You are on page 1of 12

POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL AKAR GANTUNG BERINGIN

(FICUS BENJAMINA) TERHADAP BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA

SECARA IN VITRO

Reviandy Achmad A1, Yuanita Mulyastuti2, dan Hera Dwi Novita3

1 Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

2 Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

3 Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Abstrak

Infeksi nosokomial termasuk salah satu penyebab besarnya angka kematian


dan kecacatan di dunia. Salah satu penyebab infeksi nosokomial adalah
Pseudomonas aeruginosa, yang prevalensinya semakin meningkat setiap tahun.
Terapi utama Pseudomonas aeruginosa adalah ceftazidime, namun seiring dengan
peningkatan resistensi terhadap antimikroba, resistensi terhadap ceftazidime sudah
mencapai 38.8%. Berdasarkan aIasan tersebut, perlu dikembangkan antibiotik baru
terhadap Pseudomonas aeruginosa. Pohon beringin merupakan tanaman yang
masih jarang dimanfaatkan oleh manusia namun memiIiki potensi terapi. Akar
gantung sebagai saIah satu bagian yang paling aktif dari beringin dan masih jarang
diteIiti, memiliki berbagai kandungan bioaktif yaitu saponin, flavonoid dan tanin yang
dianggap berperan dalam sifat antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui potensi antimikroba ekstrak etanol akar gantung beringin (Ficus
benjamina) terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan menggunakan desain
eksperimentaI laboratorium melalui uji potensi antimikroba metode difusi sumuran.
Konsentrasi ekstrak etanoI akar gantung beringin yang digunakan adalah 50%,
62.5%, 75%, 87.5%, dan 100% dengan empat kali pengulangan. Berdasarkan hasiI
peneIitian, zona inhibisi terbentuk pada seluruh konsentrasi uji tersebut. Analisa
statistik menggunakan One-Way ANOVA Test menunjukkan perbedaan signifikan
pada perubahan konsentrasi ekstrak etanol akar gantung beringin terhadap zona
inhibisi pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa (p<0.05). Uji korelasi
Pearson menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dengan arah positif
(koefisien A = 0.776 dan B = 0.119) sehingga dapat disimpulkan semakin
meningkatnya konsentrasi ekstrak etanol akar gantung beringin, maka potensi
antimikroba semakin kuat. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa
ekstrak etanol akar gantung beringin memiliki potensi sebagai antimikroba terhadap
bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro.

Kata Kunci : Pseudomonas aeruginosa, akar gantung beringin, potensi antimikroba.

ANTIMICROBIAL POTENTION OF ETHANOL EXTRACT OF BANYAN HANGING

ROOTS (FICUS BENJAMINA) AGAINST PSEUDOMONAS AERUGINOSA

BACTERIA IN VITRO

Reviandy Achmad Armandani1, Yuanita Mulyastuti2, and Hera Dwi Novita3

1
School of Medicine, Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

2
Microbiology Department, Faculty of Medicine Unirvesitas Brawijaya

3
Ophthalmology Department, Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Abstract

Nosocomial infection is one of the major causes of mortality and disability in


the world. Each year the incidence of nosocomial infections caused by
Pseudomonas aeruginosa continues to increase. The drug of choice for
Pseudomonas aeruginosa is ceftazidime. However, the resistance rate of ceftazidime
has reach 38.8%. Hence it is crucial to find a new antibiotic compound against
Pseudomonas aeruginosa. Banyan tree is one of natural resources that have a
potential therapy but rarely used by human. The hanging roots as one of the most
active part of banyan shows a variety of bioactive component such as saponin,
fIavonoid and tannin that considered to play a role in antimicrobial properties. This
research was a laboratory experiment design using well-diffusion method, aimed to
know the antimicrobial potention of ethanol extract of banyan hanging roots (Ficus
benjamina) against Pseudomonas aeruginosa. The concentration of banyan hanging
roots ethanol extract was 50%, 62.5%, 75%, 87.5%, and 100% with four repetitions.
Inhibition zones was observed in all concentration. Statistical analysis using One-
Way ANOVA test showed a significant difference in the consentration changes
toward Pseudomonas aeruginosa inhibition zone of bacterial growth (p <0.05).
Pearson correlation test showed a very strong relationship with positive direction
(coefficient A = 0.776 and B = 0.119) which can be interpretated that the higher
concentration of banyan hanging roots ethanol extract, the stronger antimicrobial
potential. Based on this in vitro research, it can be concluded that banyan roots
ethanol extract has an antimicrobial potential toward Pseudomonas aeruginosa.

Keywords : Pseudomonas aeruginosa, banyan hanging roots, antimicrobial


potential.

Pendahuluan nosokomial dengan bakteri


Infeksi nosokomial termasuk Pseudomonas aeruginosa sebagai
3
salah satu penyebab besarnya angka penyebabnya. Tiap tahunnya angka
kematian dan kecacatan di dunia. kejadian infeksi nosokomial disebabkan
Infeksi nosokomial terjadi di seluruh Pseudomonas aeruginosa terus
dunia dengan peningkatan yang meningkat, sehingga perlu dilakukan
signifikan pada negara berkembang. penelitian lanjutan untuk menemukan
Infeksi nosokomial berdampak alternatif terapi terhadap bakteri
terjadinya peningkatan angka kematian, Pseudomonas aeruginosa.4
morbiditas serta mortalitas. Angka Penyakit infeksi yang
frekuensi infeksi nosokomial tertinggi disebabkan Pseudomonas aeruginosa
berada pada wilayah Mediterania Timur dapat diobati dengan menggunakan
dan Asia Tenggara sebesar 8,7% pasien antimikroba. Terapi utama
yang dirawat di 55 rumah sakit.1 Pseudomonas aeruginosa adalah
Salah satu penyebab infeksi ceftazidime. ceftazidime sangat stabil
nosokomial adalah Pseudomonas terhadap sebagian besar beta-
aeruginosa.2 Pseudomonas aeruginosa laktamase, plasmid dan kromosomal
merupakan bakteri patogen penyebab yang secara klinis dihasilkan oleh
infeksi nosokomial dengan angka kuman gram negatif. Namun seiring
prevalensi sebesar 11,7%. Pada tahun dengan peningkatan resistensi terhadap
2012 Laboratorium Mikrobiologi RSUP antimikroba, resistensi terhadap
M.Djamil Padang melakukan penelitian ceftazidime sudah mencapai 38.8%.4,5
tentang pasien yang mengalami infeksi Banyak dilakukan penelitian
nosokomial akibat bakteri terhadap potensi antimikroba pada
Pseudomonas aeruginosa. Hasil tumbuhan beringin (Ficus benjamina).
penelitian selama 3 bulan didapatkan 80 Tumbuhan beringin memiliki manfaat di
dari 683 pasien mengalami infeksi bidang kesehatan. Getah dan daun dari
beringin memiliki potensi sebagai obat Dalam penelitian ini sebelumnya
peradangan, gangguan pada kulit, dilakukan terlebih dahulu penelitian
gangguan pada sistem pencernaan, pendahuluan dengan menggunakan
6
kusta, dan malaria. Selain daun dan konsentrasi 0%, 3.125%, 6.25%, 12.5%,
getah dari pohon beringin, akar gantung 25%, 50%, dan 100%. Hasil yang
adalah salah satu bagian yang paling didapatkan menunjukkan bahwa zona
aktif dari beringin dan masih jarang di inhibisi mulai terbentuk disekitar lubang
teliti. Analisis kandungan bioaktif di sumuran pada konsentrasi 50%
bagian tersebut menunjukkan berbagai (Lampiran 1). Berdasarkan hasil
kandungan bioaktif yaitu saponin, tersebut, maka dalam menguji potensi
flavonoid dan tanin yang dianggap antimikroba ekstrak etanol akar gantung
berperan dalam sifat antimikroba pada beringin terhadap bakteri Pseudomonas
tanaman ini.7 aeruginosa digunakan 7 macam
konsentrasi yaitu 50%, 62.5%, 75%,
Bahan dan Metode 87.5%, 100%, kontrol negatif berupa
Desain penelitian yang aquades, serta kontrol positif berupa
digunakan adalah penelitian Ceftazidime.
eksperimental laboratorium dengan Analisis data dilakukan dengan
rancangan true experimental-post test menggunakan program SPSS
only control group design, dengan fokus (Statistical Product of Service Solution)
penelitian pada keadaan bakteri untuk windows versi 17.8 Adapun
Pseudomonas aeruginosa setelah langkah-langkah pengujian sebagai
perlakuan berupa pemberian ekstrak berikut.
etanol akar gantung beringin (Ficus 1. Uji normalitas data dengan
benjamina) secara in vitro melalui menggunakan Kolmogorov
metode difusi sumuran untuk Smimov test untuk menguji
menentukan zona inhibisi yang apakah data tersebar normal
terbentuk di sekitar lubang sumuran. (parametik) atau tidak
Penelitian ini menggunakan tersebar normal (non
ekstrak etanol akar gantung beringin parametik).
(Ficus benjamina) dan sampel bakteri Uji komparasi dilakukan
uji yang digunakan dalam penelitian dengan cara One-Way
adalah Pseudomonas aeruginosa yang ANOVA > 2 kelompok untuk
didapat dari Laboratorium Mikrobiologi mengetahui adanya
Fakultas Kedokteran Universitas pengaruh pemberian ekstrak
Brawijaya. etanol akar gantung beringin
(Ficus benjamina) terhadap
pertumbuhan Pseudomonas pertumbuhan bakteri
aeruginosa. Pseudomonas aeruginosa.
2. Uji Post Hoc Tukey dilakukan
untuk mengetahui pasangan
kelompok sampel yang
Hasil
memberikan perbedaan Hasil pengamatan pada plate
yang signifikan. setelah diinkubasi didalam suhu ruang
selama 18-24 jam didapatkan bahwa
3. Uji Korelasi Pearson
zona inhibisi dapat terlihat pada
dilakukan untuk mengetahui
konsentrasi ekstrak etanol akar gantung
hubungan antara variable
dengan konsentrasi 50%, 62.5%, 75%,
dependen dan variable
87.5%, dan 100%, serta pada kontrol
independen.
positif. DIameter zona inhibisi yang
4. Uji Regresi dilakukan
terbesar diperoleh dari pengamatan
dengan tujuan untuk
terhadap kontrol positif. Sedangkan
mengetahui bagaimana
dengan perlakuan ekstrak etanol akar
besaran potensi ekstrak
gantung beringin mengalami
etanol akar gantung beringin
peningkatan seiring dengan
terhadap zona inhibisi
meningkatnya konsentrasi ekstrak. Hasil
tersebut dapat dilihat pada gambar 1

Gambar 1 Hasil Pengamatan pada Uji DIfusi Sumuran dengan Konsentrasi Ekstrak Etanol
Akar Gantung Beringin 50%, 62,5%, 75%, 87,5%, 100% dan Kontrol Negatif,
serta Kontrol Positif.

Dari hasil uji difusi sumuran, menggunakan jangka sorong.


didapatkan diameter zona Hasil perhitungan dari pengaruh
inhibisi ekstrak etanol akar tiap konsentrasi ekstrak etanol
gantung beringin terhadap akar gantung beringin terhadap
bakteri Pseudomonas diameter zona inhibisi yang
aeruginosa yang diukur terbentuk disekitar lubang
sumuran dapat dilihat pada tabel
1.

Tabel 1 Diameter Zona Inhibisi yang Terbentuk di sekitar Lubang Sumuran dalam Pemberian
Konsentrasi Ekstrak Etanol Akar Gantung Beringin

Hasil uji normalitas pada gambar dengan Levene Test Homogenity of


2 didapatkan nilai signifikansi 0.096 Variance didapatkan nilai signifikansi
(p>0.05) dapat disimpulkan bahwa data 0.167 (p>0.05) sehingga dapat
berdistribusi normal (parametrik). Hasil disimpulkan bahwa variasi tiap sampel
uji homogenitas varian pada gambar 3 sama atau homogen.

Tests of Normality
a
Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Diameter Zona Inhibisi .175 28 .027 .938 28 .096
Gambar 2. Hasil uji normalitas
a. Lilliefors Significance Correction

Test of Homogeneity of Variances

Diameter Zona Inhibisi


Levene
Gambar 3. Hasil uji homogenitas
Statistic df1 df2 Sig.
1.714 6 21 .167
Hasil One-way ANOVA Test pada secara signifikan efek perubahan
gambar 4 didapatkan nilai signifikansi konsentrasi ekstrak etanol akar gantung
sebesar 0.000 (p<0.5) dapat beringin terhadap pertumbuhan bakteri
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Pseudomonas aeruginosa.
Gambar 4. Hasil uji One-Way ANOVA

ANOVA

Diameter Zona Inhibisi


Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 2183.839 6 363.973 1793.181 .000
Within Groups 4.262 21 .203
Total 2188.101 27

Uji korelasi Pearson dilakukan diameter zona inhibisi. Serta didapatkan


dengan tujuan untuk mengetahui koefisien korelasi antara pemberian
hubungan antara konsentrasi ekstrak ekstrak etaol akar gantung beringin
akar gantung beringin dengan beberapa terhadap zona inhibisi sebesar 0.979.
konsentrasi terhadap zona inhibisi yang Dari hasil angka yang didapat
diamati dengan mengukur diameter merupakan bilangan positif, maka hal ini
disekitar lubang sumuran. Hasil uji menunjukkan semakin tinggi
kolerasi Pearson pada gambar 5 konsentrasi ekstrak etanol akar gantung
diperoleh angka signifikasi antara dua beringin maka semakin besar diameter
variabel yaitu 0.000 (p<0.05) yang zona inhibisi yang terbentuk dan
berarti terdapat hubungan yang sebaliknya. Nilai 0.979 mendekati 1.000
signifikan antara pemberian ekstrak sehingga dapat disimpulkan bahwa
etanol akar gantung beringin terhadap hubungan korelasi ini cukup kuat.
Gambar 5. Hasil uji Korelasi Pearson

Correlations

Diameter
Konsentrasi Zona Inhibisi
Konsentrasi Pearson Correlation 1 .979**
Sig. (2-tailed) . .000
N 24 24
Diameter Zona Inhibisi Pearson Correlation .979** 1
Sig. (2-tailed) .000 .
N 24 24
Hasil uji regresi pada gambar 7 sebesar 95.8%. Hubungan antara
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
didapatkan nilai R Square (R2) sebesar kenaikan konsentrasi ekstrak etanol
0.958 hal ini menunjukkan bahwa akar gantung beringin terhadap
potensi ekstrak etanol akar gantung besarnya zona inhibisi dapat dinyatakan
beringin terhadap terbentuknya zona dengan rumus Y = A + BX. Y adalah
inhibisi pada pertumbuhan bakteri interval zona inhibisi dan X adalah
Pseudomonas aeruginosa adalah konsentrasi ekstrak etanol akar gantung
beringin. Angka koefisien dari A dan B pembentukan zona inhibisi yang
didapat didalam uji regresi pada gambar terbentuk adalah positif, yang dapat
7, A sebesar 0.776 dan B sebesar diartikan semakin besar konsentrasi
0.119. Sehingga rumus diatas dapat ekstrak etanol akar gantung beringin
dinyatakan dengan Y = 0.776 + maka semakin besar pula zona inhibisi
(0.119X). Hal ini dapat disimpulkan yang terbentuk disekitar lubang
bahwa hubungan konsentrasi ekstrak sumuran.
etanol akar gantung beringin terhadap

Gambar 7. Hasil uji Regresi

Model Summary

Adjusted Std. Error of


Model R R Square R Square the Estimate
1 .979a .958 .956 .8408
a. Predictors: (Constant), Konsentrasi

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
Pembahasan Pseudomonas aeruginosa terhadap
1 (Constant) .776 .374 2.075 .050
Penelitian ini bertujuan untuk
Konsentrasi .119 .005 pemberian ekstrak
.979 etanol
22.312 akar gantung
.000
mengetahui
a.
potensi antimikroba ekstrak
beringin. Metode ini tidak digunakan
Dependent Variable: Diameter Zona Inhibisi
etanol akar gantung beringin terhadap
untuk mengetahui suatu zat antimikroba
bakteri Pseudomonas aeruginosa
bersifat bakteriostatik maupun
secara in vitro. Metode didalam
bakteriosidal.9 Sifat baktriostatik dan
penelitian ini menggunakan difusi
bakteriosidal dari suatu zat antimikroba
sumuran. Metode ini digunakan untuk
dapat diketahui dengan metode dilusi
mengetahui konsentrasi ekstrak etanol
tabung dengan mengamati Kadar
akar gantung beringin yang memiliki
Hambat Minimal (KHM) dan Kadar
potensi menghambat pertumbuhan
Bunuh Minimal (KBM).10
bakteri Pseudomonas aeruginosa Dengan diberi perlakuan
dengan mengukur dan mengamati konsentrasi ekstrak akar gantung
diameter zona inhibisi yang terbentuk beringin, maka rata-rata zona inhibisi
disekitar lubang sumuran. Zona inhibisi yang terbentuk pada bakteri
dapat diketahui dengan terbentuknya Pseudomonas aeruginosa adalah pada
zona berwarna jernih yang terlihat konsentrasi 50% sebesar 7.5 mm,
disekitar lubang sumuran, sehingga konsentrasi 62.5% sebesar 9.1 mm,
dapat disimpulkan adanya hambatan konsentrasi 75% sebesar 10.2 mm,
terhadap pertumbuhan bakteri konsentrasi 87.5% sebesar 10.7 mm,
pada konsentrasi 100% sebesar 11.8 flavonoid, saponin, dan tanin.7
mm, dan pada akuades sebagai kontrol Flavonoid memiliki peran dalam
negatif sebesar 0 mm, serta pada penghambatan sintesis asam
kontrol positif yang diberikan perlakuan nukleat dan gangguan sintesis
menggunakan Ceftazidim sebesar 31.2 DNA dan RNA bakteri yang
mm. Dari data diatas dapat disimpulkan mengakibatkan kerusakan pada
bahwa besar diameter zona inhibisi dinding sel bakteri.10 Saponin
yang terbentuk disekitar lubang memiliki peran untuk
sumuran meningkat sesuai dengan menurunkan tegangan
pemberian jumlah konsentrasi ekstrak permukaan dan meningkatkan
etanol akar gantung beringin, semakin permeabilitas bakteri sehingga
besar konsentrasi maka semakin besar terjadi kerusakan membran sel
diameter zona inhibisi yang terbentuk bakteri.11,12 Tanin memiliki peran
disekitar lubang sumuran. Pemberian dalam denaturasi protein bakteri
konsentrasi ekstrak etanol akar gantung sehingga terjadi metabolisme
beringin dari 50%, 62.5%, 75%, 87.5%, bakteri terganggu.13
100% masih belum dapat menyamai
potensi antimikroba dari pemberian
Bersamaan dengan
Ceftazidim sebagai kontrol positif yang
penelitian ini, telah dilaksanakan
merupakan antibiotik poten untuk
penelitian secara in vitro
bakteri Pseudomonas aeruginosa.
mengenai potensi antimikroba
Berdasarkan hasil data uji statistik
ekstrak etanol akar gantung
dengan tingkat nilai keakuratan yang
beringin terhadap bakteri gram
tinggi, dapat disimpulkan bahwa ekstrak
positif Methicillin-Resistant
etanol akar gantung beringin efektif
Staphylococcus aureus
sebagai antimikroba terhadap 14
(MRSA). Hasil dari penelitian
Pseudomonas aeruginosa.
tersebut didapatkan kesimpulan
Hambatan dari bahwa ekstrak etanol akar
pertumbuhan bakteri gantung beringin juga
Pseudomonas aeruginosa mempunyai potensi sebagai
dikarenakan adanya senyawa- antimikroba terhadap bakteri
senyawa aktif yang terdapat Methicillin-Resistant
didalam ekstrak etanol akar Staphylococcus aureus (MRSA).
gantung beringin. Senyawa aktif Peningkatan konsentrasi ekstrak
yang terdapat didalam akar etanol akar gantung beringin
gantung beringin antara lain yang diberikan sesuai dengan
peningkatan diameter zona yang dapat disebabkan oleh
inhibisi yang terbentuk. Hal ini pemberian ekstrak etanol akar
menunjukkan ekstrak etanol gantung beringin. Salah satunya
akar gantung beringin tidak metode dilusi tabung untuk
hanya memiliki potensi untuk mengetahui Kadar Hambat
bakteri gram negatif saja, namun Minimal (KHM) dan Kadar
juga dapat digunakan untuk Bunuh Minimal (KBM).
bakteri gram positif sehingga
bersifat antimikroba spektrum Kesimpulan
luas. Berdasarkan penelitian yang
Keterbatasan dari telah dilakukan, maka dapat
penelitian ini adalah penelitian disimpulkan bahwa :
a) Ekstrak etanol akar gantung
ini dilakukan hanya dengan satu
beringin (Ficus benjamina)
metode, yaitu metode difusi
memiliki potensi antimikroba
sumuran yang hanya dapat
terhadap bakteri Pseudomonas
meneliti potensi suatu senyawa
aeruginosa secara in vitro.
terhadap hambatan
b) Semakin tinggi konsentrasi
pertumbuhan bakteri, sehingga
ekstrak etanol akar gantung
perlu dilakukan penelitian lebih
beringin (Ficus benjamina) yang
lanjut secara In vitro maupun
digunakan, maka semakin besar
secara In vivo untuk dapat
diameter zona inhibisi yang
mengetahui dosis efektif,
terbentuk disekitar lubang
toksisitas, dan efek samping
sumuran.

Daftar Pustaka Pseudomonas aeruginosa Sensitive


to Antibiotics and Risk Factors.
1. Epidemiology of nosocomial
Pharmacophore. 2014;5(1):69–76.
infections. by : Ducel G, Fabry J,
3. Desember PJ, Sjahjadi NR, Rasyid
Nicolle L, penyunting. Prevention of
R, Rustam E, Restusari L. Artikel
hospitalacquired infections, a
Penelitian Prevalensi Kuman Multi
practical guide. Edisi ke-2. Malta :
Drug Resistance ( MDR ) di
World Health Organization; 2002. h.
Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr
4-8.
. M . Djamil Padang.
2012;3(3):442–6.
2. Prabhu N, Nagma FS, Jeevitha T,
4. European Centre for Disease
Rithik R, Uma A. Nosocomial
Prevention and Control.
Bacteremia Caused by
Antimicrobial resistance 10. Cushnie, T. P. & Lamb, A. J., 2005,
surveillance in Europe 2013. Annual Antimicrobial activity of flavonoids,
Report of the European International Journal of
Antimicrobial Resistance Antimicrobial Agents, 26, 343–
Surveillance Network (EARS-Net) 356.
11. Nuria, M.C., A. Faizatun., dan
Ecdc. 2014. 1-211 p.
5 Du S, Kuo H, Cheng C, Fei ACY, Wei Sumantri. 2009. Uji Antibakteri
H, Chang S. Molecular mechanisms Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar
of ceftazidime resistance in (Jatropha cuircas L) terhadap
Pseudomonas aeruginosa isolates Bakteri Staphylococcus aureus
from canine and human infections. ATCC 25923, Escherichia coli
Vet Med (Praha). 2010;55(4):172– ATCC 25922, dan Salmonella
82. typhi ATCC 1408. Jurnal Ilmu –
6. Imran M, Rasool N, Rizwan K, Zubair
ilmu Pertanian. 5: 26 – 37.
M, Riaz M, Zia-Ul-Haq M, et al. 12. Arabski M, Wasik S, Drulis-Kawa Z.
Chemical composition and Laser Interferometry Analysis of
Biological studies of Ficus Ciprofloxacin Diffusion through
benjamina. Chem Cent J Pseudomonas aeruginosa Biofilm.
2014;8(1):12. Clin Microbiol Open Access
[Internet]. 2013;2(2).
7. Saptarini NM, Herawati IE, Info A.
13. Akiyama, H. K. (2001).
Comparative Antioxidant Activity
Antibacterial Action of Several
on the Ficus benjamina and Tannin against Staphylococcus
aureus. Journal of Antimicrobial
Annona reticulata Leaves. Int J
Chemotherapy, 48: 487 – 491.
Public Heal Sci. 2015;4(1):21–6.
14. Awatara, Putu, Ijiya. 2014. Efek
Antimikroba Ekstrak Etanol Akar
8. Dahlan S. 2008. Statistik Untuk
Gantung Beringin (Ficus
Kedokteran dan Kesehatan.
benjamina) Terhadap Bakteri
Jakarta: Salemba Medika.
9. Pelczar, Michael J., E.C.S Chan, Pseudomonas aeruginosa secara
Krieg, Noel R. 2001. Microbiology: In Vitro. Tugas Akhir. Tidak
An Application Based Approach. diterbitkan, Fakultas Kedokteran
New Delhi: Tata McGraw Hill Universitas Brawijaya, Malang.
Education Private Limited
.