You are on page 1of 11

EFEK DOMINO KEBIJAKAN KENAIKAN HARGA

BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)

Mata Kuliah Umum Pendidikan Pancasila


Kelas 42

Oleh:
Kelompok 4

1. Vidita Imroatus Sholeha (161710101105)


2. Abi Gabriel Heavany (170110101082)
3. Stefanus Julian C. (170710101350)
4. Nengah Erlina W. D. (170710101435)
5. Nanda Ainun Shabrina (170810201037)

UPT BASE MKU


UNIVERSITAS JEMBER
2KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “Efek Domino Kebijakan Kenaikan Harga BBM”. Terima kasih
juga kami ucapkan kepada Dosen Pengampu mata kuliah uum Pendidikan
Pancasila atas bimbingannya.
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Pendidikan Pancasila. Kami berharap semoga makalah dapat ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca mengenai
masalah kenaikan harga BBM. Makalah ini kami akui masih memiliki banyak
kekurangan karena pengalaman kami yang sangat kurang. Oleh kerena itu kami
mengharap kritik dan saran dari para pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.

Jember, 10 April 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan
BAB 2. PEMBAHASAN
2.1 Alasan Dibalik Kebijakan Kenaikan Harga BBM
2.2 Hubungan Kebijakan BBM dengan Pancasila.
2.3 Efek Dari Kenaikan Harga BBM Pada Masyarakat
BAB 3. PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kebijakan Presiden Jokowi untuk menaikkan harga bahan bakar minyak
(BBM) dalam negeri menyebabkan perubahan perekonomian secara drastis.
Kenaikan BBM ini akan diikuti oleh naiknya harga barang-barang dan jasa-jasa di
masyarakat. Jika terjadi kenaikan harga BBM di negara ini akan sangat
berpengaruh terhadap permintaan (demand) dan penawaran (supply). Permintaan
adalah keinginan yang disertai dengan kesediaan sertakemampuan untuk membeli
barang yang bersangkutan. Sementara penawaran adalah banyaknya jumlah
barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen padatingkat harga dan waktu
tertentu. Semua kebijakan seharusnya sesuai dengan nilai yang ada dalam sila-sila
Pancasila. Begitu pula mengenai kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden
Jokowi Kebijakan BBM ini harus sesuai dengan kaidah-kaidah Pancasila. Oleh
karena itu penulisan makalah ini dilakukan untuk mengetahui dampak-dampak
yang diakibatkan oleh kenaikan harga BBM bagi masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas permasalahan utama yang ingin
dibahas dalam makalah ini adalah:
1. Apakah alasan dibalik kebijakan kenaikan harga BBM?
2. Apakah efek dari kebijakan kenaikan harga BBM pada masyarakat?
3. Apakah kebijakan kenaikan harga BBM sudah berasaskan Pancasila?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui alasan kebijakan kenaikan harga BBM.
2. Mengetahui efek kebijakan kenaikan harga BBM pada masyarakat.
3. Mengetahui kaitan antara kebijakan kenaikan harga BBM dengan
Pancasila.
BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Alasan Dibalik Kebijakan Kenaikan Harga BBM


Pertamina menaikkan harga BBM berdasarkan Peraturan Presiden
Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian,
dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak yang ditandatangani Presiden Joko
Widodo pada tanggal 31 Desember 2014.. Menurut Presiden Joko Widodo
(Jokowi) langkah pemerintah menaikkan harga BBM subsidi karena selama ini
subsidi tersebut tidak tepat sasaran yang harusnya untuk pembangunan
infrastruktur. Menurut beliau Selama ini pemerintah memerlukan anggaran untuk
membangun infrastruktur, namun anggaran tidak tersedia karena dihamburkan
untuk subsidi BBM. Selain itu juga, harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi,
tidak dapat dilepaskan dari variabel harga minyak dunia. Variabel lain yang
digunakan dalam penghitungan adalah kurs rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat. Khusus untuk harga minyak dunia, tren kenaikan mulai tampak sejak
tahun lalu. Oleh karena itu, pemerintah melaksanakan kebijakan kenaikan harga
BBM secara berkala mengikuti kebutuhan dan perubahan harga minyak dunia.
Rencananya, dengan kenaikan harga tersebut, subsidi tidak dihilangkan
tetapi hanya dialihkan ke hal yang produktif seperti pembangunan infrastruktur
berupa jalan, bandara dan juga pelabuhan. Dengan menaikkan harga BBM secara
terbatas dan terukur, alokasi anggaran subsidi dapat dialihkan bagi pembangunan
infrastruktur dasar, kesehatan dan pendidikan serta berbagai program peningkatan
kesejahteran kelompok masyarakat miskin sebagai pengejawantahan aspek
keadilan dan pembangunan inklusif. Tentu hal ini menjadi bahan perdebatan oleh
banyak pihak.

2.2 Efek Kenaikan Harga BBM Bagi Masyarakat


Kenaikan dari harga BBM pasti memiliki dampak luas terhadap sendi
sendi kehidupan masyarakat. Berikut beberapa efek dari kenaikan harga BBM :
1. Kenaikan harga bahan pokok
Kenaikan harga BBM juga akan menambah inflasi yang
mengakibatkan harga kebutuhan pokok semakin naik. Apalagi, dari studi
kenaikan BBM sebelumnya, kenaikan BBM bisa mengakibatkan inflasi
hingga 3 persen hingga 4 persen. Artinya bahan kebutuhan masyarakat
juga otomatis akan naik, ini sama saja semakin menyulitkan hidup
masyarakat karena ada harga sosial yang juga harus dibayar terkait
kebijakan ini
Kenaikan harga BBM selalu diikuti oleh kenaikan harga bahan
pokok. Hal ini dilkarenakan BBM merupakan salah satu komponen
penting yang masuk dalam anggaran produksi produsen. Kenaikan harga
BBM menyebabkan pengeluaran yang dikeluarkan produsen juga
bertambah sehingga produsen harus menaikkan harga jual agar tidak
mengalami kerugian. Akibat kenaikan harga bahan pokok daya beli
masyarakat menjadi berkurang berkurang. Kebutuhan hidup juga menjadi
tidak terpenuhi. Orang orang tidak mampu akan semakin tercekik dengan
biaya untuk hidup yang semakin melambung. Hal ini tidak sesuai dengan
sila ke-lima Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.
2. Kenaikan tariff angkutan umum
Kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan harga atau tarif
angkutan umum. Naiknya tarif angkutan umum menyebabkan
berkurangnya jumlah penumpang karena penumpang akan berpikir dua
kali untuk naik angkutan umum. Akibatnya sering terjadi aksi rebutan
penumpang karena para sopir istilahnya “kejar setoran” karena BBM naik,
juga berkurangnya penumpang karena tarif yang makin mahal.
Penumpang berkurang menyebabkan pendapatan para sopir angkutan
umum juga berkurang dan kebutuhan hidup para sopir angkutan umum
menjadi kurang terpenuhi.
3. Meningkatnya tingkat kriminalitas. Masyarakat semakin tercekik akibat
harga bahan pokok naik akhirnya mereka nekat untuk melakukan aksi
kriminal.
4. Naiknya biaya pendidikan.
Biaya pendidikan yang dimaksud disini yaitu biaya yang
dikeluarkan diluar biaya operasional sekolah, seperti harga buku, sepatu,
dan peralatan sekolah lainnya. Jangkauan masyarakat ekonomi rendah
akan sulit untuk melanjutkan pendidikan karena pendapatan dan harga
yang semakin tidak terjangkau.
Masih banyak efek domino dari kebijakan kenaikan harga BBM, akan
tetapi yang paling menonjol adalah yang sudah disebutkan di atas. Kebijakan
pemerintah seharusnya melihat kondisi ekonomi dan kondisi masyarakat saat ini.
Jangan sampai kemudian kebijakan pemerintah justru memberatkan masyarakat.

2.3 Keterkaitan Kebijakan Kenaikan BBM dengan Pancasila.


a. Sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”
Setiap pemimpin harus dapat mempertanggung jawabkan kebijakannya
kepada tuhan kelak nanti. Begitu pula dengan pemimpin negeri kita yaitu presiden
Joko Widodo. Setelah beliau mengeluarkan kebijakannya dengan menaikkan
harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sepatutnya beliau dapat mempertanggung
jawabkannya kelak nanti.
b. Sila kedua “Kemanuasiaan Yang Adil dan Beradab”
Sila kedua merupakan sila dalam Pancasila yang berkaitan dengan nilai-
nilai kemanusiaan. Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus
memperhatikan bagaimana nasib rakyat setelah kebijakan itu berlaku. Berkaitan
dengan sila kedua ini kebijakan mengenai kenaikan BBM dewasa ini harus
manusiawi. Pertanyaan yang muncul di sila ini adalah apakah kenaikan BBM
sudah manusiawi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebenarnya tergantung
dari individu masing-masing. Sebagian orang mengatakan bahwa kebijakan ini
sudah manusiawi namun ada juga yang berpikiran sebaliknya.
c. Sila ketiga “Persatuan Indonesia”
Kenaikan BBM yang terjadi baru-baru ini dapat menyebabkan terjadinya
persatuan namun ada pula yang menyebabkan perselisihan. 'emua itu sebenarnya
tergantung bagaimana kita menyikapi kebijakan tersebut sebagai contoh, para
demonstan yang berdemo untuk menolak kenaikkan BBM dapat menimbulkan
persatuan. Karena semua para demonstan yang berpikiran sama akan bersatu
untuk berdemo menolak kenaikkan BBM. Namun, unjuk rasa itu juga dapat
menyebabkan perselisihan. Jika para demonstran tidak menjaga sikap mereka
berdemo dengan merusak fasilitas-fasilitas umum, mengganggu masyarat sekitar
serta tidak dapat diatur, sudah tentu pasti itu akan menimbulkan perselisihan
bahkan pertengkaran dengan para polisi dan penjaga keamanan.
d. Sila keempat “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawahan Perwakilan”
Menurut berita yang beredar, kenaikan BBM ini tidak melalui persetujuan
seluruh pihak-pihak yang berwenang. Sedangkan menurut sila keempat, semua
kebijakan termasuk kenaikan BBM harus melalui musyarah mufakat.
e. Sila kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
Sila kelima ini hampir sama dengan sila kedua. Sama di sini maksudnya
adalah semua tergantung pada individu masing-masing. Sebagian orang
berpendapat bahwa kenaikan BBM sudah adil untuk rakyat, namun sebagian yang
lainnya pun berpikir sebaliknya.
 Dalam Pandangan Pancasila
Pemerintah tentu gagal dalam kasus pengelolaan sumber daya alam dan
aset negara untuk kesejahteraan rakyat. Fakta tragis justru dialami oleh rakyat
yang mesti menangggung beban dan risiko. Rakyat susah dan kehilangan hak atas
kesejahteraan dan keadilan sosial karena tidak tanggung jawab atas kasus lumpur
Lapindo, kemiskinan di kompleks pertambangan, dan penggusuran untuk proyek.
Kesejahteraan dan keadilan adalah teka teki yang belum bisa menemukan jawaban
atau solusi ampuh.
Kisah tragis mutakhir adalah kenaikan harga BBM. Keputusan
pemerintah untuk menaikkan harga BBM menjadi momok besar yang
menimbulkan keresahan dan persoalan kompleks. Penolakan yang dilakukan oleh
berbagai pihak menemui kegagalan karena perbedaan pertimbangan dan
argumentasi. Pemerintah tetap melakukan pencabutan subsidi dan menaikkan
BBM dengan dalih menyelamatkan kondisi perekonomian bangsa. Argumentasi
pemerintah menjadi pembenaran tapi kurang relevan dengan beban berat yang
harus ditanggung oleh rakyat. Kasus kenaikan harga BBM justru menimbulkan
risiko besar.
BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari penulisan makalah ini yaitu:
1. Alasan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi karena selama ini
subsidi tersebut tidak tepat sasaran yang harusnya untuk pembangunan
infrastruktur
2. Kenaikan harga BBM memberikan efek bagi semua sector perekonomian
hingga kemanusiaan.
3. Dalam pandangan pancasila pemerintah telah gagal dalam kasus
pengelolaan sumber daya alam dan aset negara untuk kesejahteraan rakyat.
3.2 Saran
Saran yang dapat disampaikan berdasarkan penulisan makalah ini yaitu
agar untuk selanjutnya pemerintah dalam mengeluarkan suatu kebijakan juga
memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.republika.co.id/berita/kolom/wacana/18/03/02/p4yb2w39 merespons-
kenaikan-harga-bbm-nonsubsidi
https://infoindonesiakita.com/2014/09/01/efek-domino-berantai-kenaikan-harga-
bbm/
http://manusiacita.blogspot.co.id/2017/01/efek-domino-dan-latah-kenaikan-
harga.html
https://economy.okezone.com/read/2014/11/07/19/1062573/efek-domino-
kenaikan-bbm