You are on page 1of 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap manusia melakukan pasti melakukan pergerakan, oleh karena itu


diperlukan otot dan tulang untuk melakukan pergerakan tersebut. Otot merupakan
bagian tubuh yang aktif karena otot dapat menggerakan bagian-bagian tubuh yang
lain. Otot berdasarkan strukturnya dapat dibagi menjadi 3 yaitu otot polos, otot lurik
dan otot rangka. Tubuh manusia memiliki sekitar 40% otot rangka, dan 10% otot
jantung dan otot polos.1 Untuk dapat bergerak maka otot melakukan kontraksi dan
relaksasi dan tentu saja kegiatan tersebut dipengaruhi oleh syaraf. Mekanisme
kontraksi yang berlebihan bisa menyebabkan kelelahan otot, apabila otot lelah bisa
mengakibatkan rasa nyeri atau sakit. Namun, bukan saja kontraksi yang berlebihan
yang menyebabkan rasa nyeri atau sakit pada otot, salah satunya adalah agen fisik dan
agen psikologi dan berbagai penyebab yang lainnya bisa mengalami kejang otot, salah
satu dari agen fisik yang paling berpengaruh terhadap kejang otot adalah suhu
ekstrim.2 Seringkali kejang otot pada atlit khususnya perenang akan menyebabkan
perenang akan kehilangan control dan sulit untuk menggerakan kakinya sehingga bisa
menyebabkan orang tersebut tenggelam.

1.2 Tujuan

Tujuan umum
Meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pemberian pengetahuan mengenai
kejang otot
Tujuan Khusus
a. Mengetahui mekanisme kontraksi otot
b. Mengetahui mekanisme relaksasi otot
c. Mengetahui agen fisik
d. Mengetahui agen psikologi

1
1.3 Hipotesis

a. Kejang otot disebabkan oleh kontraksi berlebih yang dapat dipengaruhi oleh agen fiaik
dan psikologi

b. Tindakan mendorong telapak kaki ke atas selama dua menit dapat dilakukan sebagai
tindakan pertama pada kejang otot

2
BAB II

ISI

2.1 Mekanisme Kontraksi Otot

Otot berdasarkan strukturnya dibagi menjadi tiga yaitu otot polos, otot lurik dan otot
jantung. Otot pools memiliki ciri-ciri tidak dipengaruhi kemauan, letaknya di dalam organ
berlumen dan inti hanya satu. Sedangkan otot jantung letaknya hanya terdapat dijantung, dan
tidak dipengaruhi kemauan. Otot lurik atau otot rangka adalah otot yang menempel disepanjang
rangka sehingga berhubungan dengan tulang dan berfungsi sebagai pengatur pergerakan dari
tulang. Oleh karena itu, yang berperan dalam kejang otot adalah otot lurik. Ciri-ciri dari otot lurik
adalah :3,4

a. Kerjanya dibawah pengaruh sadar karena dipengaruhi saraf sadar


b. Memiiki myofibril yang berinti banyak (myofibril terdapat di cairan intra dan
ekstraseluler)

Gambar 2.1 Miofibril5


c. Terdapat garis melintang yang diselingi gelap dan terang sehingga disebut otot seran
lintang
d. Pada ujung otot lurik terdapat dua atau lebih tendon, yaitu:
1. Tendon yang melekat pada tulang namun tidak bisa bergerak disebut origo

3
2. Tendon yang melekat pada tulang namun bisa bergerak disebut insersio
e. Bagian tengah otot lurik terdapat empal, sehingga dapat mengendor dan menarik
f. Reaksi terhadap rangsang cepat
g. Mudah lelah
h. Dua tipe serat otot-rangka berdasarkan kimia-mekanisnya
Tabel 2.1 Tipe otot rangka
No Serat Otot Rangka Tipe I (Otot Merah) Tipe II B (Otot Putih)
1 Nama lain Slow oxidative Fast glycolytic
2 Aktivitas ATP ase Lambat Cepat
3 Kapastitas pompa Ca2+ dari Moderate Tinggi
reticulum sarkoplasmik
4 Diameter Moderate Besar
5 Kapasitas Glikolisis Moderate Tinggi
6 Kapasitas oksidatif Tinggi Rendah
7 Mioglobin Merah Putih
8 Masa laten & kontraksi Panjang Pendek
9 Kerutan Lama, lambat Cepat
10 Indikasi Untuk mempertahankan Untuk gerakan terampil,
sikap tertentu. Aerobik halus. Anaerobik
11 Kelelahan, masa relaksasi Lambat Cepat
12 Kepekaan Rendah Cepat
13 Kecepatan hantar Lambat Cepat
14 Contoh m.soleus Otot mata

i. Terdapat sel-sel serabut otot yang dilindungi membrane yang dapat dirangsang listrik
disebut sarkolema
Dalam myofibril dengan menggunakan mikroskop electron maka terdiri dari :
a. Pita A bagian yang gelap , filament tebal, terdiri dari myosin
Miosin terdiri dari :
 Bagian fibrous (serat) terdiri dari 2 spiral yang saling melilit

4
 Bagian globuler, pada ujung (kepala)
 Mempunyai aktifitas ATP ase yaitu ATP -> ADP + P
 Dapat dicerna tripsin menjadi dua fragmen, yaitu LMM (light meromyosin) yang
tidak menunjukkan aktifitas ATP ase dan HMM (heavy meromiosin) yang punya
aktifitas ATP ase dan mengikat F-aktin
 HMM oleh papain menghasilkan dua subfragmen yaitu S1 (aktivitas ATP ase) bila
tidak menunjukkan ATP ase akan berikatan dengan F-aktin, S2 (aktivitas ATP
ase)
 F-aktin tidak mempunyai aktifitas ATP ase namun bila berikatan dengan myosin
akan meningkatkan kecepatan ATP ase untuk mendapatkan produknya
b. Pita I bagian yang terang, filament tipis, yaitu troponin, tropomiosin dan akson
Troponin :
 Terdiri dari 3 unit protein globuler yaitu:
- Troponin I : menghambat interaksi F-aktin dengan myosin melalui kerja
tropomiosin
- Troponin C: mengikat Ca secara reversible, dapat mengikat 4 Ca
- Troponin T: berinteraksi dengan tropomiosin

Tropomiosin:

 Berbentuk serat (fibrous)


 Terdiri dari 2 rantai yaitu α dan β, keduanya berikatan dengan aktin
 Terdapat pada semua otot
 Bagian filament tipis

Aktin:

 Bagian filament tipis


 Monomer aktin : G-aktin
- Globuler aktin
- Berat molekul 43.000
- Pada keadaan normal terdapat Mg

5
 Polimerasi dengan G-aktin menjadi F-aktin : 2 filamen bebentuk heliks
 Tidak mempunyai sifat katalitik
c. Dalam pita A terdapat bagian yang kurang gelap disebut H zone
d. Di tengah pita I terdapat bagian yang sempit yaitu garis Z

Gambar 2.2 Otot lurik. 6

Proses yang mendasari pemendekan elemen-elemen kontraktil di otot adalah pergeseran


filament-filamen tebal. Mekanisme umum kontraksi dapat terjadi melalui tahapan – tahapan
berikut :6

a. Potensial aksi menjalar di sepanjang suatu saraf motorik hingga ujungnya di serat otot,
dan saraf tersebut mengeluarkan sejumlah kecil bahan neurotransmitter asetilkolin.
b. Asetilkolin bekerja pada suatu daerah membrane otot untuk membuka saluran bergerbang
–asetilkolin, yang memungkinkan ion Na mengalir ke dalam serat otot
c. Potensial aksi berjalan di sepanjang membrane serat otot, menyebabkan reticulum
sarkoplasma membebaskan ion K yang tersimpan di reticulum ke dalam myofibril
6
d. Ion K memicu gaya-gaya tarik antara filament aktin dan myosin, menyebabkan keduanya
saling bergeser (sliding), inilah proses kontraksi
e. Setelah sepersekian detik, ion K dipompa kembali ke dalam reticulum sarkoplasma,
tempat ion-ion ini disimpan sampai datang potensial aksi otot, pengeluaran ion K dari
myofibril ini menyebabkan kontraksi berhenti.
Saat istirahat, otot minumbulkan tegangan ketika diregangkan, otot memiliki sifat elastic
pasif dan bekerja baik secara seri maupun pararel pada elemen kontraktil. Ada dua macam jenis
kontraksi :\
a. Kontraksi isometric : terjadi jika dua ujung otot terfiksasi pada jarak yang tetap dan
stimulasi otot menyebabkan pengembangan tegangan dalam otot tanpa disertai perubahan
panjang otot
b. Kontraksi isotonic : terjadi jika salah satu ujung otot bebas bergerak dan otot memendek
ketika mengeluarkan gaya yang konstan.
Dalam melakukan kontraksi otot terjadi siklus biokimia, kontraksi disebabkan Karena
adanya gaya-gaya mekanis yang ditimbulkan oleh interaksi jembatan silang myosin dengan
filament aktin menyebabkan filament aktin bergeser ke dalam di antara filament myosin. Untuk
melakukan kontraksi otot dibutuhkan ATP yang merupakan sumber energy utama. Metabolisme
otot yang terjadi terdiri dari lima tahap yaitu;4
a. Myosin mengikat ATP menyebabkan aktin tidak dapat berikatan sehingga tidak terjadi
kontraksi. ATP yang diikat oleh myosin akan dihidrolisis oleh ATP ase menjadi ADP+P
berenergi tinggi. Produk ATP ase tidak dapat keluar.
b. Miosin dan aktin yang berikatan menyebabkan terlepasnya produk ATP ase yaitu ADP +
P
c. Aktin yang mengikat myosin menyebabkan perubahan struktur, yaitu perubahan
konfirmasi myosin, perubahan pada tempat ikatan myosin-aktin , pergeseran (sliding)
dari filament tebal dan tipis (KONTRAKSI)
d. Oleh ATP terjadi perlepasan aktin dari myosin (RELAKSASI)

Kontraksi otot terdiri dari pengikatan dan pelepasan bagian kepala myosin dengan
filament F-aktin. Pengikatan diikuti oleh perubahan interaksi aktin myosin sehingga filament
aktin dan myosin saling bergeser, interkasi tersebut secara tidak langsung membutuhkan energy

7
yang diperoleh dari hidrolisis ATP. Hidrolisis dipercepat oleh ikatan kepala myosin dengan F-
aktin. Pada saat kontraksi dibutuhkan ATP yang berasal dari :6

a. Glikolisis
Penguaraian glikogen menjadi asam piruvat dan asam laktat mebebaskan energi yang
kemudian digunakan untuk mengubah ADP menjadi ATP di sarkoplasma
b. Fosforilasi Oksidatif
Proses ini terjadi di bagian membrane dalam mitokondria yaitu oksidasi suatu molekuk
dan pembentukan ATP
c. 2 mol ADP-> ATP + AMP ( oleh mioadenilat siklase)
d. Oksidasi benda keton (asetonasetat, β-OH butirat), FFA (Free Fatty Acid)
Energy bisa dihasilkan dari oksidasi benda keton dan asam lemak bebas (FFA)

2. 2 Mekanisme Relaksasi Otot

Pada otot yang normal setelah mengakami kontraksi otot akan mengalami relaksasi
dengan dimulai dengan :3

a. Ca2+ di pompa kembali masuk ke dalam reticulum sarkoplasmik.


b. Pembebasan Ca2+ dari troponin
c. Penghentian interaksi antara aktin dan miosin
Pada otot yang tidak normal kejang otot bisa diakibatkan karena Ca2+ tidak bisa
dikeluarkan atau terhambat.

2.3 Faktor Fisik

 Suhu

Kejang adalah pelepasan muatan neuron otak yang mendadak dan tidak terkontrol,
yang menyebabkan perubahan fungsi otak. Kejang terjadi ketika neuron serebral
tertentu berada dalam keadaan dapat mengalami hipereksitasi atau mudah
mengalami depolarisasi. Kejang umum mencakup kejang tonik-klinik yang
ditandai dengan awitan mendadak kontraksi kuat dan kaku otot lengan dan tungkai
(kejang tonik), diikuti oleh kontraksi dan relaksasi ritmik otot (kejang klonik).
Kejang ini merupakan kejang yang paling sering terjadi dan secara formal disebut
8
kejang grand mal.7 Penyebab kejang otot belum diketahui secara pasti
penyebabnya, akan tetapi kejang otot sewaktu berenang bisa dikarenakan factor
cuaca yang ekstrim misalnya terlalu dingin atau panas. Suhu yang rendah atau
dingin mengakibatkan kekakuan otot.

 Pelenturan Tubuh
Terjadinya kejang otot sewaktu berenang belum pasti diketahuinya,
beberapa alasan untuk mengembangkan kejang otot yaitu tingkat karbohidrat
rendah, ketidakseimbangan elektrolit, dehidrasi dan iritasi saraf. Namun beberapa
penyakit yang bisa menyebabkan kejang otot sewaktu berenang adalah diabetes,
tiriod, atau rheumatoid arthritis.7 Saat ini beberapa ahli berpendapat bahwa kejang
otot terjadi ketika otot yang sudah dalam posisi mengkerut diragsang untuk
kontraksi.8 Kekurangan elektrolit dapat menyebabkan fungsi otot untuk
berkontraksi dan relaksasi.9 Kelelahan otot akibat aktivitas yang berlebihan pun
bisa mengakibatkan terjadinya kejang otot. Kelelahan otot disebabkan karena
penumpukan asam laktat di otot. Glukosa yang diubah menjadi H2O, CO2 dan
energy memerlukan suplai darah dan O2, namun karena kelelahan otot bisa
mengkaibatkan banyak asam laktat. Asam laktat yang menumpuk menyebabkan
pH menurun sehingga menghambat kerja otot dan juga kerja enzim menurun
sehingga bisa meyebabkan kejang otot. Pemanasan tubuh sebelum berenang
memiliki banyak sekali manfaat diantaranya :10
a. Meningkatkan kecepatan kontraksi dan relaksasi otot
b. Pemanasan bisa megurangi kekakuan dari otot

Pemanasan bisa dilakukan dengan berlari mengitari kolam renang atau dengan
meregangkan otot kaki dan tangan serta punggung sehingga saat berenang tidak
terjadi kram otot.

Ketika seseorang mengalami kejang otot, pertolongan pertama yang bisa


diberikan kepada orang tersebut adalah bisa dengan mendorong telapak kaki ke
atas selama dua menit, bisa juga dengan memijit bagian yang sakit.2

9
2.4 Agen Psikologi

 Trauma
Trauma pada otot dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan pada saat kontraksi
maupun relaksasi sehingga bisa menyebabkan kejang otot. Kekejangan
menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah, sehingga obat-obatan atau
nutrisi tidak dapat masuk sampai tujuannya.11
Ketika seseorang mengalami kejang otot, pertolongan pertama yang bisa diberikan
kepada orang tersebut adalah bisa dengan mendorong telapak kaki ke atas selama
dua menit, bisa juga dengan memijit bagian yang sakit.2 Kejang otot yang terjadi
sewaktu berenang dapat diatasi dengan jalan menarik lutut ke dada sambil badan
berusaha mengapung, dan pijit-pijitlah otot yang kejang tadi.12

10
BAB III
PENUTUP

3. 1 Kesimpulan

Kejang otot merupakan suatu keadaan dimana otot tidak bisa kembali ke relaksasi
sehingga mengalami kontraksi terus-menerus. Banyak factor yang menyebabkan terjadinya
kejang otot walaupun penyebab pasti dari kejang otot, penyebab kejang otot yang sering terjadi
dari para perenang adalah karena factor suhu, kelelahan otot, ketidakseimbangan elektrolit, dan
kurangnya pemanasan jika dilihat dari segi fisik yang dapat mengakibatkan otot menjadi kaku
sehingga tidak dapat berkontraksi dan relaksasi dengan baik. Namun apabila dilihat dari segi
psikologis kejang otot bisa disebabkan karena gangguan psikis berupa stress yang bisa
menyebabkan trauma dan bisa menyebabkan kram otot yang dapat mengakibatkan pembuluh
darah mengalami penyumbatan dan tidak bisa menyalurkan nutrisi. Oleh karena itu, adanya
pemanasan, mengurangi kesibukan dan mengurangi pikiran yang bisa menyebabkan stress sangat
diperlukan bagi seseorang yang ingin berenang agar tidak terjadi kram pada ototnya. Ketika
seseorang mengalami kejang otot, pertolongan pertama yang bisa diberikan kepada orang
tersebut adalah bisa dengan mendorong telapak kaki ke atas selama dua menit, bisa juga dengan
memijit bagian yang sakit.

3.2 Saran

Hal yang pertama kali harus dilakukan seseorang yang sebelum berenang adalah dengan
melakukan pemansan, misalnya berlari mengitari kolam berenang, bisa juga dengan
meregangkan otot-otot sehingga tidak terjadi kekakuan otot. Juga keadaan yang kurang sehat atau
terlalu lelah tidak disarankan untuk melakukan renang karena akan menimbulkan kekakuan otot.
Lalu perasaan stress yang berlebihan pun juga disarankan untuk tidak melakukan renang karena
bisa juga menyebabkan kejang otot.

11