You are on page 1of 12

ARTIKEL ILMIAH

PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP


IMPLEMENTASI ERP.

Disusun Oleh :

Ari Tribowo 1534030005

Ikhsan Muhtiar 1534030011

Juwita Sari 1534030004

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

2018
PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP
IMPLEMENTASI ERP

Ari Tribowo, Ikhsan Muhtiar, Juwita Sari.


Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Sistem Pengendalian
Manajemen Terhadap Implementasi ERP. Dalam penelitian ini, metode
pengambilan sampel yang digunakan adalah metode accidental sampling ( non-
probability sampling ). Didalam penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu,
variabel independen adalah Sistem Pengendalian Manajemen ( X1 ) dengan
variabel dependen adalah Implementasi ERP ( Y ). Populasi dalam penelitian ini
adalah perusahaan jasa dalam bidang ekspor dan impor di wilayah DKI Jakarta,
serta sampelnya sebanyak 100 responden. Hasil penelitian uji secara parsial (Uji
T) dan uji secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa variabel Sistem
Pengendalian Manajemen ( X1 ) berpengaruh signifikan terhadap Implementasi
ERP (Y).
Kata kunci : Sistem Pengendalian Manajemen dan Implementasi ERP

ABSTRACT
This study aims to analyze the effect of Management Control Systems
Against ERP Implementation. In this research, sampling method used is
accidental sampling method (non-probability sampling). In this study using three
variables, the independent variable is Management Control Systems (X1) with the
dependent variable is ERP Implementation (Y). The population in this study is
service companies in the field of export and import in the area of DKI Jakarta,
and the sample of 100 respondents. The result of partial test (T test) and
simultaneous test (F test) shows that Management Control System (X1) has
significant effect on ERP Implementation (Y).
Keywords: Management Control System and ERP Implementation.

A. Pendahuluan
Pengimplementasian Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP)
di Indonesia, baik untuk perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa masih
ada beberapa faktor yang dapat menggagalkan pengimplementasian ERP. Faktor-
faktor yang dapat mengagalkan pengimplementasian Sistem Perencanaan Sumber
Daya Perusahaan (ERP) yaitu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak mengerti
dengan penggunaan sistem ERP, hal ini dikarenakan kurangnya edukasi dan

1
pembelajaran tentang pengoperasian sistem tersebut sehingga menyebabkan
implementasi ERP menjadi kurang maksimal.
ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana
MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP)
yang berkembang sebelumnya. Tahapan ERP meliputi yaitu, tahap pertama
Inventory Control Packages merupakan pengendalian persediaan yang dipakai
dalam proses produksi maupun berupa produk-produk jasa, tahap kedua Material
Requirement Planning (MRP) yang merupakan cikal bakal dari ERP, tahap ketiga
MRP-II merupakan pengembangan dari close-loop MRP, tahap keempat ERP
merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis,
dan tahap kelima Extended ERP merupakan perkembangan dari ERP yang
diluncurkan tahun 2000, serta lebih komplek dari ERP sebelumnya.

Alasan utama perusahaan mulai menerapkan sistem ERP, karena selama


ini transaksi penjualannya masih dilakukan secara manual. Akibatnya laporan
penjualan yang diberikan membutuhkan proses yang lama sehingga terhambatnya
proses pelaporan. Dengan adanya sistem ERP perusahaan dapat
mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan. ERP merupakan
software yang ada dalam perusahaan untuk menghasilkan informasi yang realtime
memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) adalah seperangkat
program terintegrasi untuk kegiatan organisasi inti seperti manufaktur dan
logistik, keuangan dan akuntansi, penjualan dan pemasaran, dan sumber daya
manusia. Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) dapat digunakan
untuk berbagi data dan pengetahuan, mengurangi biaya, dan meningkatkan
pengelolaan proses bisnis. Penerapan sistem ERP diharapkan dapat mengintegrasi
seluruh fungsi data online dalam perusahaan, standarisasi dan keakuratan data,
mempermudah tugas-tugas manajemen, meningkatkan efisiensi dan efektivitas
organisasi melalui alokasi sumber daya perusahaan secara optimal, meningkatkan
kualitas informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan serta menghasilkan
analisa dan laporan untuk perencanaan jangka panjang.

2
Penelitian ini kita dapat mengatakan bahwa manajer adalah orang yang
sangat penting dalam keberhasilan dan kegagalan proyek ERP. Sistem
Pengendalian Manajemen (MCS) adalah proses dimana manajer bertanggung
jawab atas sumber daya yang diperoleh dan digunakan secara efektif dan efisien
dalam pencapaian tujuan organisasi. Berdasarkan penelitian ini, kita dapat
mengatakan bahwa ada hubungan antara keberhasilan pelaksanaan proyek ERP
dan MCS.

MCS
Mendukung
Perubahan
Sistem Kontrol
Organisasi
Interaktif
Implementasi
Memotivasi ERP
Karyawan
Sistem Kontrol
Pemantauan Diagnostik

(Verma et al., 2016)

B. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah :
1. Mengetahui pengaruh sistem pengendalian manajemen terhadap
implementasi ERP.
2. Mengetahui pengaruh sistem kontrol interaktif terhadap implementasi ERP.
3. Mengetahui pengaruh sistem kontrol diagnostik terhadap implementasi ERP.

C. Literatur Review dan Hipotesis


Teori sinyal menurut Melewar, T. C. (2008) adalah menunjukkan bahwa
perusahaan akan memberikan sinyal melalui tindakan dan komunikasi.
Perusahaan ini mengadopsi sinyal-sinyal ini untuk mengungkapkan atribut yang
tersembunyi untuk para pemangku kepentingan.
Tinjauan literatur mengidentifikasikan beberapa argumen yang positif dan
negatif, menjelaskan sifat hubungan antara sistem pengendalian manajemen dan
implementasi ERP. Penggunaan diagnostik MCS adalah sistem umpan balik
tradisional dalam sistem monitor hasil dan pencapaian tujuan yang ditetapkan
sebelumnya, sedangkan penggunaan interaktif MCS digunakan untuk memperluas
kesempatan mencari, mendukung perubahan dan pembelajaran di seluruh
organisasi. Kedua sistem kontrol ini memberikan motivasi dan arahan untuk
mencapai tujuan, dan bekerja secara bersamaan tetapi untuk tujuan yang berbeda
(Henri, 2006). Menerapkan ERP menyebabkan perubahan besar yang perlu

3
dikelola secara hati-hati untuk menuai keuntungan dari solusi ERP (Bingi, Sharma
dan Godla, 1999). Sistem pengendalian manajemen yang mengelola organisasi,
strategi perubahan dan menumbuhkan fleksibilitas. Jadi, jika organisasi selama
fase pelaksanaan proyek ERP menggunakan sistem kontrol interaktif, maka sistem
ERP akan mencapai kesuksesan. Sistem kontrol interaktif adalah sistem formal
yang digunakan oleh manajer puncak secara teratur dan secara pribadi melibatkan
diri dalam kegiatan keputusan bawahan (Simons, 1994).

1. Penelitian Terdahulu
Menurut Anthony (1965) Sistem Pengendalian Manajemen (MCS)
didefinisikan sebagai proses yang manajer manjamin bahwa sumber daya
diperoleh dan digunakan secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
organisasi. Selain itu, Simons (1995) mendefinisikan MCS formal rutinitas
berdasarkan informasi dan manajer prosedur gunakan untuk menjaga atau
mengubah pola dalam kegiatan organisasi. Menurut Merchant dan Otley (2007)
“sistem pengendalian manajemen dirancang untuk membantu organisasi
beradaptasi dengan lingkungan di mana sudah diatur dan memberikan hasil kunci
yang diinginkan oleh kelompok pemangku kepentingan, paling sering
berkonsentrasi pada pemegang saham di perusahaan komersial”. Otley
berpendapat bahwa sistem pengendalian manajemen harus memiliki kedua
memantau dan mendukung karyawan untuk mengarsipkan tujuan perusahaan.
Menurut Anthony, Robert dan Govindarajan (2008) mengdefinisikan MCS
sebagai serangkaian kegiatan dengan tujuan memastikan kepatuhan dengan
rencana manajemen.
Pengertian Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) menurut
Sudhaman adalah seperangkat program terintegrasi untuk kegiatan organisasi inti
seperti manufaktur dan logistik, keuangan dan akuntansi, penjualan dan
pemasaran, dan sumber daya manusia. Sistem perencanaan sumber daya
perusahaan (ERP) adalah sistem perangkat lunak yang luas dan mengintegrasikan
sejumlah proses bisnis, seperti manufaktur, rantai pasokan, penjualan, keuangan,
sumber daya manusia, anggaran dan kegiatan layanan pelanggan (Weinrich dan
Ahmad, 2009). Manfaat dari sistem ERP adalah integrasi lengkap dengan semua
proses bisnis, pengurangan volume entry data, kemampuan beradaptasi, dan
menerapkan praktik terbaik (Saatcioglu, 2007).

2. Hipotesis
Hipotesis adalah kesimpulan sementara yang sifatnya masih praduga
karena kebenarannya masih membutuhkan pembuktian (Daito, 2011). Hipotesis
dalam penelitian ini adalah:
Banyak proyek penelitian penerapan ERP terutama dilakukan di negara-
negara maju dan sangat sedikit di negara-negara berkembang seperti india.
Merskipun penelitian sebelumnya telah dianggap variabel eksternal dalam

4
penelitian, tidak ada pola yang jelas sehubungan dengan pilihan variabel eksternal
yang dianggap (Legris, Ingham dan Collerette, 2003). Berdasarkan penelitian ini,
terdapat model penelitian sebagai berikut untuk mempelajari efek dari faktor
individu, organisasi, dan teknologi yang mempengaruhi penggunaan ERP dan
dampaknya terhadap sikap dan perilaku karyawan.

(Rajan et al., 2015)


Penerapan ERP adalah dipengaruhi oleh berbagai variabel eksternal.
Dalam penelitian ini telah dikategorikan variabel eksternal sebagai karakteristik
individu, organisasi, dan teknologi, yang berhipotesis sebagai berikut :
H1 a : Keefektivan komputer akan memiliki efek positif pada manfaat yang
dirasakan dari sistem ERP.
H1 b : Keefektivan komputer akan memiliki efek positif pada persepsi
kemudahan penggunaan sistem ERP.
H2 a : Dukungan organisasi akan memiliki efek positif pada manfaat yang
dirasakan dari sistem ERP.
H2 b : Dukungan organisasi akan memiliki efek positif pada persepsi
kemudahan penggunaan sistem ERP.
H3 a : Pelatihan akan memiliki efek positif pada manfaat yang dirasakan dari
sistem ERP.

5
H3 b : Pelatihan akan memiliki efek positif pada persepsi kemudahan
penggunaan sistem ERP.
H4 a : Kompleksitas akan memiliki efek negatif pada manfaat yang dirasakan
dari sistem ERP.
H4 b : Kompleksitas akan memiliki efek negatif pada persepsi kemudahan
penggunaan sistem ERP.
H5 a : Kompatibilitas akan memiliki efek positif pada manfaat yang
dirasakan dari sistem ERP.
H5 b : Kompatibilitas akan memiliki efek positif pada persepsi kemudahan
penggunaan sistem ERP.
Hubungan antara variabel TAM direplikasi dalam model konteks sistem ERP.
H6 : Ada hubungan positif antara manfaat yang dirasakan dari sistem ERP
dan niat untuk menggunakan sistem ERP.
H7 : Ada hubungan postif antara persepsi kemudahan penggunaan sistem
ERP dan niat untuk menggunakan sistem ERP.
H8 : Ada hubungan positif antara persepsi kemudahan penggunaan sistem
ERP dan dirasakan kegunaan sistem ERP.
H9 : Ada hubungan positif antara niat untuk menggunakan sistem ERP dan
kegunaan sistem ERP
Oleh karena itu pemberdayaan panopik dan kinerja individu telah
dianggap sebagai variabel hasil diukur pada tingkat individu. Hipotesisnya adalah
sebagai berikut :
H10 a : Ada hubungan positif antara penggunaan ERP dan pemberdayaan
penopik.
H10 b : Ada hubungan positif antara penggunaan ERP dan kinerja individu.

D. Metode Penelitian
1. Metode Pengumpulan Data
Metode Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner
penelitian. Dalam melaksanakan pengumpulan data dan informasi yang
dibutuhkan sebagai dasar penulisan penelitian, penulis membuat kuesioner yang
berisikan pernyataan dari setiap variabel.

2. Operasionalisasi Variabel (Definisi dan Pengukuran)


Operasional variabel merupakan penjelasan tentang definisi dan indikator
pengukuran variabel variabel yang diteliti. Berikut disajikan definisi dan indikator
indikator pengkuran dari variabel ini:
a. Variabel Sistem Pengendalian Manajemen adalah alat yang digunakan
manajemen organisasi untuk mencapai tujuan organisasi (Anthony dan
Govindarajan, 2007). Hal ini juga dikatakan oleh Widener dan Selto
(1999) bahwa sistem pengendalian manajemen dirancang untuk membantu
manajemen dalam merencanakan dan mengendalikan aktivitas organisasi.

6
Sistem pengendalian manajemen dalam setiap organisasi bersifat kontinjen
terhadap faktor internal dan eksternal (Cadez dan Guilding, 2008).
b. Variabel Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) adalah sistem
informasi yang terintegrasi, juga disebut sebagai paket perangkat lunak,
fungsi utama yaitu untuk mengintegrasikan semua fungsi inti dari suatu
perusahaan terlepas dari jenis usaha.

3. Metode Analisis
Penelitian ini menggunakan data primer dimana data dihasilkan dari
pembagian kuesioner penelitian kepada para responden yang sudah ditetapkan.
Metode yang digunakan adalah data primer, analisis data dalam penelitian ini
menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan proses
perhitungan yang dibantu dengan program aplikasi SPSS.

E. Hasil Penelitian
1. Gambaran Data Penelitian
Kuisioner yang persiapkan untuk sebarkan sebanyak 100 kuisioner.
Kuisioner ini dibagikan kepada perusahaan jasa di wilayah DKI Jakarta yang
menerapkan sistem ERP. Masing masing di PT. Raisya Transportindo disebar 50
kuisioner, di PT. Gemilang Bintang Lestari 50 kuisioner. Kelayakan data sudah di
uji menggunakan uji validitas dan uji reabilitas.

2. Uji Reabilitas dan Uji Validitas


Reliability dalam bahasa inggris dan berasal dari kata reliable yang artinya
dapat dipercaya, keajegan, konsisten, keandalan dan kestabilan.

Tabel Penelitian

Data dikatakan reliabel apabila hasil Cronbach’s Alpha > 0,60. Jadi menurut tabel
Reliability Statistics data yang dihasilkan reliabel karena 0,814 > 0,60.

7
Tabel Item Total Statistics

3. Uji Secara Parsial (Uji T)

Menurut tabel coefficients diatas hasil signifikan untuk variabel sistem


pengendalian manajemen (X1) adalah 0,002 / 0,2 %. Jadi variabel sistem
pengendalian manajemen (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel
implementasi ERP (Y)

8
4. Uji Secara Simultan (Uji F)

Menurut tabel anova diatas menunjukan hasil signifikan 0,002 < 0,05. Jadi
variabel sistem pengendalian manajemen (X1) berpengaruh signifikan terhadap
variabel implementasi ERP (Y)

5. Koefisien Determinasi

Dari data model summary diatas Adjusted R Square sebesar 0,089 /


sebesar 8,9 % yang berarti bahwa kemampuan variabel sistem pengendalian
manajemen (X1) dalam menjelaskan variabel implementasi ERP (Y) adalah
sebesar 8,9% sedang sisa sebesar 91,1% dijelaskan oleh variabel lain diluar dari
variabel penelitian ini. R sebesar 0,313 memiliki arti bahwa korelasi berganda
adalah lemah. Tingkat eror yang dihasilkan dalam persamaan regresi dari hasil
penelitian ini adalah 91,1% .
Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian terdahulu oleh Rajan dan
Baral (2015), Yulizar (2016), Bingi, Sharma dan Godla (1999), Anthony, Robert
dan Govindarajan (2007) dan Verma dan Kumar (2016) yang menyatakan bahwa
Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Implementasi ERP.

F. Kesimpulan dan Saran


Penelitian ini memberikan bukti bahwa adanya pengaruh positif atau signifikan
dari sistem pengendalian manajemen terhadap implementasi ERP. Dari uji secara
parsial (Uji T) dan uji secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa variabel
Sistem Pengendalian Manajemen ( X1 ) berpengaruh signifikan terhadap
Implementasi ERP (Y). Sistem pengendalian manajemen berperan penting dalam
implementasi ERP. Bertujuan untuk mengintegrasi seluruh fungsi data online
dalam perusahaan, standarisasi dan keakuratan data, mempermudah tugas-tugas
manajemen, meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi melalui alokasi
sumber daya perusahaan secara optimal, meningkatkan kualitas informasi

9
akuntansi untuk pengambilan keputusan serta menghasilkan analisa dan laporan
untuk perencanaan jangka panjang. Kesimpulan bahwa variabel sistem
pengendalian manajemen berpengaruh positif dan berperan penting terhadap
implementasi ERP. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah
sampel dengan mengirim kuesioner ke perusahaan lainnya agar diperoleh data dan
hasil yang lebih baik dan diharapkan menambah variabel lain yang diduga bisa
mempengaruhi implementasi ERP.

DAFTAR PUSTAKA

Anthony, RN. 1965. "Planning and control Systems: Framework for Analysis”.
Boston: Graduate School of Business Administration, Harvard
University, 1965.

Anthony, Robert N., dan Vijay Govindarajan. 2007. Management Control


System.12th Edition. New York : McGraw-Hill

Anthony, Robert N., dan Vijay Govindarajan. 2008. "Sistemas de controle


gerencial. McGraw Hill Brasil". 2008.

Bingi, P., Sharma, M. K., dan Godla, J. K. 1999. "Critical issues affecting an ERP
implementation". Information System Management, 16(3), 7-14, 1999.

Daito A. 2011. Pencarian Ilmu Melalui Pendekatan Ontologi, Epistimologi,


Aksiologi, Mitra Wacana Media. (2011).

Henri, JF. 2006. "sistem kontrol manajemen dan strategi: sebuah perspektif
berbasis sumber daya". Akuntansi, organisasi dan masyarakat, 31 (6),
529-558 2006.

Legris, P., Ingham, J., dan Collerette, P. 2003. Why do people use information
technology? A critical review of the technology acceptance model.
Information and Management, 40, 191-204.

Melewar, T. C. 2008. Teori Signaling 2. SCRIBD. Uploaded by Bang Bebet.

Merchant, K.A. dan Otley, D.T. 2007. "A Review of the Literature on Control and
Accountability". In C.S. Chapman, A.G. Hopwood and M.D. Shields
(eds) : Handbook of Managemet Accounting Research, Elsevier 785-
802, 2007.

Rajan, C. A., dan Baral, R. 2015. Adoption of ERP System: An empirical study of
factors influencing the usuge of ERP and its impact on end user. IIMB
Management Review (2015) 27, 105-117.

10
Saatcioglu, OY. 2007. What determines user satisfaction in ERP projects: -
benefits, barriers or risks? Journal of Enterprise Information
managemet, 22(6), 698-708.

Simons, R., 1994. "How new top managers use control systems as levers of
strategic renewal". Strategic Management Journal, 15(3), 169-189,
1994.

Simons, R., 1995. "Levers of Control”. Cambridge, MA: Harvard Business


School Press, 1995.

Verma, P., dan Kumar, V. 2016. The Role of Management Control System in ERP
Project Implementation. Proceedings of The 2016 International
Conference on Industrial Engineering and Operations Management
Kuala Lumpur, Malaysia, March 8-10, 2016

Weinrich, K. I., dan Ahmad, N. 2009. Lessons learned during a decade of ERP
experience: a case study. International Journal of Enterprise
Information Systems, 5(1), 55-75.

Widener, S. K., dan Selto, F. H. 1999. Management Control System and


Boundaries of the Firm: Why Do Firms Outsource Internal Audit
Activities?. Journal of Management Accounting Research, Vol. 11, No.
1, pp. 45-73.

Yulizar, I. 2016. Analisis Pencapaian Manfaat dalam Penggunaan ERP di


Perusahaan Indonesia. Jurnal Masyarakat Informatika Indonesia, Vol. 1,
No.1, 2016 ISSN: 2541-5093.

11