Вы находитесь на странице: 1из 15

INSTRUMENTASI DAN TEKNIK KENDALI

INTELLIGENT PLANT FACTORY GREENHOUSE JAMUR TIRAM


TAHUN AJARAN 2015/2016

Kelompok 1 :

1. Ganang Aziz Nurhada (13/347216/TP/10659)


2. Siti Mir’atul Khasanah (14/363876/TP/10875)
3. Raffly Hadinata (14/363951/TP/10929)
4. Wahyu Windayanti (14/363949/TP/10927)
5. Ardhan Rifai (14/365868/TP/11051)
6. Azani Ramadhan (14/365931/TP/11075)
7. Pitaloka Ayustina (14/369520/TP/11131)
8. Nunik Asri Astuti (14/369530/TP/11133)
9. Khusnina Adani (14/369537/TP/11135)

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA

2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada saat ini banyak industri rumahan yang memproduksi jamur, misalnya
jamur tiram putih. Jamur tiram putih merupakan jamur yang banyak dikonsumsi
oleh konsumen. Usaha jamur tiram ini tidak begitu sulit dalam melakukan
pemeliharaan bibitnya. Hanya saja harus dengan ketelitian dan keuletan dalam
mengerjakannya. Usaha ini juga dapat dikerjakan secara individu ataupun
kelompok.
Jamur (Fungi) adalah tumbuhan yang memiliki banyak jenis mulai dari
yang bisa dimakan atau yang tidak bisa dimakan. Jamur memiliki ciri-ciri yaitu
tidak berklorofil, bersifat saprofit, ada yang bersimbiosis, menghasilkan spora.
Jamur hitam biasanya ditemukan dibawah tanaman berkayu. Jamur tiram tidak
memerlukan cahaya matahari. Ditempat yang lembab jamur akan cepat tumbuh.
Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan,
menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta menghasilkan
enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna
dalam membunuh nematode. Untuk menghasilkan jamur tiram yang berkualitas,
diperlukan suatu teknologi budidaya pertanian agar masalah-masalah yang
dihadapi oleh para petani dalam hal kualitas ditanam dapat teratasi. Salah satunya
adalah menggunakan Logika fuzzy yang ditanam dengan menggunakan sensor
untuk mendeteksi kelembapan dan suhu ruangan. Alat yang digunakan yaitu kipas
angin, spray water, sensor kelembapan dan suhu.

B. Tujuan
Mendesain dan merancang bangun rumah jamur tiram serta mengatur kondisi
suhu, kelembapan dan mengatur tata letak instrumentasi yang dikontrol sebagai
sistem intelligent plant factory.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pada tahun 1965, Profesor Lotfi Asker Zadeh, seorang guru besar
University of California mempublikasikan karya ilmiah berjudul “Fuzzy sets”.
Dalam karya ilmiah tersebut, Zadeh membuat terobosan baru yang memperluas
konsep himpunan tegas (Crisp Sets), dalam arti bahwa himpunan tegas merupakan
kejadian khusus dari himpunan fuzzy (fuzzy sets). Himpunan fuzzy menggunakan
persekitaran untuk menampilkan masalah yang komplek dalam model yang
sederhana. Dalam perkembangannya, penggunaan teori himpunan fuzzy terbagi
menjadi tiga periode yaitu fase belajar (1965-1977) yang ditandai dengan
perkembangan dan perkiraan penggunaannya. Kemudian fase transisi (1978-1988)
yang ditandai dengan perkembangan teori dan banyak sukses dalam praktek
penggunaan. Yang terakhir fase ledakan fuzzy (Fuzzy Boom) (1989-sekarang)
yang ditandai dengan peningkatan sukses dalam penggunaan di bidang industri,
bisnis, dan penggunaan perangkat lunak (Soft Computing) (Klirr dkk,1997: 215-
216).
Logika Fuzzy (Fuzzy Logic), Logika fuzzy adalah suatu cara untuk
memetakan suatu ruang input ke dalam sebuah ruang output, dan mekanisme
utama untuk melakukannya adalah menggunakan rangkaian pernyataan if-then
yang disebut dengan aturan (rule)
Himpunan Fuzzy (Fuzzy Set), merupakan lawan dari himpunan
konvensional, dimana setiap anggota himpunan pada himpunan konvensional
memiliki nilai keanggotaan yang tegas yaitu 0 atau 1, sedangkan pada himpunan
fuzzy nilai keanggotaan terletak pada rentang 0 sampai 1.
Gambar 2 Contoh Nilai Keanggotaan Pada Himpunan Konvensional dan
Himpunan Fuzzy

Fungsi Keanggotaan (Membership Function), sebuah fungsi keanggotaan


(MF, atau μ) adalah kurva yang menunjukkan pemetaan titik-titik input data ke
dalam nilai keanggotaannya (sering disebut dengan derajat keanggotaan/degree of
membership) yang memiliki nilai antara 0 dan 1 (Kusumadewi, 2003).

Prosedur pengaturan menggunakan kontrol logika fuzzy merupakan


kumpulan dari aturan-aturan kontrol yang menjadi acuan bagi aksi kontroller.
Aturan tersebut disusun berdasarkan pengamatan atau perkiraan terhadap respon
dinamika suatu sistem. Untuk menentukan rule base digunakan metode
pendekatan secara linguistik, yaitu dengan melakukan pengamatan respon
terhadap masukan. Selanjutnya ditentukan rule base kontrol logika fuzzy yang
disesuaikan dengan kondisi yang terjadi.Pada tugas akhir ini digunakan fuzzy gain
schedulling dengan tipe mamdani (Zhao, 1993). Langkah-langkah atau prosedur
dalan perancangan kontrol logika fuzzy :
a. Menentukan variabel masukan dan keluaran.
b. Menentukan fungsi keanggotaan (membership function)
Masukan dan keluaran logika fuzzy dinyatakan dalam fungsi keanggotaan
(membershipfunction) untuk melakukan pengelompokan variabel-variabel yang
ada.

c. Menentukan Fuzzy Rule Base


Rulebase merupakan sekumpulan aturan sebab akibat yang digunakan
untuk mengambil keputusan akhir.

Perkembangan budidaya jamur tiram saat ini mengalami pertumbuhan


yang sangat pesat ditandai dengan semakin banyaknya petani pembibit maupun
pembesaran jamur yang berbanding lurus dengan banyaknya jumlah pelaku usaha
makanan di bidang jamur. Dalam proses pembesaran jamur pada kumbung sangat
tergantung pada faktor fisik seperti suhu,kelembaban, cahaya, pH media tanam,
dan aerasi, udara. jamur tiram dapat menghasilkan tubuh buah secara optimum
pada rentang suhu 26-28 °C, kelembaban udara 80-90% dan pH media tanam
yang agak masam antara 5-6 (Susilawati, 2010)

Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan,


menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat
menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga
dapat berguna dalam membunuh nematode. Untuk menghasilkan jamur tiram
yang berkualitas, diperlukan suatu teknologi budidaya pertanian agar masalah-
masalah yang dihadapi oleh para petani dalam hal kualitas ditanam dapat teratasi.
Salah satu teknologi budidaya pertanian untuk menghasilkan jamur berkualitas
dan tidak menimbulkan gangguan pernafasan adalah mengatur suhu, kelembaban
pada ruangan budidaya jamur . pengontrolan kelembaban suhu ini merupakan
suatu teknik pengontrolan budidaya pertanian untuk menghasilkan jamur tiram
yang berkualitas tanaman dalam suatu lingkungan yang terkendali. Teknik
pengontrolan otomatis ini sangat dipengaruhi oleh faktor tingkat intensitas cahaya
serta suhu/temperatur yang di hubungkan dengan mikrokontroler. Faktor
intensitas cahaya yang diperlukan untuk kultur jaringan jamur tiram berkisar
antara 24-30 oC (Dinas Pertanian & Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, 2002).
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah serutan kayu, pensil,
meteran, gergaji, martil, water pas, pahat, obeng. Bahan yang digunakan
adalah kayu, fiber, paranet, plastik UV, fan, sensor dan alat pengontrol.

B. Tahap Penelitian
Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapanan, yaitu pembuatan
perangkat keras berupa perancangan bangunan rumah budidaya jamur tiram
yang akan membantu kerja sistem yang akan dibuat, dan kemudian
dilanjutkan dengan pembuatan perangkat lunak berupa penerapan metode
fuzzy logic untuk mengendalikan sensor dalam proses pengendalian suhu dan
kelembaban pada rancangan bangunan budidaya jamur.

1. Merancang Bangun Rumah Jamur Tiram


Pembuatan perangkat keras dilakukan dengan membuat bangunan
budidaya jamur menggunakan konsep greenhouse berukuran sedang
yang menggunakan model atap segitiga. Rancangan bangunan budidaya
jamur ini dibuat dengan tujuan sebagai suatu ruang tempat jamur pada
saat menjalani masa percobaan. Di dalam rancang bangunan budidaya
jamur ini diberikan piranti pengendali suhu dan kelembaban yang
berfungsi untuk menyesuaikan suhu dan kelembaban yang sesuai saat
jamur berada dalam masa percobaan. Dalam perancangan mekanik ini
alat dilakukan dengan pendekatan desain fungsional dan desain
struktural. Pendekatan rancangan fungsuonal digunakan untuk dapat
beroperasi sesuai dengan fungsinya meliputi : kayu, fiber, paranet.
Sedangkan pendekatan struktural merancang dan menganalisis alat uji
yang digunakan dalam penelitian berupa fan, sensor, dan alat pengontrol.
2. Pembuatan Perangkat Lunak
Pembuatan perangkat lunak dilakukan menggunakan pendekatan
metode Fuzzy Logic dengan beberapa tahapan antara lain tahap
penentuan set point, penghitungan nilai error, fuzzifikasi suhu dan
kelembaban, implementasi aturan fuzzy, proses defuzzifikasi, yang
selanjutnya digunakan untuk menghidupkan piranti pengendali suhu dan
kelembaban yang digunakan. Setelah pembuatan sistem tersebut, maka
selanjutnya dilakukan pengujian yang bertujuan mengukur seberapa
efektif sistem dalam pengendalian suhu dan kelembaban yang
diinginkan.
BAB IV

PEMBAHASAN

Jenis greenhouse yang digunakan dalam rancang bangun ini merupakan


jenis greenhouse sedang karena diindetikkan dengan jenis greenhouse untuk usaha
komersial. Jenis greenhouse yang kami design memiliki ukuran lebar 1 m dan
panjang 1,5 m. Ukuran tersebut dinilai efisien, baik dalam produktivitas maupun
kenyamanan kerja.
Perancangan Mekanik alat dilakukan dengan pendekatan desain fungsional
dan desain struktural. Perancangan mekanik alat memberikan pengaruh yang akan
menentukan mesin tersebut dapat beroperasi dengan baik.
A. Rancangan Fungsional
Pendekatan rancangan fungsional digunakan untuk dapat beroperasi sesuai
dengan fungsinya meliputi : Kayu, fiber, paranet, dan polybag.
B. Rancangan Struktural
Alat dan tata letak instrumen pada ruang greenhouse terdiri dari :

1. Kipas sebanyak empat buah yang dipasang dua dibagian dinding depan, dan
dua dibagian dinding belakang, yang berfungsi sebagai sirkulasi udara
didalam ruangan yaitu untuk mengurangi panas atau menurunkan suhu,
ukuran fan yang dipakaiberukuran 10 cm yang disesuaikan dengan rancang
bangun pembudidayaan jamur tiram ini.
2. Water spray sebanyak empat buah yang dipasang di samping kipas yaitu dua
di bagian dinding depan dan dua di bagian dinding belakang yang berfungsi
sebagai udara dalam ruang disamping kipas, yaitu untuk menaikkan
kelembaban dalam ruang.
3. Sensor terdiri dari dua buah, sensor pertama diletakkan pada bagian dinding
depan dekat dengan kipas dan sensor kedua diletakkan pada bagian atas
dinding kanan, fungsi sensor digunakan untuk mendeteksi suhu dan
kelembaban pada bagian tiap sudut ruangan yang diatur oleh alat pengontrol.
4. Satu alat pengontrol sebagai alat peraga yang mempunyai beberapa alat
pendukung sebagai berikut:
a. Rangkaian minimum siystem mikrokontroler AT89S52.
b. Rangkaian tombol masukan nilai pengaturan.
c. Rangkaian LCD 16x2.
d. Rangkaian penjejak sensor jarak.
e. Rangkaian driver motor dan heater.
f. Rangkaian Pemetaan Listrik.

Model atap yang digunakan dalam perancangan model ruangan ini adalah
tipe segitiga. Model atap segitiga adalah model yang sangat simple, dalam
pembuatannya tidak memerlukan konstruksi yang cukup rumit. Model atap ini
akan mempengaruhi sirkulasi udara yang berada di dalam ruangan semakin
banyak sehingga sangat cocok dengan syarat pertumbuhan jamur yaitu
pertumbuhannya memerlukan sirkulsai udara yang sangat banyak. Selain itu,
rumah jamur tiram ini berbentuk greenhouse single yang berfungsi memperlambat
pergantian aliran suhu berbeda dengan tipe greenhouse bersambung. Tipe
greenhouse bersambung mempunnyai fungsi sebagai penyimpan panas berlebih
yang tidak cocok dengan syarat pertumbahan jamur yang tidak memerlukan suhu
yang begitu tinggi dan dalam segi perawatan pada bentuk greenhouse bersambung
ini sangat rumit untuk kebersihan karena bentuk ini mempunyai banyak sekat-
sekat yang ada pada kontruksi bagian dinding sedangkan bentuk single ini dalam
segi perawatan sangatlah mudah.

Penutup atap yang digunakan greenhouse ini menggunakan paranet yang


disesuaikan dengan syarat-syarat pertumbuhan jamur, intensitas cahaya yang
diperlukan oleh pertumbuhan jamur rendah berkisar antara 600-1000 lux.
Pembuatan greenhouse jamur ini disesuakan dengan intensitas lingkungannnya,
dengan menggunakan bahan penutup atap berjenis paranet dapat mengurangi
intensitas cahaya sekitar 55%, 60%, 65% dan 70%. Bahan jenis paranet ini
mempunyai beragam warna yaitu warna biru,warna cokelat, dan warna hitam.

Perancangan bahan bangunan ini digunakan bahan fiber untuk atap


dikarenakan nilai tranmisivitas pada fiber sebesar 0.65, mencukupi untuk
mengurangi intensitas cahaya matahari pada perancangan greenhouse dan
pengurangan intensitas cahaya matahati ini juga disesuaikan dengan nilai bahan
penutup atap paranet yang mempunyai nilai tranmisivitas matahari sebesar 70%,
selain itu bahan fiber merupakan bahan yang kuat, tahan korosi.
Polybag digunakan untuk melapisi fiber supaya mengurangi intensitas
cahaya yang masuk dalam ruangan ini. Hal ini diakibatkan karena jamur tiram
sangat sensitif dengan cahaya. Maka, pada greenhouse jamur tiram ini kami
menggunakan suatu pelapis polybag dalam fiber supaya produksi jamur tiram
dapat meningkat. Bahan yang digunakan pada bagian dinding dalam rancangan ini
adalah plastik polybag UV karena dapat mengurangi sinar panas cahaya matahari
sebesar 0.1, plastik polybag UV sering digunakan pada pembuatan greenhouse.
Pemakaian plastik polybag UV ini juga disesuaikan dengan bahan penutup atap
agar panas yang masuk pada rancang bangun ini sesuai dengan syarat
pertumbuhan jamur, plastik polybag UV sangat mudah ditemukan dan harganya
relative murah.

Dalam proses budidaya jamur pada greenhouse sangat tergantung pada


faktor fisik seperti suhu, kelembaban, cahaya, pH media tanam, dan aerasi, udara.
Jamur tiram dapat menghasilkan tubuh buah secara optimum pada rentang suhu
26-28 °C dan kelembaban udara 80-90%.

Rangkaian mekanik yang dihasilkan berupa sensor, kipas angin, dan water
spray. Sensor terdiri dari dua buah, sensor pertama diletakkan pada bagian
dinding depan dekat dengan kipas dan sensor kedua diletakkan pada bagian atas
dinding kanan, fungsi sensor digunakan untuk mendeteksi suhu dan kelembaban
pada bagian tiap sudut ruangan yang diatur oleh alat pengontrol. Sensor yang
digunakan pada greenhouse jamur tiram ini yaitu sensor jenis mikrokontroler
AT89S52. Fan yang digunakan dalam rancang bangun ini berfungsi untuk
menaikkan suhu atau mengurangi suhu. Kipas sebanyak empat buah yang
dipasang dua dibagian dinding depan, dan dua dibagian dinding belakang, yang
berfungsi sebagai sirkulasi udara didalam ruangan yaitu untuk mengurangi panas
atau menurunkan suhu, ukuran fan yang dipakaiberukuran 10 cm yang
disesuaikan dengan rancang bangun pembudidayaan jamur tiram ini. Yang
disesuaikan dengan rancang bangun pembudidayaan jamur tiram ini. Water spray
digunakan untuk meningkatkan kelembapan atau mengurangi kelembapan dengan
menyemprotkan air pada bagian dinding jika kelembapan dalam ruangan rendah.

Kipas angin

Sensor mikrokontroler
AT89S52
Water spray
Cara kerja dari greenhouse jamur tiram dengan menggunakan intelligent
plant factory yaitu sebagai berikut :
1. Sensor mikrokontroler AT89S52 akan mendeteksi suhu dan kelembapan
dalam ruangan greenhouse ini kemudian jika sudah didapatkan datanya
maka sensor ini akan menggerakkan atau mematikan 2 kontrol yang
digunakan dalam greenhouse ini yaitu suhu dengan kipas angin dan
kelembapan dengan water spray.
2. Jika suhu tinggi maka kipas angin menyala cepat. Jika suhu sedang maka
kipas angin menyala normal. Jika suhu rendah kipas angin mati.
3. Jika kelembapan rendah maka spray water menyala cepat. Jika
kelembapan sedang maka spray water menyala normal. Jika kelembapan
tinggi spray water mati.
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Intelligent plant factory jamur tiram, dalam penelitian ini dibuat
greenhouse. Bangunan tempat pertumbuhan jamur tiram, pada atap berbentuk
segitiga. Dalam perancangannya sangat mudah dan terjangkau. Bahan yang
digunakan adalah fiber, paranet yang berfungsi mengurangi intensitas cahaya
matahari. Bagian dinding ruangan, bahan yang digunakan plastik UV yang
juga berfungsi mengurangi intensitas sinar cahaya matahari. Alat dan tata
letak instrumen pada ruangan ini terdiri dari empat buah kipas yang dipasang
dua dibagian dinding depan, dan dua dibagian dinding belakang, yang
berfungsi sebagai sirkulasi udara didalam ruangan. Sensor terdiri dari dua
buah, pertama diletakkan pada bagian dinding depan dekat dengan kipas dan
sensor kedua diletakkan pada bagian atas dinding kanan, fungsi sensor
digunakan untuk mendeteksi suhu dan kelembaban yang ada didalam
ruangan yang diatur oleh alat pengontrol. Jamur tiram dapat menghasilkan
tubuh buah secara optimum pada rentang suhu 26-28 °C dan kelembaban
udara 80-90%. Jamur tiram dapat tumbuh dan bisa dimanfaatkan sebagai
pangan ataupun sebagai bahan obat-obatan yang bisa digunakan oleh
masyarakat
DAFTAR PUSTAKA

Dinas Pertanian & Kehutanan Propinsi DKI Jakarta, 2002. Perbanyak Bibit
Pisang Secara Kultur Jaringan. http://www.jakarta.go.id/distan/Dinas
Pertanian & Kehutanan.htm, diakses 2 Juni 2016 12.03 WIB.
Klir, George J. , Clair, U.S. , and Yuan, Bo. 1997. Fuzzy Set Theory, Foundation
and Application. New Jersey: Prentice Hall International, Inc.
Kusumadewi, S., 2003, Artificial Intellegence (Teknik dan Aplikasinya), Penerbit
Graha Ilmu : Yogyakarta.
Susilawati., Raharjo, Budi. 2010. Budidaya Jamur Tiram yang Ramah
Lingkungan. Report No 50. STE Final : Palembang.
Zhao, Z.-Y., Tomizuka, M., & Isaka, S. (1993). Fuzzy Gain Scheduling of PID
Controller dalam Journal IEEE TRANSACTIONS ON SYSTEMS, MAN,
AND CYBERNETICS , 23 (5), 1392-1398.