You are on page 1of 1

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010

yang mengatakan bahwa Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar


sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh
pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, yang menggambarkan perbandingan
antara anggaran dan realisasinya. Dan Laporan Realisasi Anggaran sekurang-
kurangnya mencakup pos-pos sebagai berikut: pendapatan-LRA, belanja, transfer,
surplu/defisit, penerimaan pembiayaan, pengeluaran pembiayaan, pembiayaan
neto, dan sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran (SiLPA/SiKPA).

Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah


Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sudah mengacu pada Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010, hal itu dapat dilihat dari Laporan
Realisasi Anggaran tersebut yang sudah mencakup semua pos-pos, seperti
pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplu/defisit, penerimaan pembiayaan,
pengeluaran pembiayaan, pembiayaan neto, dan sisa lebih/kurang pembiayaan
anggaran (SiLPA/SiKPA).

Menurut Laporan Realisasi Anggaran tersebut, dapat diketahui bahwa


penerimaan dan pendapatan asli Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan sudah
terealisasi dengan baik. Penerimaan memenuhi terget yang telah direncanakan
untuk tahun 2014. Pemerintah Kabupaten Pekalongan mencanangkan anggaran
sebesar Rp. 213.752.562.969,00 dan terealisasi sebesar Rp. 255.037.017.191,00.
Dan jumlah keseluruhan anggaran pendapatan yang dicanangkan sebesar Rp.
1.427.420.298.727,00 dan terealisasi sebesar Rp. 1.474.500.636.377,46.
Sedangkan jumlah anggaran pendapatan yang terealisasi tahun 2013 sebesar Rp.
1.238.140.271.702,61.

Dan dari Laporan tersebut dapat kita lihat bahwa belanja Daerah
Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak terealisasi dengan baik. Hal itu karena
jumlah keseluruhan dari anggaran belanja Daerah dan transfer yang dicanangkan
sebesar Rp. 1.492.506.133.170,00 dan yang terealisasi sebesar Rp.
1.395.905.892.563,00. Jumlah anggaran belanja daerah yang terealisasi tahun
2013 sebesar Rp. 1.267.350.685.150,00.

Maka dari itu kita dapat malihat bahwa tahun 2013 Pemerintah Kabupaten
Pekalongan mengalami defisit, hal itu karena belanja daerah lebih besar dari
pendapatan daerah, yakni sebesar (Rp. 29.210.413.447,39). Dan pada tahun 2014
Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengalami surplus, karena pendapatan Daerah
yang terealisasi lebih besar daripada belanja Daerah, yakni sebesar Rp.
78.594.743.814,46.