You are on page 1of 2

KOMPAS.

com - Pada 2050 mendatang, generasi milenial diprediksi akan mengisi setengah
angkatan kerja. Melansir dari guardian.com pada Selasa, (15/3/2016), para pekerja muda
kelahiran 1980-1995 ini ternyata memiliki karakteristik unik saat bekerja dibandingkan generasi
lainnya. Milenial tak lagi menerapkan keseimbangan kehidupan kerja (work life balance),
melainkan integrasi kehidupan kerja (work life integration). Jadi, aktivitas milenial dalam bekerja
tidak lagi terbatas dalam jam 9-5 dan bisa bercampur dengan ritme kehidupan sosial mereka.
Terbukti, mereka sebenarnya merupakan para pekerja keras. Salah satu contoh dalam artikel
tersebut adalah Ann-Victorie Meillant, seorang konsultan sumber daya manusia (SDM), yang
bekerja di Paris sekaligus penulis buku From Millennials with Love. Ia mengatakan merasa
senang bila bisa membantu kliennya di luar jam kerja umum itu. “Saya menyukai pekerjaan saya.
Jika klien saya sesekali menghubungi saya pukul 22.00, saya merasa senang karena bisa
membantu hal-hal yang penting buat mereka,” ujar Meillant. Bukan hanya karena cinta
pekerjaan, persoalan karena tuntutan waktu dihadapi oleh pembuat film berbasis di London yang
juga co-founder rumah produksi Pied Paper Pictures, Mihalis Monemvasiotis. Monemvasiotis
mengatakan, waktu kerjanya tak menentu. Ia bisa saja baru selesai bekerja pukul 21.00 atau
bahkan lebih malam lagi. Baginya, pekerjaan, ide berkreasi, dan kehidupan sosialnya sudah
menyatu. “Bagaimana saya bisa menyelesaikan pekerjaan pukul 17.00? Pada jam itu, sebagian
orang (di negara lain) baru saja bangun dan saya harus menghubungi orang di New York
melalui video call di Skype. Belum lagi jika menunggu orang yang bangun di Tokyo, saya jadi
harus siap begadang lebih malam lagi,” ujar Monemvasiotis. Pada usia produktif, kegigihan
milenial dalam bekerja pun menenunjukkan bahwa masa muda menjadi waktu yang penting
untuk mewujudkan berbagai ambisinya. Untuk itu, mereka pun harus bisa tetap aktif di antara
berbagai tuntutan dalam aktivitas sehari-hari. Harus mampu atasi kelelahan Penting bagi pekerja
muda untuk tetap sehat dan menjaga kebugaran tubuh di antara waktu kerja yang tak menentu
tersebut. Tetap bekerja boleh, tetapi jangan sampai jadi memaksakan diri. Baca: Inilah
Tandanya, Apakah Kamu Itu Workaholic atau Pekerja Keras? Bila memaksakan diri di antara
jadwal yang sudah padat, kelelahan pun bisa datang dan pikiran jadi sulit untuk konsentrasi.
Ilustrasi pekerja yang kelelahan.(ThinkStock) Penyebabnya bisa berasal dari kombinasi gaya
hidup dan kondisi psikologis yang dilalui pada rutinitas harian. Melansir dari mayoclinic.org,
Kamis (11/1/2018), efek kelelahan berkaitan dengan kebiasaan makan yang tak sehat,
kekurangan tidur, dan aktivitas fisik berlebih. Hal tersebut tentu malah menghambat proses
bekerja. Akibatnya, ketika akan melanjutkan pekerjaan kembali, tubuh pun terasa tak berenergi
dan sulit berkonsentrasi. Ada beberapa cara untuk mengatasinya. Selain beristirahat sejenak,
biasakan pula konsumsi makanan dengan bahan alami agar kesehatan dan kebugaran tubuh
terjaga. Salah satunya seperti mencoba konsumsi ekstrak sari pati ayam. 'Minum ayam' atau
meminum sari pati ayam, bisa menjadi suplemen yang dapat memelihara kesehatan dan
mengoptimalkan kembali energi tubuh. Sari pati ayam merupakan ekstrak yang terbuat dari
proses khusus menggunakan metode double boiled. Proses tersebut memisahkan ekstrak ayam
dari lemak dan kolesterolnya sehingga memproduksi ekstrak sari pati ayam yang mengandung
asam bio amino peptide dan dapat langsung dikonsumsi. Berbagai penelitian pun menunjukkan,
mengonsumsi saripati ayam memiliki efek signifikan yang mampu mengurangi kelelahan dan
meningkatkan konsentrasi mental yang diperlukan untuk bekerja kembali. Hasil studi tentang
efek sari pati ayam untuk pemulihan dari kelelahan dalam jurnal US National Library of Medicine-
National Institutes of Health (www.ncbi.nlm.nih.gov) menunjukkan, tingkat kortisol darah
kelompok responden yang mengonsumsi sari pati ayam kembali ke tingkat optimal dibandingkan
kelompok responden yang diberi minuman lain (placebo). Untuk itu, rasa lelahnya pun dapat
berkurang. Setelah empat minggu mengonsumsi sari pati ayam, hasil penelitannya pun
menunjukkan ada beberapa perbaikan dalam kinerja tugas responden yang mengonsumsi sari
pati ayam. Mereka menjadi lebih konsentrasi, dan hal itu tecermin dari tingkat kesalahan yang
lebih kecil saat mengerjakan tugas yang diberikan dalam penelitian.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Minum Ayam" Bisa Atasi Kelelahan Para
Pekerja Muda", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/02/26/124234620/minum-ayam-bisa-
atasi-kelelahan-para-pekerja-muda.
Penulis : Auzi Amazia Domasti
Editor : Dimas Wahyu