You are on page 1of 18

PENGUKURAN DAN PENDEKATAN PENELITIAN

Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik

Dosen : Dra. Suprayekti , M.Pd.

DISUSUN OLEH:
ANISA NURISMAWATI (1304617010)
ANITA INDAH R. (130417033)
RIZKI ADITYA Y. (1304617053)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga proses
pembuatan makalah ini dapat selesai. Makalah yang berjudul “Pengukuran dan Pendekatan
Penelitian “ ini dibuat sebagai tugas dalam mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Adapun
maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar dapat mengetahui metode
pengukuran serta pendekatan penelitian yang ada sehingga dapat digunakan dalam
mengidentifikasi suatu masalah psikologi dari suatu objek yang akan diteliti.

Makalah ini tidak mungkin selesai tanpa bantuan, dukungan moral dan material yang
diberikan oleh berbagai pihak dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada:

1. Dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik , Ibu Dra. Suprayekti , M.Pd.
2. Teman – teman kelompok yang bekerja sama dalam menyusun makalah ini.

Makalah yang dibuat ini tentunya masih mengandung banyak kekurangan dan kesalahan
serta jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari
berbagai pihak yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat serta mampu menambah pengetahuan bagi setiap orang yang membacanya.

Jakarta , 07 April 2018

PENULIS
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Psikologi adalah kata yang berasal dari Bahasa Inggris yaitu psychology dimana pada
awalnya kata ini berasal dari Yunani yaitu psyche yang berarti jiwa atau daya hidup sedangkan
logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah psychology adalah ilmu yang mempelajari
“kejiwaan” atau “ilmu jiwa”. Dalam hal ini psikologi sangat berhubungan erat dengan suatu
perkembangan seseorang baik dari sebelum dilahirkan (prenatal) sampai dengan setelah
dilahirkan (pascanatal) . Untuk mendapatkan kriteria dari suatu objek dalam hal ini yaitu
manusia diperlukan beberapa metode untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Metode
penyelidikan dalam suatu ilmu merupakan keharusan mutlak. Apalagi kalau ilmu itu telah berdiri
sendiri, ini harus ditandai oleh metode-metode tersendiri untuk menyelidiki terhadap obyeknya.

Obyek psikologi adalah penghayatan dan perbuatan manusia, yaitu perbuatan manusia
dalam alam yang kompleks dan selalu berubah. Jiwa bukanlah benda yang mati, tetapi sesuatu
yang hidup dinamis; selalu berubah untuk menjadi kesempurnaannya. Oleh karena itu
penggunaan sesuatu metode yang tumbuh baiknya pun tak dapat menghasilkan kebenaran yang
mutlak sebab dalam berbagai metode mempunyai titik kelemahan-kelemahan di samping
kebaikan-kebaikannya. Oleh karena

1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, rumusan masalah dalam penulisan
makalah ini adalah “Bagaimana metode pengukuran dan penelitian dalam psikologi
perkembangan?” dimana rumusan masalah ini dapat dikembangkan menjadi beberapa
pertanyaan penelitian sebagai berikut :
1.2.1. Apa pengertian dari metode dan psikologi perkembangan?
1.2.2. Apa saja metode pengukuran dan penelitian dalam psikologi perkembangan?
1.3.Tujuan
Penulisan makalah ini mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan
umum dari makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode pengukuran dan
pendekatan penelitian dalam psikologi perkembangan , adapun tujuan khusus dari makalah
ini yaitu:
1.3.1. Untuk mengetahui pengertian dari metode dan psikologi perkembangan
1.3.2. Untuk mengetahui jenis – jenis dari metode pengukuran dan pendekatan penelitian
dalam psikologi perkembangan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Metode dan Psikologi Perkembangan

Metode berasal dari kata method. Dalam bahasa Indonesia metode artinya cara yang
teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud, atau cara kerja yang bersistem untuk
memudahkan pelaksanaan yang ditentukan.

Dalam kepustakaan, istilah metode mempunyai pengertian yang sama dengan


prosedur, tata cara, alat dan teknik. Maksud dari metode atau prosedur disini lebih
menekankan pada usaha untuk mendapatkan, mengembangkan atau menguji pembuktian
atau teori, hipotesis atau dugaan. Sedangkan istilah cara, alat atau teknik lebih menekankan
pada usaha untuk mendapatkan, atau membuktikan fakta atau data. Teknik lebih bersifat
operasional, sedangkan metode lebih bersifat teoritis.
Usaha untuk mempelajari tingkah laku manusia, psikologi menggunakan beberapa
metode tersendiri untuk menyelidiki terhadap suatu objeknya. Objek psikologi adalah
penghayatan dan perbuatan manusia, yaitu perbuatan manusia yang bersifat kompleks dan
selalu berubah. Jiwa bukanlah suatu benda yang mati, tetapi sesuatu yang hidup dinamis
selalu berubah untuk maju menuju kesempurnaannya. Metode penelitian ini dimaksudkan
untuk memberikan pengertian tentang bagaimana para psikolog perkembangan melakukan
tugas mereka dalam mendapatkan lebih banyak pengertian akan gejala perkembangan serta
bagaimana cara mengatasi hambatan dalam proses perkembangan. Oleh karena itu,
penggunaan untuk suatu metode yang bagaimana baiknya pasti tidak dapat menghasilkan
kebenaran yang mutlak sebab tiap-tiap metode pasti punya kelemahan-kelemahan di
samping kebaikannya.

2.2 Metode Pengukuran dan Pendekatan Penelitian


2.2.1 Metode Pengukuran
Dalam mendapatkan suatu data yang valid akan sebuah penelitian yang berkaitan
dengan psikologi maka digunakan beberapa metode pengukuran yang umum
dilakukan dan dirasa cukup mudah untuk digunakan. Berikut metode pengukuran yang
digunakan untuk mengidentifikasi psikologi perkembangan pada suatu objek.

2.2.1.1 Metode Wawancara


Wawancara digunakan untuk menggali pendapat, perasaan, sikap pandangan,
proses penginderaan, dan berbagai hal yang merupakan tingkah
laku covert yang tidak bisa ditangkap melalui metode observasi. Adapun tehnik
wawancara ada beberapa jenis, yaitu :
a. Wawancara nonstruktural, pewawancara bebas memberikan pertanyaan dan
subjek pun bebas memberikan jawabannya.
b. Wawancara struktural, pewawancara hanya menanyakan hal-hal tertentu
yang sudah ditetapkan terlebih dahulu, akan tetapi dalam pertanyaan
pewawancara tidak terikat dengan aturan tertentu.
c. Wawancara terbimbing, pewawancara harus mengikuti sebuah daftar
pertanyaan yang sudah tersusun terlebih dahulu.

Suatu hal yang penting pada wawancara ialah membuat pertanyaan-pertanyaan


sedemikian rupa hingga yang diwawancarai tidak merasa diintimidasi dengan
hal-hal yang telah disiapkan terlebih dahulu. Data interveu kemudian dianalisis
hingga mendapatkan hasilnya.

2.2.1.2 Metode Pengamatan (Observation)


Observasi adalah suara cara yang dilakukan untuk mengamati semua tingkah
laku yang terlihat pada suatu jangka waktu tertentu atau pada suatu tahapan
perkembangan tertentu. Metode observasi ini dapat di bedakan atas dua yaitu :
a. Observasi alami (natural observasi)
Observasi alami adalah pencatatan data mengenai tingkah laku yang terjadi
sehari-hari secara alamiah/wajar. Jadi dalam observasi alami peneliti melakukan
semua pencatatan terhadap kehidupan anak tanpa mengubah suasana atau
mengontrol dalam situasi-situasi yang direncanakan. Misalnya observasi yang
dilakukan terhadap kehidupan anak dari jam sekian sampai jam sekian, apa saja
yang dilakukan, misalnya yang berhubungan dengan perkembangan tertentu
dilhat dari aspek kepribadiannya. Hal ini bisa dilakukan di mana saja, di rumah,
di kebun atau di sekolah.
b. Observasi Terkontrol (Controlled Observation)
Observasi terkontrol dilakukan bilamana lingkungan tempat anak berada
diubah sedemikian rupa sesuai dengan tujuan peneliti, sehingga bermacam-
macam reaksi tingkah laku anak diharapkan akan timbul. Misalnya seorang
anak yang ingin diketahui reaksi dan sikapnya terhadap lingkungan
pergaulannya akan diobservasi pada lingkungan sosial yang sudah
direncanakan. Demikian juga untuk mengetahui sebab-sebab seorang anak
yang agresif, ia dimasukkan kedalam ruangan main yang sudah
tersusun sedemikian rupa (misalnya ruangan yang ada bermacam-macam
boneka/mainan) sehingga reaksi-reaksi dan perubahan-perubahan yang akan
diperlihatkan anak timbul karena rangsangan-rangsangan khusus dari
lingkungannya. Dengan demikian dalam observasi terkontrol ini dilakukan
manipulasi terhadap sekelompok anak yang sama umurnya atau sama jenis
kelaminnya dan pada waktu tertentu. Kedua jenis observasi ini bisa dilakukan
dengan alat-alat modern serta dengan kuantifikasi secara statistik dan
pengolahan-pengolahan dengan komputer. Jenis observasi yang kedua dianggap
lebih objektif dan hasilnya lebih akurat dari pada yang pertama. Karena itu
observasi terkontrol dapat dilakukan dengan tujuan-tujuan eksperimental.
Misalnya untuk menyelidiki timbulnya fhobia anak-anak terhadap anjing dapat
dilakukan dengan observasi terkontrol dan dengan metode-metode yang
ditinjau dari sudut eksperimental, seperti dengan membagi sekelompok anak
sebagai kelompok pengontrol.

2.2.1.3 Metode Eksperimen


Metode eksperimen adalah metode penelitian dalam psikologi perkembangan
dengan melakukan kegiatan-kegiatan percobaan pada anak. Penggunaan metode
eksperimen dalam penelitian terhadap anak-anak tidaklah mudah, karena anak-
anak sangat sugestibel, mudah dipengaruhi, bertingkah laku semaunya, sering
sulit diberikan pengertian, dan sukar diketahui dengan jelas apa yang
dimaksudkan oleh anak itu. Ini menunjukkan bahwa dalam penelitian
psikologi perkembangan, penggunaan metode eksperimen tidak
bisa mengubah lingkungan-lingkungan tertentu sebebas-bebasnya. Sehingga
merangsang timbulnya reaksi-reaksi tertentu.

Untuk itu dalam suatu eksperimen perlu diketahui variabel-variabel seteliti


mungkin, yaitu variabel-variabel bebas ( independet variable) yang
mempengaruhi variable terikat ( dependent-variable).
Penelitian dengan memberikan perlakuan terhadap kelompok eksperimen dan
hasilnya dibandingkan dengan kelompok control (tidak diberi perlakuan).
Dalam suatu eksperimen maka semua variable kecuali satu dibuat konstan,
kemudian memanipulasi(variable bebas) yang dapat diketahui pengaruhnya
terhadap efek yang ditimbulkannya (variable tergantung).
2.2.1.4 Studi Kasus (Study cases) / Metode Klinis
Dilakukan penelitian / pengukuran terhadap individu secara khusus yang
memiliki aspek kehidupan yang unik dan tidak dapat diaplikasikan pada
individu lain. Pada umumnya metode ini digunakan oleh para ahli psikologi
klinis. Kelemahan metode ini seakan-akan memberikan kesan bahwa subjeknya
orang-orang yang jiwanya tidak normal, hingga hasil yang dicapai kurang
menggambarkan keadaan jiwa pada umumnya. Metode klinis atau studi kasus
ini bersumber dan psikiatri, yang menganggap anak sebagai orang yang sakit.
Dalam klinik-klinik khusus dengan situasi dan kondisi khusus orang berusaha
mengamati kemampuan anak-anak untuk tujuan media atau tujuan pedagogis.
Kemudian Jean Peaget menggunakan metode klinis untuk meneliti cara berpikir
dan perkembangan bahasa dan anak-anak.

2.2.1.5 Metode Tes Terstandar


Metode tes adalah metode yang digunakan untuk mengadakan pengukuran
tertentu terhadap objeknya. Tes merupakan instrumen penelitian yang penting
dalam psikilogi kontemporer, yang digunakan untuk mengukur segala jenis
kemampuan, minat, sikap dan hasil kerja. Dalam hal ini, para peneliti biasanya
menggunakan tes-tes psikologi yang sudah distandarisasi. Tes
standar (standarndizet test) memiliki dua ciri penting. Pertama, pakar psikologi
biasanya memjumlahkan semua skor individu untuk menghasilkan satu skor
tunggal, atau serangkaian skor, yang mencerminkan sesuatu tentang individu.
Kedua, para pakar psikologi membandingkan skor individu dengan
skor sejumlah besar kelompok yang sama untuk menentukan bagaimana
individu menjawab dalam kaitannya dengan orang lain. Diantara tes tesstandar
dalam psikologi yang paling luas digunakan adalah Standfort-Binet Intelligence
Test dan Minnesota Multiphasic Personality Inventory.
Metode ini merupakan metode penyelidikan yang menggunakan soal-soal,
pertanyaan-pertanyaan, atau tugas-tugas lain yang telah distandarisasikan.
Dilihat dari caranya orang mengerjakan tes seakan-akan seperti eksperimen,
namun kedua metode ini berbeda. Pada eksperimen, orang dengan sengaja
mengetrapkan treatment tersebut. Pada test, orang ingin mengetahui
kemampuan-kemampuan ataupun sifat-sifat lain dari testee. Pada tes yang
penting adalah telah adanya standarisasi dan ini tidak terdapat dalam
eksperimen.
2.2.1.6 Metode Kuesioner
Kuesioner atau sering pula disebut angket merupakan metode penyelidikan
dengan menggunakan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan
oleh orang yang menjadi subjek dari penyelidikan tersebut. Dengan angket
orang akan dapat memperoleh fakta ataupun opini (opinion). Angket pada
hakekatnya adalah wawancara juga. Hanya saja pada angket, kuesioner itu
langsung diberikan pada responden untuk dibaca sendiri pertanyaan-pertanyaan
dan responden menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan tertulis pula.
Pertanyaan dalam angket bergantung kepada maksud serta tujuan yang ingin
dicapai. Hal ini akan mempunyai pengaruh terhadap materi serta bentuk
pertanyaan angket itu. Pada garis besarnya angket terdiri dari dua bagian yang
besar yaitu :
a. Bagian yang mengandung data identitas.
b. Bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin
memperoleh jawaban.

Bagian yang mengandung data identitas yaitu merupakan bagian yang


mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mengungkap data identitas dari
orang yang dikenai angket. Misalnya nama, tempat, dan tanggal lahir, bangsa,
agama, jenis kelamin, alamat dan sebagainya. Tetapi kadang-kadang ada angket
yang tidak menggunakan nama, sekalipun identitas yang lain diungkap. Ini
disebut angket anonim. Bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan dapat
untuk memperoleh fakta dan juga dapat untuk memperoleh opini. Pertanyaan itu
ada beberapa macam bentuk atau jenis yang sekaligus memberikan bentuk atau
jenis angket yaitu:

1. Pertanyaan yang tertutup (closed questions) yaitu bentuk pertanyaan,


orang yang dikenai angket (responden) tinggal memilih jawaban-
jawaban yang telah disediakan dalam angket tersebut. Jadi jawaban
telah terikat , responden tidak dapat memberikan jawaban seluas-
luasnya, yang mungkin dikehendaki oleh responden yang bersangkutan.
Bentuk angket yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang
demikian coraknya disebut angket yang tertutup ((closed
questionnaire). Biasanya kalau persoalannya telah jelas dipakai angket
bentuk ini.
2. Pertanyaan yang terbuka (open questions) yaitu bentuk pertanyaan
yang responden masih diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk
memberikan jawaban. Angket yang mengandung pertanyaan semacam
ini disebut angket terbuka (open questionnaire). Pada umumnya apabila
akan mendapatkan opini dipakai angket bentuk ini.
3. Pertanyaan yang terbuka dan tertutup yaitu campuran dari kedua
macam pertanyaan tersebut di atas. Angket yang mengandung
pertanyaan-pertanyaan tersebut disebut angket terbuka-tertutup (open
and closed questionnaire).
2.2.1.7 Metode Penelitian Lintas Budaya Dan Penelitian Kelompok
Minoritas Etnis
Suatu pendekatan dalam penelitian yang mempertimbangkan faktor-faktor
lingkungan atau kebudayaan yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.
Terdapat dua pendekatan budaya yang dilakukan:
a. Pendekatan Emis (Emic Approach)
Mendeskripsikan perilaku individu yang penting & bermakna dalam suatu
kelompok etnis tanpa memandang etnis lain. Pertanyaan yang diajukan
mengenai Kebudayaan secara spesifik

b. Pendekatan Etis (Etic Approach)


Mendeskripsikan perilaku individu dalam suatu etnis secara universal serta
pertanyaan diajukan mencerminkan konsep yang akrab dengan semua
kebudayaan
2.2.1.8 Metode Penelitian Fisiologi Manusia dan Penelitian Binatang

Dalam meneliti manusia sebagai objek tentunya tidaklah semudah yang


dibayangkan. Karena tidak memungkinkan dan dianggap tidak etis untuk
mengubah perilaku serta fisiologi manusia dengan sesuka hati dalam meneliti
perkembangan psikologi manusia , misalnya untuk meneliti pengaruh radiasi
sinar gadget terhadap fisiologi manusia yang berkaitan dengan psikologi
perkembangan . Oleh karena itu digunakan objek binatang yang memiliki
karakteristik hampir sama dengan manusia , misalnya tikus dengan dilakukan
kontrol terhadap makanan, perilaku , serta pengaruh lain yang memungkinkan
untuk menghasilkan variasi yang diinginkan.

2.2.1.9 Penelitian Multipengukuran , Multisumber , Multikontek


Melakukan penelitian dengan menggabungkan beberapa metode pengukuran
misalnya dengan mendapatkan informasi melalui wawancara dari beberapa
orang yang dekat dengan individu yang akan diteliti Mendapatkan informasi
dari lingkungan tempat individu tersebut tinggal Mengamati individu baik di
sekolah maupun tempat tinggalnya.

2.2.2 Strategi Pendekatan Penelitian


2.2.2.1 Strategi Korelasional
Dalam penelitian korelasional, tujuannya adalah untuk menggambarkan
kekuatan hubungan antara dua atau lebih efek atau karakteristik. Semakin kuat
kedua peristiwa tersebut berkorelasi (atau terkait atau terhubung), semakin
efektif kita dapat memprediksi satu peristiwa dari peristiwa lainnya.1

1 John W. Santrock, Life-Span Development, (New York: McGraw-Hill 2013), hal. 32


2.2.2.2 Strategi Eksperimental
Percobaan adalah prosedur yang diatur secara hati-hati di mana satu atau lebih
faktor yang diyakini mempengaruhi perilaku yang sedang dipelajari
dimanipulasi sementara semua faktor lain tetap konstan.2 Pendekatan
eksperimen adalah penelitian yang dilakukan terhadap variabel-variabel yang
akan datang, penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan apa-apa yang akan
terjadi bila varabel-varabel tertentu dikontrol atau dimanipulasi secara tertentu.
Jadi pendekatan eksperimen dapat diartikan sebagai pendekatan yang digunakan
dalam melakukan penelitian eksperimen.3
Jenis Pendekatan Menurut Pola-Pola atau Sifat Penelitian Non-
Eksperimen
Yang termasuk kedalam jenis pendekatan penelitian menurut pola-pola sifat
penelitian non eksperimen adalah sebagai berikut:

1) Pendekatan Kasus (Case-Studies)


Selain dapat dikumpulkan dari berbagai sumber pustaka yang telah ada,
pengumpulan data suatu penelitian dapat pula dilakukan dengan mengadakan
kuliah kerja (field work). Salah satu bentuk dari kuliah kerja itu adalah case
study, yang dalam sejarah pertumbuhannya mula-mula dipergunakan untuk
menggambarkan dan menunjang suatu pendapat atau dalil. Pendekatan ini
digunakan untuk memecahkan suatu problema melalui pengumpulan data dalam
bentuk beberapa case yang konkrit dan terperinci.

2) Pendekatan Kausal Komparatif


Pendekatan kausal komparatif adalah penelitian yang dilakukan untuk
menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara berdasarkan atas
pengamatan terhadap akibat yang ada, mencari kembali faktor yang mungkin
menjadi penyebab melalui data terentu.

2 John W. Santrock, Life-Span Development, (New York: McGraw-Hill 2013), hal. 33


3 Inar Naralati, “Pendekatan dalam Penelitian Eksperimen”, diakses dari
https://gonare.wordpress.com/2012/10/08/pendekatan-dalam-penelitian-eksperimen/, pada tanggal 8 April 2018
pukul 11:19
Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan datanya
pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol. Mislanya, penelitian sikap santai
siswa dalam kegiatan belajar, mungkin menyebabkan banyaknya lulusan
pendidikan tertentu yang tidak dapat lapangan kerja.

3) Pendekatan Korelasi
Penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan untuk mendeteksi
sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi
pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Jadi dalam
menggunakan pendekatan ini, peneliti dituntut mempelajari dua variabel atau
lebih, yakni sejauh mana variabel dalam satu variabel berhubungan dengan
variabel lain. Misalnya, studi mempelajari hubungan antara skor pada tes masuk
perguruan tinggi dengan indeks prestasi.

4) Pendekatan Histori
Pendekatan histori yaitu usaha untuk mempelajari dan mengenali fakta-fakta
dan menyusun kesimpulan mengenai peristiwa-peristiwa masa lampau. Disini
npeneliti dituntut mengemukakan fakta, menilai dan menafsirkan fakta yang
diperoleh secara sistematis dan objektif untuk memahami masa lampau.
Temuan- temuan masa lampau tersebut bisa dijadikan bahan untuk masa
sekarang dan meramalkan peristiwa yang akan datang.

5) Pendekatan Filosofis
Dari uraian-uraian pendekatan penelitian menurut pola-pola atau sifat penelitian
non-eksperimen, maka dapat dikelompokkan bahwa jenis penelitian kasus
(case-studies), pendekatan penelitian kausal komparatip dan penelitian korelasi
dapat dinamakan juga sebagai penelitian deskriptif.

2.2.3 Rentang Waktu Penyelidikan


2.2.3.1 Pendekatan Lintas-Seksional (Cross-sectional approach)
Pendekatan cross-sectional adalah strategi penelitian yang secara bersamaan
membandingkan individu dari berbagai usia. Kelompok-kelompok dapat
dibandingkan sehubungan dengan berbagai variabel dependen: IQ, memori,
hubungan teman sebaya, keterikatan pada orang tua, perubahan hormonal, dan
sebagainya.
Keuntungan utama dari studi cross-sectional adalah bahwa peneliti tidak harus
menunggu individu untuk tumbuh atau menjadi lebih tua. Meskipun efisiensi,
meskipun, pendekatan cross-sectional memiliki undian. Tidak ada informasi
tentang bagaimana individu berubah atau tentang stabilitas karakter mereka.4

2.2.3.2 Pendekatan Longitudinal


Pendekatan longitudinal adalah strategi penelitian di mana individu yang sama
dipelajari selama periode waktu, biasanya beberapa tahun atau lebih. Penelitian
longitudinal memberikan informasi kekayaan tentang isu-isu vital seperti
stabilitas dan perubahan dalam pembangunan dan pentingnya pengalaman awal
untuk pengembangan selanjutnya, tetapi mereka memang memiliki kelemahan.
Mereka mahal dan memakan waktu.5

2.2.3.3 Pendekatan Sekuensial


Pendekatan sekuential (sekuensial) adalah pendekatan kombinasi dari
longitudinal dan cross-sectional. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk
membandingkan perbedaan individual dan perkembangan. Kombinasi dari
longitudinal dan cross-sectional dapat menyajikan perkembangan yang lebih
lengkap dari pada dilakukan pendekatan secara terpisah.
Meskipun pendekatan ini kompleks, mahal, dan lama, namun benar-benar
memberikan informasi yang tidak mungkin diperoleh dari pendekatan cross-
sectional dan pendekatan longitudinal. Pendekatan sekuensial sangat berguna,

4 John W. Santrock, Life-Span Development, (New York: McGraw-Hill 2013), hal. 34


5 Ibid,. Loc. cit
terutama dalam menguji pengaruh kohor (generasi) pada perkembangan tentang
hidup.6

2.2.3.4 Pengaruh Kohort


Kohort adalah sekelompok orang yang lahir di titik sejarah yang sama dan
berbagi pengalaman serupa sebagai hasil seperti hidup melalui Perang Vietnam,
atau tumbuh di kota yang sama sekitar waktu yang sama. Jadi, efek kohort
adalah efek karena waktu lahir seseorang, era, atau generasi daripada usia aktual
seseorang.
Efek kohort sangat penting karena mereka dapat mempengaruhi pengukuran
ketergantungan dalam sebuah penelitian yang tampaknya berkaitan dengan
usia.7

6 Izomawi, “Pendekatan Sekuensial”, dikutip dari http://izomawl.blogspot.co.id/2016/12/pendekatan-


sekuensial.html, pada tanggal 08 April 2018 pukul 11:44
7 John W. Santrock, Life-Span Development, (New York: McGraw-Hill 2013), hal. 34
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

3.2 SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Hadi , Fitriana. 2015. “Metode-Metode Penelitian”. Metode-Metode Penelitian. Jakarta

Naralati, Inar. 2012. “Pendekatan dalam Penelitian Eksperimen”. Pendekatan dalam


Penelitian Eksperimen. Jakarta

Yudhoap , Ahmad, Muhammad Zulqornein et al.2010.“Metode-Metode Penelitian Dalam


Psikologi”.Pengantar Psikologi. Pekalongan

W. Santrock, John. 2013. Life-Span Development. McGraw-Hill:New York