Вы находитесь на странице: 1из 1

Membuat Biogas dari Sampah Organik

Sampah organik memiliki potensi untuk menjadi bahan bakar alami yaitu biogas yang
dapat menggantikan minyak tanah dan gas alam sebagai sumber energi. Dalam pembuatan
biogas dari sampah organik ini memiliki tiga keuntungan antara lain mampu menanggulangi
masalah tumpukan sampah, memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh energi
pengganti minyak dan gas dan menghemat pengeluaran anggaran rumah tangga/warung
makanan.
Teknologi yang dipakai untuk mengubah sampah organik menjadi biogas
menerapkan sebuah teknologi sederhana yaitu berrupa teknologi anaerob. Gas yang
dihasilkan dari proses pengolahan sampah organik ini merupakan gas yang mudah terbakar
sebagai hasil dari proses fermentasi oleh bakteri anaerob yaitu bakteri yang mampu hidup
dalam ruangan kedap udara.
Gas yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik itu adalah gas metana dan
karbon dioksida sementara yang dimanfaatkan Cuma gas metana saja. Adakalanya metana
yang dihasilkan berkisar antara 50%-80% dengan karbondioksida 20%-50%. Dan
adakalanya metana yang dihasilkan berkisar 60%-70% dengan karbondioksida sekitar 30%-
40%. Biogas dapat digunakan jika kadar metana minimal 57%-60%. Yang mampu
menghasilkan api biru dan tidak mengeluarkan asap.
Gas methan sejak dahulu digunakan oleh masyarakat utamanya masyarakat Mesir,
Cina dan Roma kuno. Penelitian mengena proses fermentasi atau proses proses secara ilmiah
untuk menghasilkan gas methan ini, baru dilakukan oleh Alessandro Volta kira-kira pada
tahun 1776 M. Sekitar tahun 1806, William Henry mengidentifikasikan gas tersebut dapat
terbakar. Pada tahun 1868, Dan Becham, murid Louis Pasteur merupakan orang pertama
yang mempubikasikan mikrobiologis pembentukan gas methan ini, lalu dilakukan
penyempurnaan oleh Tappeiner pada tahun 1882.
Proses pembentukan biogas memiliki tiga tahapan yaitu hidrolisis, asidogenesis dan
metanogenesis. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi biogas misalnya suhu, keasaman,
konsentrasi asam lemak volatile, nutrisi (nisbah karbon dan nitrogen), zat racun, waktu
retensi hidrolik, konsentrasi ammonia, dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi
proses pembentukan biogas harus dijaga kestabilannya agas biogas yang dihasilkan optimal.
Bagian-bagian alat pembuat biogas terdiri dari bagian pencerna(digester). Tipe alat
pembuat biogas antara lain tipe terapung(floating tipe) yang dikembangkan di India, kubah
tetap(fixed dome type) dikembangkan di Cina.
Energi yang terdapat dalam biogas sangat tergantung dari konsentrasi gas metananya,
dapat diartikan semakin tinggi kadar gas metananya maka semakin besar nilai kalor yang
dihasilkan dan sebaliknya. Untuk dapat meningkatkan kualitas biogas dapat dilakukan
dengan cara menghilangkan hidrogen sulfur, meminimalkan kandungan air, meminimalkan
kandungan karbondioksida.
Reaktor biogas yang dikembangkan antara lain reaktor jenis terapung, reaktor kubah
tetap, reaktor jenis balon, jenis horizontal, jenis lubang tanah, atau jenis ferrocement. Limbah
dari proses pembuatan biogas dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos.