You are on page 1of 9

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.

S
DENGAN DIAGNOSA MEDIS CRONIC KIDNEY DISEASE
DI RUANG IGD RSUD KRATON PEKALONGAN

DISUSUN OLEH :

DEWI ARISANTI

G3A016067

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2017
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. A DENGAN CRONIC KIDNEY
DISEASE DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KRATON
PEKALONGAN

Nama Mahasiswa : Dewi Arisanti


NIM : G3A016067

Tanggal pengkajian : 05 Juli 2017


Jam : 17.20 WIB

A. Identitas pasien
Nama : Tn. A
Umur : 36 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Pekalongan
Tanggal masuk : 05 /07/ 2017
No register : 424696

B. Alasan masuk rumah sakit


1. Keluhan utama
Pasien mengeluh sesak nafas
2. Alasan masuk rumah sakit
Tn S, 36 tahun dibawa ke ruang IGD RSUD Kraton Semarang dengan
diagnosa medis sementara CKD (Cronik Kidney Disease).Pasien datang
dengan keluhan sesak nafas dan dada terasa berat. Pasien mengatakan pagi
ini mengeluh. Saat dilakukan pengkajian pasien terlihat sesak nafas, bunyi
nafas mengi, perkembangan dada cepat dan tampak adanya retraksi dinding
dada. Pasien mengatakan bulan Agustus 2016 didiagnosa Dokter bahwa
dirinya menderita penyakit ginjal kronik dan harus menjalani terapi
hemodialisa, sebelum menjalani Hemodialisa pasien tidak tahu mengenai
pembatasan cairan pada orang yang akan menjalani Hemodialisa. Pasien
mengatakan dirinya banyak minum. Pasien juga mengatakan mempunyai
riwayat penyakit DM, keluarga mempunyai riwayat penyakit gula yaitu
ibu. TTV pasien TD 132/100 mmHg, RR 30 x/menit, HR 122 x/menit,
SPO2 97 %, suhu 36,7 C.

C. Pengkajian Fokus
1. Airway
Tidak terlihat adanya sumbatan jalan nafas pada pasien.
2. Breathing
Pasien mengatakan sesak nafas dan dada terasa berat, pengembangan dada
simetris, terlihat adanya retraksi dinding dada dan pernafasan dinding dada
terlihat cepat, RR 30 x/menit.
3. Circulation
Nadi : 122 x/menit, nadi cepat dan dalam, TD : 155/100 mmHg, akral
dingin, keringat dingin, warna kulit pucat, CRT : > 2 dtk, terlihat adanya
bengkak pada kedua telapak kaki pasien. tidak ada indikasi perdarahan.
4. Dissability
Tingkat kesadaran compos mentis,GCS E4 M6 V5, pupil isokor, reflek
cahaya (+)

D. Pemeriksaan Fisik
Kepala
Inspeksi : bentuk kepala mesochepal, bentuk mata, mulut hidung, dahi dan
leher simetris, pupil isokort, bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada polip
pada hidung
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak teraba masa, dan tidak teraba pembesaran
JVP pada leher, tidak terdapat fraktur pada leher
Dada :
1. Paru-paru
Inspeksi : bentuk dan pengembangan dada simetris, terlihat adanya retraksi
dinding dada dan pernafasan dinding dada terlihat cepat
Palpasi : taktil fremitus teraba sama
Perkusi : suara sonor
Auskultasi : vesikuler
2. Jantung
Inspeksi : Ictus kordis teraba,
Palpasi : Pulsasi pada dinding thorak teraba kuat
Perkusi : terdengar pekak
Auskultasi : S1 dan S2 terdengar reguler (lup, dup)
3. Abdomen
Inspeksi : bentuk abdomen simetris, tidak ada lesi, tidak ada masa
Auskultasi : bising usus 14x/menit
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi: suara timpani
Lain-lain : -

E. Analisa data
No Hari/ Data Problem Kemungkinan Penyebab
Tanggal
1 Rabu, 05 DS :
/07/ 2017 Pasien mengeluh sesak nafas Ketidakefektifan Hiperventilasi sekunder:
dan dada terasa berat. pola nafas kompensasi melalui
DO : alkalosis respiratorik
Pasien terlihat sesak,
pengembangan dada simetris,
terlihat adanya retraksi dinding
dada dan pernafasan dinding
dada terlihat cepat, RR 30
x/menit
2 Rabu, 05 DS : Kelebihan volume Penurunan haluaran urin,
/07/ 2017 - Pasien mengatakan bulan cairan retensi urin dan natrium
Agustus 2016 didiagnosa sekunder terhadap
Dokter bahwa dirinya penurunan fungsi ginjal
menderita penyakit ginjal
kronik dan harus menjalani
terapi hemodialisa
- Sebelum menjalani
Hemodialisa pasien tidak
tahu mengenai pembatasan
cairan pada orang yang akan
menjalani Hemodialisa.
- Pasien mengatakan dirinya
banyak minum.
DO :
Nadi : 122 x/menit, nadi cepat
dan dalam, TD : 132/100
mmHg, akral dingin, keringat
dingin, warna kulit pucat,
CRT: > 2 dtk, terlihat adanya
bengkak pada kedua telapak
kaki pasien.
F. Rencana keperawatan
No Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Keperawatan Paraf
Dx
1 Tujuan Respiratory Monitoring Santi
Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor rata-rata, kedalaman, irama
keperawatan selama 1x24 jam dan usaha respirasi
diharapkan klien akan menunjukkan 2. Catat pergerakan dada, amati
pola nafas yang efektif dengan suplai kesimetrisan, penggunaan otot
oksigen yang adequat tambahan, retraksi otot
Kriteria Hasil : supraclavicular dan intercostal
NOC : Nutritional Status 3. Monitor pola : bradipnea, takipnea,
- Peningkatan ventilasi dan kussmaul, hiperventilasi, cheyne
oksigenasi yang adekuat stokes
- Bebas dari tanda-tanda distress 4. Auskultasi suara nafas, catat area
pernafasan penurunan/ tidak adanya ventilasi dan
- Klien akan mengatakan sesak suara tambahan.
berkurang Oxygen Therapy
- Klien tampak tenang 1. Auskultasi bunyi nafas, catat adanya
- Tidak terlihat adanya retraksi crakles
dada 2. Ajarkan pasien nafas dalam
- Tanda- tanda vital dalam batas 3. Atur posisi senyaman mungkin
normal 4. Batasi untuk beraktivitas
5. Kolaborasi pemberian oksigen
2 Tujuan: Fluid Management : Santi
Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji status cairan : timbang berat
keperawatan selama 1x24 jam badan, keseimbangan masukkan
diharapkan volume cairan seimbang dalam haluaran, turgor kulit dan
Kriteria hasil : adanya edema
NOC : Nutritional Status 2. Batasi masukan cairan
- Terbebas dari edema, efusi, 3. Identifikasi sumber potensial cairan
anasarka 4. Jelaskan pada pasien dan keluarga
- Bunyi nafas bersih, tidak rasional pembatasan cairan
adanya dipsnea 5. Kolaborasi pemberian cairan sesuai
- Memelihara tekanan vena terapi
sentral, tekanan kapiler paru, 6. Monitor status hidrasi, mukosa,
output jantung dan vital sign tekanan darah dan laborat
normal. 7. Pasang DC sesuai ukuran
8. Berikan diuretik sesuai advice dokter

Hemodialysis therapy
1. Ambil sampel darah dan meninjau
kimia darah (misalnya : BUN,
kreatinin, natrium, pottasium, tingkat
phospor) sebelum perawatan untuk
mengevaluasi respon terhadap terapi)
2. Rekam tanda-tanda vital: berat badan,
denyut nadi, pernapasan, dan tekanan
darah untuk mengevaluasi respon
terhadap terapi.
3. Sesuaikan tekanan filtrasi untuk
menghilangkan jumlah yang tepat dari
cairan yang berlebihan di tubuh klien.
4. Bekerja secara kolaboratif dengan
pasien untuk menyesuaikan panjang
dialisis, peraturan diet, keterbatasan
cairan dan obat-obatan untuk
mengatur cairan dan elektrolit
pergeseran antara pengobatan.
G. Implementasi
No Hari/Tanggal Implementasi Paraf
Dx
1 Rabu, 05 /07/ 2017 1. Menerima pasien Santi
2. Mengkaji kejadian pada pasien dan pantau
keadaan umum pasien: TTV
3. Memonitor rata-rata, kedalaman, irama dan
usaha repirasi
4. Mencatat pergerakan dada, penggunaan otot
bantu nafas, dan retraksi dada.
5. Memposisikan pasien semifowler
6. Berkolaborasi memberikan NRM 10 Lpm
7. Memasang infus
8. Bekolaborasi dalam pemeiksaan laboratorium
2 Rabu, 05 /07/ 2017 1. Mengkaji status cairan : keseimbangan Santi
masukkan dan haluaran, turgor kulit dan
adanya edema
2. Membatasi masukan cairan
3. Menjelaskan kepada pasien rasional
pembatasan cairan
4. Memasang DC
5. Berkolaborasi dalam pemberian diuretik
(Furosemide).
H. Evaluasi

No Hari/Tanggal Evaluasi Paraf


Dx
1 Rabu, 05 /07/ 2017 S : Pasien mengatakan sesak nafas sudah mulai berkurang. Santi
O:
- Klien terlihat lebih tenang
- TD 130/90 mmHg, N 92 x/menit, RR 26 x/menit.
- Terpasang infus NaCL 20 Tpm
- Terpasang O2 8 Lpm
- Sudah tidak terlihat adanya retraksi dada.
- Hasil Lab: -
A:
Masalah ketidakefektifan pola nafas teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
- Monitor status pernapasan klien.
2 Rabu, 05 /07/ 2017 S: Pasien mengatakan akan membatasi cairan sesuai Santi
dengan anjuran yang diberikan.
O:
- Edema/bengkak pada kaki sudah mulai berkurang
- CRT > 2 dtk
- DC berhasil terpasang
- TD 130/90 mmHg, N 92 x/menit
A: Masalah kelebihan volume cairan teratasi sebagian
P: Lanjutkan intervensi
- Lanjutkan terapi sesuai advice
- Monitor intake dan output cairan.
- Monitor balance cairan