You are on page 1of 4

MENOPAUSE dan KLIMATERIUM

Menopause berasal dari bahasa Yunani, yaitu mens dan pause. Mens yang berarti
siklus menstruasi dan pause yang berarti berhenti. Jadi,Menopause berarti masa berhentinya
menstruasi yang merupakan bagian universal dan ireversibel dari keseluruhan proses
penuaan yang melibatkan sistem reproduksi. Menopause terjadi beberapa hari pada
kehidupan seorang wanita, sehingga dalam pandangan luas, menopause merupakan suatu
masa perubahan pada diri wanita, yang meliputi perubahan social, sosiologis dan psikologis
yang terjadi beberapa bulan sampai 1 tahun.

Monopause secara alamiah terjadi karena menurunnya sekresi hormon kewanitaan,


terutama hormon esterogen.Penurunan ini menyebabkan atrofi (pengisutan) dan
pengeringan mukosa vagina.

Kaplan dan Sadock menyebutkan berbagai gejala psikologis menopause seperti:


kecemasan,lemas,ketegangan,labilitas emosional,iritabilitas,depresi,pusing-pusing dan sukar
tidur.Tanda dan gejala fisik adalah berkeringat di malam hari,flushes dab hot flashes.Yaitu
persepsi mendadak rasa panas di leher dan tubuh yang disertai keringatan atau perubahan
warna kulit kemerahan.Penyebab dari hot flashes ini karena menurunnya sekresi LH.

Menopause terjadi secara fisiologis.Menopause menyebabkan berkurang, bahkan


hilangnya sensitivitas ovarium terhadap stimulasi gonadotropin (GnRH), yang berhubungan
langsung dengan penurunan dan disfungsi folikuler. Oosit di dalam ovarium akan mengalami
atresia ketika siklus reproduksi wanita berlangsung. Selain itu, folikel juga mengalami
penurunan kualitas dan kuantitas folikel secara kritis setelah 20-25 tahun sesudah
menarche.Itu sebabnya pada fase perimenopause dapat terjadi siklus menstruasi yang
irregular.Selain itu, irreguleritas menstruasi juga terjadi akibat fase folikulerpada fase siklus
menstruasi yang juga memendek.
Di negara maju saat ini, angka harapan hidup sudah semakin tinggi, akibatnya makin
banyak wanita yang mengalami menopause. Meski banyak wanita yang berusia lebih dari 75
tahun, usia rata-rata menopause ialah 50-51 tahun. Beberapa faktor juga dapat mempercepat
terjadinya menopause, diantaranya merokok, histerektomi, carrier fragile X, kelainan
autoimun dan sebagainya.
Helena mengatakan klimaterium di awali dengan satu fase pendahuluan atau fase
prelimher yang menandai satu proses pengahiran.
Klimakterium adalah suatu proses fisiologis dalam siklus kehidupan wanita.
Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir tahap reproduksi, berakhir pada awal
senium dan terjadi pada wanita berumur 40-65 tahun.

Klimakterium bukan suatu keadaaan patologis dimana merupakan masa wanita


menyesuaikan diri dengan menurunnya produksi hormon-hormon ovarium yang membuat
wanita tidak dapat memproduksi ovum, biasanya terjadi selama 7-10 tahun.
Mackenzie, menyatakan bahwa setiap bayi wanita yang baru lahir dilengkapi
dengan berjuta-juta telur yang belum matang didalam rahim, dan telur ini akan masak
beberapa saat setelah haid pertama, demikian seterusnya sampai satu atau dua tahun
sebelum menopause. Menjelang menopause persediaan telur akan habis dan ini akan
merupakan salah satu faktor pencetus menopause. Matangnya telur-telur sejak masa
pubertas sampai menopause diatur oleh suatu jaringan pengendali hormon yang
disebut hipotalamus dan hipofisis. Hipotalamus sering dianggap sebagai otak emosional
atau sebagai otak konduktor sistem endoktrin. Pengendalian ini dapat menghentikan
sistem hormon jika tiba-tiba seseorang mengalami stres atau mengalami kejutan,
seperti misalnya suatu kecelakaan atau kematian keluarga terdekat, hipotalamus dapat
memerintah hormon untuk berhenti sementara waktu. Hal inilah yang menyebabkan
bila seseorang sedang mengalami stres siklus haidnya mundur. Sedangkan hipofisis
adalah suatu kelenjar yang memang hanya memproduksi hormon, perantara kimiawi
yang berkeliling dari suatu tempat ketempat lainnya dalam tubuh memberitahukan
bagian-bagian lain untuk menjalankan semacam tugas. Hipofisis ini memproduksi
sejumlah besar hormon, salah satunya adalah hormon yang membuat seorang manusia
menjadi tumbuh dan berkembang, selain itu hipofisis juga mengendalikan indung telur
atau ovarium. Indung telur selain menyimpan telur-telur yang belum matang juga
memproduksi dua hormon yaitu hormon estrogen dan progesteron.

Bersamaan dengan bertambahnya usia seorang wanita, sisa-sisa folikel sel telur
yang berada di indung telur akan menghilang, kejadian ini tidak akan sama pada setiap
wanita dan akan terjadi diantara usia 45 – 55 tahun itupun tidak terjadi secara
mendadak tetapi akan berlangsung secara bertahap yaitu dari masa aktif menjadi tidak
aktif lagi ketika wanita mulai memasuki usia menopause. Rangkaian peristiwa dalam
tahap perubahan ini diawali dengan berkurangnya kepekaan folikel sel telur terhadap
rangsangan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofise.
Mengenai terjadinya menopause ini Sheldon, menyebutkan bahwa mula-mula
estrogen hanya menghalangi ovulasi atau pelepasan telur tetapi menstruasi masih
tetap berlangsung, namun makin lama haid menjadi jarang dan akhirnya akan berhenti.
Meskipun demikian, dengan berhentinya haid bukan berarti sudah tidak ada estrogen
sama sekali, walaupun haid sudah berhenti indung telur masih tetap memproduksi
estrogen. Berhentinya haid sebenarnya adalah ketuaan indung telur itu sendiri sehingga

kurang bereaksi terhadap hormon estrogen..

Klimakterium terdiri dari 3 fase, yaitu:


a. Premenopause
Pramonopause yaitu masa klimakterium yang terjadi sebelum menopause. Pada
masa ini siklus menstruasi cenderung mulai tidak teratur. Wanita mengalami
hot flush atau semburan panas di wajah dan menjalar ke seluruh tubuh. Kurun
waktunya 4-5 tahun sebelum menopause.
b. Menopause
Moopause yaitu masa berhentinya menstruasi secara permanent yang diikuti
gejala-gejala yang terkadang membuat wanita merasa cemas.

Tanda dan gejala tidak mendapat haid :

1. Hot flush, berdebar-debar, sakit kepala, tangan dan kaki dingin, mudah
tersinggung,

vertigo, cemas, depresi, insomnia, keringat pada malam hari, pelupa, tidak dapat

berkonsentrasi, penambahan BB.

2. Tanda khas kulit merah dan hangat terutama pada kepala dan leher, kapan saja

selama beberapa detik sampai 2 menit diikuti menggigil, kedinginan

3. Kulit genetalia, dinding vagina, uretra menipis dan lebih kering sehingga mudah

terjadi iritasi, infeksi, disparemia, labia, klitoris, uterus, ovarium mengecil/atrofi.

Bertambahnya pertumbuhan rambut pada wajah dan tubuh akibat menurunnya

kadar estrogen dan efek androgen dalam sirkulasi yang tidak terimbangi.

4. Osteoporosis pada sekitar 25 % wanita dalam waktu 15 – 20 bulan setelah

menopause.
c. Pascamenopause
Pascamenopause yaitu masa setelah menstruasi terakhir sampai gejala hilang,
atau sampai akhir kehidupan. Kurun waktunya 3-5 tahun setelah menopause.
Keluhan-keluhan atau gejala yang terjadi pada masa tersebut dinamakan sindrom
klimakterium.