You are on page 1of 8

TUGAS

OLEOKIMIA

DISUSUN OLEH
NAMA : RO’YAL AINI
NIM : G1C015033

PROGRAM STUDI KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MATARAM
2018
1. Perbandingan komposisi asam lemak dari berbagai sumber
Komposisi asam
Sumber Persentase (%) Rumus kimia
lemak jenuh
Asam palmitat 35,26 C16H32O2
Biji ketapang
Asam stearat 4,55 CH3(CH2)16COOH

Asam palmitat 14,318 C16H32O2

Biji Nyamplung Asam stearate 15,097 CH3(CH2)16COOH

Asam miristat 0,09 C14H28O2

Asam palmitat 21,91 C16H32O2

Kacang tanah Asam stearate 1,82 CH3(CH2)16COOH

Asam laurat 0,55 C12H24O2

Kacang Kedelai Asam lemak jenuh 15 -

Komposisi asam Rumus kimia


Sumber Persentase (%)
lemak tak jenuh
Asam oleat 38,72 C18H34O2

Biji ketapang Asam linoleat 20,57 C18H32O2


Asam Palmitoleat 0,38 CH3(CH2)5CH=CH(CH2)7COOH
Asam palmitoleat 0,407 CH3(CH2)5CH=CH(CH2)7COOH
Asam oleat 35,489 C18H34O2
Biji Nyamplung
Asam linoleat 33,873 C18H32O2
Asam linolenat 0,557 C18H30O2
Asam oleat 33,04 C18H34O2

Kacang tanah Asam linoleat 30,95 C18H32O2


Asam linolenat 1,82 C18H30O2
Kacang kedelai Asam Oleat C18H34O2
11-60

Asam -
1,5
Arakhidonat
Linoleat 53,86 C18H32O2
Asam Linolenat 7,15 C18H30O2
2. Gambar Hidrolic pressing dan bagian-bagiannya
Hidrolic Pressing adalah alat mesin yang kuat dimana energi yang diberikan berasal
tekanan hidrolik. Tekanan fluida, dalam ruang tertentu, dapat ditingkatkan atau diturunkan
dengan menggunakan pompa, dan katup. Terkadang perangkat dan sistem dapat digunakan
untuk meningkatkan kapasitas pompa dalam penekanan yang lebih kuat. Hidrolic Presser
ini dapat beroperasi lebih jauh dan dengan kecepatan konstan. Hidrolic Presser pada
umumnya lebih lambat dibandingkan dengan jenis mesin press lainnya. Ini melibatkan
kontak yang lebih lama dengan pekerjaan, oleh karena itu pendinginan pekerjaan dapat
menjadi masalah ketika panas membentuk bagian dengan kekuatan hidrolik. Hidrolic
presser adalah alat yang sangat bagus dalam proses pengambilan suatu senyawa dalam
skala besar. Hidrolic Presser yang terbesar mampu menerapkan 75.000 ton, (150.000.000
pon). Pers hidrolik yang ditunjukkan sedang digunakan untuk membuat tempa logam.
Ekstrusi juga merupakan penggunaan yang sangat umum untuk pers seperti itu, meskipun
ekstrusi sering dilakukan secara horizontal.
Bagian-bagian hidrolic presses
 Tabung reservoir
Termasuk salah satu komponen mesin hidrolik yang berfungsi untuk
menampung oli hidrolik, baik yang akan dikirimkan menuju ke piston kerja maupun
yang baru datang dari piston kerja. Sebuah mesin hidrolik ini bekerja atas dasar hukum
pascal yang berbunyi bahwa apabila sebuah cairan di dalam suatu ruangan, dan
kemudian cairan tersebut diberi tekanan maka cairan tersebut akan menekan ke segala
arah dengan besar tekanan yang sama. nah tabung reservoir itulah yang menampung
cairan tersebut.
 Suction line
Merupakan saluran yang berfungsi sebagai saluran yang menghubungkan antara
tabung reservoir dengan pompa, dengan menggunakan pompa inilah cairan akan
dikirimkan menuju ke piston kerja.
 Oil strainer
Fungsinya adalah untuk menyaring atau menfilter minyak hidrolik yang berasal dari
tabung reservoir menuju ke pompa, minyak setelah ditarik oleh pompa, terlebih
dahulu disaring melalui oil strainer.
 Oil pump
Sebagaimana dijelaskan bahwa mesin hidrolik bekerja atas dasar tekanan cairan yang
merada di dalam suatu ruangan, oil pump inilah yang berfungsi untuk menekan atau
mengirimkan minyak. Oil pump ini digerakkan oleh sebuah motor listrik atau juga
bisa menggunakan mesin diesel atau bisa juga menggunakan motor bensin.
 Pressure line
Minyak hidrolik dari pompa menuju ke piston kerja akan melalui sebuah selang atau
pipa, dimana pada komponen mesin hidrolik yang satu ini berisi oli minyak yang
bertekanan, oleh sebab itulah kenapa komponen yang satu ini dinamakan pressure
line.
 Control level
Merupakan ujung tombak dari sebuah mesin hidrolik, sebab ini merupakan pengatur
kearah manakah oli hidrolik akan dikirimkan apakah ke depan ataukan ke belakang.
 Control valve
Control valve bekerja dengan mengikuti perintah dari control level tadi.
 Hidrolik silinder
Fungsinys adalah dihubungkan secara langsung ke medan kerja, apakah nanti
dalam bentuk menggulung ( winch ) atau dalam bentuk mendorong ( contohnya
forklift ).

3. Gambar expeller pressing dan Rendering


Expeller Pressing adalah suatu alat ekstraksi secara mekanik. Alat ini terdiri
dari screw (pita ulir) yang disusun dengan perbedaan diameter pada porosnya. Mekanisme
kerja dari alat ini yaitu motor penggerak dihubungkan dengan reducer untuk menurunkan
kecepatan motor penggerak, kemudian dihubungkan dengan v- belt yang akan meneruskan
daya ke poros sehingga screw dapat berputar
4. Jenis-jenis pelarut yang biasa digunakan untuk ekstraksi
Jenis-jenis pelarut pada proses ekstraksi
a. Air
Termasuk yang mudah dan murah dengan pemakaian yang luas, pada suhu
kamar adalah pelarut yang baik untuk bermacam-macam zat misalnya : garam-garam
alkaloida, glikosida, asam tumbuh-tumbuhan, zat warna dan garam-garam mineral.
kelemahan dari air adalah banyak jenis zat-zat yang tertarik dimana zat-zat tersebut
merupakan makanan yang baik untuk jamur atau bakteri dan dapat menyebabkan
mengembangkan simplisia sedemikian rupa, sehingga akan menyulitkan
penarikankhususnya pada perkolasi.
b. Etanol
Etanol hanya dapat melarutkan zat-zat tertentu. Umumnya pelarut yang baik
untuk alkaloida, glikosida, damar-damar, minyak atsiri tetapi bukan untuk jenis-jenis gom,
gula dan albumin. Etanol juga menyebabkan enzim-enzim tidak
bekerja termasuk peragian dan menghalangi perutumbuhan jamur dan
kebanyakan bakteri. Sehingga disamping sebagai cairan penyari juga berguna
sebagai pengawet. Campuran air-etanol (hidroalkoholic menstrum) lebih baik
dari pada air sendiri.
c. Gycerinum (Gliserin)
Terutama dipergunakan sebagai cairan penambah pada cairan menstrum untuk
penarikan simplisia yang mengandung zat samak. Gliserin adalah pelarut yang
baik untuk tanin-tanin dan hasil-hasil oksidanya, jenis-jenis gom dan albumin
juga larut dalam gliserin. Karena cairan ini tidak atsiri, tidak sesuai untuk
pembuatan ekstrak-ekstrak kering.
d. Eter
Sangat mudah menguap sehingga cairan ini kurang tepat untuk pembuatan
sediaan untuk obat dalam atau sediaan yang nantinya disimpan lama.
e. Solvent Hexane
Cairan ini adalah salah satu hasil dari penyulingan minyak tanah kasar. Pelarut
yang baik untuk lemak-lemak dan minyak-minyak. Biasanya dipergunakan untuk
menghilangkan lemak dari simplisia yang mengandung lemak-lemak yang tidak
diperlukan, sebelum simplisia tersebut dibuat sediaan galenik, misalnya strychni,
secale cornutum.
f. Acetonum
Tidak dipergunakan untuk sediaan galenik obat dalam, pelarut yang baik untuk
bermacam-macam lemak, minyak atsiri, damar. Baunya kurang enak dan sukar
hilang dari sediaan. Dipakai misalnya pada pembuatan Capsicum oleoresin
(N.F.XI).
g. Chloroform
Tidak dipergunakan untuk sediaan dalam, karena efek farmakologinya. Bahan
pelarut yang baik untuk basa alkaloida, damar, minyak lemak dan minyak atsiri
Spesifikasi berdasarkan keplorannya
Pelarut Polar
Pelarut Rumus Kimia Titik Didih Konst. Dielektrik Þ
As. Asetat CH3COOH 1180C 6,2 1,049 g/mL
Etanol CH3-CH2-OH 790C 30 0,789 g/mL
Metanol CH3-OH 650C 33 0,791 g/mL
Air H-O-H 1000C 80 1,000 g/mL

Pelarut Non Polar


Pelarut Rumus kimia Titik Didih Konst. Þ
Dielektrik
Heksana C6H14 690C 2,0 0,655 g/mL
Kloroform CHCL3 610C 4,8 1,498 g/mL
Toluena C6H5-CH3 1110C 2,4 0,867 g/mL

Pelarut Polar Aprotik


Pelarut Rumus Kimia Titik Didih Konst. Dielektrik Þ
Diklorometana CH2Cl2 400C 9,1 1,326 g/mL
Dimetil sulfoksid CH5-5(=O)- 1890C 4,7 1,096 g/mL
CH3