You are on page 1of 9

PENDAYAGUNAAN KATA BERDASARKAN KETEPATAN DAN

KESESUAIAN PILIHAN KATA

PERLUASAN KOSA KATA DALAM PROSES


Kosa kata atau pembendaharaan kata itu tidak lain dari daftar kata-kata yang segera
kita ketahui artinya bila mendengarnya kembali, walaupun jarang atau tidak pernah
digunakan lagi dalam percakapan atau tulisan kita sendiri. Kosa kat harus terus-
menerus diperbanyak dan diperluas, pertama-tama sesuai dengan tuntutan siswa yang
semakin dewasa yang ingin mengetahui semua hal, kedua, sesuai dengan
perkembangan dan kemajuan masyarakat yang selalu menciptakan kata-kata baru.
Untuk mudah berkomunikasi dengan masyarakat lain, setiap orang perlu memperluas
kosa katanya, perlu mengetahui sebanyak-banyaknya pembendaharaan kata dalam
bahasanya. Dalam bagian ini akan dijelaskan cara memperluas kosa kata, antara lain:

Proses Belajar
Perluasan kosa kata melalui proses belajar dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan.
Para pendidik, melelui pelajaran bahasa dan mata pelajaran lainnya memperkenalkan
bermacam-macam istilah yang baru. Istilah yang baru itu harus diberikan bersama
uraian mengenai gagasan yang tepat. Kesalahan dan kekurangcermatan akan
mengakibatkan anak didik salah mewarisi pengertian yang tepat

Konteks
Yang dimaksud dengan konteks adalah lingkungan yang dimasuki sebuah kata.
Konteks dapat membuat perbedaan pengertian yang sangat menyolok. Bahkan
kombinasi yang sama dari kata-kata dapat menhhasilkan makna yang sangat berbeda
dalam lingkungan konterkstual yang berlainan,misalnya :
Bias ular bias membunuh seseorang.
Tambang kapal tambang itu putus semua.
Tanggal dua gigi saya tanggal dua.
Memperluas kosa kata melalui konteks merupakan sebuah cara atau metode yang
terbaik. Cara ini yang, biasa digunakan oleh para leksikograf, membuat kita lebih
sensitive terhadap makna kata yang didengar atau dibaca.

KETEPATAN DIKSI (PILIHAN KATA)


Dalam KBBI (2002 : 264) diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras
dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek
tertentu seperti yang diharapkan.
Persyaratan ketepatan diksi
Ketepatan adalah kemempuan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang sama
pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti yang dipikirkan atau dirasakan oleh
penulis atau pembicara, maka setiap penulis atau pembicara harus berusaha secermat
mungkin untuk memilih kata-katanya untuk mencapai maksud tersebut. Ketepatan
tidak akan menimbulkan salah paham.
Beberapa butir perhatian dan persoalan berikuthendaknya diperhatikan setiap orang
agara bias mencapai ketepatan pilihan katanya itu.
Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi. Dari dua kata yang mempunyai
makna yang mirip satu sama lain ia harus menetapkanmana yang akan
dipergunakannya untuk yang mencapai maksudnya. Kalau hanya pengertian dasar
yang diinginkannya,ia harus memilih kata yang denotative; ia harus memilih kata
konotatif sesuai dengan sasaran yang akan dicapainya itu.
Membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir bersinonim.

Kata Umum Dan Kata Khusus


Pada umumnya, untuk mencapai ketepatan pengertian lebih baik memilih kata khusus
daripada kata umum. Kata umum yang dipertentangkan dengan kata khusus harus
dibedakan dari kata denotative dan konotatif. Kata konotatif dibedakan berdasarkan
maknanya, yaitu apakah ada makna tambahan atau nilai rasa yang ada pada sebuah
kata. Kata umum dan kata khusus dibedakan berdasarkan luas tidaknya cakupan
makna yang dikandungnya. Bila sebuah kata mengacu kaepada suatu hal atau
kelompok yang luas bidang lingkupnya maka kata itu disebut kata umum. Bila ia
maengacu kepada pengarahan-pengarahan yang khusus dan konkret maka kata-kata
itu disebut kata khusus.

Daya Sugesti Kata Khusus


Kata-kata yang konkret dan khusus dengan demikian menyajikan lebih banyak
informasi kepada para pembaca. Member informasi yang jauh lebih banyak sehingga
tidak mungkin salah paham. Kata khusus juga member sugesti yang jauh lebih
mendalam. Coba perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini:
Gelandangan itu tertatih-tatih sepanjang trotoaar itu.
Orang miskin itu berjalan perlahan-lahan sepanjang trotoar itu.
Kedua kalimat di atas dipergunakan untuk mendeskripsikan hal yang sama yang di
alami penulis atau pembicara. Namun kalimat kedua menimbulkan efek yang tidak
mendalam seperti kalimat pertama. Walaupun sudah terlalu lazim baginkota-kota
besar, namun gelandangan masih memiliki sugesti yang khusus. Ia bukan saja
menyatakan seorang manusia, tetapi juga menyatakan sesuatu tentang tampang,
watak, dan karakter orang itu. Bagaimana pakaiannya? Apakah rambutnya
terpelihara? Apakah dia dapat dipercaya untuk diminta mengawasi barang kita?
Sebaliknya kata orang miskin tidak memberi sugesti sebanyak itu. Sugesti mana yang
disampaikan oleh kata tertatih-tatih? Samakah sugesti kata itu dengan frase berjalan
tertati-tatih? Pendeknya, kata yang tepat jauh akan lebih efektif, bila dibandingkan
dengan pilihan kata yang kurang tepat.

Kata umum
Gradasi kata umum
Bila kita berlatih dari nama diri kepada kata benda misalnya, maka kesulitan itu akan
meningkat. Semakin umum sebuah kata, semakin sulit pula tercapai titik pertemuan
antara penulis dan pembaca
Sesungguhnya pebedaan antara yang umum, bagaimanapun juga akan selalu bersifat
relatif. Sebuah istilah atau kata mungkin dianggap khusus bila dipertentangkan
dengan istilah atau kata lain, tetapi akan dianggap umum bila harus dibandingkan
dengan kata yang lain. Coba perhatikan skema rasional dari kata-kata di bawah ini:
Sangat umum Kurang umum Lebih khusus Sangat khusus
Binatang,Olahragawan,Tumbuh-tumbuhan,Penjahat,Kendaraan
Anjing,Pemain bola,Pohon.

Kata-kata abstrak
Kesulitan yang sama kita hadapi lagi pada waktu mendengar atau membaca kata-kat
yang abstrak dan kata yang menyatakan generalisasi. Banyak kosa kata yang
terbentuk sebagai akibat dari konsep yang tumbuh dalam pikiran kita, bukan mengacu
pada hal yang konkret. Kata-kata seperti kepahlawanan, kebijakan, keluhuran,
kepercayaan, kebahagiaan, keadilan, dan sebagainya, akan menimbulkan gagasan
yang berlainan pada setiap orang, sesuai dengan pengalaman dan pengertiannya
mengenai kata-kata itu.

Kata Indria
Suatu jenis pengkhususan dalam memilih kata-kata yang tepat adalah penggunaan
istilah-istilah yang menggunakan pengalaman-pengalaman yang diceap oleh
pancaindria. Tetapi sering kali terjadi bahwa hubungan antara satu indria dengan
indria yang lain dirasakan begitu rapat, sehingga kata yang sebenarnya hanya
dikenakan pada suatu indria dikenakan pula pada indria lainnya. Gejala semacam ini
disebut sinestesia. Misalnya apa yang dicerap oleh indria pengelihatan dikenakan
begitu saja pada indria pendengar.
Karena kata-kata indria melukiskan suatu sifat yang khas dari pencerapan
pancaindria, maka pemakaiannya pun harus tepat. Untuk mempergunakan kata-kata
itu dengan tepat, perlu pengetahuan yang mantap mengenai makna yang tepat.
Kata Percakapan
Yang dimaksud dengan kata percakapan adalah kata-kata yang biasa dipakai dalam
percakapan atau pergaulan orang-orang yang terdidik. Termasuk di dalam kategori ini
adalah ungkapan-ungkapan umum dan kebiasaan menggunakan bentuk-bentuk
gramatikal tertentu oleh kalangan ini. Pengertian percakapan di sini sama sekali tidak
boleh disejajarkan dengan bahasa yang tidak benar, tidak terpelihara atau yang tidak
disenangi. Misalnya, dok (dokter), prof (professor), kep(kapten)

KETERAMPILAN DALAM BERBAHASA

Pengertian Bahasa

Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbiter ( tidak ada hubungan antara
lambang bunyi dengan bendanya ) yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan
dipakai oleh masyarakat untuk berkomunikasi, kerja sama, dan identifikasi diri.
Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa
sekunder.

Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat
bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah
setajam pisau atau silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak
sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara atau target
komunikasi.
Bahsa isyarat atau gestur atau bahasa tubuh adalah salah satu cara berkomunikasi
melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat digunakan permanen oleh penyandang
cacat karena mereka mempunyai bahasa sendiri.
Banyak situasi yang menyebabkan bahasa punah. Sebuah bahasa punah ketika bahasa
itu berubah bentuk menjadi famili bahasa-bahasa lain.Orang indonesia kini boleh jadi
tidak mengerti bahasa melayu yang digunakan di indonesia awal abad ke-20. Karena
bahasa indonesia saat ini berasal dari bahasa melayu yang telah mengalami infusi
kata-kata bahasa asing. Bisa dikatakan bahasa melayu bermetamorfosis dalam bahasa
indonesia. Kelak kalau bahasa indonesia makin berkembang dan demikian pula
bahasa melayu malaysia kemungkinan bahasa melayu akan punah.Karena pengaruh
globali sasi dan IPTEK menyebabkan masyarakat indonesia menganggap bahasa
indonesia itu tidak gaul dan terlalu formal.

Fungsi bahasa dalam masyarakat:


1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat mengidentifikasi diri.

Macam dan jenis ragam bahasa:


1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa
sains, jurnalistik,dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan
presiden soeharto, gaya bahasa binyamin s, dsb.
3. Ragam bahasa pada sekelompok anggota masyarakay suatu wilayah seperti
dialeg bahasa madura, medan, sunda, dll.
4. Ragam bahasa pada masyarakat suatu golongan seperti ragam bahasa orang
akademisi berbeda dengan ragam bahasaorang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal dan informal.
Macam-macam Keterampilan dalam Bahasa
Menurut Hoetomo MA (2005:531-532) terampil adalah cakap dalam menyelesaikan
tugas, mampu dan cekatan. Keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan
tugas. atau kecakapan yang disyaratkan. Dalam pengertian luas, jelas bahwa setiap
cara yang digunakan untuk mengembangkan manusia, bermutu dan memiliki
pengetahuan, keterampilan dan kemampuan sebagaimana diisyaratkan (Suparno,
2001:27).
Dalam keterampilan dikelompokan menjadi empat aspek, yaitu :
a. Keterampilan Membaca
b. Keterampilan Menulis
c. Keterampilan Menyimak
d. Keterampilan Berbicara

A. Keterampilan Membaca
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis.
Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca
dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi
yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita
fiksi atau humor. Keterampilan membaca merupakan salah satu bagian dari
keterampilan berfikir.Keterampilan berfikir adalah keterampilan mengolah informasi
yang masuk dalam kognisi/otak manusia.Kemampuan mengolah informasi sangat
ditentukan oleh tingkat pengetahuan individu.

Hal yang perlu diperhatikan dalam membaca :

 Tingkat pengetahuan seseorang sangat menetukan kwalitas tulisan.


 Kemampuan menulis membutuhkan adanya proses latihan yang secara terus
menerus.
 Kemampuan menulis karya ilmiah sangat berhubungan secara signifikan
dengan kemampuan membaca.
B. Ketermapilan Menulis
Menulis adalah keterampilan produktif dengan menggunakan tulisan. Menulis dapat
dikatakan suatu keterampilan berbahasa yang paling rumit di antara jenis-jenis
keterampilan berbahasa lainnya. Ini karena menulis bukanlah sekedar menyalin kata-
kata dan kalimat-kalimat, melainkan juga mengembangkan dan menuangkan pikiran-
pikiran dalam suatu struktur tulisan yang teratur. Keterampilan menulis adalah
kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang tulis menulis sehingga tenaga
potensial dalam menulis. Keterampilan menulis untuk saat sekarang telah menjadi
rebutan dan setiap orang berusaha untuk dapat berperan dalam dunia menulis. Banyak
orang berusaha meningkatkan keterampilan menulisnya dengan harapan dapat
menjadi penulis handal.

C. Keterampilan Menyimak
Menyimak adalah keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat reseftif.
Dengan demikian di sini berarti bukan sekedar mendengarkan bunyi-bunyi bahasa
melainkan sekaligus memahaminya. Dalam bahasa pertama (bahasa ibu), kita
memperoleh keterampilan mendengarkan melalui proses yang tidak kita sadari
sehingga kitapun tidak menyadari begitu kompleksnya proses pemmerolehan
keterampilan mendengar tersebut. Berikut ini secara singkat disajikan disekripsi
mengenai aspek-aspek yang terkait dalam upaya belajar memahami apa yang kita
sajikan dalam bahasa kedua.
D. Keterampilan Berbicara
Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran
dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan, baik secara berhadapan
ataupun dengan jarak jauh. Moris dalam Novia (2002) menyatakan bahwa berbicara
merupakan alat komunikasi yang alami antara anggota masyarakat untuk
mengungkapkan pikiran dan sebagai sebuah bentuk tingkah laku sosial. Sedangkan,
Wilkin dalam Maulida (2001) menyatakan bahwa tujuan pengajaran bahasa Inggris
dewasa ini adalah untuk berbicara. Lebih jauh lagi Wilkin dalam Oktarina (2002)
menyatakan bahwa keterampilan berbicara adalah kemampuan menyusun kalimat-
kalimat karena komunikasi terjadi melalui kalimat-kalimat untuk menampilkan
perbedaan tingkah laku yang bervariasi dari masyarakat yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA :

 http://tugasmanajemen.blogspot.com/2011/03/pengertian-bahasa-fungsi-
bahasa-ragam.html

 http://basindo.edublogs.org/2008/05/01/ejaan-yang-disempurnakan/

 http://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/EYD

 http://id.wikipedia.org/wiki/Membaca

 http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._SEJARAH/1966080819910
31-AGUS_MULYANA/Matrikulasi_IPS_s2_DEPAG.pdf