You are on page 1of 4

1

Artikel Review

Malaria
Rizky Febri, Yuan Hasna, Ayudya Pramesti, Klaudia Vindy, Qonita Rahmadiena, Dharma Prayogi

Abstrak
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium Sp ditularkan oleh nyamuk
Anopheles. Penyakit ini masih menjadi masalah utama kesehatan di Indonesia karena menyebabkan
kesakitan dan kematian. Kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anak balita, dan ibu
hamil, malaria juga berdampak pada penurunan produktivitas kerja akibat anemia. Saat ini malaria
merupakan penyakit endemis disebagian besar wilayah di Indonesia, namun lebih banyak terjadu di daerah
pedesaan dan terpencil.
Kata kunci: malaria, Plasmodium falcifarum, Plasmodium vivax

Abstract
Malaria is a disease caused by Plasmodium sp. which is transmitted by the Anopheles mosquito.
The disease is still being a major health problem in Indonesia because it can cause morbidity and mortality.
Mortality, especially in high risk groups of infants, children under five, and pregnant women, malaria also
affects the decrease in labor productivity due to anemia. Currently malaria is an endemic disease in most
parts of Indonesia, but more commonly in rural and remote areas.
Keywords: malaria, Plasmodium falcifarum, Plasmodium vivax

Affiliasi penulis : Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta


Korespondensi : Ayudya Pramesti, email : ayudyapram@gmail.com, Telp: 085235835644

Pendahuluan tingkat endemisitasnya beragam, di Jawa dan Bali,


insiden malaria pada tahun 2000 adalah 81 per
Penyakit malaria sudah dikenal sejak 3.000 tahun 100.000 penduduk, daerah selain Bali dan Jawa
silam. Hippocrates (400 - 377 BC) telah membedakan insiden malaria klinis pada tahun 2000 jauh lebih
beberapa tipe malaria. Namun, pengetahuan tentang banyak yaitu 31 per 1.000 penduduk dan dan angka
malaria baru mulai berkembang dalam abad terakhir ini kematian spesifik akibat malaria sebesar 11 per
dengan ditemukannya parasit dalam darah oleh 100.000 untuk laki-laki dan per 100.000 untuk
Alphonse Laveran pada tahun 1880. Tidak lama perempuan.
sesudah itu, Ross (1897) mem-buktikan bahwa malaria
ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Beberapa dekade Penyakit malaria masih merupakan masalah
sete-lahnya, Sort dan Garnham (1948) menemu-kan kesehatan di kawasan timur Indonesia yang pada
bentuk-bentuk pra-eritrosit dalam hati penderita umumnya merupakan daerah meso-dan hiperendemis
malaria. malaria. Di daerah terse-but, penyakit malaria masih
termasuk dalam kelompok 10 besar penyakit utama.
Malaria merupakan penyakit yang mengancam Seiring meningkatnya transformasi dan mobilisasi
jiwa dan banyak menyebabkan kematian. Penyakit ini penduduk, malaria menjadi salah satu masalah
disebabkan oleh parasit protozoa dari genus kesehatan bagi seluruh masyarakat di Indonesia,
Plasmodium yang ditularkan kepada manusia melalui bahkan dunia.
gigitan nyamuk Anopheles yang juga berfungsi
sebagai inang parasit ini. Penyakit ini ditandai dengan Definisi
ditemukannya bentuk aseksual didalam darah dan
parasit ini menyerang eritrosit. Penyakit malaria (malaria disease) : ialah penyakit
yang disebabkan oleh infeksi parasite plasmodium
Di Indonesia menurut WHO pada tahun 2006, didalam eritrosit dan biasanya disertai dengan gejala
lebih dari 90 juta penduduk tinggal di daerah endemik, demam. Dapat berlangsung akut ataupun kronik.
dengan kasus sekitar 30 juta setiap tahun, Sedangkan Infeksi malaria dapat berlangsung tanpa komplikasi
menurut Azizah pada tahun 2010 diperkirakan 60% ataupun mengalami komplikasi sistemik yang dikenal
penduduk tinggal di daerah endemis malaria yang sebagai malaria berat.Parasit malaria terdiri dari bebe-
rapa spesies : dalam sel hati dengan berubah dari sporozoit menjadi
1. Plasmodium vivax, penyebab malaria tersiana schizon hati muda, kemudian tua dan matang.
benigna Selanjutnya schizon hati yang matang akan
2. Plasmodium ovale, penyebab malaria melepaskan merozoit untuk masuk kedalam sirkulasi
tersiana darah.
3. Plasmodium falciparum, penyebab malaria
tersiana maligna Etiologi
4. Plasmodium malariae, penyebab malaria
kuartana Penyakit malaria ini disebabkan oleh parasit
Parasit malaria yang terbanyak di Indonesia adalah P. plasmodium. Species plasmodium pada manusia
falciparum dan P. vivax, atau campuran keduanya, adalah :
sedangkan P. ovale dan P. malariae pernah ditemukan
di Sulawesi, Irian Jaya dan Timor Leste 1. Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropika.
2. Plasmodium vivax, penyebab malaria tertiana.
Infeksi malaria dalam darah atau jaringan dibuktikan 3. Plasmodium malariae, penyebab malaria malariae
dengan pemeriksaan mikroskopik yang positif, adanya (quartana)
antigen malaria dengan tes cepat, ditemukan 4. Plasmodium ovale, penyebab malaria ovale.
DNA/RNA parasit pada pemeriksaan PCR. Infeksi
malaria dapat memberikan gejala berupa demam, Kini plasmodium knowlesi yang selama ini dikenal
menggigil, anemia dan splenomegaly. Pada individu hanya ada pada monyet ekor panjang (Macaca
yang imun dapat berlangsung tanpa gejala fascicularis), ditemukan pula ditubuh manusia.
(asimtomatis). Penelitian sebuah tim internasional yang dimuat jurnal
Clinical Infectious Diseases memaparkan hasil tes
Epidemiologi pada 150 pasien malaria di rumah sakit Serawak,
Malaysia, Juli 2006 sampai Januari 2008,
Secara alamiah, penularan malaria terjadi karena menunjukkan, dua pertiga kasus malaria disebabkan
adanya interaksi antara agent (parasit Plasmodium infeksi plasmodium knowlesi Plasmodium falciparum
spp), finitive (nyamuk Anopheles spp) dan host merupakan penyebab infeksi yang berat dan bahkan
intermediate (manusia). Karena itu, penularan malaria dapat menimbukan suatu variasi manisfestasi-
dipengaruhi oleh keberadaan dan fluktuasi populasi manifestasi akut dan jika tidak diobati, dapat
vector (penular yaitu nyamuk Anopheles spp), yang menyebabkan kematian. Seorang dapat menginfeksi
salah satunya dipengaruhi oleh intensitas curah hujan, lebih dari satu jenis plasmodium, dikenal sebagai
serta sumber parasit Plasmodium spp. atau penderita infeksi campuran / majemuk (mixed infection). Pada
di samping adanya host yang rentan. parasit umumnya lebih banyak dijumpai dua jenis
Plasmodium spp. adalah host yang menjadi penderita plasmodium, yaitu campuran antara Plasmodium
positif malaria. Tapi di daerah endemis malaria tinggi, falciparum dan Plasmodium vivax atau Plasmodium
seringkali gejala klinis pada penderita tidak muncul malariae. Kadang-kadang dijumpai tiga jenis
(tidak ada gejala klinis) meskipun parasit terus hidup di plasmodium sekaligus, meskipun hal ini jarang terjadi.
dalam tubuhnya. Ini disebabkan adanya perubahan Infeksi campuran biasanya terdapat di daerah dengan
tingkat resistensi manusia terhadap parasit malaria angka penualaran tinggi. Nyamuk anophelini berperan
sebagai akibat tingginya frekuensi kontak dengan sebagai vektor penyakit malaria. Nyamuk Anopheles
parasit, bahkan di beberapa negara terjadinya yang berperan hanya genus Anopheles. Di seluruh
kekebalan ada yang diturunkan melalui mutasi genetik. dunia, genus Anopheles ini diketahui jumlahnya kira-
Keadaan ini akan mengakibatkan penderita carrier kira 2000 species, diantaranya 60 species diketahui
(pembawa penyakit) atau penderita malaria tanpa sebagai vektor malaria.
gejala klinis (asymptomatic), setiap saat bisa
menularkan parasit kepada orang lain, sehingga kasus Patogenesis Malaria
baru bahkan kejadian luar biasa (KLB) malaria bisa
terjadi pada waktu yang tidak terduga. Selain Patogenesis malaria berat sangat kompleks,
penularan secara alamiah, malaria juga bisa ditularkan melibatkan faktor parasit, factor pejamu, dan faktor
melalui transfusi darah atau transplasenta dari ibu sosial lingkungan. Ketiga faktor tersebut saling terkait
hamil ke bayi yang dikandungnya. Kejadian luar biasa satu sama lain, dan menentukan manifestasi klinis
(KLB) ditandai dengan peningkatan kasus yang malaria yang bervariasi mulai dari yang paling ringan
disebabkan adanya peningkatan populasi vector (asimptomatik) hingga yang paling berat yakni malaria
sehingga transmisi malaria meningkat dan jumlah dengan komplikasi gagal organ. Perhatian utama
kesakitan malaria juga meningkat. Sebelum dalam pathogenesis malaria berat adalah sekuestrasi
peningkatan populasi vektor, selalu didahului eritrosit berisi parasit stadium matang ke dalam
perubahan lingkungan yang berkaitan dengan tempat mikrovaskular organ-organ vital. Faktor lain seperti
perindukan potensial seperti luas perairan, flora serta induksi sitokin TNF-α dan sitokin-sitokin lainnya oleh
karakteristik lingkungan yang mengakibatkan toksin parasit malaria dan produksi nitrit oxide (NO)
meningkatnya kepadatan larva. Untuk mencegah KLB juga diduga mempunyai peranan penting dalam
malaria, maka peningkatan vektor perlu diketahui patogenesis malaria berat. Perkembangan malaria
melalui pengamatan yang terus menerus (surveilans). berat merupakan hasil dari kombinasi factor-faktor
Ketika parasit dalam bentuk sporozoit masuk ke dalam spesifik parasit seperti adhesi dan sekuestrasi dalam
tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles spp, pembuluh darah dandilepaskannya molekul-molekul
kurang lebih dalam waktu 30 menit akan sampai ke bioaktif bersamaan dengan respon peradangan
dalam sel hati. Selanjutnya akan melakukan siklus pejamu.
b. Pemeriksaan dengan uji diagnostic cepat
(Rapid Diagnostic Test)
Mekanisme kerja tes ini berdasarkan deteksi
antigen parasite malaria dengan
menggunakan metode imunokromatografi.
Sebelum menggunakan RDT perlu dibaca
petunjuk penggunaan dan tanggal
kadaluarsanya. Pemeriksaan dengan RDT
tidak digunakan untuk ngevaluasi
pengobatan.

Pengobatan

1. Malaria falsiparum dan Malaria vivax


Pengobatan malaria falsiparum dan vivaks
saat ini menggunakan ACT di tambah primakuin. Dosis
ACT untuk malaria falsiparum sama dengan malaria
vivaks 1 kali perhari selama 3 hari, Primakuin untuk
malaria falsiparum hanya diberikan pada hari pertama
saja dengan dosis 0,75 mg/kgBB, dan untuk malaria
Gambar (1) interaksi sel dalam pathogenesis malaria vivaks selama 14 hari dengan dosis 0,25 mg /kgBB.
Sumber : https://www.cdc.gov/malaria/about/biology/ Pengobatan malaria falsiparum dan malaria vivaks
adalah seperti yang tertera di bawah ini:
Gambaran klinis

Secara klinis, gejala dari penyakit malaria terdiri atas Dihidroartemisin-Piperakuin (DHP) atau
beberapa serangan demam dengan interval tertentu Artesunate-Amodiakuin dan Primakuin
yang diselingi oleh suatu periode dimana penderita
bebas sama sekali dari demam. Gejala klinis malaria 2. Pengobatan Malaria vivax yang relaps
antara lain sebagai berikut.8 Pengobatan kasus malaria vivaks relaps
(kambuh) diberikan dengan regimen ACT yang sama
a. Badan terasa lemas dan pucat karena tapi dosis Primakuin ditingkatkan menjadi 0,5
kekurangan darah dan berkeringat. mg/kgBB/hari.
b. Nafsu makan menurun.
c. 3. Pengobatan Malaria ovale
Pengobatan malaria ovale saat ini
menggunakan ACT yaitu DHP atau kombinasi
Artesunat + Amodiakuin. Dosis pemberian obatnya
sama dengan untuk malaria vivaks yaitu 1 kali perhari
selama 3 hari.

Diagnosis 4. Pengobatan Malaria malariae


Pengobatan P. malariae yaitu diberikan ACT
Diagnosis pasti malaria harus ditegakkan dengan 1 kali perhari selama 3 hari, dengan dosis sama
pemeriksaan sediaan darah secara mikroskopis atau dengan pengobatan 14 malaria lainnya hanya tidak
uji diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test = RDT). diberikan primakuin.
A. Anamnesis
Pada anamnesis sangat penting diperhatikan : 5. Pengobatan infeksi campur P. falciparum
a. Keluhan : demam, menggigil, + P. vivax/P. ovale
berkeringat dan dapat disertai sakit Pada penderita dengan infeksi campur
kepala, mual, muntah, diare, dan nyeri diberikan ACT selama 3 hari serta primakuin dengan
otot atau pegal-pegal dosis 0,25 mg/kgBB/hari selama 14 hari .
b. Riwayat sakit malaria dan riwayat
minum obat malaria
c. Riwayat berkunjung ke daerah endemis
malaria
d. Riwayat tinggal di daerah endemis
malaria
Setiap penderita dengan keluhan demam
atau riwayat demam harus selalu ditanyakan
riwayat kunjungan ke daerah endemis
malaria
B. Pemeriksaan fisik
a. Suhu tubuh aksiler > 37oC
b. Konjungtiva atau telapak tangan pucat
c. Sklera ikterik
d. Pembesaran limpa (splenomegaly)
e. Pembesaran hati (hepatomegaly)

C. Pemeriksaan laboratorium
a. Pemeriksaan dengan mikroskop
Pemeriksaan sediaan darah (SD) tebal dan
tipis di Puskesmas/lapangan/rumah sakit/
laboratorium klinik untuk menentukan
a) Ada tidaknya parasite malaria (positif
atau negative)
b) Spesies dan stadium plasmodium
c) Kepadatan parasite