You are on page 1of 3

ARTIKEL KEJU

JENIS JENIS KEJU

Berdasarkan bahan dasarnya, keju dapat dibuat dari susu sapi, kerbau, domba dan kambing.
Sedangkan dari teksturnya keju digolongkan menjadi dua jenis, yaitu keju muda/lunak (soft
cheese) dengan kadar air 36 – 40% dan keju tua/keras (hard cheese) berkadar air 25 – 36%.

1.Camembert. Keju lunak dari Perancis ini pertama kali di buat pada abad ke-18 di desa
Normandia. Comembert terbuat dari susu sapi, teksturnya sangat lembut dengan warna creamy
yellow. Keju ini mengandung lemak antara 45% – 50%. Selain enak digado atau sebagai table
cheese, juga cocok untuk campuran omelette, isi souffle, pancake atau apple pie.

2.Ricotta. Keju Ricotta berasal dari Italia. Keju lunak dari susu sapi ini teksturnya sangat rapuh.
Kandungan lemaknya termasuk tinggi, mencapai 65 %. kombinasi rasa yang gurih dan lezat
dengan aroma harum menjadikan terasa pas dipadukan dengan aneka masakan pasta Italia seperti
Lasagna dan Spaghetti.

3 Brie. Brie termasuk kategori soft cheese dari Preancis. Ciri khas keju ini adalah kulit luarnya
berwarna putih dan bagian dalamnya lembut meleleh. Aromanya tajam dan kandungan lemaknya
tinggi (45%). Brie sangat cocok dipakai sebagai bahan campuran salad, dimakan dengan buah
olive maupun pickle.

4.Cream Cheese. Di pasaran kita dapat menemukan dua macam cream cheese, double cream
cheese adalah pilihan pertama dengan kandungan lemak 65% dan cream cheese(45% lemak)
pilihan lainnya. Berbeda dengan jenis keju lainya, cream cheese memiliki rasa yang sedikit asam.
Umumnya keju ini digunakan pada hidangan penutup, misalnya chesse cake, sebagai isi pie, atau
dimakan bersama potongan buah-buahan.

5.Mozzarella. Mozzarella adalah keju Italia yang aslinya berasal dari susu kerbau liar. Keju
lunak dengan kandungan lemak antara 40 – 50% ini sangat sepesifik sifatnya. Mozzarella akan
meleleh ketika dipanggang, sangat cocok untuk topping pizza maupun campuran fritata.
6.Edam. Salah satu keju asal Belanda yang popular. Teksturnya keras dengan aroma mirip
kacang. Kandungan lemak keju ini sekitar 40%. Yang membedakan dengan keju lain adalah
kemasannya yang selalu terbungkus lapisan sejenis lilin berwarna merah. Edam sangat cocok
untuk campuran kue kering seperti aneka cookies atau taburan pada hidangan panggang.

7.Parmesan. Salah satu jenis keju keras dari kota Parma, Italia. Pada umumnya berbentuk
silinder dengan warna kuning muda. Teksturnya keras, cocok untuk keju parut. Aroma Parmesan
cukup tajam karena proses pemeraman yang cukup lama, antara 14 bulan sampai 4 tahun. Keju
ini sangat cocok untuk taburan pizza, soup maupun olahan aneka pasta. Kandungan lemak keju
sekitar 61%.

8.Cheddar. Salah satu jenis keju asal Inggris yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia.
Rasanya yang lezat dengan aroma tidak terlalu tajam menjadikan cheddar cocok digunakan
untuk masakan apa saja. Sajian casseroles, soup, isi sandwich dan salad terasa lebih lezat dengan
penambahan keju ini. Cheddar mengandung lemak 48% dengan masa pemeraman 9-24 bulan.

9.Emmenthal. Asal dari keju ini berasal dari Swiss, salah satu keju keras yang cukup populer.
Emmenthal memiliki karakteristik berbeda dengan keju-keju lainya, bentuknya unik karena jika
dipotong akan terlihat lubang-lubang yang terbentuk selama proses fermentasi. Keju ini banyak
disuka karena cita rasanya lembut dan aromanya yang kaya.

Manfaat keju

Dari beberapa hasil penelitian mengkonsumsi keju dapat mengurangi gejala sindrom pra
menstruasi dan memperkuat tulang. Kandungan beragam mineral yang tinggi pada keju sangat
baik untuk melindungi gigi dari karies, ini dikarenakan unsur tadi dapat memperkuat mineralisasi
email pada gigi.

Keju merupakan asupan yang sangat kaya akan kandungan kalsium, fosfor, zink, vitamin A,
riboflavin, dan vitamin B12. Oleh sebab itu, tidak heran kalau makanan yang awalnya diproduksi
oleh bangsa Mesir itu kini dijadikan menu sarapan favorit di berbagai negara di dunia.

Sebut saja keju cheddar. Ternyata, satu porsi atau sekitar 30 gr keju cheddar saja sudah
mengandung 200 gr kalsium atau setara dengan kandungan kalsium yang terdapat pada susu
murni berukuran sedang.

Rasakan pula manfaat lain dari si kuning dengan mengonsumsi keju jenis blue cheese yang
sudah dipercaya mampu mengurangi risko terjadinya kerapuhan pada gigi kita. Para peneliti dari
British Cheese Board juga menyampaikan kandungan tryptophan dalam keju mampu membantu
meredakan stres dan membuat kita dapat tidur lebih nyenyak.

Meskipun keju memiliki banyak khasiat bagi kesehatan kita, tapi bagi sebagian kelompok orang
tertentu, keju dan beberapa produk olasan susu lainnya bisa berubah menjadi menu yang harus
"diharamkan". Misalnya, kandungan kasein dalam keju dapat memperburuk kondisi para
penderita autis. Sedangkan laktosa pada keju "muda" atau keju cheedar berbahaya bagi penderita
intolerasi laktosa.

Tingkat kewaspadaan juga harus ditingkatkan pada raw cheese atau keju yang diproses secara
minimal. Mengapa? Keju jenis ini mengandung bakteri yang mampu meningkatkan risiko
terjadinya berbagai infeksi, seperti listeriosis dengan gejala mual dan kram perut.

"Perhatian khusus" itu bukan berarti kita harus berhenti menjadi pencinta keju. Yang perlu
dilakukan adalah membiasakan diri memilih keju yang terbuat dari susu kambing atau biri-biri.
Karena keju jenis ini mengandung conjugated linoleic acid (CLA) yang akan membantu kita
mengurangi peradangan dan penumpukan plak pada pembuluh darah.
Hindari mengonsumsi keju yang rasanya terlalu asin agar jantung dan tekanan darah kita tetap
terjaga. Selain itu, kita juga bisa memilih keju rendah lemak yang kini sudah banyak dijual di
swalayan.

http://artikelkeju.blogspot.co.id/