You are on page 1of 2

Kehamilan adalah berita bahagia yang biasanya akan Anda dan pasangan bagi ke seluruh

keluarga bahkan teman dekat. Mungkin bagi sebagian calon ibu ragu apakah perlu
menyampaikan berita kehamilan ini pada atasan dan rekan kerja di tempat kerja. Namun
memang sebaiknya Anda sampaikan berita ini juga pada teman-teman di tempat kerja, supaya
mereka tahu kondisi Anda. Tak perlu bingung, ini tips yang bisa Anda lakukan ketika ingin
menyampaikan berita kehamilan.

Kenapa harus menyampaikan berita kehamilan di tempat


kerja ?
Memberitahukan rekan kerja tentang berita kehamilan itu penting. Apalagi, jika pekerjaan
yang dilakukan oleh calon ibu cukup berat, melelahkan, terkena dengan bahan-bahan kimia
atau berhadapan dengan orang sakit setiap harinya.

Dengan menyampaikan berita kehamilan, perusahaan atau tempat calon ibu bekerja akan
memberi kemudahan mengenai pekerjaan yang akan dilakukan. Semakin ringan pekerjaan
yang dilakukan, semakin sedikit risiko yang membahayakan kondisi calon ibu dan
kandungannya.

Biasanya banyak wanita hamil yang menunggu memberitahukan kabar mengenai


kehamilannya sampai melewati trimester pertama. Tindakan ini secara tidak langsung bisa
meningkatakan risiko keguguran.

Walaupun waktu bisa disesuaikan dengan keinginan Anda, penting untuk memahami
pekerjaan dan kondisi kehamilan Anda. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan
untuk menentukan waktu yang tepat bagi wanita hamil mengabarkan kehamilannya pada
rekan kerja, seperti:

 Seberapa parah gejala kehamilan yang dialami. Pada trimester pertama, morning
sickness umum terjadi. Gejala mual, muntah, kelelahan tentu akan memengaruhi
performa Anda dalam bekerja.
 Pekerjaan yang dilakukan. Mempertimbangkan apa pekerjaan yang Anda lakukan
itu penting. Apalagi bila Anda melakukan pekerjaan di luar ruangan, berhadapan
dengan orang sakit, atau berisiko terkena bahan-bahan kimia.

Dengan melakukan pertimbangan di atas, memudahkan Anda untuk menentukan kapan


waktu yang tepat untuk mengabarkan kehamilan Anda pada atasan dan juga rekan kerja.
Jangan lupa, lakukan konsultasi ke dokter untuk mengetahui kondisi kehamilan dan tubuh
Anda.

Tips memberitahukan kehamilan pada atasan dan rekan


kerja
Menyampaikan kabar kehamilan pada atasan dan rekan kantor mungkin tidak mudah pada
beberapa orang. Untuk itu, beberapa tips berikut akan membantu Anda, seperti:

1. Beritahu atasan terlebih dahulu


Atasan adalah orang pertama yang harus Anda beritahu. Ini lebih baik dibanding atasan Anda
mengetahui kabar tersebut dari orang lain. Mengabarkannya lebih dahulu menunjukkan sikap
Anda sebagai pekerja yang menghargai atasan.

Cobalah untuk mencari waktu yang tepat saat Anda ingin memberitahu kabar tersebut.
Memberikan kesan yang baik pada atasan akan mempermudah Anda bila memerlukan
bantuan dari atasan untuk mengganti pekerjaan yang Anda lakukan agar lebih ringan.

2. Memberi tahu rekan kerja lain

Setelah memberitahukan kepada atasan, Anda bisa memberitahukan hal tersebut kepada yang
lain. Apalagi jika Anda bekerja dalam tim dan sedang menghadapi sebuah proyek. Ini
memungkinkan mereka memahami kondisi Anda bila suatu saat gejala morning sickness atau
kondisi lain yang berkaitan dengan kehamilan terjadi pada Anda.

3. Tanyakan mengenai masalah ini kepada yang lain

Kebijakan setiap perusahaan itu berbeda, termasuk sikap rekan kerja dan lingkungan kerja
yang Anda hadapi. Bila Anda merasa ragu, Anda bisa meminta saran dari teman Anda yang
sebelumnya pernah melakukan hal ini.

Sekaligus tanyakan peraturan mengenai cuti melahirkan yang berlaku di perusahaan Anda,
sehingga Anda dapat merencanakan persiapan persalinan kelak.

4. Tetap profesional dalam bekerja

Selama masa kehamilan, gejala mual, muntah, dan mudah lelah sering kali menjadi hambatan
Anda dalam bekerja. Walaupun sudah memberitahu kehamilan, Anda tetap harus
menunjukkan sikap profesional Anda dalam bekerja sampai cuti melahirkan tiba.

Bila Anda membutuhkan sesuatu padahal kondisi Anda tidak memungkinkan untuk
melakukannya, jangan sungkan untuk meminta bantuan pada rekan kerja Anda.