You are on page 1of 5

Keuntungan Akupunktur

a. Mengurangi Rasa Nyeri

Akupuntur dapat dimanfaatkan untuk mengurangi rasa nyeri akibat sakit kepala
kronis. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa akupuntur dapat mengurangi gangguan
migrain, tegang pada kepala, dan berbagai macam gangguan sakit kepala lain dan
hasilnya lebih efektif dibandingkan dengan mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri.
Selain itu, akupuntur juga bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri setelah operasi di
kepala, kanker leher, nyeri saat haid, nyeri hamil, mengurangi efek kemoterapi seperti
mual, dan juga rasa sakit pada gejala menopause.

b. Meningkatkan Tingkat Kesuburan

Sebenarnya, tujuan untuk meningkatkan kesuburan dengan akupuntur adalah untuk


meningkatkan vitalitas seksual pria dan wanita, meningkatkan produksi dari sel telur dan
sperma agar kualitasnya baik, sekaligus untuk meningkatkan sirkulasi darah di daerah
rahim dan sekitarnya.

Manfaat dan khasiat tusuk jarum (akupuntur) lainnya adalah meningkatkan aliran
darah ke uterus agar mulut rahim menjadi rileks serta menghambat hormon stres yang
dapat mengganggu proses embrio menjadi calon janin. Dari hasil polling, diketahui
bahwa akupuntur ini dapat membantu mencampurkan sperma dan sel telur menjadi
embrio didalam rahim.

c. Untuk Menghaluskan Kulit

Manfaat lain dari akupuntur untuk dunia kecantikan dilakukan dengan merangsang
sistem syaraf yang menimbulkan reaksi setempat untuk meningkatkan peredaran darah
dan produksi kolagen agar dapat bertambah. Untuk kecantikan, akupuntur bermanfaat
untuk mengencangkan kulit, mengurangi garis-garis halus atau keriput di wajah,
mengatasi kantong mata dan lingkaran hitam di bawah mata, mengobati jerawat,
mencerahkan kulit wajah dan mengecilkan pori-pori, membuat mata menjadi cemerlang
dan mengangkat kelopak mata, meningkatkan aliran darah pada kulit, meningkatkan
hormon kolagen dan mengatasi kerontokan rambut.

d. Melangsingkan Tubuh

Akupuntur juga dapat dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan. Yaitu dengan
menargetkan bagian otak thalamus dan hypothalamus yang keduanya berperan dalam
mengatur masalah lapar, haus, detak jantung, mengatur jam tidur, hasrat seksual, sistem
pencernaan, serta mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh. Dengan melakukan
penusukan jarum pada kedua bagian tersebut, maka keinginan untuk makan pun dapat
dikendalikan. Seorang praktisi akupuntur menjelaskan bahwa penusukan pada titik
tersebut dapat membuat orang yang biasanya makan 2 piring akan makan satu piring
saja. Dan orang tersebut akan mual jika memaksakan diri. Jika ingin melakukan
akupuntur untuk melangsingkan tubuh secara lebih efektif, penusukan dilakukan pada
bagian tubuh yang banyak lemaknya seperti lengan, paha, dan perut.
e. Untuk Meningkatkan Efektifitas Obat-Obatan

Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa pengurangan dosis dan ditambah dengan
akupuntur dapat mengurangi efek samping obat seperti rasa mual, perubahan berat badan
dan juga menurunkan dorongan seksual. Bukan hanya itu, akupuntur juga bermanfaat
untuk meniadakan efek radiasi yang ditimbulkan saat dilakukan terapi. Disini, akupuntur
dapat berguna untuk mengurangi beberapa efek samping yang terjadi terutama gangguan
mulut kering dan rasa mual yang sering terjadi bila seseorang sering menerima radiasi
pada bagian leher dan kepala. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa pasien yang
menjalani pengobatan radiasi memiliki efek lebih kecil dalam hal efek samping negatif
dari adanya radiasi, meskipun efek samping itu masih ada. Hanya saja, efeknya tidak
terlalu berat bila tidak dibarengi dengan akupuntur.

Manfaat ini mungkin saja diperoleh karena akupuntur merupakan terapi alternatif
yang melibatkan penggunakaan jarum dengan merangsang titik-titik tertentu dalam tubuh
sehingga terjadi aktifitas dalam tubuh yang dapat membantu tubuh untuk mengobati diri
sendiri. Untuk mendapatkan manfaat ini, penusukan jarum dalam teknik akupuntur dapat
digunakan untuk membersihkan sumbatan dan memulihkan kesehatan pasien agar aliran
darah dapat mengalir lancar. Dengan melakukan perangsangan melalui titik-titik
akupuntur pada permukaan kulit, maka pada bagian tertentu tubuh kita akan memiliki
perbedaan tekanan listrik, gelombang udara, dan juga kepadatan jaringan syaraf yang
pada gilirannya sangat baik untuk membantu memulihkan keadaan pasien dengan
mengambil manfaat dan khasiat tusuk jarum (akupuntur).

Kerugian Akupunktur

Bagi orang orang yang belum pernah melakukan teknik pengobatan akupuntur, maka pada
awalnya kemungkinan akan mengalami beberapa efek samping ringan yang tidak berbahaya.
Efek samping dapat segera hilang dengan sendirinya.

Efek samping ringan yang dimaksud adalah :

 Rasa pegal pegal pada tempat yang telah mendapat penusukan jarum
 Rasa ngilu sementara pada tempat yang mendapat penusukan jarum
 Sedikit rasa nyeri yang dibarengi gatal sementara

Efek buruk yang berat karena akupuntur hanya terjadi jika seseorang mendapatkan pelayanan
dari para terapis yang Tidak memiliki pengalaman dibidangnya dan cara pengobatannya tidak
sesuai dengan standar peraturan kesehatan yang berlaku. Teknik akupuntur yang dilakukan
dengan cara sembarangan dapat menyebabkan aktivitas tersebut menjadi aktivitas yang
berbahaya.

Efek samping berat yang dimaksud adalah :

1. Bengkak pada permukaan kulit

Metode akupuntur yang dilakukan oleh tenaga terapis tidak berengalaman dapat
menyebabkan permukaan kulit yang mendapatkan penusukan jarum akupuntur mengalami
pembengkakan dan nyeri ketika disentuh, Hal ini terjadi karena penusukan jarum yang terlalu
dalam dan mengiritasi pembuluh darah.

2. Tubuh lelah

Metode akupuntur yang dilakukan seseorang yang tidak profesional dapat menyebabkan
pasien merasa kelelahan dan letih usai menjalani terapi akuountur. Hal ini terjadi karena sang
terapis melakukan penusukan pada tiotik titik saraf tubuh yang ternyata tidak tepat sasaran.

3. Infeksi

Metode akupuntur yang dilakuakn para terapis dengan menggunakan jarumyang tidak steril
atau sebelumnya telah dipakai pada pasien lain maka resiko yang akan ditanggung pasien
berikutnya adalah tertular penyakit hepatitius atau virus penyakit lain. sebaiknya penggunaan
jarum hanya berlaku untuk satu orang saja.

4. Kepala menderita pusing

Metode akupuntur yang dilakukan para terapis dengan tidak profesional dapat menyebabkan
seseorang menderita pusing pusing dan kepala terasa berat usai terapi dilakukan. Hal ini
disebabkan jarum yang ditusukkan pada titik titik saraf tertentu seputar dahi terlalu dalaam
dan tidak tepat sasaran.

5. Kehilangan kesadaran diri

Seorang terapis yang melakukan penusukan jarum secara sembarangan dan tidak tepat dapat
mengakibatkan seorang pasien tidak sadarkan diri atau pingsan, Kondisi ini dikarenakan titik
titik akuounur atau simpul saraf pasien mengalami penyumbatann aliran darah .

6. Gangguan paru paru

Adakalanya tenaga terapis yang tidak profesional melakukan kesalahan besar berupa
penusukan jarum kebagian dada tetapi menembus organ vital internal yaitu paru paru,
Akibatnya pasien mengalami gangguan kerusakan paru.

7. Depresi

Ada para terapis akupuntur yang tidak profesional melakukan penusukan jarum disekitar
leher tetapi tidak tepat mengenai titik titik saraf yang diinginkan, Akibatnya aliran darah
sekitar leher menuju kepala menjadi tersendat sendat yang memicu seseorang terserang
depresi ringan dan rasa gelisah yang berkesinambungan. Jika kondisi tersebut berulang setiap
melakukan terapi maka pasien dapat terserang depresi berat.

8. Insomnia

Seorang pasien yang menderita insomnia dapat disembuhkan penyakitnya dengan terapi
akupuntur yang sesuai dengan aturan tetapi jika tidak, Maka seorang pasien justru dapat
mengalami kesulitan tidur yang lebih berat.
9. Gangguan sumsum tulang belakang

Penusukan jarum akupuntur yang sembarangan dan tidak tepat sasaraan atau terlalu dalam
maka dapat menyebabkan seorang pasien mengalami gangguan sumsum tulang belakang.

10. Timbul nyeri

Tenaga terapis yang tidak profesional kerab melakukan penusukan jarum terlalu kasar, terlalu
dalam dan melukai pembuluh darah, Kondisi ini dapat menyebabkan kulit yang mendapat
penusukan menjadi membiru serta nyeri.

Efek samping akupuntur dapat juga disebabkan beberapa faktor lain selain disebabkan karena
adanya tenaga terapis yang tidak berpengalaman :

1. Jarum akupuntur bekas dipakai orang lain

Sebaiknya jarum yang digunakan hanya untuk satu pasien saja, Hal ini untuk cara mencegah
penularan bakteri dan virus dari satu pasien kepada pasien yang lain.

2. Jarum akupuntur yang telah terkontiminasi radikal bebas

Jarum akupuntur sangat rentan dihinggapi berbagai bakteri yang kasat mata yang biasanya
terbawa oleh radikal bebas termasuk sinar matahari dan polusi udara. penting untuk
menyimpan jarum akupuntur padaa tempat yang tidak langsung disinari matahari atau udara
yang kotor seperti udara penuh asap rokok. Karena bahaya asap rokok dapat menjadi
penyebab utama tidak sterilnya jarum akupuntur dan kapas yang digunakan ketika proses
pengobatan dilakukan.

3. Kapas yang digunakan tidak bersih

Kapas yang kotor akibat debu atau bekas dipakai oraang lain walaupun terlihat masih bersih
mampu menjadi perantara masuknya bakteri pada tubuh pasien lain.

4. Kondisi ruangan pasien yang kotor

Ruangan terapi yang berdebu, lantai yang kotor atau jendela serta tempat tidur pasien yang
tidak pernah dibersihkan secara berkala dapat mengakibatkan munculnya berbagai macam
bakteri yang dapat mengganggu jalannya proses pengobatan.

5. Para terapis yang tidak menggunakan sarung tangan

Tenaga terapis yang tidak membersihkan kedua tangannya dan tidak memakai sarung tangan
dapat menjadi pengantar bakteri paling mudah kejarum akupuntur yang sebelumnya telah
tersentuh atau terpegang. Sangat penting mengetahui manfaat membersihkan tangan terlebih
dahulu sebelum melakukan proses pengobatan.
6. Waktu penusukan jarum akupuntur yang terlalu lama

Penusukan jarum akupuntur biasanya berlangsung tidak lebih dari 5 menit,Tetapi jika lebih
dari itu maka pasien akan mengalami keluhan kesehatan lain.

7. Pasien memiliki kelainan hemoglobin

Seorang yang memiliki kelainan hemoglobin disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu
pada ahli akupuntur yang telah berpengalaman atau pada dokter yang terkait agar pasien tidak
mengalami keluhan kesehatan. Seseorang yang menderita kelainan hemoglobin rentan
terserang pembengkakan dan pendarahan ketika penusukan jarum akupuntur dilakukan.

Efek samping akupuntur sebenarnya dapat dicegah dengan cara memiliki informasi sebanyak
banyaknya tentang tenaga terapis akupuntur yang memadai dan profesional dibidangnya
melalui para ahli terapis akupuntur yang bersangkutan ataupun melalui media surat kabar,
majalah kesehatan dan internet. Untuk itu tidak perlu kita merasa takut atau bimbang jika
ingin menjalani pengobatan tradisional cara akupuntur. Pada kenyataanya efek buruk usai
menjalani terapi akupuntur jarang dialami orang orang yang pernah beberapa kali menjalani
terapi tersebut.