You are on page 1of 2

Depresi postpartum alias depresi pasca melahirkan dipicu oleh proses persalinan.

Ibu yang
mengalami depresi biasanya kehilangan nafsu makan, mengalami gangguan tidur, menangis
berlebihan, kelelahan berlebihan tanpa sebab, sangat mudah marah dan gelisah, hingga
merasa putus asa, nelangsa, dan tidak berharga. Serangkaian gejala depresi postpartum ini
dapat dimulai sesaat sebelum kelahiran sampai 6 bulan setelah bayi lahir. Apakah depresi
postpartum bisa datang terlambat — bahkan hingga berbulan-bulan setelah melahirkan?
Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Apa saja tanda dan gejala depresi postpartum?


Serupa dengan jenis depresi lainnya, depresi postpartum juga memiliki gejala yang bervariasi
antar satu orang dengan yang lainnya. Meski begitu, tanda-tanda utamanya meliputi:

 Merasa bersalah, putus asa, kesedihan yang mendalam, dan menangis terus-menerus
 Mood yang berubah drastis dan sangat cepat (dari sangat bahagia sampai menangis
marung-raung, atau sebaliknya)
 Kesulitan terhubung atau tidak merasa memiliki ikatan dengan buah hati Anda
 Merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik
 Menutup diri dan menghindari interaksi sosial
 Kehilangan minat dan semangat dalam melakukan hal-hal yang disukai
 Susah tidur
 Mengalami kecemasan, kegelisakan dan kepanikan sepanjang waktu
 Mencoba menyakiti diri sendiri atau bayi Anda
 Kehilangan nafsu makan dan kelainan makan
 Menangis berlebihan
 Kelelahan yang berlebih atau hilangnya tenaga
 Sangat mudah marah
 Tidak mampu berpikir dengan jernih, berkonsentrasi, atau membuat keputusan
 Mencoba bunuh diri

Jika Anda merasa mengalami salah satu atau beberapa gejala depresi postpartum di atas,
segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah gejala depresi postpartum bisa muncul berbulan-


bulan lamanya setelah melahirkan?
Depresi postpartum dialami oleh sekitar 15 persen wanita usai melahirkan. Mula gejalanya
sangat mendadak dan langsung berat, biasanya timbul dalam 4-6 minggu pertama setelah
melahirkan dan berlangsung hingga 6 bulan setelah persalinan.

Ada sejumlah gagasan yang menyakini bahwa depresi pascamelahirkan akan bisa hilang pada
saat bayi Anda berulang tahun ke-1. Meski begitu, “masa berlaku” gejala depresi postpartum
di atas bukanlah patokan pukul rata. Anda masih berisiko untuk mengalami depresi
bahkan mungkin bertahun-tahun setelah melahirkan, ketika usia si kecil sudah lewat dari satu
tahun.

Beberapa penelitian baru menunjukkan bahwa depresi postpartum bahkan mungkin muncul
pertama kalinya pada saat anak Anda berusia empat tahun.
Apa penyebabnya?
Meski namanya adalah depresi postpartum, bukan berarti kondisi ini hanya benar-benar bisa
dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan. Gejala depresi postpartum mungkin saja datang
terlambat karena dipicu oleh kombinasi dari faktor hormon dalam tubuh, lingkungan,
emosional, serta genetik yang berada di luar kendali Anda.

Dikutip dari laman Very Well Family, gejala depresi postpartum akan bisa lebih parah ketika
dipicu oleh kerepotan dan stres berat menyesuaikan diri sebagai orangtua baru, kadar hormon
tubuh yang naik-turun setelah melahirkan, hingga perubahan mood drastis serta efek kurang
tidur selama mengurus anak.

Terlebih, depresi pada umumnya adalah kondisi yang tidak tampak kasat mata
alias terselubung. Seorang ibu yang baru saja melahirkan bisa saja tampak normal dan
beraktivitas seperti biasanya tanpa menunjukkan gejala kelainan jiwa, tapi terkadang
menunjukkan kecenderungan perilaku yang bersifat depresif.

Gejala depresinya tidak terlalu kentara dan bisa disalahpahami sebagai mood swings atau bad
mood pada umumnya, karena menyaru dalam keseluruhan perilaku normalnya di kehidupan
sehari-hari.

Apa cara yang tepat untuk menangani depresi


postpartum?
Depresi postpartum yang dibiarkan tidak tertangani dapat mengganggu kondisi ibu dan
perkembangan bayinya.

Sama seperti penanganan depresi lainnya, gejala depresi postpartum dapat dikelola dengan
konsultasi bersama psikolog atau terapis ahli lewat berbagai metode psikoterapi. Dokter juga
dapat meresepkan beberapa obat antidepresan jika dirasa perlu untuk membantu mengatasi
gejalanya.

Untuk mengetahui pengobatan seperti apa yang cocok untuk Anda, konsultasikan lebih lanjut
dengan dokter Anda.