You are on page 1of 3

1.

JENIS-JENIS PROFESI DIBIDANG PENDIDIKAN

1. TENAGA KEPENDIDIKAN
Orang yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, walaupun
secara tidak langsung terlibat dalam proses pendidikan, diantaranya:

1) Kepala Satuan Pendidikan, yaitu orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab
untuk memimpin satuan pendidikan tersebut. Kepala Satuan Pendidikan harus mampu
melaksanakan peran dan tugasnya sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor,
leader, inovator, motivator, figur dan mediator.

2) Kepala Sekolah, Kepala Sekolah adalah seorang pemimpin pada sebuah sekolah dan
Kepala sekolah mempunyai dua peran utama, pertama sebagai pemimpin institusi bagi
para guru, dan kedua memberikan pimpinan dalam manajemen.

3) Rektor, Rektor dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai pimpinan lembaga perguruan
tinggi. yang berkewajiban memajukan ilmu pengetahuan di masing-masing institusi
melalui pendidikan dan penelitian.

4) Wakil/Kepala Urusan, umumnya pendidik yang mempunyai tugas tambahan dalam


bidang yang khusus, untuk membantu Kepala Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan
pendidikan pada institusi tersebut. Contoh: Kepala Urusan Kurikulum

5) Tata Usaha, adalah Tenaga Kependidikan yang bertugas dalam bidang administrasi
instansi tersebut. Bidang administrasi yang dikelola diantaranya;

1. Administrasi surat menyurat dan pengarsipan,


2. Administrasi Kepegawaian,
3. Administrasi Peserta Didik,
4. Administrasi Keuangan,
5. Administrasi Inventaris dan lain-lain.

6) Laboran, adalah petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap alat dan bahan di
Laboratorium

7) Pustakawan ialah seseorang yang bekerja di perpustakaan dan membantu orang


menemukan buku, majalah, dan informasi lain.

2. PENDIDIK
Pendidik atau di Indonesia lebih dikenal dengan pengajar, adalah tenaga kependidikan yang
berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagai profesi
pendidik. Pendidik mempunyai sebutan lain sesuai kekhususannya yaitu:
1) Guru, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama pendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah.

2) Dosen, Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama
mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

3) Konselor, Konselor adalah pendidik dan merupakan pelaksana pelayanan konseling di


sekolah. Konselor adalah seorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan konseling.

4) Pamong Belajar, Pamong Belajar adalah pendidik dengan tugas utama melakukan
kegiatan belajar mengajar, pengkajian program, dan pengembangan model pendidikan
nonformal dan informal (PNFI) pada unit pelaksana teknis (UPT) atau unit pelaksana
teknis daerah (UPTD) dan satuan PNFI.

5) Widyaiswara, Widyaiswara adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang diangkat sebagai
pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab,
wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih pegawai negeri sipil (PNS) pada
lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) pemerintah.

6) Tutor, Tutor merupakan pembimbing dan pemotivasi peserta didik untuk mempelajari
sendiri materi ajar yang tersaji dalam modul pembelajarannya. Tutor dapat berasal dari
guru atau pengajar, pelatih, pejabat struktural, atau bahkan siswa yang dipilih dan
ditugaskan guru untuk membantu teman-temannya dalam belajar di kelas.

7) Instruktor, Instruktor adalah orang yang bertugas mengajarkan sesuatu dan sekaligus
memberikan latihan dan bimbingannya; pengajar; pelatih; pengasuh.

8) Fasilitator, Fasilitator adalah seseorang yang membantu sekelompok orang memahami


tujuan bersama mereka dan membantu mereka membuat rencana guna mencapai tujuan.
Tugas fasilitator dalam sebuah proses pembelajaran pada hakikatnya mengantarkan
peserta didik untuk menemukan sendiri isi atau materi pelajaran yang ditawarkan atau
yang disediakan melalui atau oleh penemuannya sendiri.

2. PERBEDAAN ANTARA PENDIDIK DENGAN TENAGA KEPENDIDIKAN


menurut UU No. 20 tahun 2003 :

- Bab 1 pasal ( 1 ) ayat ( 1 ):

Pendidik adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
- Bab 1 pasal ( 1 ) ayat ( 5 ) :

Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk
menunjang penyelenggaraan pendidikan.

3. SYARAT DAN CIRI – CIRI TENAGA PENDIDIK YANG PROFESIONAL

syarat-syarat Profesionalisasi tenaga pendidik Adalah Sebagai Berikut :


 Mendapat pengakuan dan perlakuan hukum terhadap batas wewenang keguruan yang
menjadi tanggung jawabnya.
 Memiliki kebebasan untuk mengambil langkah-langkah interaksi edukatif dalam batas
tanggung jawabnya dan ikut serta dalam proses pengembangan pendidikan setempat.
 Menikmati teknis kepemimpinan dan dukungan pengelolaan yang efektif dan efisien
dalam rangka menjalankan tugas sehari-hari.
 Menerima perlindungan dan penghargaan yang wajar terhadap usaha-usaha dan prestasi
yang inovatif dalam bidang pengabdiannya.
 Menghayati kebebasan mengembangkan kompetensi profesionalnya secara individual
maupun secara institusional.

Ciri-Ciri Profesionalisasi tenaga pendidik Adalah Sebagai Berikut :


 Guru akan bekerja hanya semata-mata memberikan pelayanan kemanusiaan daripada
usaha untuk kepentingan pribadi.
 Guru secara hukum dituntut untuk memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan
lisensi mengajar serta persyaratan yang ketat untuk menjadi anggota organisasi guru.
 Guru dituntut memiliki pemahaman serta keterampilan yang tinggi dalam hal bahan
pengajar, metode, anak didik, dan landasan kependidikan.
 Guru dalam organisasi profesional, memiliki publikasi profesional yang dapat melayani
para guru, sehingga tidak ketinggalan, bahkan selalu mengikuti perkembangan yang
terjadi.
 Guru, selalu diusahakan untuk selalu mengikuti kursus-kursus, workshop, seminar,
konvensi, serta terlibat secara luas dalam berbagai kegiatan “in service”.
 Guru diakui sepenuhnya sebagai suatu karier hidup (a life career).
 Guru memiliki nilai dan etika yang berfungsi secara nasional maupun secara lokal.