Вы находитесь на странице: 1из 4

RESUME PRAKTEK KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RATU ZALECHA

TAHUN 2016

Nama Karu : Asmawati, S.Kep Ners PARAF PENGESAHAN

Waktu Pengkajian : 16 November 2016 KARU PPNI

Nama PPNI : Komisariat Ratu Zalecha

Tanggal Verifikasi :

Nama : Thofan Thomas Putra, AMK

Nip :-

Ruangan :

NURSING ASSESMENT

I. Identitas Pasien
Nama Pasien : An. M. B
Umur : 10 thn
Alamat : Jl. Ds, Sungkai Baru
No.MR : 34 70 45
Diagnosa Medis : Epistaksis
Tanggal Pengkajian : 16 November 2016

II. Keluhan Utama saat Pengkajian

Keluar darah dari hidung dan terasa nyeri

III. Tanda – tanda Vital

TD : 100/80 mmHg RR : 23x/m

Nadi : 85x/m T : 36,5 C

Kesadaran : Compos Mentis GCS : 4,5,6 (15)


IV. Data Fokus
Inspeksi
Keadaan umum pasien tampak baik. Darah keluar dari hidung sebanyak 3x, jumlah kurang lebih 5 cc. px
tampak kesakitan dan pusing. Skala nyeri 3.
Palpasi
Pada saat dilakukan palpasi, rasa nyeri dirasa pada bagian hidung. Tidak ada massa atau benjolan.
Perkusi
Pemeriksaan pada bagian abdomen pasien tampak normal.
Auskultasi
Pemeriksaan pada bagian abdomen bising usus: 9x/m. HR: 85x/m dan tidak ada bunyi tambahan, dan
suara paru-paru vesikuler.

V. Data Penunjang
Haemoglobin : 12,3 Trombosit : 215.000
Leukosit : 4.300 GDS : 81
Ureum :24 Creatinin : 1,21
SGOT : 22
SGPT :16

VI. Analisa Data


Data Masalah Etiologi
DS : Ortu px mengatakan keluar darah dari lubang Perdarahan spontan Trauma minor
hidung maupun mukosa
DO : Perdarahan d hidung + hidung yg rapuh
Frekwensi 3x
Jumlah perdarahan 5 cc
TD : 100/80 HR : 85x/m RR : 23x/m T : 36,5
DS : Px Mengatan Nyeri pada bagian hidung dan Nyeri Infeksi saluran nafas
mengatakan pusing atas maupun
Do : Px Tampak Meringis kesakitan pengeringan mukosa
Nyeri (+) hidung
Skala nyeri 3
VII. Asuhan Keperawatan
Diagnosa Keperawatan
1. Perdarahan spontan b/d trauma minor maupun mukosa hidung yang rapuh
2. Nyeri b/d Infeksi saluran nafas atas maupun pengeringan mukosa hidung

Tujuan
1. Meminimalkan perdarahan
2. Nyeri Berkurang

Kriteria Hasil
1. TT dalam batas normal
2. Tidak terjadi perdarahan lagi
3. Mampu mengontrol nyeri
4. Melaporkan bahwa nyeri berkurang

Intervensi
1. Observasi TTV & keadaan umum pasien
2. Observasi jumlah perdarahan
3. Observasi tanda-tanda anemia
4. Anjurkan pasien bed rest
5. Kaji Skala nyeri
6. Observasi reaksi nyeri dan rasa ketidak nyamanan pasien
7. Ajarkan teknik non farmakologi ( relaksaki, distraksi, atur posisi yg nyaman)
8. Berikan posisi yang nyaman
Implementasi & Evaluasi
No Implementasi Evaluasi
1. Mengobservati TTV & KU S : Ortu px mengatakan keluar darah dari
2. Mengobservasi jumlah perdarahan hidung mulai berkurang
O : K/U sedang
3. Observasi tanda-tanda anemia Perdarahan 1 x sebanyak 1 cc.
TD : 110/80, HR : 84x/m. RR : 22x/m
4. Anjurkan pasien bed rest Temp : 36,3.
A : Masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
5. Mengkaji Skala Nyeri
6. Mengobservasi reaksi nyeri dan rasa
ketidak nyamanan pasien S : Px mengatakan nyeri di hidung sedikit
7. Menganjurkan pasien beristirahat berkurang dan hilang timbul
O : K/U sedang
8. Mengajarkan teknik non farmakologi ( Nyeri +, Skala 2, Px tampak tenang
relaksaki, distraksi, atur posisi yg A : Masalah belum teratasi
nyaman) P : Lanjutkan intervensi

9. Mengkaji ulang Skala nyeri, perdarahan


dan KU pasien