You are on page 1of 15

ARTIKEL PERGAULAN REMAJA YANG BAIK

Kita semua sudah mengetahui saat ini banyak sekali pergaulan yang tidak
sehat di lingkungan sekitar kita ini terutama pergaulan anak remaja
ataupun anak-anak yang baru masuk masa pubertas.Bagaimana kita dapat
mengupayakan agar para remaja memiliki pergaulan yang baik yang sehat
sehinggga kualitas hidupnya akan meningkat sebagai pondasi untuk tumbuh
menjadi dewasa sehingga tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan kurang
baik atau kurang sehat. Dalam hal ini Peran orang-orang disekitarnya
juga akan mempengaruhi pergaulan remaja, dirumah peran dari orang tua
membantu membentuk karakter anak supaya menjadi lebih baik , di sekolah
guru juga membantu pembentukan karakter siswa.Lingkungan adalah salah
satu penyebab pergaulan remaja itu baik atau menyimpang,karena remaja
itu banyak menghabiskan waktu mereka bermain setelah pulang sekolah jadi
otomatis mereka lebih banyak berinterkasi sosial dengan lingkungan umum.

Remaja yang merasa bahagia akan bergaul dengan baik juga,adanya wujud
perhatian dan kasih sayang sangatlah penting karena kurangnya perhatian
dan kasih sayang maka remaja akan bisa terjerumus dalam pergaulan tidak
sehat,perhatian dan kasih sayang itu tentunya berasal dari orang tua
dahulu ataupun keluarga dekat dan selanjutnya berasal dari teman-teman
sepermainannya. Remaja yang terjerumus dalam pergaulan freesexs,
narkoba, minum minuman keras biasanya karena tidak memperoleh kasih
sayang dan perhatian terutama dari keluarga dan kebetulan remaja
tersebut mendapatkannya di suatu komunitas tertentu dipergaulan yang
kurang baik tetapi dia bisa diterima di komunitas tersebut apa adanya
karena biasanya aturannya longgar apa aja diperbolehkan sehingga dia
merasa nyaman dikomunitas tersebut. Remaja itu akan menjauhi pergaulan
bebas apabila dia sudah merasa bahagia dengan semua perhatian dan kasih
sayang yang dia terima dari orang-orang terdekat,sehingga dia tidak
punya waktu lagi untuk mencari kenyamanan dtempat lain dengan cara-cara
yang secara tidak langsung akan membuat dia salah jalan hidup.

Karena Apabila remaja-remaja telah masuk ke lingkungan yang salah


biasanya bila ditarik ke lingkungan keluarga akan susah karena mereka
masih sangat merasa nyaman dengan hal-hal yang baru mereka rasakan. Jadi
sebelum terlibat lebih dalam harus diantisipasi dengan pemberian cinta
kasih sayang dan perhatian yang cukup sehingga dia tidak mencari diluar
dengan cara cara kurang baik. Lingkungan juga memberikan kontribusi yang
signifikan atau sangat berpengaruh, oleh karena itu butuh peran orang
tua dan sekolah dalam hal pengawasan. Karena yang namanya remaja masih
labil suasana hati yang mudah berubah ubah sehingga butuh didampingi dan
diawasi karena mereka masih mencari jati diri mereka.Dalam perjalanan
mencari jati diri inilah hal-hal yang berkaitan dengan pergaulan bebas
sangatlah rawan.

Cara yang paling mudah untuk mengetahui keadaan pergaulan remaja ialah
dengan cara mengenal teman temannya, siapa sih temannya dan latar
belakangnya bagaimana, rumahnya dimana dan tempat berkumpulnya dimana.
Ini bisa diketahui apabila ada pola komunikasi yang baik antara orang
tua dan anak misalnya anak bila akan bepergian akan pamit dan
memberitahukan akan kemana dan pulang jam berapa, apabila ada komunikasi
yang baik maka akan terdeteksi anaknya dimana. Ada juga anak yang
berbohong untuk menutupi kepentingan apabila dia jujur tidak mendapat
ijin dari orang tua. Tetapi pengawasan juga jangan terlalu ketat supaya
anak belajar diberi kepercayaan sehingga dia belajar diberi tanggung
jawab dari keputusan atau kesepakatan yang telah diambil. Biarkan anak
remaja bisa bergaul secara normal dengan teman temannya, orang tua cukup
mengawasi dari jauh saja dan apabila terjadi penyimpangan barulah orang
tua menegur anak-anak tersebut.Bila penyimpangannya masih kecil mulai
lah menegur dengan halus agar remaja pun merasa dihargai.

Tidak semua remaja seberuntung remaja lainnya karena tumbuh dalam


keluarga yang kurang perhatian karena jumlah anaknya terlalu banyak,
orang tuanya broken home, faktor ekonomi, kedua orang tuannya sibuk
bekerja bisa mencukupi materi tetapi kurang bisa memberi perhatian.
Untuk remaja ini bisa mendapatkan perhatian dari orang lain asal
selektif misalnya di kegiatan kegiatan yang positif selain untuk sarana
bergaul juga bahkan bisa ke arah prestasi. Intinya meskipun tidak
mendapat cukup perhatian dari lingkungan keluarga tetapi tetap berusaha
untuk mencari pergaulan di kegiatan yang positif bisa juga di kegiatan
keagamaan.

Cara bisa dilakukan agar remaja mempunyai pergaulan yang sehat dan Baik:

 Adanya bimbingan agama sedini mungkin sehingga anak mempunyai


kontrol perilaku yang kuat dalam pergaulan apabila melakukan
kesalahan agar merasa takutnya kepada Tuhan.
 Memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup baik dari
keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
 Memberikan suatu pengawasan, teman temannya siapa tempat
bermainnya dimana. Termasuk pengawasan dalam penggunaan media yang
saat ini berkembang sangat pesat.
 Cobalah untuk mengenali bakat dan minat sehingga bisa
menyalurkannya dengan positif dalam pergaulan yang baik.


Cara agar menciptakan pergaulan yang sehat pada remaja itu ada beberapa
cara. Diantaranya adalah :

v Adanya kesadaran beragama bagi remaja – Bagi anak remaja sangat


diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran-
ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak
remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami norma-
norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama
agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat.

v Memiliki rasa setia kawan -Agar dapat terjalin hubungan sosial remaja
yang baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran
inilah yang dapat membuat kehidupan remaja masyarakat menjadi tentram.

v Memilih teman -Maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi


agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun
begitu, tapi teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan.
Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan
terlalu dekat dengan dia.

v Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif -Bagi mereka yang mengisi
waktu senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks),
maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat
baik. Maka dari itu, jika ada waktu senggang kita harus mengisinya
dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau
lainnya.

v Antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu


-Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja
harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk
terlalu berdekatan karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak
diinginkan.

v Menstabilkan emosi – Jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi.


Harus sabar dengan cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan masalah
dengan komunikasi, bukan amarah/emosi.

Kesimpulannya menurut saya adalah dalam menciptakan pergaulan yang sehat


serta baik pada remaja itu di awali dari remaja itu sendiri. Tetapi
remaja juga memerlukan dukungan dari orang-orang sekitarnya mulai dari
orang tua dan teman-teman.Pergaulan yang baik adalah pergaulan yang
dapat membimbing remaja untuk menjadi pribadi yang sopan,berguna bagi
orang tua ,lingkungan dan bangsa.Pergaulan yang baik dapat membedakan
mana hal-hal yang baik dan buru dalam bergaul dan adanya batasan-batasan
tertentu dalam bergaul sehingga remaja sudah sesuai aturan.pergaulan
yang baik senantiasa memberi motivasi untuk remaja untuk meraih cita-
citanya sehingga tidak ada waktu untuk hal-hal yang tidak berguna bagi
mereka,walaupun begitu mereka pun tetap bermain demi merefresing otak
dan pikiran mereka tetapi dengan hal-hal yang wajar saja seperti
menghabiskan waktu dimall atau menonton bioskop.Karena Remaja yang sudah
bergaul dengan baik akan selalu mengingat tanggung jawab mereka seperti
tanggung jawab sebagaDUNIA PERGAULAN DAN ETIKA DALAM PERGAULAN

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT,


yang mana pada kesempatan ini penulis telah selesai menulis sebuah
makalah dengan judul “ DUNIA PERGAULAN DAN ETIKA DALAM PERGAULAN

”, agar pembaca mengetahui lebih banyak tentang pergaulan remaja saat


ini.

Dalam proses pembuatan makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih


kepada pembimbing yang telah membantu dalam penelitian.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk menambah


pengetahuan serta wawasan yang luas kepada para pembaca. Dengan
mengetahui bagaimana dunia pergaulan remaja saat ini, pembaca diharapkan
bias memilih pergaulan yang baik dan sehat. Sehingga dapat memberkan
pembelajaran yang baik dan menanamkan nilai etika yang baik pula.

Penulis sadar bahwa makalah yang penulis buat masih sangatlah jauh dari
kesempurnaan dan masih sangat banyak memiliki kekurangan. Maka dari itu,
penulis sangat mengharapkan saran dari pembaca.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Remaja adalah keadaan dimana seseorang sudah tidak menjadi anak kecil
lagi tetapi juga bukan menjadi orang dewasa. Mereka adalah suatu
kelompok yang sedang berusaha untuk mencari jati diri masing-masing.
Dalam pencarian jati diri tersebut, pengaruh lingkungan sangatlah
berpotensi dalam menanamkan karakter baik atau buruknya pada masing-
masing remaja.

Pada saat ini, pergaulan remaja di dunia banyak yang sudah sangat
memprihatinkan. Itu akibat dari salahnya pergaulan yang mereka dapatkan
dan juga kurangnya ilmu pengetahuan. Etika yang dimiliki remaja sudah
banyak yang menyeleweng dari aturan
1.2 Perumusan Masalah

1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan belajar efektif?

1.2.2 Bagaimanakah persiapan belajar yang baik?

1.2.3 Bagaimana strategi belajar yang efektif dan efisien?

1.2.4 Apa sajakah gaya belajar dan prinsip belajar itu?

1.2.5 Apa sajakah modalitas belajar dan ciri-cirinya?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi nilai semester ganjil (III)


dan memberi keterangan pada masyarakat bagaimana cara meneliti dengan
langkah membaca dari berbagai sumber.

1.4 Metode Penelitian

Penulis meneliti dengan cara membaca dari berbagai sumber. Dalam sumber-
sumber itu penulis ambil data-data yang diperlukan.

1.5 Kegunaan Penelitian

Penelitian ini berguna bagi pembaca, aik dan kakak kelas dan masyarakat
untuk menambah pengetahuan dalam bidang penelitian.

1.6 Sistematika Penelitian

Penulis melakukan penelitian dengan langkah sebagai berikut:

1.6.1 Mencari / menentukan judul

1.6.2 Membaca sumber-sumber yang berhubungan dengan judul

1.6.3 Mengumpulkan data dari wacana yang dibaca

1.6.4 Menentukan permasalahan

1.6.5 Menulis pendahuluan

1.6.6 menulis pembahasan permasalahan

1.6.7 Menulis penutup untuk kesimpulan


1.6.8 Menulis daftar pustaka

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pergaulan Remaja Sehari-hari

Masa remaja merupakan masa yang sangat kritis, masa untuk melepaskan
ketergantungan terhadap orang tua dan berusaha mencapai kemandirian
sehinnga dapat diterima dan diakui sebagai orang dewasa. keberhasilan
para remaja melalui masa transisi sangat dipengaruhi oleh faktor
biologis, kognitif, psikologis, maupun faktor lingkungan. dalam
kesehariannya,remaja tidak lepas dari pergaulan dengan remaja lain.
remaja dituntut memiliki keterampilan sosial (social skill) untuk dapat
menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. keterampilan-
keterampilan tersebut meliputi kemampuan berkomunikasi, menalin hubunan
dengan orang lain, mendengarkan pendapat/ keluhan dari orang lain,
memberi / menerima umpan balik, memberi/ menerima kritik, bertindak
sesuai norma dan aturan yang berlaku, dan lain-lain.

2.2 Remaja, Ingatlah Etika Dalam Bergaul

Perkembangan zaman dan teknologi informasi membuat remaja lebih bebas


bergaul dengan siapa saja. Dengan kondisi ini, para remaja diharapkan
tetap memegang etika dan nilai agama ketika bergaul agar tidak melakukan
hal-hal negatif.

Hal itu mengemuka dalam final lomba esai antarpelajar dari Jawa, Bali,
dan Madura di Kampus Institut Agama Islam Negeri Walisongo, Semarang,
Sabtu (3/4). Sebanyak tujuh pelajar yang menyisihkan puluhan pelajar
lainnya mempresentasikan esai mereka dalam lomba yang digelar untuk
merayakan Dies Natalis ke-40 IAIN Walisongo.

Setiap peserta mempresentasikan ide mereka di hadapan tiga juri selama


20 menit. Selain juri, para pengunjung lomba dapat ikut bertanya dan
mengkritisi paparan para peserta.

Mohamad Kholil Azis, peserta dari Madrasah Aliyah Manbaul Ulum Madura,
misalnya, mengangkat tema “Islamisasi Remaja dalam Beretika”.

Azis berpendapat bahwa dengan memegang prinsip ajaran agama Islam, para
remaja lebih tangguh dan tidak mudah tergoda melakukan hal-hal negatif.
Namun, Azis juga menyadari bahwa ide yang disampaikannya mungkin sulit
diterima sebagian besar remaja.

“Remaja seperti saya inginnya selalu bebas dalam melakukan apa saja,”
kata Azis.

Pengaruh lingkungan juga mempersulit remaja untuk tetap memegang nilai-


nilai sosial dalam bergaul. Dalam pengaruh lingkungan yang buruk, remaja
mudah tergoda, misalnya untuk memakai narkoba atau melakukan seks bebas.

Nurul Inayah, peserta dari Madrasah Aliyah Darul Ulum Jepara,


berpendapat bahwa setiap remaja harus memiliki kepribadian ganda.

“Remaja boleh nakal, tetapi remaja juga harus memiliki kesadaran agar
kenakalan itu tidak melebihi batas wajar,” kata Nurul.

Menurut Nurul, batasan yang kaku dalam pergaulan remaja justru dapat
mendorong remaja memberontak. Alasannya, remaja masih ingin mencari jati
diri dengan mencoba hal-hal yang baru.

Dengan ide ini, Nurul berhasil menjadi juara tiga dalam lomba ini. Juara
pertama diraih Rizal Tawakkal Alya dari SMA Negeri I Demak, dan juara
kedua diraih Mohammad Afrizal Lutfi dari SMA Negeri I Purwokerto.

2.3.Faktor yang Mempengaruhi perkembangan Remaja

1. Faktor Ajar, Faktor Luar (External)

Ada dua golongan besar yang termasuk faktor luar yang mempengaruhi
manusia. Dua golongan itu ialah golongan organis, yaitu manusia,
binatang dan tumbuh-tumbuhan, dan golongan anorganis, termasuk
didalamnya adalah keadaan alam dan benda-benda.

Ini semua ikut memberi warna dalam perkembangan seseorang. Oleh karena
itu sikap seseorang anak kota berlainan dengan anak desa. Bukan
perbedaan kualitas dan yang lainnya, melainkan hanya berbeda dalam
bentuk atau gambarnya. Perbedaan ini disebabkan oleh factor dalamnya.

Suatu contoh: Pada suatu hari, di sebuah desa kedatangan seseorang dari
kota, yang berpakaian rapi, mencari burung dengan senjata angin, dengan
naik mobil dan membeli apa saja yang dapat dibeli untuk oleh-oleh.
Kedatangan orang itu membawa pengaruh banyak sekali kepada anak-anak
desa itu. Yang seorang tertarik dengan pakaiannya yang rapi, sehingga
anak itu menjadi seorang gubernur, yang seorang lagi tertarik oleh
senapannya, akhirnya anak itu tumbuh menjadi seorang jendral, yang
seorang lagi tertarik oleh uangnya yang banyak, sehingga akhirnya anak
itu tumbuh menjadi lintah darat, dan sebagainya.

Dengan contoh di atas, mengertilah kiranya apa yang dimaksud oleh


WILLIAM STERN dengan teorinya itu. Dan inilah yang menyebabkan tidak
satupun seseorang yang sama dengan orang lain, dalam bentuk atau
gambarnya, sekalipun orang itu kembar dari sebuah telur.[1]

2. Faktor Dalam, Faktor Dasar (intern)

a. Perkembangan Seksualitas

Terbawa oleh perkembangan jasmani yang mendekati dalam masa remaja ini,
matang jugalah kelenjar-kelenjar kelamin dalam dirinya, baik bagi anak
putri maupun bagi anak putra. Hal ini menumbuhkan adanya desakan-desakan
baru didalam jiwa si anak, yaitu desakan yang menghendaki layanan
seksualitas. Inilah sebabnya anak putra dan anak putri saling bersedia
kembali bekerjasama seperti sebelum berpisah pada fase pueral.

Kesediaan bekerjasama yang lebih mendalam (sampai pemenuhan kebutuhan)


rohani ini, menyebabkan keduanya saling menyelidik, sampai di manakah
kiranya seluruh kebutuhan ini dapat dilayani oleh lawan jenisnya ini.
Tentulah makin cepat mereka mendapatkan pelayanan berarti makin mudah
mendapatkan pemenuhan dan itu berarti kurang teliti dalam memilihnya.

Perkawinan semacam inilah yang sering menyebabkan perceraian, oleh


karena itu di kemudian hari ternyata pelayanan itu tidak menyeluruh.
Untuk mencegah agar hal-hal yang tidak dikehendaki semacam itu, perlu
diteliti terlebih dahulu, apakah pertumbuhan kepada lain jenis itu
disertai sikap saling hormat menghormati, harga menghargai dan saling
melindungi. Bila sifat-sifat itu juga didalamnya, dapat diharapkan bahwa
kebutuhan pemenuhan perkembangan seksualitas yang mendesak diri remaja
tersebut dapat bertemu didalam bentuk perkawinan yang bahagia.

b. Perkembangan Fantasi

Perkembangan fantasi ini, bermula pada fase kanak-kanak. Tetapi arah


perkembangannya berubah pada waktu fase remaja. Setelah menyaksikan
tumbuhnya tubuh yang lain dari biasanya pada lawan jenisnya. Melihat
itu, mereka saling berfantasi, oleh karena keduanya saling tidak
mengerti apakah faedahnya sebelum ia melakukan fungsinya yang
sebenarnya.

Si laki-laki bangga dengan kumisnya, tetapi ia tidak mengerti untuk


apakah sebenarnya kumis itu. Si wanita bangga dengan miliknya yang
menghiasi dadanya, tetapi ia pun belum mengerti faedahnya sebelum
kelahiran bayinya. Keduanya saling berfantasi, dan demikian suburlah
perkembangan fantasi remaja waktu itu. Dan inilah yang dipergunakan
sebagai modal untuk menulis surat dengan bunga-bunga bahasa yang
dirasakan bagus sekali untuk dinikmati. Inilah sebabnya mengapa masalah
cinta pertama yang sering sukar dihapuskan bekasnya bagi siapapun juga
yang mengalaminya.

c. Perkembangan Emosi

Perkembangan ini mulai nampak pada masa remaja fase negative. Pada saat
itu emosi remaja serba tidak menentu. Ia sangat gelisah tetapi ia tidak
mengerti, mengapa ia demikian resah, gelisah, sedih. Ia bersikap menolak
perintah, harapan, anjuran, maupun keinginan orang tua/gurunya, tetapi
ia tidak mengerti apa yang akan diperbuat setelah menolak semuanya itu.

Pada akhir fase ini, ia berusaha untuk menjadi pusat perhatian dari
lingkungannya. Ia bersikap egois, bahkan ia merasa serba super, sehingga
mau tidak mau lawan jenisnya tertarik, mengagumi dan akhirnya berserah
diri padanya. Darahnya mudah menggelora, ia adalah pemberani yang
kadang-kadang kurang perhitungan, tingkah lakunya kasar, penaik darah,
mudah tersinggung dan tidak takut mati. Ini semua hanya berlangsung
singkat, kemudian ia berkembang menjadi harmonis sedikit demi sedikit.

Ia mulai memuja sesuatu yang baik, apakah itu keadaan alam, sesuatu
hasil seni ataukah itu lawan jenisnya. Ia bersikap memuja, baik kepada
gurunya yang meghargai karyanya ataukah itu orang tuanya, yang memuji
kepandaiannya, apakah itu seorang gadis yang mengaguminya entah karena
apanyapun. Disinilah ia mulai menemukan akunya kembali. Ia mulai percaya
kepadanya dan makin harmonislah keadaannya.

d. Perkembangan Kemauan/keinginan

Perkembangan kemauan/keinginan ini sedikit demi sedikit berbelok kearah


yang dibutuhkan oleh desakan jasmani dan rohaninya waktu itu. Kadang-
kadang keinginan itu demikian mendesak menuntut pemenuhan, sekalipun
hanya berujud ketemu gadis pujaan. Inilah mengapwaktu berpacaran, si
pacar selalu ingin bertemu, untuk sekedar bertemu muka, jalan-jalan,
menonton dan sebagainya.

Tetapi kadang-kadang oleh karena terjadi hal-hal yang lebih mendesak


sebagai akibat daripada rangsangan yang kuat maka keinginan itu mudah
berkobar, sehingga tidak jarang terjadi hal-hal yang di luar dugaan.

Oleh karena itu sekalipun mereka mendapat kebebasan dari kedua orang
tua, namun harus disertai batas-batas kebebasan yang sesuai dengan norma
yang baik yang berlaku di masyarakat yang bermoral. Suasana ethis harus
diciptakan salama mereka saling bertemu dan orang tua menyaksikan
pertemuan itu meskipun hanya untuk sementara.
e. Perkembangan Estetika

Jika pada masa negatif, aspek estetika seakan-akan mengalami kemunduran,


maka pada masa-masa berikutnya, sedikit demi sedikit mulai bangun
kembali. Jiwa remaja menjelang dewasa ini telah mampu menghayati dunia
luar lebih mendalam, sehingga mampu meresapkan apa yang dilihat,
didengar dan dirasakannya yang mampu menggerakkan jiwanya.[2]

f. Perkembangan Religi

Bagi remaja, agama memiliki arti yang sama pentingnya dengan moral.
Bahkan sebagai mana dijelaskan oleh Adams dan Gullota (1983) agama
memberikan kerangka moral sehingga membuat seorang mampu membandingkan
tingkahlakunya. Agama dapat menstabilkan tingkah laku dan bisa
mamberikan penjelasan mengapa dan untuk apa seseorang berada didunua
ini. Agama memberikan perlindungan rasa aman terutama bagi remaja yang
telah mencari eksistensi dirinya.[3]

2.4 Prinsip Dasar Pergaulan yang Sehat

Ada beberapa prinsip dasar pergaulan yang sehat yang perlu di


perhatikan agar pergaulan, dapat berjalan sebagai mana yang di
harapkan, prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut:

1. Saling menyadari bahwa semua orang saling membutuhkan

Seperti kita ketahui bersama bahwa setiap manusia pasti akan membutuhkan
manusia lain. Keadaan ini harus kita sadari betul, supaya kita tidak
menjadi manusia paling egois dan merasa paling benar. Anda pastinya tahu
kenapa manusia di ciptakan berbeda-beda? Supaya manusia bisa saling
mengenal, saling membantu dan saling menutupi kekurangan masing-masing
dengan kelebihan yang kita punya. Contohnya saja orang miskin butuh
orang kaya, atasan butuh bawahan, bawahan butuh atasan, petani butuh
penjual cangkul, penjual cangkul butuh, pandai besi, wanita butuh laki-
laki, pelajar butuh seorang guru, presiden butuh rakyat, penulis butuh
penerbit, penerbit juga butuh penulis, dan masih banyak yang lain. Tapi
intinya kita saling membutuhkan, jika ha ini sudah melekat dalam jiwa
kita, maka kita akan ebih mudah dalam bergaul dengan orang lain secara
sehat.
2. Hubungan memberikan nilai positif bagi kedua belah pihak

Hubungan yang baik adalah hubungan yang saling menguntungkan. Saya yakin
anda tidak suka di rugikan demikian sebaliknya orang lain juga tidak
suka kita rugikan. Dari itulah salah satu dasar pergaulan sehat yang
lain adalah simbiosis mutualisme. Jangan sampai kita berpikir untuk
merugikan orang lain, berpikir saja kita tidak di berbolehkan apalagi
kita melakukannya. Ketika seseorang hidup dengan penuh rasa respek dan
saling menguntungkan maka hubungan yang harmonis akan lebih mudah
terjalin antara.

3. Saling menghormati dan menghargai

Satu kata yang selalu saya ingat jika kita ingin di harga dan di hormati
orang lain, maka kita harus lebih dulu bisa menghargai dan menghormati
orang lain. Mengahargai dan menghormati orang lain ini bisa di lakukan
dengan banyak hal seperti menghargai dan menghormati pendapat orang
lain, menghargai dan menghormati cara beribadah orang lain, menghargai
dan menghormati adat istiadat orang lain, menghargai dan menghormati
cara berpikir orang lain dan sebagainya. Hal ini penting di lakukan
untuk membangn sebuah hubungan yang positif dengan orang lain.

4. Tidak berprasangka buruk

Agama menapun jelas melarang seseorang untuk berprasangka buruk kepada


orang lain. Karena prasangka buruk hanya akan mendatangkan masalah dan
permusuhan antara kita dengan orang lain. Hal ini tentunya harus kita
hindari, jika kita ingin membangu sebuah hubungan yang sehat denngan
orang lain.

5. Saling memahami perbedaan

Manusia di lahirkan dengan berbagai macam perbedaan, baik itu dari segi
fisik, psikologis, ras, suku, budaya dan lain-lain. Setiap manusia itu
memiliki keunikan tersendiri, karena hal inilah kita harus memahami
perbedaan tersebut. Apa yang kita rasa cocok untuk diri kita belum tentu
cocok untuk orang lain, apa yang kita pikir benar belum tentu juga benar
menurut orang lain, apa yang kita rasa baik buat diri kita belum tentu
baik untuk orang lain. Sadarilah hal ini dengan baik, supaya kita bisa
menjalin hubungan yang lebih sehat dan kondusif.

6. Saling memberikan nasihat

Orang bijak berkata teman yang baik adalah teman yang selalu mengajak ke
jalan yang baik dan mencegah ke jalan yang tidak baik. Ini juga salah
satu prinsip pergaulan yang sehat. Dengan saling memberikan nasehat,
kita secara tidak langsung, menjalin hubungan yang lebih sehat bukan
hanya untuk dunia saja, tapi juga untuk akhirat kelak. Untuk itu
janganlah bosan untuk memberikan nasehat kepada orang lain, apalagi
mereka adalah teman anda.

2.5 Memahami Etika dalam Bergaul

Dalam kata memahami berarti kita mengetahui lebih dalam lagi apa arti
etika. Setelah kita memahami apa yang dimaksud dengan etika dalam
bergaul, tinggallah kita melaksanakan atau merealisasikannya dalam
pergaulan kita sehari-hari. Jika etika yang kia terapkan dalam pergaulan
baik, maka kita juga pasti akan dikenal baik dan mendapatkan penghargaan
serta dihormati dengan layak dilingkungan masyarakat. Tetapi jika etika
yang kita terapkan buruk, maka kita akan dikenal dengan sosok remaja
yang buruk pula serta tidak dianggap atau dihormati oleh orang-orang
sekitar. Dengan demikian, etika dalam bergaul itu sangatlah penting
untuk kita miliki supaya lebih dihargai dan dihormati oleh orang lain.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dunia globalisasi saat ini, sudah dikuasai oleh peradaban ilmu teknologi
yang canggih. Sehingga, sedikit saja kita salah dalam melangkah, maka
akan berakibat fatal untuk masa depan kita. Memilih pergaulan yang baik
sangatlah penting untuk membentuk pribadi yang baik pula. Pergaulan yang
baik berarti pergaulan yang sehat dan pergaulan yang sehat dapat
menunjang dan memberikan kesempatan untuk masa depan yang lebih cerah.

Remaja selalu bersikap labil dalam menentukan keputusan mana yang baik
dan mana yang buruk, mana yang harus dilakukan dan mana yang seharusnya
tidak dilakukan. Dan dalam keadaan sikap yang seperti inilah diperlukan
adanya masukan-masukan yang bernilai positif untuk menuntun mereka ke
jalan yang baik dan benar.

i anak dan murid disekolah.

Pada saat ini banyak pergaulan yang tidak sehat di lingkungan sekitar
kita, bagaimana kita dapat mengupayakan agar para remaja memiliki
pergaulan yang baik yang sehat sehinggga kualitas hidupnya akan
meningkat sebagai pondasi untuk tumbuh menjadi dewasa sehingga tidak
mudah terjerumus ke dalam pergaulan kurang baik atau kurang sehat. Peran
orang orang disekitarnya juga akan mempengaruhi pergaulan remaja,
dirumah peran dari orang tua membantu membentuk karakter anak supaya
menjadi lebih baik , di sekolah guru juga membantu pembentukan karakter
siswa.

Adanya wujud perhatian dan kasih sayang sangatlah penting karena


kurangnya perhatian dan kasih sayang maka remaja akan bisa terjerumus
dalam pergaulan tidak sehat. Remaja yang terjerumus dalam pergaulan
freesex, narkoba, minum minuman keras biasanya karena tidak memperoleh
kasih sayang dan perhatian terutama dari keluarga dan kebetulan remaja
tersebut mendapatkannya di suatu komunitas tertentu dipergaulan yang
kurang baik tetapi dia bisa diterima di komunitas tersebut apa adanya
karena biasanya aturannya longgar apa aja diperbolehkan sehingga dia
merasa nyaman dikomunitas tersebut.

Apabila telah masuk ke lingkungan tersebut biasanya bila ditarik ke


lingkungan keluarga akan susah. Jadi sebelum terlibat lebih dalam harus
diantisipasi dengan pemberian cinta kasih sayang dan perhatian yang
cukup sehingga dia tidak mencari diluar dengan cara cara kurang baik.
Lingkungan juga memberikan kontribusi yang signifikan atau sangat
berpengaruh, oleh karena itu butuh peran orang tua dan sekolah dalam hal
pengawasan. Karena yang namanya remaja masih labil suasana hati yang
mudah berubah ubah sehingga butuh didampingi dan diawasi.

Cara yang paling mudah dengan cara mengenal teman temannya, siapa sih
temannya dan latar belakangnya bagaimana, rumahnya dimana dan tempat
berkumpulnya dimana. Ini bisa diketahui apabila ada pola komunikasi yang
baik antara orang tua dan anak misalnya anak bila akan bepergian akan
pamit dan memberitahukan akan kemana dan pulang jam berapa, apabila ada
komunikasi yang baik maka akan terdeteksi anaknya dimana. Ada juga anak
yang berbohong untuk menutupi kepentingan apabila dia jujur tidak
mendapat ijin dari orang tua. Tetapi pengawasan juga jangan terlalu
ketat supaya anak belajar diberi kepercayaan sehingga dia belajar diberi
tanggung jawab dari keputusan atau kesepakatan yang telah diambil.
Biarkan anak remaja bisa bergaul secara normal dengan teman temannya,
orang tua cukup mengawasi dari jauh dan apabila menyimpang baru ditegur.

Tidak semua remaja seberuntung remaja lainnya karena tumbuh dalam


keluarga yang kurang perhatian karena jumlah anaknya terlalu banyak,
orang tuanya broken home, faktor ekonomi, kedua orang tuannya sibuk
bekerja bisa mencukupi materi tetapi kurang bisa memberi perhatian.
Untuk remaja ini bisa mendapatkan perhatian dari orang lain asal
selektif misalnya di kegiatan kegiatan yang positif selain untuk sarana
bergaul juga bahkan bisa ke arah prestasi. Intinya meskipun tidak
mendapat cukup perhatian dari lingkungan keluarga tetapi tetap berusaha
untuk mencari pergaulan di kegiatan yang positif bisa juga di kegiatan
keagamaan.

Cara bisa dilakukan agar remaja mempunyai pergaualan yang sehat :


 Adanya bimbingan agama sedini mungkin sehingga anak mempunyai
kontrol perilaku yang kuat dalam pergaulan apabila melakukan
kesalahan agar merasa takutnya kepada Tuhan.
 Memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup baik dari
keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
 Memberikan suatu pengawasan, teman temannya siapa tempat
bermainnya dimana. Termasuk pengawasan dalam penggunaan media yang
saat ini berkembang sangat pesat.
 Cobalah untuk mengenali bakat dan minat sehingga bisa
menyalurkannya dengan positif dalam pergaulan yang baik.


pergaulan sehat remaja itu ada beberapa cara. Diantaranya adalah :

1 Adanya kesadaran beragama bagi remaja - Bagi anak remaja sangat


diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap
ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan, bahwa
anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang
memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki
kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak
sehat.
2 Memiliki rasa setia kawan -Agar dapat terjalin hubungan sosial
remaja yang baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab
kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja masyarakat
menjadi tentram.
3 Memilih teman -Maksud dari memilih teman adalah untuk
mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak
baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang pegaulannya buruk tidak
harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi
harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia.
4 Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif -Bagi mereka yang
mengisi waktu senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya
novel/komik seks), maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang
mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu, jika ada waktu senggang
kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis
cerpen, menggambar, atau lainnya.
5 Antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu
-Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya remaja
harus menjaga jarak dengan lawan jenisnya. Misalnya, jangan duduk
terlalu berdekatan karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak
diinginkan. -
6 Menstabilkan emosi - Jika memiliki masalah, kita tidak boleh
emosi. Harus sabar dengan cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan
masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi.

Diposting oleh Carlina Lantang ᄃ di 21.54 ᄃ


S