You are on page 1of 3

genal Karakteristik Kolesterol

Maret 11, 2014 BIOKIMIA, MAKROMOLEKUL,

Pengertian Kolesterol
Lipid merupakan komponen jaringan yang heterogen dan penggolongannya didasarkan atas kelarutannya
dalam pelarut-pelarut lemak, seperti eter dan lain-lain. Sedangkan komponen-komponen campuran lipid dapat
difraksionasi lebih lanjut dengan menggunakan perbedaan kelarutannya dalam berbagai pelarut organik.
Sebagai contoh, fosfolipid dapat dipisahkan dari sterol dan lemak netral atas dasar ketidaklarutannya dalam
aseton, demikian pula dengan kolesterol. Dari sebutir merah telur dapat dihasilkan 50 – 75 mg kolesterol.
kolesterol adalah salah satu sterol yang penting dan terdapat banyak di alam. Dari rumus kolesterol dapat di
lihat bahwa gugus hidroksil yang terdapat pada atom C nomor 3 mempunyai posisi beta oleh karena
dihubungkan oleh garis penuh.

kolesterol dan lipid lainnya diangkut dalam darah ke sasaran spesifik oleh beberapa macam lipoprotein.
Triasilgliserol yang dikeluarkan dari usus halus diangkut oleh kilomikron dan kemudian di hidrolisis oleh
lipase yang terdapat dinding kapiler di jaringan sasaran. kolesterol dan berbagai macam lipid lainnya yang
berlebihan di hati, diangkut dalam bentuk lipoprotein berdensitas sangat rendah (VLDL) setelah mengeluarkan
triasilgliserol ke jaringan adiposa dan jaringan perifer lainnya, VLDL berubah menjadi lipoprotein berdensitas
antara (IDL) selanjutnya di ubah menjadi lipoprotein berdensitas rendah (LDL). IDL dan LDL mengangkut
ester kolesterol terutama kolesterol linoleat. LDL akan diambil oleh hati dan sel jaringan perifer dengan cara
endositosis yang diperantarai oleh reseptor. Reseptor LDL yang merupakan suatu protein yang terdapat pada
membran plasma sel sasaran, mengikat LDL dan juga berperan memasukkan LDL ke dalam sel. Apabila tidak
terdapat reseptor LDL pada penderita hiperkolesterolemia akan terjadi tipe homozigot, peningkatan kadar
LDL-kolesterol plasma, penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah dan serangan jantung pada masa
kanak-kanak. Apolipoprotein B yang merupakan suatu protein yang sangat besar, merupakan komponen
struktural kunci pada kilomikron, VLDL, dan LDL.

Sumber Kolesterol
kolesterol terdapat pada hampir semua sel hewan dan semua manusia. Pada tubuh manusia kolesterol terdapat
dalam darah, empedu, kelenjar adrenal bagian luar (adrenal cortex) dan jaringan syaraf. Mula-mula kolesterol
diisolasi dari batu empedu karena kolesterol ini merupakan komponen utama batu tersebut. kolesterol dapat
larut dalam pelarut lemak, misalnya eter, kloroform, benzena dan alkohol panas. Apabila tidak terdapat dalam
konsentrasi tinggi, koleterol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak berwarna, tidak berasa dan tidak
berbau, dan tidak mempunyai titik lebur 150 – 1510C. Endapan kolesterol apabila terdapat dalam pembuluh
darah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah karena dinding pembuluh darah menjadi makin tebal.
Hal ini mengakibatkan juga berkurangnya elastisitas atau kelenterun pembuluh darah. Dengan penyempitan
pembuluh darah dan berkurangnya kelenturan pembuluh darah, maka aliran darah terganggu dan untuk
mengatasi gangguan ini jantung harus memompa lebih keras. Hal ini berarti jantung harus lebih keras daripada
biasanya.

Identifikasi Kolesterol
Adanya kolesterol dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa reaksi warna. Salah satu diantaranya
adalah reaksi Salkowski. Apabila kolesterol dilarutkan dalam kloroform dan larutan ini dituangkan di atas
larutan asam sulfat pekat dengan hati-hati, maka bagian asam berwarna kekuningan dengan fluorosensi hijau
bila dikenai cahaya. Bagian kloroform akan berwarna biri dan yang berubah menjadi merah dan ungu. Larutan
kolesterol dalam kloroform bila ditambah anhidrida asam asetat dan asam sulfat pekat, maka larutan tersebut
mula-mula akan berwarna merah kemudian biru dan hijau. Ini disebut reaksi Liebermann Burchard. Warna
hijau yang terjadi ini sebanding dengan konsentasi koleterol. Karenanya reaksi Liebermann Burchard dapat
digunakan untuk menentukan kolesterol secara kuantitatif. Dalam darah manusia normal terdapat antara 150-
200 miligram tiap 100 ml buah.

Bila sterol (kolesterol) dengan konfigurasi tidak jenuh di dalam molekulnya direaksikan dengan asam kuat
dalam kondisi bebas air, maka akan memberikan warna yang karakteristik. Warna yang dihasilkan bervariasi
dengan kondisi percobaan. Mekaisme reaksinya menurut salah satu teori adalah mula-mula dibentuk kompleks
senyawa yang teraktifasi, diikuti dengan agregasi beberapa molekul menghasilkan sistem terkonyugasi.
Senyawa-senyawa kromofor yang dihasilkan berlaku seperti indikator asam-basa. Baik uji Salkowski maupun
Liebermann-Burchard akan memberikan hasil yang baik, bila alat-alat gelas, reagen-reagen dan senyawa-
senyawa yang akan diuji berada dalam keadaan kering.
Tags # BIOKIMIA # MAKROMOLEKUL

About Rino Safrizal


I'm a chemistry teacher and passionate blogger