanakan untuk meningkatkan, memelihara dan


memperbaiki kesejahteraan klien.

Perencanaan terhadap aktivitas, pergerakan tubuh istirahat/tidur dan keamanan.

1. Hygiene dan kenyamanan fisik yang meliputi :


 Kebutuhan kebersihan tubuh
 Perawatan mulut
 Perawatan rambut
 Perawatan buah dada
 Perawatan perineum
 Perawatan rektal
 Kebersihan tempat tidur
2. Aktivitas dan kegiatan tubuh yang meliputi :
 Ambulasi
 Latihan aktif maupun pasif

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 14


 Posisi yang menyenangkan
3. Istirahat dan tidur 4. Keamanan, meliputi :
 Perhatian keamanan klien pada saat melakukan pergerakan.
 Keamanan klien pada saat dipindahkan
 Perhatikan kondisi lingkungan yang membahayakan klien.
 Mencegah infeksi.
 Rambu-rambu tanda keamanan.
 Menggunakan alat pengaman pada pemakaian alat elektronik.
 Gunakan label pada tempat obat yang dipergunakan.

Untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan nutrisi, keseimbangan cairan dan


elektrolit, eliminasi, kebutuhan oksigen, mekanisme regulasi, fungsi
kognitif/sensori, respon fisiologis dan terapi dan lainnya. Menetapkan
intervensi diperlukan untuk mengetahui respon tubuh selama kehamilan dan
melahirkan.

1. Nutrisi, keseimbangan cairan dan elektrolit


 Catat cairan yang keluar dan masuk
 Status elektrolit diperoleh dari pengkajian klien dan hasil laboratorium
 Kaji terapi intra vena jika klien mendapatkan Intra vena Fluid Drip
(IVFD)
2. Eliminasi :
 Buang air besar
 Kaji eliminasi
 Kaji pemberian laksatif
3. Perkemihan
 Kaji pemberian diuretik
 Kaji drainase vagina
4. Fungsi kognitif/sensori
 Mengkaji persepsi sensori secara baik
5. Respon fisiologis
 Observasi : warna kulit, tanda vital, kesadaran, reaksi verbal dan tinggi
fundus uteri.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 15


Perawat memberikan dukungan pada klien dan keluarga untuk reaksi
emosional klien postpartum.

1. Kebutuhan emosional :
 Memberikan dukungan pada klien
 Respek terhadap klien
 Sebagai pendengar yang baik
 Observasi dan mencatat tingkah laku
 Berikan dorongan pada keluarga
2. Kebutuhan spiritual :
 Bantu klien untuk informasi pelayanan religius yang ada di rumah
sakit
 Perawat membantu klien dan keluarga selama fase pertengahan
postpartum
 Dapat mengambil keputusan untuk memnuhi kebutuhan klien.
3. Informasikan dan motivasi kepada klien dan keluarga :
 Membantu dalam orientasi lingkungan
 Memberitahukan klien sebelum dilakukan pemeriksaan
 Mengembangkan rencana perawatan klien
 Demonstrasikan perawatan mandiri selama periode postpartum dan
perawatan bayi selama perioda infant
 Bantu klien dan keluarga dalam perawatan dirumah
 Belajar secara menetail tentang situasi hidup dan kembali kearah
realita
 Rencanakan rujukan bila perlu
 Diskusikan rencana selanjutnya dengan anggota kesehatan lain, klien
dan anggota keluarga.

E. Standar V Implementasi

Implementasi merupakan intervensi yang diidentifikasi dari rencana keperawatan


bersifat konsisten dengan rencana keperawatan yang dibuat serta
didokumentasikan.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 16


Rasional :

Klien dan keluarga secara terus-menerus dilibatkan dalam asuhan keperawatan


untuk meningkatkan dan pemeliharaan kesehatan.

Kriteria :

1. Tindakan keperawatan :
 Konsiten dengan rencana asuhan keperawatan.
 Didasarkan pada prinsip ilmiah
 Bersifat individu spesifik untuk situasi tertentu
 Digunakan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terapiutik
 Memberikan kesempatan belajar mengajar pada klien
 Memanfaatkan berbagai sumber yang tepat

2. Tindakan keperawatan ditentukan oleh kondisi fisik, fisiologis, psikologis dan


perilaku sosial klien.

F. Standar VI Evaluasi

Evaluasi bersifat sistematis dan berkesinambungan yang digunakan untuk merevisi


diagnosa hasil dan rencana keperawatan yang dibutuhkan berdasarkan respon klien
terhadap intervensi yang didokumentasikan. Dalam evaluasi ini klien, keluarga dan
petugas kesehatan ikut terlibat.

Rasional:

Proses keperawatan tetap sama tetapi masukan berupa informasi baru dapat
mengarahkan kepada pendekatan baru.

Kriteria Pengukuran :

1. Pengkajian ulang diarahkan oleh tercapai tidaknya tujuan.


2. Prioritas dan tujuan baru diterapkan secara pendekatan keperawatan lebih
lanjut dilakukan dengan tepat dan akurat.
3. Tindakan keperawatan yang baru ditetapkan dengan tepat dan cermat.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 17


BAB III
PENUTUP

Masa Nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran placenta dan berakhir


ketika alat – alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil dan berlangsung
kira - kira 6 minggu.
Infeksi nifas adalah infeksi pada dan melalui traktus genetalis setelah
persalinan. Suhu 38 °C atau lebih yang terjadi antara hari ke 2-10 postpartum dan
diukur peroral sedikitnya empat kali sehari. Istilah infeksi nifas mencakup semua
peradangan yangdisebabkan oleh mesuknya kuman-kuman kedalam alat genetalia pada
waktu persalinan dan nifas. Infeksi nifas pada awalnya adalah penyebab kematian
maternal yang paling banyak,namun dengan kemajuan ilmu kebidanan terutama
pengetahuan tentang sebab-sebab infeksi nifas, pencegahan dan penemuan obat-obat
baru dari itulah dapat diminimalisir terjadinya infeksi nifas.
Infeksi pada masa nifas diantaranya adalah endometritis, parametritis,
peritonitis, Infeksi pada perineum, vulva, vagina dan serviks, Salpingitis dan ooforitis,
Septicemia dan piemia. Cara mengatasi masalahnya adalah jika Masa Kehamilan
mengurangi atau mencegah faktor-faktor predisposisi seperti anemia, malnutrisi dan
kehamilan serta mengobati penyakit-penyakit yang diderita ibu selama persalinan.
Hindari partus terlalu lama dan ketuban pecah lama/menjaga supaya persalinan tidak
berlarut-larut, selama nifas Luka-luka dirawat dengan baik jangan sampai terkena
infeksi, begitu pula alat-alat dan pakaian serta kain yang berhubungan dengan alat
kandungan harus steril.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 18


DAFTAR PUSTAKA

Beare, P. G. ed.(1994). Davis’s NCLEX – PN Review, hal 367-368. Philadelphia. FA Davis


Company.
Haris, C. H. (1993)., Legal and Ethical Issues. dalam Bobak, I. M dan Jenzen, M.D Maternity
and Gynecologid Care: The Nurse and The Family. ed. 5. st. Louis. CV Mosby Co.
https://deldellaworld.wordpress.com/2011/.../adaptasi-fisiologis-dan-psikologis-ibu-nifas
ANA. (1991). Standart of Clinical Nursing Practise, Washington, D. C, American Nurses
Publishing.
Orem, D. E. (1971), Nursing Concepts of Practise, New York Mc. Graw – Hill
Prawiroharjo. S (1992), Ilmu Kebidanan, Jakarta.Yayasan Bina Pustaka.

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Normal 19