You are on page 1of 8

PEMANFAATAN PERKEBUNAN PADA LAHAN SEMPIT MELALUI

TEKNIK AEROPONIK SEBAGAI TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Ni Putu Anggi Putri Mijaya, NIM. 1513071040


Program Studi S1 Pendidikan IPA Undiksha

ABSTRACT

The need for quality nutrition from food is of particular concern to every individual in meeting the health needs
of the body. In addition to agriculture and plantations, obtaining food can be done by gardening in their own
homes. However, doing the plantations is a difficult constraint for people who do not have large land in their
homes, especially people living in urban areas. One solution is with aeroponic techniques as appropriate
technology on the use of narrow land for gardening. Aeroponics is derived from the word aero which means
air and ponus which means power. So aeroponics means empowering the air. One of the key advantages of
aeroponics is the oxygenation of each fine grain of nutrient solution so that root respiration is smooth and
produces a lot of energy. Vegetables cultivated with aeroponic system proved to have good quality, hygienic,
healthy, fresh, crunchy, flavorful, and accompanied by high taste. The quality of aeroponic plantation crops is
superior to plantations usually, because in this technique using nutrient solution as a nutrient substitute from
the soil. The quality of aeroponic plantation crops is superior to plantations usually, because in this technique
using nutrient solution as a nutrient substitute from the soil. The solution contains 17 elements that support
plant growth. The main point on aeroponic technique lies in the pressure generated by the pump should be
high. High pressure on the channel hose will produce fog-shaped water granules. The higher the pressure it
gives will produce a splash of water. The smaller the water particles the better the more oxygen is dissolved.
The concept of science in this technique consists of three aspects, namely the chemical aspect lies in the
nutrient solution, the physics aspect lies in the pump pressure and biological aspects lies in the oxygenation of
the spraying of the nutrient solution.
Keyword: nutritional needs, plantations, aeroponic techniques, science concepts

ABSTRAK

Kebutuhan akan gizi berkualitas dari pangan menjadi perhatian khusus setiap individu dalam memenuhi
kebutuhan kesehatan tubuh. Selain melalui pertanian dan perkebunan, memperoleh pangan tersebut dapat
dilakukan dengan berkebun di rumah sendiri. Namun, melakukan perkebunan tersebut menjadi kendala yang
sulit bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas di rumahnya, terutama masyarakat yang tinggal di
perkotaan. Salah satu solusinya adalah dengan teknik aeroponik sebagai teknologi tepat guna pada
pemanfaatan lahan sempit untuk berkebun. Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus
yang berarti daya. Jadi aeroponik berarti memberdayakan udara. Salah satu kunci keunggulan aeroponik
adalah oksigenasi dari tiap butiran kabut halus larutan hara sehingga respirasi akar lancar dan
menghasilkan banyak energi. Sayuran hasil budidaya dengan sistem aeroponik terbukti mempunyai kualitas
yang baik, higienis, sehat, segar, renyah, beraroma, dan disertai cita rasa yang tinggi. Kualitas hasil panen
perkebunan aeroponik lebih unggul dari perkebunan biasanya, karena pada teknik ini menggunakan larutan
nutrisi sebagai pengganti zat hara dari tanah. Larutan tersebut mengandung 17 unsur yang mendukung
pertumbuhan tanaman. Titik utama pada teknik aeroponik terletak pada tekanan yang dihasilkan oleh pompa
harus tinggi. Tekanan tinggi pada selang saluran akan menghasilkan butiran air berbentuk kabut. Semakin
tinggi tekanan yang diberikan maka akan menghasilkan percikan air. Semakin kecil partikel air yang
dihasilkan semakin baik karena oksigen yang terlarut semakin banyak. Konsep sains pada teknik ini terdiri
dari tiga aspek, yaitu aspek kimia terletak pada larutan nutrisi, aspek fisika terletak pada tekanan pompa dan
aspek biologi terletak pada oksigenasi dari hasil penyemprotan larutan nutrisi.
Kata Kunci: kebutuhan gizi, perkebunan, teknik aeroponik, konsep sains

Pendahuluan Kesehatan adalah hal terpenting dalam


kehidupan bagi manusia. Menurut UU Kesehatan
Pangan merupakan kebutuhan dasar Nomor 36 Tahun 2019 pasal 4 menyatakan bahwa
setiap makhluk hidup terutama manusia yang setiap orang berhak atas kesehatan. Sehat adalah
paling utama dan pemenuhannya adalah bagian hak hidup yang dimiliki setiap insan suatu bangsa,
dari hak asasi manusia yang dijamin oleh UUD RI yang mana menurut UUD 1945 menyatakan
1945. Pangan merupakan suatu sumber energi bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir
bagi manusia agar dapat beraktivitas dan dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan
melangsungkan kehidupannya. Pangan sebagai lingkungan hidup yang baik dan sehat serta
sumber energi adalah suatu bentuk upaya berhak memperoleh kesehatan.
meningkatkan kualitas kesehatan masyarahat.
1
Salah satu cara memperoleh kesehatan terfokus dalam sebuah pekerjaan. Sehingga
adalah dengan mengkonsumsi makanan yang waktu luang semakin sedikit dan lebih sibuk dalam
bergizi dan sehat. Makanan sehat adalah dunia kerja. Permasalahan seperti ini menjadi
makanan yang sering kita sebut dengan empat kendala yang serius untuk masyarakat dapat
sehat lima sempurna. Kandungan gizi makanan memiliki kebun di tempat tinggalnya masing-
tersebut terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, masing. Walaupun ada beberapa orang yang
vitamin dan mineral. Kecukupan akan gizi setiap dapat melakukannya karena mempertimbangkan
manusia sesuai dengan kebutuhan tubuh setiap perekonomiannya yang tinggi.
masing-masing. Memperoleh makanan bergizi Berdasarkan uraian tersebut, maka salah
tidak selalu harus mahal. Beberapa makanan satu upaya yang dapat menjadi solusi
dengan kualitas gizi tersebut yaitu seperti jagung, permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan
nasi, kentang, umbi-umbian, sayur-sayuran dan teknik aeoroponik untuk dapat berkebun pada
buah-buahan dapat dengan mudah diperoleh di lahan sempit. Widodo & Subandi (2015)
pasaran. Namun, perkembangan zaman menyatakan bahwa aeoroponik merupakan suatu
membawa arus perubahan teknologi. Salah cara bercocok tanam sayuran diudara tanpa
satunya adalah peralatan pada bidang pertanian. penggunaan tanah, nutrisi disemprotkan pada
Tidak semua peralatan pertanian yang akar tanaman, air yang berisi larutan hara atau
memudahkan para petani memberikan kualitas nutrisi disemburkan dalam bentuk kabut hingga
hasil pertanian yang sehat. Yaitu seperti mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang
penggunaan pestisida sebagai pembunuh hama menggantung akan menyerap larutan hara yang
sawah, justru mengakitbatkan penurunan kualitas diberikan. Keuntungan menggunakan teknik
gizi pada hasil panen. Hal ini juga turut aeoroponik adalah memiliki kepraktisan, tidak
memberikan dampak terhadap kesehatan perlu menggunakan media campuran tanah dan
manusia. RISKESDAS 2007, 2010, 2013 pupuk kandang, tidak menggunakan pestisisa,
menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki menghasilkan panen yang sehat dan bersih,
masalah kekurangan gizi. Kecenderungan memiliki produksi tinggi, mudah dipanen dan
prevalensi kurus (wasting) anak balita dari 13,6% diatur sesuai ukuran yang diinginkan.
menjadi 13,3% dan menurun 12,1%. Sedangkan Teknik penanaman dengan aeoroponik
kecenderungan prevalensi anak balita pendek sudah banyak digunakan pada negara-negara
(stunting) sebesar 36,8%, 35,6%, 37,2%. berkembang termasuk Indonesia. Sehingga untuk
Prevalensi gizi kurang (underweight) berturut-turut mengatasi permasalahan konsumsi dan berkebun
18,4%, 17,9% dan 19,6%. Prevalensi kurus anak masyarakat dapat menerapkan teknik aeoroponik.
sekolah sampai remaja. RISKESDAS 2010 Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, maka
sebesar 28,5% (KEMENKES, 2007, 2010, 2013). perlu adanya pengkajian lebih dalam melalui
Permasalahan tersebut mendorong setiap penulisan artikel “Pemanfaatan Perkebunan
manusia agar lebih memperhatikan kesehatan Pada Lahan Sempit Melalui Metode Aeroponik
tubuh dan lingkungan. Sehat adalah hak yang Sebagai Teknologi Tepat Guna”
dimiliki oleh setiap orang namun juga memiliki
kewajiban agar dapat memenuhi hak tersebut. Pembahasan
Menurut UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2019
pasal 9 ayat 1 menyatakan bahwa setiap orang A. Pengertian Teknik Aeroponik
berkewajiban ikut mewujudkan, mempertahankan, Aeroponik berasal dari kata aero yang
dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat berarti udara dan ponus yang berarti daya.
yang setinggi-tingginya. Oleh karena itu salah satu Jadi aeroponik berarti memberdayakan
upaya agar dapat memenuhi gizi dan terhindar udara. Aeroponik termasuk jenis hidroponik
dari kemungkinan pengaruh pestisida, setiap yang memberdayakan air yaitu dilakukan
orang dapat melakukan suatu perkebunan di dengan menyemburkan udara berisi air yang
daerah tempat tinggalnya masing-masing, dengan mengandung larutan hara tinggi sehingga
begitu setiap orang dapat mengontrol apapun membentuk kabut dan mengenai akar
yang dilakukan untuk mendapatkan yang tanaman. Butiran air dan hara tersebut akan
diinginkan. diserap oleh akar-akar tanaman yang
Namun solusi untuk berkebun di rumah menggantung.
sendiri, saat ini masih mengalami kendala yang Salah satu kunci keunggulan
besar. Kenyataan yang ada di lapangan yaitu rata- aeroponik adalah oksigenasi dari tiap
rata wilayah tinggal kependudukan masyarakat butiran kabut halus larutan hara sehingga
Indonesia sangat terbatas, khususnya bagi respirasi akar lancar dan menghasilkan
masyarakat yang tinggal di perkotaan. banyak energi. Sayuran hasil budidaya
Keterbatasan lahan menjadi salah satu penyebab dengan sistem aeroponik terbukti
masyarakat sulit untuk memiliki tanaman ataupun mempunyai kualitas yang baik, higienis,
hingga melakukan perkebunan. Karena melalui sehat, segar, renyah, beraroma, dan disertai
adanya lahan maka memberikan media tanah cita rasa yang tinggi. Sayuran aeroponik
untuk tanaman dapat tumbuh. Sehingga apabila dapat mengisi peluang kebutuhan tingkat
lahan tidak ada maka media untuk bertatam juga masyarakat menengah ke atas. Oleh karena
semakin sulit. Selain itu, era perubahan zaman itu, sistem aeroponik mulai banyak
membawa perubahan gaya perilaku manusia. dikembangkan di Indonesia.
Manusia saat ini lebih suka hidup simpel dan Nutrisi aeroponik adalah pupuk yang
serba instan, hal ini karena mereka terlalu banyak telah diformulasikan khusus dari garam-

2
garam mineral yang larut dalam air, larutan A dan B akan terjadi bereaksi
mengandung unsur-unsur hara penting yang atau mengendap sehingga tidak dapat di
diperlukan tanaman bagi tumbuh dan serap oleh akar tanaman, maka
berkembang. Nutrisi ini terdiri dari 2 bagian pertumbuhan tanaman tidak normal.
yaitu bagian A dan bagian B, dan biasanya 4. Dosis dari masing-masing larutan A dan
disebut AB mix. Cara penggunaannya pun B diambil satu liter dan ditambahkan air
sangat mudah, hanya dengan sebanyak 200 liter (2 : 1), kemudian
mencampurkan masing-masing bagian A dan larutan tersebut siap untuk di siramkan
bagian B dengan air, satu persatu secara pada tanaman.
terpisah, sesuai petunjuk yang diberikan
produsen nutrisi tersebut untuk menjadikan C. Jenis Tanaman dengan Teknik Aeroponik
larutan stok atau pekatan. Larutan stok ini Peluang kebutuhan akan sayuran
perlu dicairkan lagi dengan air jika hendak berkualitas sangat terbuka dengan makin
digunakan. banyaknya masyarakat yang berbelanja ke
pasar swalayan. Diversivikasi jenis sayuran
B. Larutan Nutrisi perlu dilaksanakan untuk memenuhi
Tanaman membutuhkan 17 unsur berbagai permintaan pasar. Hingga saat ini
penting untuk pertumbuhan dan jenis sayuran yang banyak dibudidayakan
perkembangan mereka. Tanpa Unsur hara secara aeroponik antara lain berbagai
initumbuhan tidak bisatumbuh dengan baik. kultivar selada (lettuce keriting hijau,
Adapun 17 elemen penting dibagi menjadi cos/romaine, butterhead, batavia, lollo rossa,
makroelements (dibutuhkan dalam jumlah iceberg, head lettuce), pakchoy hijau dan
relatif besar) dan elemen mikro (diperlukan putih, caysim, dan kailan serta horenzo yang
dalam jumlah yang sangat kecil). baru mulai dikembangan. Kangkung dan
Elemen makro adalah karbon (C), bayam juga dapat diusahakan secara
hidrogen (H), Oksigen (O), nitrogen (N), aeroponik.
fosfor (P), potasium (K), kalsium (Ca), Dapat disimpulkan bahwa jenis tanaman
magnesium (Mg) dan belerang (S). Mikro yang sering dibudidayakan secara aeroponik
unsur besi (Fe), klorin (Cl), boron (B), pada umumnya berupa sayuran daun yang
mangan (Mn), tembaga (Cu), seng (Zn), waktu panennya sekitar satu bulan setelah
molibdenum (Mo) dan nikel (Ni). pindah tanam. Harga jual komoditas tersebut
juga dipilih yang dapat memberikan
keuntungan maksimal. Tanaman rempah
penyedap masakan, seperti oregano,
parsley, thyme, dill dan basil dapat
diusahakan dalam volume kecil. Namun
karena harga jualnya tinggi maka konsumen
atau target pasar ke hotek berbintang dan
restpran eksklusif.

D. Cara Penggunaan Teknik Aeroponik


Titik utama penggunakan teknik
aeroponik adalah tekanan yang dihasilkan
oleh pompa harus tinggi dan kesesuaian
Gambar 1. Komposisi Larutan Nutrisi desain instalasi. Tekanan tinggi pada selang
saluran akan menghasilkan butiran air
berbentuk kabut. Permasalahan untuk teknik
Air yang digunakan harus memenuhi aeroponik pada umumnya adalah tekanan
standar tertentu agar kandungan garam yang dihasilkan pompa kurang tinggi
dalam air rendah dengan pH antara 6,5 – sehingga terkreasi butiran air kasar bukan
7,0. kabut sehingga butiran air menurun.
Cara membuat stok A dan B larutan Semakin kecil butiran air maka permukaan
nutrisi yaitu sebagai berikut: butiran air semakin luas.
1. Tong/drum A di isi air sebanyak 90 liter, Adapun perlengkapan yang diperlukan
kemudian masukan Kalsium Nitrat dan teknik menanam aeroponik yaitu sebagai
Besi EDTA di aduk hingga larut. berikut: 1) Ember; 2) Pompa celup
2. Tong/drum B di isi air sebanyak 90 liter, berkekuatan 100 watt; 3) Pipa PVC; 4)
kemudian masukan Kalium Nitrat, Emiter (sprayer); 5) Styrofoam dan 6) Timer.
Magnesium Sulfat, Kalium dihidrogen Secara detail, prinsip aeroponik sebagai
Fosfat, Mangan Sulfat, Asam Borat, Zinc berikut:
Sulfat, Tembaga Sulfat, Amonium a. Stryrofoam yang digunakan berwarna
Molibdat dan semuanya di aduk sampai putih, panjang 2 m, lebar 1 m dan tebal 3
larut. cm. Stryrofoam dibor diameter 1.5 cm
3. Dalam konsentrasi yang pekat, baik dengan jarak tanam 15x15 cm sehingga
larutan A dan B tidak boleh larutan nutrisi populasi yang diperoleh 44 tanaman/m2
disatukan dalam wadah bersamaan atau 88 tanaman/helai stryrofoam.
harus di pisahkan, dikarenakan antara
3
b. Bibit yang berumur 12 hari dimasukkan
ke dalam lubang tanam yang dibantu
dengan busa atau rockwool. Sekitar 30
cm dibawah helai stryrofoam dipasang
selang PE diameter 19 mm. Tiap 80 cm
selang PE ditancapi sprinkler spray jet
warna hijau dengan curah (flowrate) 0,83
l/menit atau setara dengan 50b/jam dan
bertekanan 1,5-2 atmosfir pada lubang
(oritis) sprinkler.
Persiapan bak penanaman, yaitu
c. Tenaga untuk mendorong digunakan
bak bisa terbuat dari plastik hitam
pompa dengan daya listrik (watt) antara dengan rangka dari bambu, dan terbuat
800-1.600 W dan dengan debit 200-240 dari fiber sedangkan penutupnya
l/m. pompa yang sedemikian kuatnya menggunakan stryrofoam.
dapat melayani 100-150 sprinkler atau Pemilihan bak tersebut dikarenakan
setara lahan produksi sekitar 200 m2. ringan, kuat, bentuknya tidak berubah
d. Tekanan pompa min 1.5 atm, opt 2 atm dan tidak bereaksi dengan larutan nutrisi.
(diukur dengan manometer). Mengatur Bak dalam sistem Aeroponik memiliki
tekanan pompa perlu memperhitungkan fungsi penting, antara lain :
hambatan-hambatan yang ada dalam a) Sebagai penangkap sisa larutan
penyaluran aliran. Misalnya, pompa nutrisi yang dialirkan atau
berada tepat di permukaan tanah, disemprotkan di daerah perakaran
sedangkan semua sprinkler berada pada tanaman, sisa larutan yang tidak di
60 cm diatas permukaan tanah. Tenaga serap oleh akar tanaman akan
untuk menaikkan 60 cm ke atas kembali ke tangki nutrisi sebagai satu
merupakan hambatan yang akan siklus tertutup.
mengurangi tekanan dan harus b) Sebagai penyangga Styrofoam dan
diperhitungkan. Selain itu, adanya tanaman di atasnya yang cukup
percabangaan T, siku (elbow) pada berat, terutama pada saat tanaman
belokan, dan keran (ballvalve) juga dapat mendekati waktu panen.
mengurangi tekanan. Pipa penyalur yang c) Sebagai isolasi perakaran tanaman
kecil akan menghasilkan gesekan aliran dengan lingkungan dimana suhu di
larutan dengan dinding pipa sehingga dalam bak fiber lebih rendah dari
lebih baik menggunakan pipa atau selang pada suhu di luar bak fiber sehingga
berukuran agak besar untuk mengurangi optimal bagi pertumbuhan akar dan
gesekan. proses penyemprotan larutan nutrisi.
e. Filter digunakan untuk mengurangi Ukuran bak yang digunakan dalam
kotoran yang dapat menyumbat lubang sistem aeroponik adalah (1x4x0,5) cm.
sprinkler. Terdapat beberapa macam Bak tanaman di buat gelap dan
ukuran filter dari yang kecil, sedang dan ketinggian dengan tinggi 40–60 cm dari
besar. Ukuran tersebut menggambarkan permukaan tanah. Ujung dinding baik
jumlah liter aliran yang dapat dilalui per tanaman aeroponik dilubangi untuk jalur
jam. Pancaran kekuatan tinggi akan pipa distribusi PE 13/16 yang letak
membentuk kabut butiran halus dengan dibawah permukaan Styrofoam. Pada
jarak tembak lebih dari satu meter, atas pipa PE di pasang nozzle/jet spray
dengan turbulensi tinggi dan akan JSF 12 Full cercle, kapasitas 50 liter/jam,
mengambang lama di udara sehingga tekanan 1,5 bar dengan jarak antar
dapat mengenai seluruh sistem nozzle/jet spray 75 cm. Pada dasarnya
perakaran. bak di buat lubang drainase untuk
sirkulasi larutan nutrisi kembali ke tangki
larutan. Pompa tekanan mengisap
larutan nutrisi dari tangki larutan
kemudian ke disct filter, lalu dialirkan
melalui pipa utama ke pipa
didistribusikan ke dalam bak tanaman
sehingga nozzle/jet spray menghasilkan
semprotan nutrisi yang lembut. Pompa
yang digunakan dengan kekuatan 125
watt untuk 4 bak tanaman.

E. Teknik Budidaya Tanaman Sayuran Daun 2. Penyemaian Benih


Pada Teknik Aeroponik
Gambar 2. Teknik Aeroponik a) Pemilihan benih tanam
1. Persiapan Dalam pemilihan benih tanaman ini
yang akan digunakan harus
disesuaikan dengan syarat tumbuh
tanaman tersebut, seperti suhu udara,
4

Gambar 3(a) bak dari plastik hitam dan 3(b) penutup


stryrofoam
kelembaban, cuaca serta ketinggian tersumbat. Penyumbatan nozzle/jet
lokasi budidaya dari permukaan laut spray dapat menurunkan intensitas
dan umur tanaman yang penyemprotan larutan nutrisi ke
dibudidayakan memiliki umur pendek, daerah perakaran tanaman. Bibit
dapat di tanam dalam pot intensif dan tanaman yang telah siap tanam
memiliki produktivitas tinggi. Semakin diambil kemudian di masukan pada
pendek umur tanaman, maka lubang tanam dalam Styrofoam
mempercepat proses pemanenan. dengan keadaan di dalam lubang
b) Media tanam tidak terlalu dalam maupun dangkal.
Pada proses penyemaian, di pilih Pada saat proses penanaman
media tanam rockwool berupa serat berlangsung, dilakukan sortasi
padat yang mudah di potong-potong langsung terhadap bibit yang akan di
dan membentuk sesuai dengan tanam.
kebutuhan. Media rockwool sebagai f) Pemeliharaan dan perawatan
media tanam karena memiliki berupa Setelah proses penanaman selesai
keunggulan, antaranya poros dan dilakukan, proses pemberian nutrisi
dapat menyimpan air dengan baik, segera dilakukan. Dalam pemberian
sehingga tanaman tidak mengalami nutrisi, dilakukan dengan cara
kekeringan terutama saat tanaman penyemprotan untuk sistem
masih kecil aeroponik. Konsentrasi larutan nutrisi
c) Persiapan media semai dan benih yang di berikan kepada tanaman
Media semai berupa rockwool yang secara bertahap dinaikkan hingga
telah dipotong-potong menggunakan proses pemanenannya. Kontrol
pisau dengan ukuran 1x1,5x1,5 cm, nozzle/jet spray dan filter pompa
kemudia rockwool yang telah di dilakukan setiap 1 jam sekali, control
potong-potong di susun ke dalam tray ini berguna untuk mencegah
semai. Benih yang akan di semai di berkurang tekanan pompa yang
rendam menggunakan air ± 30 menit, disebabkan oleh tersumbatnya
benih yang terapung langsung nozzle/jet spray serta filter yang
dipisahkan dan di pilih benih yang berpengaruh langsung secara
yang bernas, tidak busuk dan tidak langsung pada kekuatan semprot
berjamur untuk di semai. pompa. Lemahnya semprotan pompa
d) Proses penyemaian mengakibatkan tidak sampainya
Penyemaian tanaman seperti pakcoy, larutan nutrisi pada daerah perakaran
sawi, lettuce dilakukan dengan tanaman.
memasukkan benih yang telah di g) Proses pemanenan
rendam selama ± 30 menit dan di pilih Setelah tanaman siap maka tanaman
yang layak di semai. Proses akan dipanen dan di lakukan
penyemaian dilakukan dengan perbaikan pada media yang kurang
memasukkan benih tanaman satu baik untuk dilakukan penanaman
persatu kedalam potongan rockwool kembali.
menggunakan pinset. Dalam tray
semai, potongan rockwool dapat di F. Ekosistem Pada Perkebunan Aeroponik
masukan satu atau dua benih 1. Curah Hujan
tanaman yang di sesuaikan dengan Curah hujan berpengaruh secara tidak
kebutuhan dan jenis tanaman. Tray langsung pada produksi aeroponik. Pada
semai telah selesai di semai ke musim penghujan dengan kelembaban
mudian di basahi dengan air hingga tinggi maka akan banyak cendawan.
jenuh, tray di masukan kedalam Penggunaan serra plastik dapat
ruang gelap 2–3 hari, bertujuan agar melindungi kebun dari hujan. Pada
proses perkecambahan tanaman musim kemarau tanaman layu dan
dapat berlangsung dengan optimal. menguning. Pada kondisi tersebut, hama
Setelah dari ruangan gelap, benih akan menyerang tanaman karena
telah berkecambah di masukan ke mikroorganisme patogen yang biasanya
dalam screen house selama 12 hari menyerang hama tidak dapat
di dalam screen house, telah itudi berkembang biak dalam kondisi kering.
tanam dalam Styrofoam yang telah di
siapkan screen house produksi.
2. Kelembaban
e) Proses penanaman Kelembaban nisbi atau RH (relative
Sebelum proses penanaman, bak-bak humidity) optimal sekitar 70%. Pada RH
penanaman harus di bersihkan dari tersebut, turgor (tegangan sel) dan
lumut atau dari kotoran lainnya. proses fisiologi di dalam tanaman
Untuk proses penanaman dengan berlangsung dengan baik. Daya isap air
sistem aeroponik, harus di periksa dan hara oleh akar juga masih cukup
juga keadaan nozzle/jet spray yang besar. Untuk memonitor tingkat
telah di pasang dan di pastikan tidak kelembaban di dalam bangunan dapat
5
digunakan higrometer. Tingkat lain head lettuce, iceberg lettuce,
kelembaban berpengaruh terhadap cos/romaine, lollo rossa dan butterhead.
evapotranspirasi, yaitu tenaga pengisap 6. Angin
untuk mengangkat air dan hara dari akar Angin berfungsi meniup udara panas
ke tajuk tanaman. Bila kelembaban udara keluar serra, menurunkan kelembaban
terlalu tinggi maka evapotranspirasi akan yang terlampau tinggi, udara segar
kecil. Kelembaban yang tinggi masuk membawa CO2.
dipengaruhi oleh jarak tanam. 7. Keasaman (pH)
Kelembaban dibilang rendah apabila Kisaran pH yang baik antara 5,5 - 6,5
50%. Tanaman yang layu sementara 1 dan optimum sekitar 6,0. Untuk
jam saja dapat mengundur umur menurunkan pH dapat digunakan H3PO4
tanaman selama 2 hari. Untuk mencegah dan untuk menaikkan pH digunakan
turunnya RH dengan sistem sprinkler KOH. Agar keasaman di larutan
didalam serra. Sistem ini dijalankan aeroponik dapat stabil maka digunakan
apabila RH dibawah 50%. Kelembaban buffer MKP (monokalium fosfat –
optimum dapat dicapai kembali dalam KH2PO4) yang dapat menstabilkan pH
10-15 menit. sekitar 6,0. Bila ingin pH sekitar 5,5
3. Cahaya dianjurkan menggunakan MAP
Cahaya diperlukan untuk proses monoamonium fosfat (NH4H2PO4)
fotosintesis, baik asimilasi CO2 untuk 8. Air
pembentukan karbohidrat maupun Air hendaknya steril dengan diberikan
asimilasi protein. Protein dibutuhkan kaporit dengan dosis 3,2 g/m2 larutan
untuk pertumbuhan tanaman. Disamping hara di dalam tandon dua kali seminggu
intensitas cahaya, lama penyinaran juga untuk membasmi mikroorganisme di
mempengaruhi jumlah energi matahari dalam air.
yang sampai ke bumi. Bila intensitas 9. Oksigen
cahaya yang diterima tanaman terlalu Tanaman memerlukan oksigen untuk
besar maka gelombang cahaya yang melakukan respirasi. Pada aeroponik, air
sampai ke helaian daun akan berubah dipancarkan melalui sprinkler dengan
menjadi panas yang tinggi. Akibatnya, tenaga pompa bertekanan tinggi, 1,5 - 2
terjadi kekacauan proses fisiologi di atmosfer, sehingga butiran air akan
dalam jaringan, klorofil rusak dan warna mengabut. Tiap butiran kabut akan
daun berubah menjadi kuning atau menangkap oksigen dari udara hingga
disebut kebakaran (sunburn). Bila mencapai kadar maksimum oksigen
intensitas cahaya lebih tinggi lagi, daun terlarut sekitar 10 ppm pada suhu 250C.
akan hangus (scorching). Pada musim 10. Penghantar Listrik
penghujan untuk menjaga proses Untuk memproduksi sayuran daun
fotosintesis dengan menambahkan unsur kadang ditingkatkan EC menjadi 2,5 -
Mg dan Fe sebanyak 10% kedalam 3,0 bahkan 3,5 tetapi menyebabkan
ramuan pupuk. Untuk meningkatkan biaya pupuk meningkat. Pemberian EC
konsentrasi Fe biasanya digunakan kelat sebaiknya tidak lebih dari 4,5 mS karena
atau chelate Fe-EDTA. Selang dan pipa hara tidak terserap lagi oleh akar.
yang digunakan harus kedap cahaya dan Kadang dipakai cF (conductivity factor)
helai styrofoam dipasang secara rapat yang angkanya 10 kali lipat sehingga EC
dan tidak dapat dilalui cahaya agar 2,0 mS/cm menjadi cF 20.
pertumbuhan ganggang dapat dicegah.
Selain itu dapat pula dipasang screen G. Keunggulan dan Kelemahan Teknik
filter untuk menjaga kebersihan larutan Aeroponik
dari ganggang. Screen filter ini perlu 1. Kelebihan Sistem Aeroponik
dibuka sehari sekali lalu dibersihkan a) Lebih menghemat air dan nutrisi.
dengan air dan sikat halus. Adanya b) Tanaman mendapat suplai air,
ganggang perlu dicegah karena dapat oksigen, dan nutrisi secara terus-
menyambut sprinkler. menerus.
4. Suhu c) Nutrisi lebih mudah diserap
Konstruksi serra sebaiknya berbentuk tanaman karena diberikan dalam
piggy back (punggung babi). Untuk ukuran kecil.
menurunkan suhu di dalam serra d) Mempermudah perawatan karena
dipasang sprinkler di bagian atas atap kita tidak perlu melakukan
serra dan di dalam serra. Suhu tandon penyiraman.
larutan yang ideal 210C. e) Resiko terkena hama lebih kecil
5. Elevasi 2. Kekurangan Sistem Aeroponik
Tinggi tempat mempengaruhi jenis a) Membutuhkan biaya yang cukup
tanaman yang akan ditanam. Contoh mahal.
sayuran dataran rendah yaitu kangkung, b) Alat ini sangat bergantung pada
bayam, pakchoy, caisim dan kailan. listrik, jika tidak ada aliran listrik
Adapun sayuran dataran tinggi antara maka alat ini tidak bisa bekerja.

6
H. Konsep Sains Pada Teknik Aeroponik lahan yang sempit. Hasil panen dari teknik
Terdapat konsep sains pada penggunaan aeroponik ini menghasilkan jenis tanaman unggul
teknik aeroponik sebagai alternatif yang berkualitas baik, higienis, sehat, segar,
perkebunan pada lahan sempit, yaitu renyah, beraroma, dan disertai cita rasa yang
sebagai berikut: tinggi. Keunggulan hasil panen tersebut
1. Larutan nutrisi aeroponik didapatkan karena teknik aeroponik menggunakan
Tanaman yang menggunakan teknik unsur hara buatan yang berasal dari larutan
aeroponik tentunya tidak menggunakan nutrisi. Larutan nutrisi terdiri dari 17 unsur yaitu
media tanam berupa tanah, namun karbon (C), hidrogen (H), Oksigen (O), nitrogen
aeroponik merupakan teknik yang (N), fosfor (P), potasium (K), kalsium (Ca),
memberdayakan udara. Karena tanah magnesium (Mg) dan belerang (S). Mikro unsur
tidak dimanfaatkan pada teknik ini dan besi (Fe), klorin (Cl), boron (B), mangan (Mn),
kita ketahui bahwa pada tanah memiliki tembaga (Cu), seng (Zn), molibdenum (Mo) dan
kandungan hara yang diperlukan untuk nikel (Ni).
tanaman melangsungkan kehidupan. Titik utama penggunakan teknik aeroponik
Sehingga sebagai pengganti zat hara adalah tekanan yang dihasilkan oleh pompa harus
tanah tersebut, teknik aeroponik tinggi dan kesesuaian desain instalasi. Tekanan
mendapatkan zat-zat penting yang tinggi pada selang saluran akan menghasilkan
diperlukan tanaman melalui larutan butiran air berbentuk kabut. Salah satu kunci
nutrisi. Larutan nutrisi ini memiliki 17 keunggulan aeroponik adalah oksigenasi dari
unsur kimia penting yang terdiri dari tiap butiran kabut halus larutan hara sehingga
karbon (C), hidrogen (H), Oksigen (O), respirasi akar lancar dan menghasilkan banyak
nitrogen (N), fosfor (P), potasium (K), energi.
kalsium (Ca), magnesium (Mg) dan Konsep sains yang terdapat pada teknik
belerang (S). Mikro unsur besi (Fe), klorin aeroponik ini yaitu aspek kimia terletak pada
(Cl), boron (B), mangan (Mn), tembaga pembuatan larutan nutrisi yang melibatkan unsur-
(Cu), seng (Zn), molibdenum (Mo) dan unsur kimia, aspek fisika terletak pada pompa
nikel (Ni). aeroponik yang menyemprotkan larutan nutrisi
Larutan nutrisi ini memiliki konsep menggunakan tekanan tinggi dan aspek biologi
sains yang lebih mengarah pada aspek terletak pada oksigenasi dari kabut larutan nutrisi
kimia, dilihat dari penyusun larutan itu tersebut yang memperlancar respirasi dan
sendiri yang menggunakan unsur-unsur menghasilkan banyak energi.
kimia untuk keberlangsungan tumbuhan.
2. Tekanan pompa aeroponik Daftar Rujukan
Konsep sains pada bidang lainnya
yaitu pada pompa aeroponik yang Anonim. 2009. Budidaya Aeroponik. Diunduh
digunakan untuk menyemburkan larutan dalam https://creatifitas.files.wordpress
nutrisi pada akar tanaman. Pada proses .com/2009/06/budidaya-aeroponikblog.
tersebut melibatkan konsep tekanan dari pdf. Diakses pada 05 Mei 2018.
aspek fisika. Semakin tinggi tekanan
yang diberikan maka akan menghasilkan Anonim. TT. Aeroponik. Diunduh dalam
percikan air. Semakin kecil partikel air https://www.academia.edu/14096599/AE
yang dihasilkan semakin baik karena R OPONIK. Diakses pada 05 Mei 2018.
oksigen yang terlarut semakin banyak.
Pancaran kekuatan tinggi dari air Gunawan dan Afrizal. 2009. Teknologi Aeroponik.
tersebut akan membentuk kabut butiran Diunduh dalam http://hortikultura.litbang.
halus dengan jarak tembak lebih dari pertanian.go.id/IPTEK/Oni_aeroponik.pdf
satu meter, dengan turbulensi tinggi dan Diakses pada 05 Mei 2018.
akan mengambang lama di udara
sehingga dapat mengenai seluruh sistem Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri
perakaran. Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2013
3. Oksigenasi Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang
Oksigenasi merupakan kunci keunggulan Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia.
dari teknik aeroponik. Oksigenasi Jakarta, 2014.
merupakan konsep sains dari aspek
biologi. Pada larutan nutrisi yang
disemprotkan dengan tekanan tinggi Sumarni, E., Sumartono dan Satyanto K. S. 2013.
akan membentuk kabut halus larutan Aplikasi Zone Cooling pada Sistem
hara yang memiliki oksigenasi baik pada Aeroponik Kentang Di Dataran Medium
tanaman. Manfaat dari oksigenasi ini Tropika Basah. Jurnal Keteknikan
memperlancar respirasi akar dan Pertanian. Volume 1 Nomor 1 diunduh
menghasilkan banyak energi. dalam 4. http://journal.i pb.ac.id/index.php
/jtep/article/download/9641/7544.
Simpulan Diakses pada 05 Mei 2018.
Berdasarkan hasil uraian tersebut, maka dapat
disimpulkan bahwa teknik aeroponik dapat Widodo, M. dan Ayub S. 2015. Rancang Bangun
membantu masyarakat untuk berkebun pada Sistem Aeroponik Secara Otomatis

7
Untuk Budidaya Beberapa Sayuran.
Diunduh dalam http://elib.unikom.ac.id/
files/disk1/687/jbptunikompp-gdl muham
madwi-34319-12- unikom_m-n.pdf.
Diakses pada 10 Mei 2018.