You are on page 1of 5

LAPORAN ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN

PADA Tn. S DENGAN PEMASANGAN KATETER


DI IGD MINOR RSUD Dr. MOEWARDI

A. PENGKAJIAN
Pengkajian dilaksanakan pada:
Tanggal : 16 April 2013
Nama mahasiswa : Novian Indah Cahyani
NIM : D2012022
B. IDENTITAS PASIEN
Nama pasien : Tn. S
Umur : 62 tahun
Diagnosa Medis : BPH
No. RM :01181670
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN DASAR PEMIKIRAN
1. Diagnosa Medis
a. Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan agen-agen yang
menyebabkan cidera biologis
b. Resiko infeksi berhubungan dengan masuknya mikroorganisme
c. Retensi urin berhubungan dengan keluaran urine sedikit
2. Dasar Pemikiran
a. Berdasarkan data yang diperoleh pasien
1) Data subyektif
- Pasien mengatakan nyeri ketika buang air kecil
- Pasien mengatakan ketika buang air kecil hanya sedikit dan tidak
mau keluar
2) Data obyektif
- Pasien cemas
- Keadaan umum pasien kompos mentis
- GCS: E4V5M6
- TTV : TD : 130/90 mmHg RR: 20 x/menit
S: 36,8 C N: 80 x/menit
b. Dasar teori
1) Definisi
Pemasangan kateter adalah memasukkan selang karet atau plastik
melalui uretra dan kedalam kandung kemih
2) Tujuan
- Untuk menghilangkan distensi kandung kemih
- Sebagai penatalaksana kandung kemih inkompeten
- Untuk mendapatkan spesimen urine steril
- Sebagai pengkajian jumlah residu urine, bila kandung kemih tidak
mampu untuk dikosongkan secara lengkap.
3) Indikasi
- Mengatasi retensi urine
- Mengukur jalan produksi urine oleh ginjal secara adekuat
- Mengukur jalan residu dalam kandung kemih
4) Macam kateter
- Bentuk
 Straigne : lurus tanpa cabang
Contoh: Robinsen kateter, kecatan kateter
 Coude cateter : kateter dengan ujung langsing dan ramping,
sebuah cateter caude digunakan pada klien pria, yang mungkin
mengalami pembesaran prostat yang mengalami obstruksi
sebagian uretra.
Contoh : kateter Tieman
- Bahan
 Stenless
 Lateks ( karet )
 Silikon
 Dilapisi silikon
- Sifat pemakaian
 Sementara
 Menetap
 Sekali pakai
- Sistem retaning (pengunci)
- Jumlah percabangan
 Cabang 1 (one way)
Digunakan untuk sekali pakai
 Cabang 2 (two way)
Digunakan untuk kateter sementara
 Cabang 3 (three way)
Digunakan untuk kateter permanen
3. Tindakan Keperawatan
Pemasangan kateter
4. Prinsip-prinsip Tindakan
a. Alat dan bahan
1) Bak instrument
2) Pinset anatomis
3) Dug
4) Kassa
5) Kateter sesuai ukuran
6) Sarung tangan steril 2 pasang
7) Lisol/Klorin
8) Spuit 20cc
9) Pelumas/jelly
10) Urine bag
11) Plester dan gunting
12) Selimut
13) Perlak dan pengalas
14) Bengkok
b. Prosedure kerja
1) Fase orientasi
- Memberi salam
- Memperkenalkan diri
- Menjelaskan tujuan tindakan
- Menjelaskan prosedur kerja
- Menanyakan kesiapan pasien
2) Fase kerja
- Mencuci tangan
- Mendekatkan alat kesamping klien
- Memasang sampiran, memasang urine bag
- Menyiapkan pasien dengan posisi dorsal dan melepas pakaian
bawah
- Memasang perlak
- Memakai sarung tangan steril
- Menberi pelumas pada ujung kateter
- Memasukkan selang ke lubang penis
- Memasukkan kateter pelan-pelan hingga urine keluar sambil
meminta klien untuk nafas dalam
- Mengisi balon dengan aquades sesuai ukuran
- Memfiksasi kateter
- Merapikan alat
- Cuci tangan
- dokumentasi
3) Fase terminasi
- Melakukan evaluasi tindakan
- Menyampaikan rencana tindak lanjut
- berpamitan
4) Penampilan selama tindakan
- Ketenangan
- Melakukan komunikasi terapeutik
- Menjaga keamanan pasien
- Menjaga keamanan perawat
5. Analisa Tindakan Keperawatan
Tindakan pemasangan kateter sudah sesuai prosedur yang ada.
6. Bahaya yang mungkin terjadi dan cara pencegahannya
Pemasangan kateter tanpa teknik steril dapat menyebabkan infeksi
7. Hasil yang didapatkan dan maknanya
S: - Pasien mengatakan sudah nyaman kencingnya sudah keluar banyak
O: - Pasien tampak tenang
- Keadaan umum pasien kompos mentis
- GCS: E4V5M6
- TTV : TD : 140/90 mmHg RR: 20 x/menit
S: 36,8 C N: 80 x/menit
A: masalah keperawatan Gangguan perfusi jaringan cerebral berhubungan
dengan penurunan kesadaran, Gangguan mobilitas fisik berhubungan
dengan kelemahan tubuh, pola nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan intake yang tidak adekuat belum teratasi.
P: intervensi dilanjutkan (pindah ruangan)
- Kaji TTV
- Observasi keluaran urin
D. TINDAKAN KEPERAWATAN LAIN
EKG
E. EVALUASI DIRI
1. Perawat sudah memberi inform consent sebelum melakukan tindakan
2. Perawat sudah mencuci tangan sesudah dan sebelum dilakukan tindakan
3. Perawat sudah memakai APD
4. Perawat sudah memulai fase pre orientasi, orientasi dan terminasi
5. Perawat sudah melakukan komunikasi terapeutik

Mengetahui,
Surakarta,

Mahasiswa Pembimbing Klinik

(Novian Indah C ) ( )