You are on page 1of 3

BAB IV

PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN

4.2 Dasar Perencanaan Pencahayaan Buatan

Dalam perancangan sistem pencahayaan buatan ada berberapa tahapan atau prosedur teknis yang
dapat dilakukan agar tercapainya kenyamanan visual bagi pengguna atau civitasnya dengan tetap
mempertimbangkan konservasi energi.Tahapan atau prosedur tersebut merupakan suatu proses
atau tahapan secara berkelanjutan yang dapat dilakukan umpan balik untuk mencapai hasil yang
paling baik.

Secara garis besar tahapan atau proses ini bertujuan untuk :

Penentuan atau pemilihan sumber cahaya dan luminer yang tepat dan efisien sesuai standar
kebutuhan kerja visual dengan tetap mempertimbangkan estetika.

Perhitungan jumlah luminer dan jumlah sumber cahaya sesuai standar kebutuhan kerja visual.

Layout luminer dan sumber cahaya sesuai dengan kebutuhan standar kerja visual dengan tetap
mempertimbangkan estetika.

Pengecekan konsumsi daya ;istrik terkait konservasi energi sesuai standar.

Secara garis besarnya dasar pencahayaan buatan dapat di bagi menjadi 3 bagian,diantaranya :

Kenyaman visual

Kebutuhan secara fungsional

Faktor kenyamanan dan keamanan


PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN

4.3 Psikologis dan Estetika

Pencahayaan merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia maupun mahluk
hidup lainnya,pada hakikatnya manusia membutuhkan cahaya untuk mendapatkan informasi
visual lingkungan sekitarnya,baik kondisi ruang,pergerakan serta berbagai informasi visual
lainnya.

Desain pencahayaan sering dikelompokan ke dalam dua tujuan,yaitu tujuan untuk memenuhi dari
segi kualitas pencahyaan dan tujuan dari segi kuantitas,dalam desain pencahayaan sering kali
tidak dapat memenuhi kedua tujuan tersebut secara bersamaan,orientasi hanya di berikan pada
salah satu tujuan saja.Kualitas dari suatu pencahayaan lebih bertujuan untuk pemenuhan
kebutuhan psikologis manusia,sedangkan kuantitas dai pencahayaan lebih bertujuan pada
pemenuhan dari aspek fungsi.

Kualitas pencahayaan sebagai elemen yang berpengaruh pada pembentukan kondisi lingkungan
sekitar,pencahayaan sangat berperan dalam menciptakan suatu suasana tertentu pada manusia
atau pengamatnya.Efek cahaya terhadap psikologis seseorang dirasakan berbeda-beda,karena
visual yang ditimbulkan bersifat subyektif.

Setiap informasi visual dari lingkungan sekitar yang diterima indra penglihatan akan
disampaikan ke otak,yang kemudian otak mengolah data visual tersebut sehingga menghasilkan
keadaan atau dampak psikologis tertentu pada si pengamat.

Gary Steffy dalam buku desain pencahayaan arsitektural,mengungkapkan empat faktor yang
mempengaruhi kondisi psikologis manusia,diantaranya adalah

Faktor pengamat

Faktor Lokasi Cahaya

Faktor Distribusi Cahaya

Faktor Intesitas Cahaya


Daftar Pustaka :

Manurung, P. (2009). Desain Pencahayaan Arsitektural. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Nur Laila Latifah, S. (2015). Fisika Bangunan 2. Jakarta: Griya Kreasi.