Вы находитесь на странице: 1из 4

SKENARIO

FORMAT PENGKAJIAN KOMUNITAS


Hari, tanggal : Jumat, 30 September 2016
Kelompok :4&5
Narator : firdaus viktor
Narator : Perawat mengetuk pintu, setelah itu pemilik rumah membuka dan
mempersilahkan masuk kedalam rumah.
Perawat : selamat pagi.
Keluarga : selamat pagi, ada perlu apa ya mas?
Perawat : perkenalkan nama saya desniel, dan ini rekan- rekan saya ; bowo,
darmeni, sastro, maria, via, julkipli, anton, lupita, yandra, libertus. Kami dari
kampus stikes eka harap, disini kami sedang melakukan tugas komunitas dan
ingin mendata semua anggota keluarga serta berbincang-bincang tentang masalah
kesehatan keluarga bapa. Selain itu kami juga minta ijin untuk mendata kaedaan
rumah bapa. Bagaimana apakah bapa mau? Dan ada waktu untuk diluangkan.
Keluarga: oh jadi begitu mas. Ya mas silahkan masuk.
Narator : Perawat masuk keruang tamu salah satu keluarga didesa tempat para
mahasiswa praktek komunitas.
Keluarga : silahkan duduk mas
Perawat : iya pa terima kasih.
Keluarga : jadi bagaimana mas? Silahkan
Perawat : iya pa, sebelumnya kita ingin berkenalan dengan bapa, kalau boleh tau
nama bapa siapa? Dan tolong perkenalkan anggota keluarga.
Keluarga : nama saya bapak deded, dirumah ini ada 8 anggota keluarga dan ini
istri saya perkenlkan namanya ibu febri, ini anak-anak saya kristo, lucy, yundini,
riko, ulie, wido.
Perawat : maaf sebelumnya pak, apakah anggota keluarga bapak semuanya ada
dirumah sekarang?
Keluarga : iya mas, kebetulan anggota keluarga saya dirumah.
Perawat : iya pak, bagaimana kalau seluruh anggota keluarga bapak berkumpul
disini untuk dikaji satu per satu, bagaimana pak bisa?
Keluarga : ooh iya mas..bisa kok. Sebentar saya panggilkan...
Narator : pak deded memanggil seluruh keluarganya untuk berkumpul di ruang
tamu keluarga untuk melakukan pengkajian per individu oleh mahasiswa praktek
komunitas.
Perawat : iya pak makasih, sebelumnya saya juga minta maaf karena sudah
menggangu kegiatan keluarga bapak.
Keluarga : iya..tidak apa-apa kok mas, ngak usah sungkan.
Perawat : bisa dimulai sekarang pak?
Keluarga : iya, silahkan mas.
A. Data demografi
Perawat : kepala keluarga dirumah ini siapa pak?
Keluarga : ohh, saya sendiri mas..pak deded.
Perawat : kalau nama istri dan anak bapak siapa?
Keluarga : istri saya bernama ibu febry dan anak-anak saya bernama kristo, lucy,
yundini, riko, ulie, wido.
Perawat : jadi anggota di keluarga bapak ada 8 orang ya pak disini. Bapak sendiri,
istri bapak dan 6 anak bapak.
Keluarga : iya mas..
Perawat : usia bapak sekarang berapa?
Keluarga : saya sekarang berusia 45 tahun mas.
Perawat : kalau istri dan ke 6 anak bapak usianya masing-masing berapa pak?
Keluarga : kalau istri saya umurnya 43 tahun, anak pertama 38 tahun, anak kedua
35 tahun, anak ketiga 32 tahun, anak keempat 29 tahun, anak kelima 26 tahun dan
anak saya yang bungsu berusia 17 tahun.
Perawat : mohon maaf sebelumnya pak, kalau boleh tau masing-masing anggota
keluarga bapak pendidikan terakhirnya apa ya? Bisa dimulai dari bapak.
Keluarga : kalau saya lulusan SLTA, istri saya lulusan SLTP, anak pertama
sampai kelima lulusan SMA dan anak saya yang bungsu masih duduk di bangku
kelas 3 SMA.
Perawat : kalau boleh tau apa pekerjaan masing-masing anggota keluarga bapak?
Keluarga : saya bekerja sebagai petani, istri saya ibu rumah tangga dan anak-anak
saya ada yang berkerja sebagai tukang bangunan dan juga yang berdagang.
Perawat : ooh...begitu ya pak. Kalau boleh tau untuk pengeluaran bapak sehari-
hari berapa?
Keluarga : kalau pengeluaran sehari-hari yaa sekitar Rp. 40.000-60.000 dan tak
menentu.
Perawat : oohh...kalau boleh tau bapak dan keluarga beragama apa?
Keluarga : kristen mas.
Perawat : bapak dan keluarga menganut suku apa?
Keluarga : dayak mas.
Perawat : bapak dan keluarga biasanya kalau mendapat informasi kesehatan dari
mana pak? Apakah tv, koran atau ikut serta dalam penyuluhan yang diberikan
oleh petugas kesehatan.
Keluarga : biasanya kalau saya sendiri dari tv...kalau istri saya langsung dari
petugas kesehatan soalnya setiap bulan rutin ke puskesmas.
B. STATUS KESEHATAN
Perawat : oohh iya...dalam keluarga bapak apa keluhan yang dirasakan saat ini?
Keluarga : kalau saya pegal-pegal mas dan sekarang saya itu mudah lelah, kalau
istri saya sering mengeluh sakit kepala, kalau kelima anak saya sehat-sehat saja
sedangkan anak saya yang bungsu itu sering mengeluh sakit perut dan mual bila
terlambat makan di pagi hari.
Perawat : kalau keluhan satu tahun terakhir ini apa pak?
Keluarga : yaa sama kaya tadi mas, tapi saya agak kuatir dengan anak saya yang
bungsu karena sering tidak mau sarapan pagi.
Perawat : ohh jadi anak bapak sering tidak sarapan pagi?
Keluarga : iya mas...
Perawat : nanti coba kita cari solusinya bersama untuk anak bapak ya. Mohon
maaf sebelumnya, apakah di keluarga bapak ada yang mempunyai penyakit
menahun/keturunan seperti kencing manis, jantung atau penyakit menular seperti
TBC, maupun hepatitis.
Keluarga : syukur ya tidak ada mas.
Perawat : iya pak, syukur...bagaimana cara penggunaan obat di keluarga bapak?
Apakah menggunakan resep dokter atau tidak?
Keluarga : pakai resep mas, tapi jika penyakitnya hanya pusing, flu dan batuk-
batuk yaa beli di apotik.
Perawat : oohh, begitu ya pak? Jika dalam keluarga bapak ada yang sakit biasanya
di periksakan dimana pak?
Keluarga : kedokter mas, tapi kalau hanya demam atau flu biasa kami berobat ke
puskesmas terdekat.
Perawat : hmmmm....iya pak...kenapa bapak dan keluarga memilih untuk
menggunakan jasa dokter dan puskesmas?
Keluarga : itu mas...mungkin karena kesehatan sangat berharga dalam keluarga
kami, sehingga kami mengupayakan untuk menghindari penyakit dan segera
memeriksakan ke pelayanan kesehatan jika ada anggota keluarg kami yang sakit.
Perawat : iya...bagus itu pak, memang harus seperti itu agar megoptimalkan
kesehatan keluarga bapak. Apakan bapak dan keluarga ada atau menggunakan
jaminan kesehatan misalnya seperti ASKES, BPJS, atau jaminan kesehatan
lainnya?
Keluarga : iya mas...keluarga kami menggunakan ASKES.
Narator : sekian roleplay pengkajian keperawatan komunitas yang dapat kami
tampilkan, semoga dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk melaksanakan
praktik keperawatan komunitas. Sekian dan terimakasih.