You are on page 1of 38

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

Dalam kegiatan pelatihan Pengembangan Kurikulum Tahun 2013

OLEH

NAMA ; DRA NOVIA IRIANTI

GURU SMP NEG 3 SERANG

2013
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ................................................................................................................ i
BAB IPENDAHULUAN .............................................................................................. 1
A. Latar Belakang ................................................................................................. 1

B. Dasar Hukum ................................................................................................... 3

C. Tujuan ........................................................................................................... 4

D. Sasaran Peserta ........................................................................................... 5

E. Hasil yang Diharapkan ..................................................................................... 6

BAB IIPELAKSANAAN ............................................................................................. 7


A. Dasar Kerja ...................................................................................................... 7

B. Waktu Dan Tempat........................................................................................... 7

C. Pengarah dan Narasumber .............................................................................. 7

D. Panitia .............................................................................................................. 7

E. Skenario Kegiatan ........................................................................................... 8

F. Jadwal Kegiatan ............................................................................................... 9

G. Struktur Platihan ............................................................................................. 12

BAB IIIPELAKSANAAN KEGIATAN ...................................................................... 14


A. Informasi Kegiatan ......................................................................................... 14

B. Deskripsi Kegiatan ......................................................................................... 14

C. Hasil yang Dicapai ...................................................................................... 34

BAB IVP E N U T U P .............................................................................................. 34


A. Kesimpulan..................................................................................................... 34

B. Saran .............................................................................................................. 34

LAMPIRAN - LAMPIRAN ........................................................................................ 35

i
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan adalah upaya untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia
menjadi manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai
ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju,
adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pendidikan merupakan salah satu tujuan utama bangsa yang tercantum di dalam
Alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, oleh karena itu
Pemerintah harus memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan khususnya
di dalam kebijakan-kebijakan terkait dengan pendidikan. Sebelumnya Pemerintah
telah mengeluarkan Kebijakan terkait dengan manajemen profesionalisme guru
(PK Guru, Uji Kompetensi Guru, dan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan), kemudian pada tahun 2013 Pemerintah Mengeluarkan kebijakan
baru yaitu Penerapan Kurikulum 2013. Kurikulum sebagai acuan bagi guru dalam
melaksanakan pembelajaran merupakan salah satu komponen penting di dalam
pembelajaran guna menunjang tujuan pembelajaran itu sendiri. Pada kurikulum
2013, terjadi perubahan pada: a) Perubahan proses pembelajaran (dari siswa
diberi tahu menjadi siswa mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis
output menjadi berbasis proses dan output) memerlukan penambahan jam
pelajaran; b) Kecenderungan banyak negara menambah jam pelajaran; dan c)
Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkanjam pelajaran di
Indonesia dengan Negara lain relatif lebih singkat

Peran guru sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,


kehadiran guru profesional akan mampu memberikan “kesejahteraan pedagogik”
kepada setiap peserta didik yang akan meningkatkan keceradasan bangsa yang
selanjutnya akan bermuara pada kesejahteraan umum. Tidaklah berlebihan

1
kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa dan negara di dunia ini
termasuk di Indonesia sebagian terbesar ditentukan oleh peran guru, oleh karena
itupun guru berperan sebagai ujung tombak dalam suksesnya implementasi
kurikulum 2013 dengan diberikan pembekalan yang cukup dalam bentuk
pelatihan. Pada pelatihan ini, guru dibekali pemahaman menyeluruh terkait
dengan Kurikulum 2013 termasuk di dalamnya perubahan mindset atau pola pikir
di dalam proses pembelajaran, kemudian ketika guru yang dilatih tersebut
dinyatakan lulus, mereka berhak menjadi instruktur nasional implementasi
kurikulum 2013 yang nantinya akan memberikan pelatihan terkait dengan
implementasi kurikulum kepada guru inti di provinsi masing-masing.

Dalam implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006,


masihdijumpai beberapa masalah sebagai berikut.

1. Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya


matapelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya
melampaui tingkat perkembangan usia anak.

2. Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan


fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

3. Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap,


keterampilan, dan pengetahuan.

4. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan


kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif,
keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum
terakomodasi di dalam kurikulum.

5. Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi
pada tingkat lokal, nasional, maupun global.

6. Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran


yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan
berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.

2
7. Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi
(proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi
secara berkala.

8. Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak
menimbulkan multi tafsir.
Kurikulum 2006 (KTSP) dikembangkan menjadi Kurikulum 2013 dengan
dilandasi pemikiran tantangan masa depan yaitu tantangan abad ke 21 yang
ditandai dengan abad ilmu pengetahuan,knowlwdge-based society dan
kompetensi masa depan. Agar pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat berjalan
dengan baik, perlu dilakukan pelatihan bagi para guru yang akan melaksanakan
kurikulum tersebut pada tahun ajaran 2013/2014 yaitu guru SD kelas I dan IV,
SMP kelas VII, dan SMA/SMK kelas X.
Berdasarkan hal tersebut, maka Pusat Pengembangan Profesi Pendidik sesuai
dengan tugas pokok dan fungsinya akan melaksanakan ToT Diklat
Pengembangan Kurikulum 2013

B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional


Pendidikan;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;

5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013


Tentang Standar Kompetensi Lulusan;

6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013


tentang Standar Proses;

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013


tentang Standar Penilaian;

3
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013
tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD/MI;

9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013


tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs;

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013


tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA;

11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 Tahun 2013


tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK;

12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 71 Tahun 2013


tentang Buku Teks Pelajaran Layak.

13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013
tentang Implementasi Kurikulum 2013

14. DIPA Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Tahun Anggaran 2013

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Tujuan umum pelatihan implementasi Kurikulum 2013 agar terjadi


perubahan pola fikir (mindset) guru dalammempersiapkan pembelajaran,
melaksanakanpembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai
dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada Kurikulum 2013
dengan baik dan benar.

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari pelatihan bagi instruktur nasionaladalah agar mampu


memahami materi pelatihan yang terdiri atas:

a) rasional Kurikulum 2013;


b) elemen perubahan kurikulum;
c) Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan
Kompetensi Dasar (KD);

4
d) strategi implementasi Kurikulum 2013;
e) isi Buku Guru;
f) isi Buku Siswa;
g) penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
h) cara penilaian sesuai tuntutan Kurikulum 2013;
i) cara melaksanakan pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2013; dan
j) skenario pelaksanaan pelatihan dan metodologi pelatihan Implemenasi
Kurikulum 2013.
Khusus bagi instruktur nasional harus:
a) memiliki kemampuan sebagai pelatih dalam pelatihan Implementasi
Kurikulum 2013; dan
b) memahami mekanisme pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013

D. Sasaran Peserta
Peserta pelatihanImplementasi Kurikulum 2013 terdiri dari Guru Kelas/Mata
Pelajaran,Guru Inti, dan Instruktur Nasional. Guru Kelas/Mata Pelajaran
adalah guru dari sekolah terpilih yang akan mengajar pada tahun ajaran 2013.
Guru Inti akan melatih Guru Kelas/Mata Pelajaran sedangkan Instruktur
Nasional akan melatih Guru Inti yang berasal dari masing-masing mata
pelajaran, yaitu :
a) Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
b) Guru Bahasa Indonesia
c) Guru Bahasa Inggris
d) Guru Matematika
e) Guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
f) Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
g) Guru Seni Budaya
h) Guru Pendidikan Jasmani dan Olah Raga (PJOK)
i) Guru Prakarya

5
E. Hasil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini adalah terlatihnya instruktur nasional
yang berasal dari unsur guru, widyaiswara, dosen, dan struktural dengan
pemahaman terkait dengan kurikulum 2013 untuk menjadi
narasumber/instruktur/fasilitator di provinsi masing-masing pada pelatihan guru
inti.

6
BAB II
PELAKSANAAN

A. Dasar Kerja
Sebagai dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Surat Tugas/Keputusan Kepala
Pusat Pengembangan Profesi Pendidiktentang Pengangkatan Narasumber,
Fasilitator, Peserta, dan Panitia Kegiatan ToT Diklat Pengembangan Kurikulum
2013 sebagaimana terlampir.

B. Waktu Dan Tempat


Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juni sampai dengan 3 Juli 2013
di Hotel Golden Boutiqe, Jakarta

C. Pengarah dan Narasumber


Pengarah dan narasumber/penyaji pada kegiatan ini terdiri dari unsur:
1. Wakil Presiden Republik Indonesia;
2. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia;
3. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia;
4. Badan Pengembangan SDMPK – PMP;
5. Pusat Pengembangan Profesi Pendidik.

D. Panitia
Panitia pada kegiatan ini berasal dari :
1. Sekretariat Badan PSDMPK-PMP;
2. Pusat Pengembangan Profesi Pendidik;
3. LPMP Jawa Tengah;
4. Unit Implementasi Kurikulum

7
E. Skenario Kegiatan

Hari Pertama
• Persiapan Pre-Test
• Pre-Test
• Pembukaan
• Paparan Konsep Kurikulum
• Paparan Perubahan Mindset

Hari Kedua
• Paparan Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
• Konsep Pendekatan Saintifik
• Metode Pembelajaran
• Konsep Penilaian Autentik
• Analisis Buku Guru dan Siswa
• Tugas Individu (Telaah ulang hasil analisis buku guru dan siswa
• Tugas Individu (Mengkaji Standar Proses, Isi, dan Penilaian

Hari Ketiga
• Analisi Buku Guru dan Siswa
• Menilai RPP
• Merancang RPP
• Merancang Penilaian Autentik
• Simulasi Pembelajaran (pengantar dan tayangan video)
• Penguatan Kurikulum
• Tugas Individu (merevisi RPP untuk Peer Teaching)

Hari Keempat
• Simulasi Pembelajaran (Analisis Tayangan Video, Merevisi RPP, dan Presentasi contoh
RPP)
• Peer Teaching
• Refleksi Peer Teaching
• Post-Test

Hari Kelima
• Materi Pendampingan
• Pengumuman Hasil Penilaian
• Penutupan

8
F. Jadwal Kegiatan
Jadwal Kegiatan ToT Diklat Pengembangan Kurikulum Tahun 2013 adalah sebagai
berikut:

Waktu Materi Pelatihan Penatar/Narasumber

Hari Pertama

12.00 – 14.30 Pendaftaran Peserta Panitia

14.30 – 15.00 Persiapan Pre-test Narasumber Pusat

15.00 – 15.45 Pre test Panitia, Fasilitator/Narasumber

15.45 – 16.00 Istirahat

16.00 – 17.45 SKL, KI dan KD Narasumber Pusat

17.00 –19.00 Istirahat

19.00 – 20.15 Pembukaan Narasumber Pusat

20.15 – 21.00 Konsep Kurikulum 2013 Narasumber Pusat

21.00 – 22.00 Perubahan Mindset (Pleno) Narasumber Pusat

Hari Kedua

08.00 – 09.00 Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Narasumber Pusat

09.00 – 09.45 Konsep Pendekatan Saintifik PB & TA

09.45 – 10.30 Konsep Pendekatan Saintifik PB & TA

10.30 – 10.45 Istirahat

10.45 – 11.30 Metode Pembelajaran PB & TA

11.30 – 12.15 Metode Pembelajaran PB & TA

12.15 – 13.30 Istirahat

9
Waktu Materi Pelatihan Penatar/Narasumber

13.30 – 14.15 Konsep Penilaian Autentik PB & TA

14.15 – 15.00 Konsep Penilaian Autentik PB & TA

15.00 – 15.30 Istirahat

15.30 – 16.15 Analisis Buku Guru/Siswa PB & TA

16.15 – 17.00 Analisis Buku Guru/Siswa PB & TA

17.00 – 17.45 Analisis Buku Guru/Siswa PB & TA

17.45 – 19.30 Istirahat

Tugas Individu Telaah Ulang Hasil Analisis


19.30 – 20.15 PB & TA
Buku Guru/Siswa

Tugas Individu Mengkaji Standar Proses, Isi,


20.15 – 21.00 PB & TA
Penilaian

Tugas Individu Mengkaji Standar Proses, Isi,


21.00 – 21.45 PB & TA
Penilaian

Hari Ketiga

08.00 – 08.45 Analisis Buku Guru/Siswa PB & TA

08.45 – 09.30 Analisis Buku Guru/Siswa PB & TA

09.30 – 10.15 Menilai RPP PB & TA

10.15 – 10.30 Istirahat

10.30 – 11.15 Merancang RPP PB & TA

11.15 – 12.00 Merancang RPP PB & TA

12.00 – 13.30 Istirahat

13.30 – 14.15 Merancang RPP PB & TA

10
Waktu Materi Pelatihan Penatar/Narasumber

14.15 – 15.00 Merancang Penilaian Autentik PB & TA

15.00 – 15.30 Istirahat

15.30 – 16.15 Merancang Penilaian Autentik PB & TA

16.15 – 17.00 Simulasi Pembelajaran (Pengantar) PB & TA

17.00 – 17.45 Simulasi Pembelajaran (Tayangan Video) PB & TA

17.45 – 19.30 Istirahat

19.30 –20.15 Penguatan Kurikulum 2013 Narasumber Pusat

Tugas Individu merevisi RPP untuk Peer


20.15 – 21.00 PB & TA
Teaching

Tugas Individu merevisi RPP untuk Peer


21.00 – 21.45 PB & TA
Teaching

Hari Keempat

Simulasi Pembelajaran (Analisis Tayangan


08.00 – 08.45 AP
Video)

08.45 – 09.30 Simulasi Pembelajaran (merevisi RPP) AP

Simulasi Pembelajaran (presentasi contoh


09.30 – 10.15 PB, APg, dan G
RPP)

10.15 – 10.30 Istirahat

10.30 – 11.15 Peer Teaching (pengantar) TA

11.15 – 12.00 Peer Teaching TA

12.00 - 13.30 Istirahat

13.30 – 14.15 Peer Teaching TA

14.15 – 15.00 Peer Teaching TA

11
Waktu Materi Pelatihan Penatar/Narasumber

15.00 – 15.30 Istirahat

15.30 – 16.15 Peer Teaching TA

16.15 – 17.00 Peer Teaching PB, APg, dan G

17.00 – 17.45 Peer Teaching PB, APg, dan G

17.45 – 19.30 Istirahat

19.30 – 20.15 Peer Teaching (Refleksi) PB, APg, dan G

20.15 – 21.00 Peer Teaching (Refleksi) PB, APg, dan G

21.00 – 21.45 Post-Test PB, APg, dan G

Hari Kelima

08.00 – 08.45 Materi Pendampingan TA

08.45 – 09.30 Materi Pendampingan TA

09.30 – 10.15 Istirahat

10.15 – 10.30 Pengumuman Hasil Penilaian Panitia/Fasilitator/Narasumber

10.30 – 11.15 Penutupan Pejabat BPSDMPK-PMP

*jadwal tentatif
Keterangan :
TPK = Tim Pengembang Kurikulum APg = Ahli Pedagogi
PB = Penulis Buku IN = Instruktur Nasional
TA = Tim Ahli GI = Guru Inti
AP = Ahli Penilaian G = Guru

G. Struktur Platihan

SMP/MTs
No MateriPelatihan
IPA IPS Lainnya
0. PERUBAHAN MINDSET 2 2 2
1. KONSEP KURIKULUM 2013 4 4 4

12
SMP/MTs
No MateriPelatihan
IPA IPS Lainnya
1.1 Rasional 0,5 0,5 0,5
1.2 Elemen Perubahan 0,5 0,5 0,5
1.3 SKL, KI dan KD 2 2 2
1.4 Strategi Implementasi 1 1 1

2. ANALISIS MATERI AJAR 12 12 12


Konsep Pembelajaran Tematik
2.1
Terpadu
Konsep Pembelajaran IPA Terpadu 2
Konsep Pembelajaran IPS Terpadu 2
2.2 Konsep Pendekatan Scientific 2 2 2
2.3 Model Pembelajaran 2 2 2
Konsep Penilaian Autentik pada
2.4 2 2 2
Proses dan Hasil Belajar
Analisis Buku Guru dan Buku Siswa
2.5 (Kesesuaian, Kecukupan, dan 4 4 6
Kedalaman Materi)

MODEL RANCANGAN
3. 8 8 8
PEMBELAJARAN
3.1 Penyusunan RPP 5 5 5
3.2 Perancangan Penilaian Autentik 3 3 3

PRAKTIK PEMBELAJARAN
4. 22 22 22
TERBIMBING
4.1 Simulasi Pembelajaran 8 8 8
4.2 Peer Teaching 14 14 14

PENDAMPINGAN 2 2 2

TES AWAL DAN TES AKHIR 2 2 2

TOTAL 52 52 52

13
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Informasi Kegiatan
Kegiatan ToT Diklat Pengembangan Kurikulum 2013 yang dilaksanakan pada
tanggal 29 Juni sampai dengan 3 Juli 2013 di Hotel Golden Boutiqe, Jakarta ini
berjalan sesuai dengan jadwal.

B. Deskripsi Kegiatan
Hari pertama, 29 Juni 2013

Registrasi dan Check In Peserta mulai dilakukan pada jam 12.00 – 14.30 WIB,
yang kemudian dilanjutkan dengan pengarahan terkait dengan pelaksanaan Pre-
Test, di mana Panitia dan Fasilitator memberikan penjelasan teknis terkait dengan
pelaksanaan Pre-Test termasuk cara pengisian Lembar Jawaban Komputer (LJK).

Pelaksanaan Pre Test.

Pada hari kedua, selanjutnya peserta pelatihan instruktur nasional jenjang SMP,
mengikuti pre test yang diikuti oleh 322 peserta yang terbagi dari 9 (sembilan)
mata pelajaran. Pretest dilaksanakan dengan menggunakan 40 soal yang terdiri
dari 3 bagian terkait dengan Rasional Kurikulum 2013, Analisis Materi Ajar, Model
Rancangan Pembelajaran dan Praktik Pembelajaran Terbimbing. Proses
pelaksanaan Pre-Test dapat dilihat sebagaimana gambar 3.1.a, gambar 3.1.b, dan
Gambar 3.1.c

Gambar 3.1.a

14
Peserta sedang dipandu mengisi identitas dalam LJK

Gambar 3.1.b
Peserta mengerjakan soal dalam pre test diawasi oleh nara sumber.

Gambar 3.1.c
Peserta serius mengerjakan soal dalam pre test

Hasil pretest yang dilakukan di jenjang SMP di Hotel Golden Boutique terdapat
pada lampiran 3 (hasil kegiatan).

Kemudian Kegiatan dilanjutan dengan paparan Standar Kelulusan, Kompetensi


Inti, dan Kompetensi Dasar. Adapun hal-hal yang disampaikan pada paparan ini
adalah sebagai berikut :

15
 Pada kurikulum 2013 ini, diharapkan standar kelulusan lebih difokuskan
pada nilai pengetahuan, sikap, dan keterampilan, di mana lulusan
mempunyai perilaku yang baik, mempunyai keimanan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa, mampu bertanggungjawab dan berinteraksi secara efektif
dalam lingkungan sosialnya, serta dapat menempatkan dirinya sebagai
cerminan bangsa, dapat berpikir dan bertindak aktif dan kreatif dalam ranah
abstrak dan konkret, memiliki pengetahuan prosedural dan metakognitif
dalam ilmu pengetahuan, budaya, dan teknologi.
 Prosedur Penyusunan Kompetensi Dasar yang baru, di mana proses
penyusunan tersebut dilakukan dengan mengevaluasi Kompetensi Dasar
yang lama berdasarkan mata pelajaran dengan dengan mempertahankan
Standar Kompetensi-Kompetensi Dasar (SK-KD) lama yang sesuai dengan
SK-KD yang baru, dan untuk yang tidak sesuai maka harus direvisi.
 Setiap lulusan mempunyai standar kompetensi dalam domain sikap,
keterampilan, dan pengetahuan di mana setiap jenjang pendidikan (SD,
SMP,SMA, dan Perguruan Tinggi) mengalami perkembangan.

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN M.NUH MEMBUKA PELATIHAN


INSTRUKTUR NASIONAL IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan sekolah


dasar (SD), SMP, SMA dan SMK digelar serentak di Jakarta mulai tanggal 29 Juni
sampai dengan 3 Juli 2013.Pelatihan Instruktur Nasional untuk jenjang SD
diselenggarakan di Hotel Kaisar – Jakarta Selatan, untuk jenjang SMP
diselenggarakan di Hotel Golden Boutique –Jakarta Pusat, untuk jenjang SMA
dan SMK di Hotel Maharaja –Jakarta Selatan. Sebagai tanda dimulainya pelatihan
calon Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013, Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan :M.Nuh membuka secara resmi acara tersebut yang dipusatkan di
Hotel Golden Boutique. Dalam acara pembukaan tersebut hadir Wakil Menteri
Bidang Pendidikan, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Organisasi, Para Pejabat
Eselon I dan para Narasumber serta Calon Instruktur Nasional. Pembukaan
secara resmi yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia, dapat dilihat pada gambar 3.2

16
Gambar 3.2
Pembukaan Pelatihan di Hotel Golden Boutique oleh Mendikbud

Dalam acara pembukaan Pelatihan Calon Instruktur Nasional Implementasi


kurikulum 2013 tersebut, Kepala Badan Sumber Daya Manusia Pendidik dan
Kebudayaan-Penjaminan Mutu Pendidik ( SDMPK-PMP) sebagai penyelenggara
melaporkan bahwa pelatihan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dari
kegiatan sebelumnya yaitu Penyegaran Narasumber Implementasi Kurikulum
2013 yang juga dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bapak Menteri pada tanggal
26 Juni 2013 yang lalu. Sebagai peserta Pelatihan calon Instruktur Nasional yang
berjumlah 581 orang, terdiri dari unsur Perguruan Tinggi/LPTK, Widyaiswara dari
LPMP dan PPPPTK, Guru, serta pejabat struktural di lingkungan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun laporan kegiatan ToT DIklat
Pengembangan Kurikulum Tahun 2013 yang disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan
Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) kepada Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia, terlihat seperti gambar 3.3 di bawah ini.

17
Gambar 3.3
Laporan oleh Kepala Badan PSDMPK dan PMP kepada Mendikbud

Butir-butir penting pengarahan Mendikbud yang disampaikan dalam Pembukaan


Pelatihan Calon Instruktur Nasional Implementasi kurikulum 2013, antara lain
sebagai berikut.

 Pengembangan kurikulum 2013 dimaksudkan untuk melanjutkan


pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang dirintis tahun 2004 yang
mencakup kompertensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan secara terpadu;
 Landasan pengembangan kurikulum yaitu aspek filosofis, yuridis dan
konseptual
 Strategi peningkatan capaian pendidikan melalui pengembangan strategi
peningkatan efektivitas pembelajaran, rasionalitas penambahan jam pelajaran
 Rasional pengembangan kurikulum berdasarkan adanya permasalahan
kurikulum 2006, identifikasi kesenjangan kurikulum dan alasan pengembangan
kurikulum;
 Kerangka kerja pengembangan kurikulum 2013 dimulai dari peserta didik yang
mengikuti proses pembelajaran kemudian menjadi lulusan yang kompeten.
Untuk itu diperlukan kurikulum meliputi SKL, struktur kurikulum, standar-standar
yang meliputi isi,proses dan penilaian. Selanjutnya diperlukan buku pegangan

18
baik untuk siswa maupun guru dalam rangka mempersiapkan rumusan
kompetensi guru dan penyiapan guru;
 Elemen perubahan meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan, standar
proses dan standar penilaian;
 Berdasarkan hal-hal di atas disusun struktur kurikulum baik untuk SD, SMP,
SMA/SMK;
 Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang dasar pemikiran perancangan
struktur kurikulum untuk SD, SMP dan SMA/SMK yang masing-masing memiliki
kekhasan sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan peserta
didik;
 Isu yang menarik adalah adanya pemisahan pelajaran IPA dan IPS di Sekolah
Dasar, sebagai mata pelajaran terpisah untuk kelas IV-VI dan untuk kelas V-VI
 Struktur kurikulum SD Kelompok A, meliputi mata pelajaran Pendidikan Agama,
Pendidikan PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya &Prakarya,
Pendidikan Jasmani&Olah Raga. Kelompok B meliputi, Seni Budaya&Prakarya,
Penjasorkes.
 Struktur kurikulum SMP Kelompok A, meliputi mata pelajaran Pendidikan
Agama, Pendidikan PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan Bahasa
Inggris. Kelompok B Seni Budaya, Penjasorkes dan Prakarya.
 Struktur kurikulum SMK terbagi dalam Kelompok A wajib, Kelompok B wajib
dan Kelompok C peminatan
 Faktor keberhasilan implementasi kurikulum digambarkan sebagai berikut: (i)
Kesesuaian kompetensi PTK dengan kurikulum dan buku teks merupakan
faktor penentu; (ii) Peserta didik mengikuti proses pembelajaran dengan
kurikulum baru dan didukung dengan ketersediaan buku/bahan ajar, penguatan
peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan serta penguatan
manajemen dan budaya sekolah, akan menjadi lulusan yang kompeten;
 Penyiapan buku dalam rangka implementasi kurikulum adalah meliputi buku
siswa, buku panduan guru, dan dokumen kurikulum;
 Penyiapan dan pembinaan guru dalam rangka implementasikurikulum 2013
indeks keberhasilannya adalah melalui (i) Penyiapan dan pembinaan guru, (ii)
Uji public, (iii) Sosialisasi, (iv) Adanya dukungan eksternal stakeholders

19
 Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan kurikulum tersebut, perlu
dimantapkan strategi implementasinya.
 Pengembangan kurikulum 2013 dimaksudkan untuk melanjutkan
pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang dirintis tahun 2004 yang
mencakup kompertensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan secara terpadu;
 Landasan pengembangan kurikulum yaitu aspek filosofis, yuridis dan
konseptual
 Strategi peningkatan capaian pendidikan melalui pengembangan strategi
peningkatan efektivitas pembelajaran, rasionalitas penambahan jam pelajaran

Selanjutnya disampaikan paparan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan


Kebudayaan, Bidang Pendidikan.Paparan ini lebih menekankan kepada filosofi
yang ada dalam kurikulum 2013 dengan memberikan contoh-contoh pelaksanaan
pembelajaran yang terjadi saat ini yang masih perlu diperbaiki.

Acara selanjutnya adalah paparan oleh Staf Ahli Mendikbud bidang Hukum dan
Organisasi dalam paparan inidipaparkan hal yang terkait dengan perubahan
mindset terkait dengan pendidikan.

Materi apapun yang diajarkan akan berbeda terkait dengan kecepatan atau
perubahan yang di masyarakat, oleh karena itu pembelajaran tidak menjadi satu-
satunya yang terpenting. Ada 19 alasan mengapa teknologi, pengetahuan itu
penting diantaranya adalah; Teknologi informasi (Hukum Wiener), Teknologi
komunikasi, Teknologi komputasi, dan Teknologi otomasi.

Wiener sebagai pengarang buku populer dengan judul Cybernatic tahun 1942 di
dalam buku tersebut dikatakan bahwa suatu saat orang bisa berkomunikasi
dengan mesin dan hewan. Saat ini hal tersebut sudah bukan hal yang aneh,
kecuali teknologi yang berkomunikasi dengan hewan yang masih belum
berkembang seperti halnya mesin. Menuru Wiener informasi tidak berupa materi
dan bukan energi, akan tetapi saat ini teknologi tidak lagi massa. Pikiran adalah
materi yang berarti bisa ditimbang (teori neotik) dan dapat digabung.Jika materi

20
dapat digabungkan maka asumsinya bisa semakin besar. Jika hal ini dapat
dibuktikan, maka teori Wiener ini akan runtuh.

Guru harus berpikir bagaimana menciptakan atau menyiapkan peserta didik jauh
lebih pintar dari gurunya. Guru harus mampu memformulasikan, hal ini jauh lebih
penting daripada computing (melakukan perhitungan). Contohnya apakah
perhitungan perkalian 4 digit masih perlu diberikan kepada peserta didik saat ini,
sebaiknya guru dapat memformulasikan bagaimana proses pembelajaran dengan
materi perkalian 4 digit berlangsung efektif. Selain itu dalam proses pembelajaran
usahakan peserta didik lebih banyak berinteraksi atau berkolaborasi dengan cara
dikelompokkan, hal ini bertujuan untuk membangun budaya kerjasama.

Perubahan teknologi pengetahuan mengakibatkan pengaruh terhadap


pembelajaran.Contohnya apakah benar guru merupakan satu-satunya sumber
belajar? Mengingat saat ini belajar dapat terjadi dimana saja, kapan saja, oleh
siapa saja, dan apapun dapat dipelajari (tanpa ada sekat apa yang akan dipelajari,
tidak terkecuali peserta didik). Oleh karena itu dalam kurikulum 2013 definisi-
definisi harus dibuat longgar atau tidak ridgit, karena semua menjadi tidak jelas
memaknai “belajar”.

Menurut Dyres 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui


pendidikan dan 1/3 sisanya berasal dari genetic (given).Sebaliknya kecerdasan
yaitu 1/3 berasal dari pendidikan dan 2/3 dari genetik.Maka asumsinya walaupun
usaha meningkatkan kecerdasan yang kita lakukan telah maksimal, hasilnya
hanya bisa meningkatkan sebesar 50 persen saja.Sementara jika kreativitas yang
ditingkatkan, hasilnya bisa jauh lebih besar dari usaha meningkatkan
pengetahuan. Proses belajar yang dapat mendorong kreativitas adalah dengan
melakukan pengamatan (observasi). Dalam kurikulum 2013 yang perlu dilatih
adalah kreativitas guru dan peserta didik, tentu saja diperlukan perubahan mindset

21
kreativitas dari gurunya terlebih dahulu. Dalam kurikulum 2013 ada standar
minimal, akan tetapi pada implementasinya dimungkinkan terdapat penambahan
dari standar minimal dan ini semua terkait dengan kreativitas guru.

Hari kedua, 30 Juni 2013

Paparan Kepala Badan PSDMPK dan PMP

Sesuai dengan jadwal kegiatan Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013


jenjang SMP, pada hari kedua, materi Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
2013 disampaikan oleh Kepala Badan PSDMK PMP.Sesi dimaksud dapat dilihat
pada gambar 3.4.a dan gambar 3.4.b di bawah ini.

Gambar 3.4.a
Bapak Syawal Gultom, didampingi oleh Bapak Abi Sujak dan Ibu Unifah Rosidi

22
Gambar 3.4.b
Bapak Syawal Gultom memaparkan materinya

Pendididikan di Indonesia sudah mengalami beberapa perubahan kurikulum,


meskipun dikatakan berubah akan tetapi perubahan kurikulum yang terjadi selama
ini tidak pernah berubah baik sistem penilaian ini dapat terlihat dari struktur rapot
maupun buku peserta didik. Einstein mengatakan bahwa orang tidak bisa
berharap hasil yang lebih baik dengan cara yang sama. Oleh karena itu
perubahan Kurikulum 2013 ini juga harus menggunakan cara yang berbeda agar
hasil yang diharapkan jauh lebih baik.

Penilaian dalam Kurikulum 2013 dilakukan melalui sikap (attitude), keterampilan


(skill) dan pengetahuan (knowledge). Selama ini penilaian peserta didik
dikonversi menjadi angka, sebagai contoh guru memberikan angka 8 untuk mata
pelajaran Bahasa Indonesia sementara baik peserta didik bahkan guru sekalipun
tidak memahamai makna dari angka 8 tersebut. Penilaian seharusnya
disandingkan dengan kompetensi kemudian dideskripsikan, sehingga akan jelas
terlihat apakah peserta didik telah memiliki kompetensi yang diharapkan atau
tidak. Selama ini selain penilaian kompetensi pengetahuan peserta didik tidak
sesuai, penilaian sikap juga tidak bisa dibangun dari lintasan pengetahuan seperti

23
yang selama ini dilakukan. Hal ini akan menjadi kendala tersendiri,
karenapenanaman sikap mendominasi implementasi Kurikulum 2013. Seperti kita
ketahui bersama kompetensi sikap dimulai dengan menerima, merespon, menilai
dan seterusnya; kompetensi keterampilan (scinetific approach dalam kurikulum
2013) dimulai dengan observasi, membuat pertanyaan, dan seterusnya; dan
kompetensi pengetahuan menggunakan teori Bloom yang direvisi oleh Anderson
yaitu dimulai dengan memahami hingga mencipta. Pada Kurikulum 2013 semua
guru harus membuat penilaian baik dari sikap, keterampilan, dan pengetahuan
dengan cara mendeskripsikan masing-masing kompetensi. agar

Dalam setiap perubahan perlu adanya pemahaman utuh agar perubahan tersebut
dapat diimplementasikan sesuai dengan tujuannya, diantaranya adalah
pemahaman mengenai landasan filosofi dan yuridis terkait perubahan tersebut.
Agar roh kurikulum 2013 serta kegiatan pelatihan Kurikulum 2013 dapat berjalan
sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, setiap Instruktur Nasional harus
merubah mindset dan harus benar-benar memahami kompetensi inti. Sebaik
apapun perubahan dalam Kurikulum 2013 ini jika kerangka dasar dan struktur
kurikulum tidak dipahami dengan baik maka akan mengalami kesulitan dalam
mengimplementasikannya.

PEMBAHASAN MATERI

Selanjutnya peserta dibagi ke dalam kelompok mata pelajaran, dimana pada


jenjang SMP ada 9 mata pelajaran. Yaitu:

1. Bahasa Indonesia dengan jumlah peserta 24 orang

2. Bahasa Inggris dengan jumlah peserta 40 orang

3. IPA terpadu dengan jumlah peserta 30 orang

4. IPS terpadu dengan jumlah peserta 28 orang

5. PPKN dengan jumlah peserta 32 orang

6. Matematika dengan jumlah peserta 37 orang

24
7. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dengan jumlah 27 orang

8. Prakarya dengan jumlah peserta 24 orang, dan

9. Seni Budaya dengan jumlah peserta 41 orang.

Adapun peserta yang berasal dari Bimbingan Konseling berjumlah 27 orang dan
peserta Pusat berjumlah 12 orang

Situasi dan kondisi masing-masing kelas berjalan kondusif, gambar berikut ini
adalah beberapa contoh situasi di kelas yang diambil dari sebagian kelompok
mata pelajaran.

Gambar 3.5.a
Kelompok matematika SMP

25
Gambar 3.5.b
Kelompok IPA terpadu SMP

Gambar 3.5.c
Suasana di kelompok seni budaya SMP

Gambar 3.5.d
Suasana di kelompok bahasa inggris SMP

Masing- masing kelompok dipandu dan didampingi oleh nara sumber nasional
yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan di Hotel Milenium. Jumlah nara
sumber pada masing-masing kelompok adalah 3 orang.

Kegiatan dalam kelompok diawali dengan pembahasan tentang Pengkajian SK


dan KD yang ada pada Kurikulum 2013 dan pendekatan konsep

26
belajarnya.Peserta diajak brainstorming tentang konsep pendekatan yang
digunakan dalam kurikulum 2013, yaitu tentang konsep pendekatan saintifik untuk
masing-masing mata pelajaran.Diskusi yang terjadi pada masing-masing
kelompok sangat dinamis dan suasana belajar aktif terbangun dalam kelompok
mata pelajaran.Nara sumber pada masing-masing kelompok terlihat saling
bekerjasama membantu peserta memahami materi yang sedang dibahas.

Pembahasan selanjutnya adalah terkait dengan metode belajar yang digunakan


dalam kurikulum 2013.Metode balajar yang dibahas dalam pelatihan hari kedua ini
adalah Project Based Learning, Problem Based Learning, dan Discovery Learning.
Dalam kegiatan diskusi tentang metode belajar ini, peserta terlihat antusias
mendengar penjelasan nara sumber dan masing-masing berdiskusi tentang
bagaimana implementasinya dalam pembelajaran di kelas. Nara sumber
memberikan penjelasan tentang proses belajar di kelas dengan memutarkan video
contoh pembelajaran Kurikulum 2013 yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Selanjutnya, sebagai akhir sesi hari kedua di Hotel Golden Boutique, peserta
diberikan tugas untuk mencermati semua materi yang telah diberikan dan
mempelajari dokumen kurikulum 2013 yang telah dibagikan.

Hari ketiga, 01 Juli 2013

Kegiatan pada hari ketiga, semua peserta telah terbagi dalam kelompok bidang
studi masing-masing. Pada setiap kelompok dilakukan pembahasan materi sesuai
skenario yang ada dalam panduan yaitu tentang penilaian autentik dan melakukan
analisis terhadap buku Guru dan buku Siswa. Situasi pada kesembilan kelompok
mata pelajaran ( Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, PKn, Matematika,
Penjaskes, Prakarya, dan Seni Budaya) berjalan kondusif dan sesuai dengan
jadwal yang telah ditentukan, minat peserta dalam mengikuti pelatihan terlihat dari
keaktifan yang ditunjukkan dengan berbagai pertanyaan seputar implementasi
kurikulum 2013 termasuk di dalamnya bagaimana proses pembelajaran di kelas
yang sesuai dengan kurikulum 2013, proses penilaian pada kurikulum 2013,

27
sampai dengan pembuatan RPP. Hasil pengamatan pada beberapa kelompok
mata pelajaran adalah sebagai berikut.

Pada kelompok mapel PPKn

Hari ketiga diawali dengan sesi pertama pada jam 08.00 WIB yaitu paparan
tentang Penilaian Autentik dalam Pembelajaran oleh Nara Sumber, dengan butir-
butir paparan sebagai berikut.

 Pembelajaran Autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang


diperlukan dalam kenyataannya di luar sekolah. Untuk mengetahui tingkat
keberhasilan pembelajaran autentik diperlukan penilaian autentik
 Teknik penilaian autentik dilakukan dalam kegiatan (1) Pengukuran langsung
keterampilan peserta didik yang berlangsung dengan hasil jangka panjang
pendidikan seperti kesulsesan ditempat kerja; (2) Penilaian atas tugas-tugas
yang menentukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang komplek; (3) Analisis
proses yang digunakan untuk menghasilkan respons peserta didik atas
perolehan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang ada.
 Konstruksi perolehan nilai terhadap sikap, keterampilan dan pengetahuan
dicapai melalui penyelesaian tugas dimana peserta didik melaksanakan
pembelajaran
 Penilaian yang lazim dilakukan guru kepada peserta didik di sekolah dalam
pembelajaran yaitu penilaian terhadap output
 Dalam penilaian autentik guru harus menjadi guru autentik yang berperan tidak
hanya pada pembelajaran, melainkan juga dalam penilaian hasilbelajar
 Guru berperan sebagai pengasuh proses pembelajaran, melihat informasi baru
dan mendesiminasikan
 Jenis penilaian autentik yaitu (1) Penilaian Kinerja; (2) Penilaian Proyek, (3)
Penilaian Portofolio, (4) Penilaian Tertulis bisa bentuk uraian/esai. Untuk bentuk
pilihan ganda tidak bisa sepenuhnya bisa dilakukan dalam penilaian autentik.
 Ada kelemahan dalam melakukan penilaian esai, yaitu tidak adanya standar
penilaian yang baku sehingga pelaksanaan penilaian tidak pasti. Untuk itu perlu
dibuat rubrik yang digunakan sebagai acuhan dalam melakukan penilaian esai

28
 Dengan demikian penilaian dalam bentuk uraian/esai sebisa mungkin dibuat
komprehensif sehingga mampu/dapat menggambarkan ranah sikap,
keterampilan dan pengetahuan
 Penilaian dilakukan melalaui pengawasan, wawancara pengalaman dalam
pelaksanaan pembelajaran
 Regulasi tentang penilaian yang ada merupakan ketentuan minimal, dengan
demikian kita bisa mengembangkan sendiri dengan catatan tidak bertentangan
dengan regulasi yang ada dan harus lebih baik

Sesi kedua pada jam 10.00 WIB yaitu paparan tentang Analisis Buku Guru dan
Siswa (mata pelajaran) dengan butir-butir paparan sebagai berikut.

 Paparan diawali dengan sajian tayangan tentang anak yang tidak mempunyai
keberanian dalam melakukan keinginan/cita cita karena dilanda keraguan dalam
melangkah. Walau terlambat setelah mengalami berbagai ujian bera anak
tersebut akhirnya berhasil menggapai cita-cita nya dan sukses. Namun dia
berfikir andai kata tidak terlambat dia akan lebih sukses lagi.
 Narasumber kemudian menjelaskan panduan dan format dalam melaksanakan
analisis Buku Guru dan Buku Siswa. Dijelaskan juga bahwa dalam menyusun
buku tersebut melalui proses yang panjang, dimana para kontributor
dikumpulkan dan diberi penjelasan tentang kurikulum 2013 dan teknik penulisan
sebagai dasar penyusunan buku tersebut
 Sebelum peserta melakukan analisis Buku Guru dan Siswa, narasumber
memberikan motivasi yaitu dengan menayangkan video yang berjudul Bimbing,
Dorong, Arahan yang menggambarkan perjuangan seorang atlit atelitik yang
tetap berlari menyelesaikan lomba walau dalam keadaan cedera.
 Peserta selanjutnya dibagi dalam 5 kelompok untuk melakukan analisis terhadap
Buku Guru dan Siswa.

Pada kelompok mapel IPA

Kegiatan pelatihan pada kelas ini berlangsung cukup menarik, banyak interaksi
yang terjadi antara peserta pelatihan dengan nara sumber sehingga kelas terlihat

29
hidup. Interaksi yang terjadi didominasi oleh pertanyaan-pertanyaan yang
dilontarkan oleh para peserta pelatihan, dan dengan sigap para narasumber
memberikan jawaban. Dari kegiatan ini nampak nara sumber sangat menguasai
materi pelatihan dengan baik. Diskusi yang dibangun adalah untuk menyamakan
persepsi mengenai penilaian autentik.Selanjutnya setiap kelompok diminta untuk
menelaah contoh penilaian autentik, tetapi mereka diberi tugas untuk membaca
bahan pelatihan yang terkait terlebih dahulu.Hasil telaah kelompok kemudian
disimpulkan dan didiskusikan di masing-masing kelompok. Setelah kegiatan
diskusi kelompok berakhir, dilanjutkan dengan menelaah buku guru dan buku
siswa selama kurang lebih satu jam ke depan.

Hari keempat, 02 Juli 2013

Berdasarkan jadwal yang telah tersedia, sesi awal di hari keempat ini seharusnya
diisi dengan Analisis Tayagan Video, namun karena adanya kunjungan dari Bapak
Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Prof.Dr.Boediono.

Pada kesempatan ini, seluruh peserta pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum


2013 dari berbagai jenjang (SD,SMP, dan SMA/K) dikumpul menjadi satu di Hotel
Golden Boutiqe, Jakarta. Dalam kunjungannya, Bapak Wakil Presiden Republik
Indonesia mengapresiasi kegiatan Pelatihan Instruktur Nasional ini sebagai
langkah awal implementasi kurikulum 2013.Adapun hal-hal yang disampaikan
adalah sebagai berikut.

 Perjalanan pengembangan kurikulum 2013 sampai dengan saat ini yang


dilakukan dengan semangat untuk melakukan perubahan yang didasari oleh
tuntuttan perkembangan dunia dan keinginan untuk memperbaiki kualitas
pendidikan di Indonesia
 Perlunya kerjasama semua pihak yang terkait dalam mewujudkan keinginan
tersebut
 Sangat diperlukan pendalaman dan pemahaman secara utuh terhadap
kurikulum 2013 agar implementasinya menjadi lebih mudah

30
 Kurikulum 2013 ini merupakan perbaikan dari kurikulum sebelumnya
(KTSP) sehingga pada kurikulum ini diharapkan mampu menghasilkan
kualitas lulusan yang memiliki sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang
diperlukan untuk memajukan peradaban seluruh rakyat Indonesia

Setelah kunjungan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, peserta kembali ke


jenjang masing-masing dan mata pelajaran masing-masing. Peserta pelatihan
diminta untuk menganalisis tayangan video proses fotosintesis dengan melakukan
Uji Sach, diperankan oleh guru dan beberapa peserta didik dalam laboratorium
IPA. Peserta pelatihan memperhatikan tayangan video berdurasi 30 menit
tersebut dengan baik. Selanjutnya nara sumber meminta peserta pelatihan untuk
mendiskusikan tayangan video dan melaporkan hasilnya. Format pengamatan
tayangan video telah disediakan dalam buku panduan pelatihan. Mengingat
terbatasnya waktu pelatihan implementasi kurikulum 2013 ini, nara sumber
menginstruksikan kepada setiap peserta pelatihan untuk mempelajari bahan
pelatihan di luar kelas secara mandiri kemudian menanyakannya bila terdapat hal
yang belum mereka pahami.

Hasil Pengamatan:

 Pada umumnya kegiatan pelatihan berjalan sesuai dengan POS yang telah
disusun, walaupun kegiatan masing-masing kelompok mata pelajaran berbeda-
beda tergantung pada kecepatan peserta pelatihan memahami materi pelatihan.
 Beberapa nara sumber masih ada yang memberikan metode ceramah dalam
menyampaikan materi pelatihan, sehingga peserta pelatihan terlihat pasif.
Keaktifan peserta pelatihan dalam memberikan pertanyaan juga masih terlihat
kurang hal ini terjadi di beberapa kelompok mata pelajaran.
 Dalam beberapa kelompok mata pelajaran masih terlihat peserta pelatihan yang
tidak memperhatikan dengan baik ketika nara sumber memberikan pengarahan,
akan tetapi nara sumber tidak melakukan tindakan apapun.
 Beberapa nara sumber maupun peserta pelatihan masih belum disiplin dari segi
waktu kedatangan, bahkan 30 menit dari jadwal pelatihan, peserta masih ada di
luar ruangan hanya sekedar berbicang-bincang dengan temannya.

31
Refleksi Pengamatan:

 Sebaiknya nara sumber hanya 10 sampai 15 menit memberikan materi secara


singkat, dan nara sumber harus lebih banyak memberikan keleluasaan peserta
pelatihan untuk bertanya. Terlepas apakah pertanyaan tersebut terkait dengan
materi atau tidak, yang harus dipahami adalah jika pertanyaan itu datangnya dari
peserta pelatihan maka minimal mereka sudah memiliki motivasi untuk
mengetahui lebih banyak tentang materi yang akan disampaikan.
 Nara sumber hendaknya mengingatkan kembali peserta pelatihan untuk
sungguh-sungguh memperhatikan materi yang disampaikan. Hal ini penting
karena mereka akan melakukan hal yang sama dengan nara sumber, artinya
para peserta pelatihan yang tidak lain adalah instruktur nasional juga akan
menyampaikan hal yang sama kepada para guru inti.

Setelah itu peserta melakukan peer teaching di masing-masing kelompok mata


pelajarannya.

Kegiatan peer teaching dilakukan oleh semua peserta di kelompoknya, dengan


menggunakan RPP yang telah disusun masing-masing. Kegiatan ini bertujuan
untuk memberikan pengalaman kepada para instruktur nasional dalam
mengaplikasikan kurikulum 2013 dengan memberikan penekanan kepada
penggunaan metode mengajar sesuai dengan prinsip pembelajaran di kurikulum
2013.

Seiring dengan berakhirnya sesi Peer Teaching, Fasilitator dan Narasumber


melakukan refleksi terhadap kegiatan tersebut, di mana secara garis besarnya
permasalahan yang timbul pada sesi Peer Teaching adalah sebagai berikut.

 Masih banyak guru yang memainkan peran absolut dalam proses


pembelajaran di kelas, di mana guru lebih mendominasi pembelajaran di
kelas ketimbang dengan menciptakan keaktifan siswa dalam pembahasan
 Masih banyak guru yang belum bisa menciptakan proses pembelajaran di
kelas menjadi lebih nyaman dan membuat peserta didik menjadi tertarik
untuk lebih banyak bertanya

32
 Guru kurang memperhatikan beberapa peserta didik yang tidak
memperhatikan pelajaran dengan mengobrol dengan peserta didik lainnya
 Guru masih terpaku kepada buku teks, di mana guru belum bisa
mengembangkan tema yang ada dari lingkungan sekitar
 Walaupun masih banyak kekukarangan dalam proses Peer Teaching ini,
terlihat adanya niat dari guru-guru untuk memperbaiki cara mereka dalam
proses pembelajaran di kelas sesuai dengan kurikulum 2013.

Pada sesi malam hari, seluruh peserta mengikuti kegiatan post tes untuk
mengetahui kemajuan belajar yang telah dicapai oleh para peserta dalam
kegiatan pelatihan instruktur nasional ini.

Hari kelima, 03 Juli 2013

Di awal hari kelima peserta berikan paparan terkait dengan materi pendampingan,
adapun hal yang disampaikan secara garis besarnya adalah sebagai berikut.

 Tujuan secara umum, pendampingan ini dilakukan dengan tujuan agar


terjadi kesinambungan pemahaman dalam kurikulum 2013
 Pendampingan ini dilakukan oleh Instruktur Nasional kepada Guru Inti,
Guru Inti kepada Guru Sasaran di mana pendamping mengevaluasi,
menilai, dan melihat secara langsung penerapan kurikulum 2013 yang
dilakukan agar tetap dalam koridor dan semangat kurikulum 2013
 Pendampingan yang dilakukan dimulai dari tahap perencanaan sampai
dengan tahap implementasi, di mana di dalamnya termasuk penyusunan
RPP dan Silabus yang sesuai dengan kurikulum 2013
 Pendampingan ini dilakukan secara berkisambungan, kolegial, dan sesuai
dengan kebutuhan.

Kemudian sesi dilanjutkan dengan pengumuman hasil penilaian.Adapun


rekapitulasi nilai akhir masing-masing peserta yang mencakup nilai pengetahuan,
nilai sikap dan keterampilan dapat dilihat pada lampiran.

33
C. Hasil yang Dicapai
Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah terciptanya Instruktur Nasional
Kurikulum 2013 yang secara umum memiliki kompetensi-kompetensi berikut ini.

1. Memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum 2013.


2. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013.
3. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang Kurikulum 2013 (rasional,
elemen perubahan, SKL, KI dan KD, serta strategi implementasi).
4. Memiliki keterampilan menganalisis keterkaitan antara Standar Kompetensi
Kelulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Buku Guru,
dan Buku Siswa.
5. Memiliki keterampilan menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP)
dengan mengacu pada Kurikulum 2013.
6. Memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan pendekatan Scientific
secara benar.
7. Memiliki keterampilan mengajar dengan menerapkan model pembelajaran
Problem Based Learning, Project Based Learning, dan Discovery Learning.
8. Memiliki keterampilan melaksanakan penilaian autentik dengan benar.
9. Memiliki keterampilan berkomunikasi lisan dan tulis dengan runtut, benar,
dan santun.

34
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pemahaman dan mindset Peserta terkait dengan kurikulum 2013 masih perlu
dibina dan dikembangkan lagi karena pemahaman tentang kurikulum 2013
secara komprehensif memerlukan waktu yang tidak sebentar sehingga
peserta benar-benar dapat mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam
proses pembelajaran secara optimal;
2. Masih banyak guru yang belum memahami bagaimana
mengimplementasikan kurikulum 2013 secara utuh, khususnya di dalam
pembuatan RPP dan silabus serta pelaksanaan pembelajaran di kelas yang
lebih mengutamakan keaktifan siswa.
3. Secara teknis, kegiatan ini berlangsung dengan lancar sesuai dengan jadwal
dan struktur pelatihan yang telah ada.

B. Saran
1. Diharapkan peserta pelatihan Kurikulum 2013 (Instruktur Nasional) dapat
memahami secara menyeluruh materi yang diperoleh sehingga dapat
digunakan dalam menjalankan tugas selanjutnya dalam melatih guru inti di
tingkat provinsi
2. Perlunya monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Instruktur Nasional yang
telah dilatih dalam melaksanakan tugasnya pada Pelatihan Guru Inti di
Provinsi masing-masing guna menjamin terlaksananya pelatihan yang
sesuai dengan standar dan tetap berada pada koridor Implementasi
Kurikulum 2013.

34
LAMPIRAN - LAMPIRAN

35